PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Goa


Setelah bersembunyi dan kereta kuda sudah sangat jauh, mereka pun keluar dari persembunyiannya dan mulai melanjutkan perjalanan.


Mereka melanjutkan perjalanan melalui hutan karena di rasa melewati jalan utama itu sangat berbahaya.


Benar saja setelah beberapa jam berkendara, kerata kuda itu di hadang oleh lebih dari 1.000 prajurit.


"Iyehehehe....." Suara kuda yang nyaring karena ditarik sekaligus tali kekangnya oleh kusir supaya kuda langsung berhenti.


Salah seorang dari mereka mengacungkan pedangnya menyuruh kursi supaya menyingkir "Turun kalau tidak akan aku bunuh kamu"


Setelah kereta kuda itu berhenti, kusir pun melompat dan melarikan diri tunggang langgang.


Prajurit langsung mengelilingi kereta kuda yang di tumpangi oleh Willy dan Maria palsu.


"Menyerah lah atau kalian akan mati di sini" ucap salah satu pemimpin.


Tetapi salah seorang dari mereka langsung menghampiri kereta kuda sambil mengeluarkan pedangnya yang sudah di lapisi oleh sihir.


Pedang itu langsung di Tebaskan ke arah kereta kuda tersebut "Mati kalian dasar bocah kurang ajar...."


Wuss....


Salah satu pemimpin tadi langsung berteriak "Apa yang kamu lakukan John"


Orang yang menyerang itu bernama John, dia yang sangat menyimpan dendam kepada Willy dan Maria, semenjak di kerajaan Elf.


Mereka para senior Willy kontestan kejuaraan 5 tahun yang lalu, yang pulang bareng dari kerajaan Elf menuju ke kerajaan Dewagon.


Para senior itu langsung melanjutkan perjalanan mereka sedangkan Willy dan kawan kawan beristirahat di penginapan selama satu hari.


Dan ternyata para senior itu sudah menyiapkan pasukan untuk menyergap Willy dan Maria.


Energi pedang pun melesat dan membelah kereta kuda menjadi 2 bagian.


Wuss....


Buwar....


Terlihat Willy dan Maria yang menggelinding keluar dari kereta kuda tersebut tetapi dalam posisi meringkuk.


"Aku tidak percaya kalau si pangeran bodoh dan si jenderal Dwarf itu mudah di kalahkan seperti ini, dengan serangan Jhon seperti itu, tidak mungkin mereka langsung mati dan tergeletak" ucap pemimpin kepada temannya.


"Tidak mungkin mereka mati dengan mudah, kedai pembunuh saja sampai hampir musnah menangani 2 bocah ini " ucap orang satunya lagi.


Melihat tubuh Willy dan Maria yang tergeletak, tidak membuat Jhon berhenti, dia pun kembali mengayunkan pedangnya "ini balasan untuk adik ku elena dan Maharani roselia...."


Wuss....


Crack....


Kepala Maria terpenggal, kemudian Jhon berbalik ke arah Willy dia langsung mengayunkan pedangnya.


Wuss....


Crack.....


Kepada Willy pun terpenggal, yang membuat John menjadi puas dan tertawa terbahak-bahak seperti orang gila.


"Aku ....aku sudah berhasil membunuh mereka berdua dan membalaskan dendam kalian semua, dan aku berjanji akan meluluhlantakkan kerajaan Lareagon dan sekutunya" teriak Jhon sambil berlinang air mata.


Salah seorang dari pemimpin itu berteriak "Hai Jhon jangan senang dulu, lihatlah mereka"


Willy dan Maria yang Jhon penggal itu adalah Golem yang di buat menyerupai Willy dan Maria dengan sihir perubahan yang umum di kuasai oleh prajurit Dwarf untuk mengelabui musuh.


Tetapi hanya wujudnya saja yang mirip dengan Willy dan Maria, dan Golem itu tidak di buat bisa bergerak seperti Golem lainnya.


John pun melirik kembali kearah jasad Willy dan Maria, yang telah di penggal kepalanya, tetapi disana bukan Willy dan Maria yang terpenggal.


Jhon hanya menebas sebongkah kayu menjadi 2 bagian, sehingga Jhon pun sangat marah "Kurang ajar dasar bocah.... kalian mempermainkan ku, awas saja kalau ketemu akan aku cabik cabik kalian"


John berteriak dengan marah meluapkan semua emosinya, yang bukan hanya itu, dia juga di permalukan di depan para prajurit yang ikut mengepung kereta kuda.


"Menyebar, bentuk 20 kelompok yang terdiri dari 50 orang, sisir setiap hutan, dan laporkan kepada pasukan lainnya, bahwa bocah itu sudah lolos dari penyergapan pertama" teriak pemimpin.


Sebenarnya total mereka ada sekitar 5.000 an prajurit yang disebar dalam 5 wilayah.


