PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Curhat


Keesokan harinya Willy bersama yang lain mengikuti kompetisi pembuka, Willy dan Maria seperti biasa kalah. Dan setelah pulang dari pertandingan yang biasanya di sore hari ini Willy yang selalu menghilang sekarang giliran Maria yang menghilang.


Hampir setiap sore Maria menghilang dan kembali ketika malam hari pada waktu makan malam, entah apa yang Maria lakukan atau Maria cari.


Setiap sore dia selalu mencari sesuatu dengan cara naik keatas genting melompat dan memperhatikan orang orang yang lalu lalang.


Clarisa dan yang lainnya pun meresa khawatir mengenai Maria karena hampir setiap hari tidak pernah bersama Willy atau para kapten.


Hari pertandingan yang ditunggu tunggu pun hampir tiba dan hari yang di nanti itu adalah Besok, suasana di kota semakin ramai dan meriah karena pertandingan yang di tunggu tunggu akan segera dilaksanakan.


Maria pulang dan duduk mengikuti makan malam bersama, tadinya Clarisa ingin bertanya kepada Maria tetapi Clarisa mengurungkan niat itu.


Clarisa berpikir dan berbicara dalam hati.


"Jangan sekarang nanti saja aku akan tanyakan pada dia, toh sekarang Maria satu kamar dengan ku"


Clarisa pun kembali makan, dan Maria pun bersikap dingin dan acuh Tah acuh, bahkan setelah makan Maria langsung masuk ke dalam kamar sedangkan biasanya dia dengan yang lainnya mengobrol terlebih dahulu.


Clarisa menyusul Maria masuk kedalam kamar, dan duduk di samping Maria yang sedang rebahan.


"Maria kak Clarisa boleh bertanya"


Dengan ekspresi BT Maria hanya mengangguk kan kepalanya saja tanpa berbicara sepatah katapun.


Clarisa bertanya sambil mengelus ngelus kepala Maria.


"Apa Ada masalah dengan Willy"


Kepala Maria pun mengangguk kemudian menggelengkan kepalanya.


"Kaka perhatikan kalian berdua lagi marahan, coba ceritakan kepada Kaka apa yang terjadi"


Maria pun bangun dan duduk di samping Clarisa sambil meneteskan air mata.


"Willy marah kepada Maria kak"


"Memangnya apa yang di lakukan Maria sehingga bisa menyebabkan Willy menjadi marah"


Maria pun bercerita


"Beberapa waktu yang lalu, Willy selalu menghilang di sore hari, dan pada akhirnya aku mengikuti kemana Willy pergi, dan ternyata Willy sedang berpacaran.


Nama anak perempuan yang menjadi pacar Willy itu adalah Elvina, anak kecil yang pernah terkena anak panah Willy waktu berburu di hutan.


Dan Elvina itu adalah nama yang diberikan sendiri oleh Willy, yang menyebabkan Willy menjadi sakit panas dan energi sihir nya terserap dan pindah ke anak yang bernama Elvina itu"


Clarisa menyadari dan mengerti apa yang dikatakan oleh Maria.


"Oh jadi Elvina itu dari Ras Monster, pantas beberapa hari yang lalu Willy menanyakan tentang pernikahan antar Ras manusia dan Ras monster. Terus apa yang menyebabkan Willy marah kepada mu"


"Aku memergoki mereka dan aku bilang kepada anak itu bahwa aku adalah tunangannya Willy dan pacarnya Willy pun kecewa kemudian dia pergi dengan menampar Willy,


selain itu aku mengatakan bahwa anak yang sedang bersama Willy adalah monster tatapi Willy tidak terima dan malah menarahi dan memaki ku"


Clarisa pun berpikir sejenak kemudian dia berbicara kepada Maria.


"Pantas saja kemarin Willy bertanya kepada kak Clarisa tentang pernikahan antar Ras"


Maria pun bertanya sambil mengharapkan jawaban yang pasti


"Terus kak Clarisa menjawab apa"


"Ya kak Clarisa jawab tidak masalah selama saling mencintai ya kenapa tidak"


Raut muka Maria berubah menjadi masam, Clarisa pun menyadari perubahan sikap pada Maria kemudian Clarisa menenangkan dan merayu Maria supaya hatinya menjadi senang.


"Tenang saja, kak Clarisa tahu kamu juga mencintai Willy, sebenarnya dia juga mencintai mu karena Willy pernah bercerita kepada kak Clarisa tentang diri mu"


Hati Maria pun sedikit berbunga bunga kemudian Maria bersemangat untuk bertanya lagi kepada Clarisa.


"Apa yang Willy ceritakan kepada kak Clarisa"


"Sebenarnya ini rahasia kak Clarisa dan Willy sendiri tetapi biarlah kak Clarisa beritahu tentang ini sama Maria.


Dulu Sepulang dari berlatih Willy pernah bercerita bahwa dia pernah mengajukan syarat kepada mu apabila dia menang bertarung dengan mu.


Dan pertarungan yang kalian lakukan itu di saksikan oleh adiku Heri, Willy mengajukan syarat yaitu apabila kamu kalah maka kamu menjadi milik nya dan harus patuh kepada dirinya apakah itu benar"


Maria mengangguk


"Benar kak, waktu itu memang dia mengajukan persyaratan seperti itu dan aku menyetujuinya, sebenarnya aku dulu meremehkannya karena setiap hari yang dilakukan oleh Willy sangat konyol.


Setiap hari hanya berlari naik turun tangga dan kadang lompat kodok setelah itu seperti orang yang menari nari ternyata dia sedang melatih kekuatan fisiknya dan pada akhirnya aku juga yang kalah"


Clarisa pun tertawa


"Hahaha....itu artinya kamu itu sudah menjadi milik Willy, jadi jangan takut Willy di rebut oleh orang lain dan walaupun Willy memiliki wanita lain maka cintanya padamu tidak akan pernah berubah.


Sebagai contoh Ibunda Ratu Vanessa dan ayahanda Raja Hendrik Jovanka, meskipun ayahanda Raja memiliki Ibunda Ratu Isabel dan Ibunda Ratu Elisia tetap saja kasih sayang dan cintanya kepada ibunda Ratu Vanessa tidak berubah.


Dan sangat wajar di dunia ini seorang laki-laki apalagi bangsawan mempunyai istri lebih dari 1 orang, dan mungkin kamulah suatu hari nanti yang akan menjadi istri pertamanya Willy"


Mendengar penjelasan dari Clarisa Maria pun sedikit tenang dan tidak marah lagi kepada Willy, Maria pun bertanya lagi karena masih penasaran.


"Kak selain itu Willy curhat apa lagi"


Clarisa pun bercerita


"Willy pernah mengatakan ketika dia berada di Gedung menara pengawas dia sering bermimpi bertemu dengan wanita, dan selalu memanggilnya, mimpi itu terus terulang.


Sampai pada akhirnya dia bertemu dengan anak yang dia beri nama Elvina, dan Willy berkata anak itu adalah seperti gadis yang selalu ada dalam mimpinya cuman dia masih versi anak kecil.


Sedangkan yang ada di dalam mimpinya itu versi dewasanya dan setelah Willy bertemu dengan Elvina itulah dia tidak pernah bermimpi lagi.


Kadang kak Clarisa juga menyadari bahwa Willy sedikit aneh, karena didalam diri Willy terdapat sosok lain yaitu bernama Wildan.


Dia adalah anak dari pahlawan legenda Edward El Dragon yang di kirim dari dunia lain dan masuk ke tubuh Willy.


Dan mungkin juga si Elvina itu adalah Rengkarnasi dari pacarnya Wildan yang dari dunia lain maka dari itu mimpinya selalu berhubungan dengan Willy"


Maria pun menyadari bahwa dulu waktu masih tinggal di menara pengawas yang berada di dalam hutan Willy sering bermimpi dan mengigau dengan memanggil nama Elvina.


"Iya kak dulu juga Willy sering mengigau dia selalu menyebut nama Elvina padahal selama berada di istana dan di menara pengawas wanita yang bersamanya hanya Maria dan ibunda ratu saja.


Bahkan Willy belum pernah bergaul sama siapapun di sana bahkan wanita sekalipun,


jadi mungkin saja Elvina itu adalah kekasihnya Wildan di dunia lain dan sekarang mereka ada kontak Batin di antara mereka"


Clarisa pun mengambil kesimpulan dan mengakhiri obrolan mereka karena besok adalah hari yang di tunggu tunggu yaitu kompetisi inti dari semua kompetisi.


"Ya maka dari itu Maria jangan halangi Willy berhubungan dengan Elvina, tatapi Maria harus tetap mendukung Willy seutuhnya, justru dengan mendukung Willy dia pasti akan tambah sayang kepada Maria"


Maria pun tersenyum puas


"Ya sudah sekarang sudah malam kita istirahat dan tidur kan besok hari yang di tunggu tunggu untuk mengikuti kompetisi inti"


"Iya kak terima kasih sudah mau mengobrol dan selamat tidur"


Mereka pun tidur dengan pulas


***


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.