PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Iya Itu Adalah Aku


Di pagi hari Anak anak dari kerajaan Eldragon sudah berkumpul di taman kastil Meraka diantaranya adalah Tavin, Patrick, Nolan dan Siren.


Kemudian Willy dan Maria pun datang dan mengajak mereka untuk berangkat menuju tempat di mana dulu kakek Fahetar berada.


"Ayo kita berangkat..."


Ajak Willy kepada semuanya, dan mereka pun berjalan menghampiri Willy dan Maria kemudian berangkat keluar dari kastil istana.


Di gerbang pintu keluar Willy di panggil oleh ratu Elisia.


"Maria... Willy...mau kemana kalian"


Willy melambaikan tangannnya.


"Ibunda kami akan main ke hutan"


Kemudian Ratu Elisia pun bertanya lagi.


"Apa kalian sudah sarapan dan bawa bekal makanan tidak"


Kemudian Siren menjawab.


"Guru, kami sudah sarapan dan tenang saja kami bawa bekal makan kok, jadi guru tak perlu khawatir"


Siren memanggil Ratu Elisia sebagai Guru karena memang dia adalah murid dari Ratu Elisia waktu di kerajaan Eldragon.


"Ingat jangan pulang malam di hutan ini banyak monster buas"


Willy pun mengangguk


"Iya ibunda Willy akan pulang sebelum makan malam tiba"


Ratu Elisia pun melambaikan tangannya.


"Hati hati di jalan ya..."


Mereka pun berangkat tetapi sebelum mereka keluar dari jalan utama Raja Gramostola dan keluarga dari klan serigala berpapasan kemudian Willy ditanya.


"Putra Eldra mau berangkat ke mana pagi pagi begini"


Willy tersenyum ramah.


"Tuan Raja Gramostola, Kakek Wolf-Fank dan paman wolf-brug kami mau main ke hutan, saya akan mengajak mereka ke sungai yang ada di hutan sebelah sana"


Wolf-Fank tertawa terbahak-bahak.


"Hahaha.... Dasar Putra Eldra padahal kamu ini berada di kerajaan Ayah mu sendiri tetapi jiwa petualang mu masih menggelora, aku iri sama anak seperti mu"


Willy pun tersenyum


"Ah, kakek bisa aja, Willy sudah terbiasa keluar masuk hutan karena dari sejak kecil Willy tinggal di dalam hutan"


"Ya sudah berangkat lah dan hari hati"


Kemudian anak dari Raja Gramostola pun meminta ijin untuk ikut pergi bersama Willy.


"Ayahanda Raja kami berdua mau ikut bersama putra Eldra apa boleh dan ayah ijin kan"


Raja Gramostola pun mengangguk.


"Selama kamu bersama putra Eldra ayahmu ini akan selalu mengijinkan kalian tetapi harus hati-hati jangan berbuat ceroboh"


Mereka berdua pun mengangguk


"Iya baik ayahhanda kami berangkat"


Wolf-grek pun merajuk


"Yah, kek aku juga ikut putra Eldra dan Maria ya"


Wolf-brug pun mengijinkan wolf-grek untuk ikut bersama Willy.


"Ya sudah sana dan hati hati"


Mereka pun pergi bersama kedalam hutan, 9 orang anak yang sudah saling kenal ketika mereka sedang berada di federasi bebas dan sekarang menjadi sahabat dekat.


Mereka pun sudah memasuki pingiran hutan kemudian Willy berkata.


"Kalau kita berjalan kaki kita akan sampai sore hari, tetapi kalau kita berlari kita akan sampai sebelum makan siang tiba"


Anak anak lain pun sepakat


"Ya sudah kita lari saja"


Willy dan Maria tersenyum.


Kemudian Maria berkata.


"Kalian jangan sampai ada yang ketinggalan ya, karena kalau kalian kehilangan jejak maka kalian tidak akan keluar dari hutan ini"


Maria sedikit menakut nakuti mereka, tetapi mereka adalah sekumpulan anak pemberani sehingga mereka tidak ada ras Takut.


"Ya sudah ayo kita lari"


Maria mengaktifkan sihir elemen petir yang di lepaskan di kakinya dan Willy pun menggunakan sihir elemen angin.


Maria mulai berlari.


"Langkah kilat melesat lah..."


Wuss....


Kemudian Willy pun berlari


"Pijakan angin berhembus lah"


Wuss....


Kaki Willy menggunakan dorongan angin sehingga dia langsung melesat pergi.


Semua orang tidak mau kalah mereka pun menggunakan skill mereka masing masing untuk berlari mengejar Willy dan Maria.


"Jurus seribu langkah berlari..."


Wuss....


"Jurus langkah bayangan....


Wuss....


Siren dan Tavin pun menggunakan jurus sihir mereka untuk menambah kecepatan berlari.


"Jurus bayangan angin..."


Wuss....


"Jurus hentakan kaki angin..."


Wuss....


Vico dan Yarnt tidak mau kalah dia juga hebat dalam berlari. Mereka Memiliki jurus yang sama sehingga mereka berdua berteriak bersama menggunakan jurus tersebut.


"Langkah kilat melesat...."


Wuss....


Wolf-grek mengeluarkan aura tubuhnya diselimuti oleh sihir elemen angin, dia pun melesat dengan cepat.


"Jurus langkah serigala angin...."


Wuss....


Mereka semua melesat, mendatang di batang pohon kemudian melesat kembali seperti para ninja yang sedang berlari, hanya sekali menghentakkan kaki dapat melesat sejauh puluhan meter.


Tidak beberapa lama Willy dan Maria berhenti di salah satu bangunan yang roboh dan bekas terbakar di sana Willy dan Maria menundukan kepalanya.


Kemudian Tavin bertanya.


"Apa ini tempat pengasingan, putra mahkota, Maria dan Ratu Elisia tinggal"


Willy dan Maria mengangguk dan Maria pun menjawab.


"Iya disini lah tempat kami dulu tinggal, dan tempat kami belajar banyak hal bahkan pangeran bodoh ini bertambah kuat di tempat ini"


Siren yang melihat tempat tersebut hangus terbakar dia pun menangis.


"Hiks... hiks...hiks ...aku tidak tahu bahwa putra mahkota, Maria dan Guru ku semenderita ini, bahkan harus tinggal di dalam hutan seperti ini"


Siren pun menangis semakin kencang


"Heu..h hiks....hiks...."


Nolan dan Patrick menghampiri Siren.


"Sudah jangan cengeng, sekarang sudah berubah mereka sudah tidak tinggal lagi di sini dan tidak menderita seperti dulu"


Cerita ini hanya anak anak dari kerajaan Eldragon yang tahu Vico, Yarnt dan wolf-grek hanya diam dan melihat kondisi bangunan di depannya sudah hancur dan melihat Siren yang menangis.


Kemudian Willy pun berkata.


"Karena berkat tinggal di sinilah aku dan Maria menjadi bertambah kuat dan kami pun menjadi anak yang mandiri"


Vico yang tidak tahu apa apa melangkah mendekati Willy kemudian dia bertanya.


"Apa benar kamu dulu tinggal di tempat ini"


Willy pun mengangguk, kemudian Vico bertanya lagi.


"Aku pernah mendengar tentang cerita ada seorang pangeran dari kerajaan Jovalavia ini yang di sebut pangeran sampah dan di asingkan kedalam hutan bersama ibu dan satu pelayanan"


Willy pun mengangguk


"Iya itu adalah aku, si pangeran sampah itu adalah sebutan untuk ku"


Vico, Yarnt dan wolf-grek tersentak kaget mendengar pengakuan dari Willy. Kemudian Vico pun meminta maaf.


"Maafkan aku, aku tidak bermaksud...."


Ucapan Vico tidak dilanjutkan karena Willy keburu berbicara.


"Tidak apa-apa, itu hanya cerita dulu beberapa tahun yang lalu"


Wolf-grek pun bertanya.


"Kenapa bangunan ini bisa terbakar"


Sekarang giliran Maria yang menjawab pertanyaan dari Wolf-grek.


"Ini adalah ulah Assassin yang ingin membunuh kami bertiga, mereka assassin dari desa lembah beracun, bahkan karena mereka, ibunda Ratu Elisia hampir meninggal karena racun penghancur organ dan hati.


Beruntung kami dapat membawa ibunda Ratu Elisia ke kerajaan Lareagon dan mendapatkan penawaran racun tersebut dari Maharaja Alfred Eldragon"


Setelah itu Willy berbicara


"Sudah...sudah ayo kita berangkat lagi, ini bukan tujuan utama kita. Perjalanan kita masih jauh"


Vico, Yarnt dan wolf-grek terheran heran karena mereka bertiga tidak tahu tujuan yang sebenarnya, karena mereka bertiga hanya asal ikut saja tanpa tahu tujuan aslinya kemana.


Anak anak yang lain pun bersemangat apalagi Siren yang sangat mengagumi penyihir agung Volyaw Fahetar dia ingin sesegera mungkin sampai di tempat tujuan.


***


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.