Dan sekarang mereka dalam beberapa kelompok pasukan yang terdiri dari 1.000 prajurit per satuan pasukan, sehingga lebih banyak dari pada para assassin kedai pembunuh.


Di tempat yang lain tepatnya di federasi bebas, ribuan prajurit yang dikirim dari beberapa kerajaan dalam aliansi Serikat Perdamaian Benua Utara sedang melakukan perjalanan.


Maksud dan tujuannya adalah mengawal Willy dan Maria dari perbatasan federasi bebas menuju ke kerajaan Jovalavia.


Karena dari perjalanan awal Willy dan Maria di incar oleh para assassin kedai pembunuh, alasan karena Willy memiliki pedang dewa naga agung.


Dari sejak dahulu kala para penganut ajaran dewa takut dengan garis keturunan pahlawan legendaris Edward Eldra, mereka selalu mengirimkan mata mata ke kerajaan Eldragon ketika mereka ada ritual penyambutan pedang.


Padahal kerajaan Lareagon sudah merahasiakan bahwa Willy berhasil mencabut pedang dewa naga agung, dan mengganti pedang tersebut dengan pedang duplikat.


Tetapi semenjak perang antara kerajaan Lareagon dengan kerajaan inggarsia, berita penggunaan pedang dewa naga agung menyebar sehingga Willy menjadi incaran pembunuhan.


Kehebatan pemilik pedang dewa naga agung tersebut adalah bisa memerintah ras monster apapun, dan pemilik pedang dewa naga agung itu akan menjadi tuan dari para ras monster.


Dan ras monster itu adalah ras yang paling di benci oleh para dewa, sehingga para penganut ajaran dewa selalu memerangi ras monster.


Meskipun pada kenyataannya mereka hanya menjadikan ras monster seperti ras beas man sebagai budak dan pemuas napsu.


Karena mereka anggap bahwa ras monster itu lebih rendah dari pada ras manusia, sehingga wajar kalau ras manusia di memperbudak ras monster.


Di sisi lain Willy dan Maria sedang bergerak dengan kecepatan tinggi melalui hutan belantara, mereka menggunakan langkah kaki kilat.


Sehingga pergerakan mereka 10 kali kecepatan berlari kuda, dan mereka berlari tanpa henti melalui bukit dan gunung serta sungai.


Sudah seharian penuh mereka berlari dan pada akhirnya mereka beristirahat di sebuah goa.


"Aku akan menyiapkan api unggun untuk menghangatkan tubuh kita" ucap Maria sambil mencari ranting pohon yang kering


Tetapi Willy langsung mencegahnya "Tunggu, jangan lakukan, kalau kita membuat api unggun, asap yang di timbulkan akan menarik perhatian musuh"


"Oh iya, ya benar juga, aku lupa bahwa kita sedang berada di wilayah kekuasaan musuh" ucap Maria.


"Beruntung aku menyimpan makanan yang sudah matang di dalam sihir dimensi ku, sehingga tidak repot lagi harus memasak makanan" ujar Willy.


Dia pun mengeluarkan makanan tersebut dan membaginya dengan Maria dan mereka pun makan dengan lahap.


"Malah ini kita akan tidur di tempat ini, besok pagi baru kita lanjutkan perjalanan kita" ucap Willy.


Dia pun bangkit kembali menggunakan sihir elemen tanah untuk menutup pintu goa sehingga tidak kelihatan bahwa ada goa di sana.


Sebelum mereka beristirahat tidur mereka pun memeriksa persediaan dan cek barang yang ada di sihir dimensi mereka.


Bagaikan di sebuah game MMORVG Willy melihat status barang lewat infektori yang dia miliki.


"Senjata pedang kegelapan hasil rampasan dari kak Billy, pedang taring salju, pedang kilin api dan pedang dewa naga agung serta belati pemberian kak Heri aman" Willy mengecek senjata.


Dia sekarang memiliki 4 buah pedang yang sangat kuat serta 1 buah belati, bukan hanya itu senjata lain Hasil rampasan dari assassin yang dia bunuh juga sangat banyak dan menggunung serta armor yang berserakan di dalam sihir dimensi item Room.


Maria pun melakukan hal yang sama dia memiliki senjata berupa tombak angin, tombak killin dan tombak petir, serta banyak sekali kunai sebagai pisau lempar dan peralatan assassin lain hasil rampasan.


"Ayo kita istirahat biar badan kita fit, kalau badan kita segar, lawan ratusan prajurit pun akan lebih mudah, apalagi senjata lempar ku sangat banyak" ucap Maria.


"Jangankan ratusan prajurit, seribu prajurit juga kita bisa menghadapinya, senapan mesin ku belum pernah di pakai sekali pun, baru senapan biasa saja yang aku pakai waktu melawan Rooney" ucap Willy.


"Ya sudah ayo kita tidur" ajak Maria


Mereka pun langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang tanah yang di buat oleh Willy


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna