PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Mengambil Kembali Hak


Setelah mereka Duduk kembali Willy pun berkata "Jangan panggil aku dengan nama Pewaris Pedang Dewa Naga Agung, cukup panggil aku dengan nama Putra Eldra, karena itu juga yang di ucapkan oleh bangsa Dwarf kepada ku"


Raja Iblis Garuda pun mengangguk "Baiklah aku akan memanggil anda dengan sebutan putra Eldra, dan anda bisa memanggil saya dengan nama Lodra"


"Aku akan memanggil anda dengan sebutan Ayah Mertua, karena Elvina putri anda dan setelah beberapa lama kita bertemu kembali setelah kematian memisahkan kita berdua" ucap Willy.


Raja iblis Garuda atau Raja Lodra pun tersenyum senang begitu pula Vania "kalau begitu kita akan merayakan pesta untuk putra Eldra dan Elvina"


Tetapi Willy langsung berkata "Aku ingin memastikan terlebih dahulu bahwa kakak ku ada di sini"


Vania pun menjawab "Suamiku ada di Dungeon lantai 1 menyiapkan para prajurit Putra Mahkota Salvator untuk berangkat ke kerajaan Nebulosus karena mereka dapat kabar bahwa Raja Adrian Plakona sudah mengerahkan semua pasukan ke arah kerajaan Jovalavia.


Willy pun langsung bangkit dari duduknya kemudian menarik tangan Elvina ayo antara aku menemui kak Heri Jovanka kemudian tangan satunya lagi menarik tangan Maria tanpa memperdulikan yang lainnya.


Willy pun berlari dengan menarik kedua tangan gadis di sampingnya kiri dan kanannya, kedua gadis itu mau tidak mau mengikuti Willy melihat itu Raja Lodra dan Vania tertawa terbahak-bahak.


Hati yang semula Galau menjadi ceria dan menyenangkan karena ada orang yang dia cintai di sisinya dan berjalan beriringan.


Setelah beberapa lama kemudian mereka sampai di lantai 1 Dungeon Garuda dan melihat Ribuan prajurit berbaris termasuk para kesatria kerajaan Jovalavia yang di pimpin oleh pangeran Heri Jovanka.


"Kakak...."Panggil Willy


Pangeran Heri Jovanka pun menengok kearah sumber suara "Willy kenapa kamu ada disini" Tanya Pangeran Heri Jovanka.


Kemudian Elvina menjawab pertanyaan dari pangeran Heri Jovanka "Dia menyerang Istana dan memporak porandakan nya sampai hancur karena mengira Kaka ipar meninggal dunia"


Kemudian pangeran Heri Jovanka mendekati Willy dan mengelus rambutnya "maafkan kakak, adik ku, kakak tidak bercerita tentang keadaan ini, dan mungkin ibunda Ratu Vanessa tidak bercerita karena dia yang tahu rencana ini"


"Aku terlalu kalut karena melihat jasad kak Heri terbujur kaku dan aku pun ikut serta dalam pemakaman kak Heri" ucap Willy


"Itu bukan jasad kakak, dan kakak ini masih hidup sampai sekarang, itu orang pengganti kakak yang di rubah oleh ayah mertua " jelas pangeran Heri Jovanka.


"Aku senang kalau kakak baik baik saja "ucap Willy.


Pangeran Heri Jovanka melihat Willy memengang tangan Elvina kemudian bertanya


"kalian berdua ...ehem ...ehem..."


Willy dan Elvina pun merasa malu mereka pun melepaskan genggaman tangan mereka. Kemudian Willy mengalihkan obrolannya.


"Apa yang akan dilakukan kenapa banyak prajurit berkumpul di sini" tanya Willy.


"Ini semua Pasukan Putra Mahkota Salvator yang akan kembali ke kerajaan Nebulosus Baru untuk mengambil alih kembali kerajaan yang dia ambil dari Raja Adrian Plakona" ucap pangeran Heri Jovanka.


Kemudian Pangeran Heri Jovanka mengajak Willy untuk menemui putra mahkota Salvator supaya mereka bisa berkenalan.


Pangeran Heri Jovanka memandu Willy untuk mengikutinya dan bertemu dengan putra mahkota Salvator. Mereka pun tiba dan Pangeran Heri Jovanka memperkenalkan adiknya tersebut.


"Putra mahkota Salvator perkenalkan ini adik ku" ucap Pangeran Heri Jovanka.


Kemudian Willy pun melangkah kedepan dan menyodorkan tangannya serta di sambut dengan baik oleh putra mahkota Salvator.


"Perkenalkan nama ku Willy Jovanka adik dari Kak Heri Jovanka" ucap Willy memperkenalkan diri..


Putra mahkota Salvator tersenyum dan memuji "Kamu sangat tampan dan kakak mu sering bercerita tentang kehebatan mu yang memimpin pasukan dan memenangkan perang dengan kerajaan Inggarsia"


Kemudian Putra Mahkota Salvator melirik ke arah Maria "Gadis cantik ini siapa"


Kemudian Maria melangkah kedepan dan menyodorkan tangannya untuk berkenalan, putra mahkota Salvator pun menyambut tangan Maria.


Putra mahkota Salvator pun memuji Maria "Apa ini yang di juluki sebagai Iblis Petir dari Kerajaan Lareagon, hebat beritanya sampai menyebar keseluruh benua, kehebatan pasukan kerajaan Lareagon dan Iblis Petir yang membantai semua prajurit kerajaan Inggarsia sampai bergidik ketakutan "


Maria hanya tersenyum "itu hanya lah rumor yang di lebih lebihkan, aku hanya anak gadis biasa yang berusaha untuk memenangkan pertempuran di Medan perang" Maria merendah.


"Hebat kita di kelilingi oleh anak muda yang hebat, aku bangga menjadi sekutu dan bagian dari kalian " ucap putra mahkota Salvator.


Heri Jovanka pun bertanya kepada putra mahkota Salvator "Apa rencana yang kita akan lakukan".


"Sebentar lagi Aku akan berangkat ke kerajaan Nebulosus Baru untuk mengambil kembali hak ku atas kerajaan Nebulosus yang di ambil paksa oleh Raja Adrian Plakona.


Kesempatan ini tidak akan datang 2 kali, sehingga aku harus cepat sebelum pasukan inti raja Adrian Plakona kembali ke kerajaan Nebulosus" ucap Putra Mahkota Salvator.


"Tapi aku yakin pasukan raja Adrian Plakona tidak akan kembali ke kerajaan Nebulosus walaupun separuh dari pasukan kerajaan Jovalavia berangkat menuju Dungeon ini" ucap pangeran Heri Jovanka yakin.


"Apa anda yakin prajurit kerajaan Jovalavia bisa mengalahkan prajurit dari Raja Adrian Plakona, soalnya menurut mata mata yang melapor hampir 90 persen dari pasukan kerajaan Nebulosus di bawa oleh Raja Adrian Plakona untuk menyerang kerajaan Jovalavia" ucap putra mahkota Salvator.


"Total prajurit kerajaan Jovalavia sekitar 200.000 prajurit dan hanya 100.000 prajurit kavaleri yang di bawa oleh ayahhanda Raja Hendrik Jovanka menuju ke sini, sisanya 100.000 prajurit akan menyergap pasukan raja Adrian Plakona" ucap pangeran Heri Jovanka.


"Tapi itu tidak akan cukup untuk mengalahkan prajurit Raja Adrian Plakona, prajurit yang dibawa oleh Raja Adrian Plakona lebih dari 200.000 orang prajurit, Prajurit kerajaan Jovalavia yang akan menghadapi prajurit Raja Adrian Plakona kalah jumlah" ucap Putra Mahkota Salvator dengan cemas.


Kemudian Willy ikut menimpali "Pasukan Udara yang di pimpin paman Gibran masih ada di kerajaan Jovalavia dan tidak mungkin mereka pulang dan pasti akan membantu, karena sebelum kemari ibunda Ratu Elisia menyuruh paman Gibran untuk menempatkan pasukanya di dalam hutan antara ibukota dan istana "


"Bukan itu saja, Pasukan Raja naga ku sudah di peringatkan untuk bersembunyi di ibukota, untuk penyergapan prajurit Raja Adrian Plakona" timpal Maria.


Willy pun memicingkan matanya "Eh pasukan Raja naga itu pasukan milik ku lah"


"Enak saja, aku jenderal sekarang pasukan mu sudah aku ambil alih semua termasuk 2.000 pasukan Raja muda Ferik Reagon " ucap Maria sinis.


Willy pun tidak mau adu mulut dengan Maria karena biar pun begitu Maria adalah miliknya dan apa yang dia punya milik Willy juga "Baiklah terserah kamu saja "


Semua orang yang mendengar perdebatan antara Willy dan Maria ikut tertawa sehingga ketegangan pun puyar.


"Kalau begitu aku tidak hawatir karena ada pasukan udara kerajaan Eldragon dan pasukan kerajaan Lareagon yang ikut membantu" ucap putra mahkota Salvator.


Kemudian Willy berkata kepada putra mahkota Salvator "Ya tapi kalau Kakak nanti menjadi Raja baru di kerajaan Nebulosus, kakak harus bergabung bersama aliansi kami supaya kalau ada sesuatu kami bisa membantu kerajaan kak Salvator"


Putra mahkota Salvator pun mengangguk dan menyambut baik ajakan dari Willy "baiklah aku berjanji akan masuk aliansi kalau bisa mengambil alih kembali kerajaan Nebulosus"


Karena mereka sudah lama berbincang-bincang maka tiba waktunya untuk prajurit putra mahkota Salvator pergi menuju ke kerajaan Nebulosus.


"Baiklah karena waktunya sudah tiba aku pamit terlebih dahulu untuk mengambil alih kerajaan Nebulosus, mumpung keamanan dan prajurit di sana sedang kosong" ucap putra mahkota Salvator.


"Kalau begitu selamat jalan semoga berhasil " ucap Pangeran Heri Jovanka dan semuanya.


Kemudian putra mahkota Salvator menaiki kudanya dan berangkat keluar dari pintu masuk Dungeon lantai ke 1 ini yang di ikuti oleh para prajurit dengan perlengkapan senjata lengkap.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna