
Keesokan harinya Willy sudah bangun kemudian dia membersihkan diri lalu keluar dari pondok gubuk kakek Fahetar di ikuti Gripon kecil yang selama Willy tidur selalu menemaninya bahkan Willy memeluknya seperti sebuah bantal guling.
"Selamat pagi kek"
Willy menyapa kakek Fahetar yang sedang duduk di kursi batu sambil meminum teh.
"Pagi nak Willy, bagaimana sekarang apakah kamu merasa sudah lebih baik"
Willy mengangguk,
"Sudah kek, rasanya tubuh Willy terasa ringan, terima kasih sudah merawat Willy"
Kakek Fahetar bertanya
"Apakah kamu sudah siap untuk belajar Sihir"
Willy terdiam tidak menjawab
"Kenapa kamu terdiam"
Willy menundukkan kepalanya
"Anu kek, saya seorang pecundang, bahkan ayah ku membuang aku ke tengah hutan dan ditempatkan di menara pengawas gara gara bejana Ilahi ku hanya berlevel D awal"
Kakek Fahetar tertawa
"Hahahaha....Level D awal pantas saja kamu di buang karena, di benua bagian Utara kekuatan adalah segalanya dan kalau kamu mempunyai energi sihir dan bejana Ilahi yang besar maka kamu mudah untuk menjadi seorang bangsawan"
Willy bertanya lagi
"Bagai mana cara Willy untuk membuat bejana Ilahi bertambah besar, apakah harus melakukan puasa, wirid atau menyerap energi alam dan berkultivasi seperti dalam cerita mangga Toon yang sering Willy baca"
Kakek Fahetar tertawa
"Hahaha....kamu ini anak yang unik dari mana sebenarnya kamu berasal, kenapa kamu tahu tentang melakukan puasa, wirid dan berkultivasi, di dunia ini semua itu tidak ada, jujur saja sama kakek kamu berasal dari mana dan sebenarnya kamu siapa"
Willy garuk-garuk kepala
"Anu...kek, namaku Willy Jovanka, ayahku Raja kerajaan Jovalavia yaitu Raja Hendrik Jovanka dan ibuku Ratu Elisia, aku adalah anak ke 4 dari ayahku dan disebut pangeran ke 3"
Willy menjelaskan dengan detail
"Aku dibuang oleh ayahku sendiri karena 3 tahun yang lalu ketika berumur 5 tahun, aku di perisa bejana Ilahi nya oleh 3 orang pahlawan termasuk kakak ku Heri Jovanka"
Willy terus menjelaskan dengan panjang lebar
"Karena penilaian sihir menunjukan bejana Ilahi aku maksimal di level D Awal, ayahanda Raja pun murka, Kaka ku ibunya adalah ras dari Dwarf dia bisa berlevel pahlawan sedangkan, ibuku adalah setengah Elf tetapi anaknya hanya di level D Awal"
Willy menceritakan sambil bersedih
Kakek Fahetar tidak merespon semua perkataan dari Willy. Raut wajah kakek Fahetar berubah menjadi dingin. Lalu berkata dengan tegas.
"Bukan itu yang kakek ingin tahu, yang kakek ingin tahu dari dunia mana kamu berasal"
Willy sedikit binggung, cerita atau tidak tentang dirinya di masa lalu sebelum di rengkarnasikan ke dunia ini, apakah Willy akan membongkar Identitasnya kepada kakek Fahetar, dia tertegun.
"Eum....anu... eum....anu"
Lalu kakek Fahetar mencoba menggunakan sihir pembaca pikiran kepada Willy.
"Baiklah kalau nak Willy tidak mau bercerita kepada kakek, kakek akan mencari tahu sendiri dengan sihir pembaca pikiran"
Kemudian kakek Fahetar membacakan mantra pembaca pikiran kemudian di arahkan kepada kepala Willy
Wuss....
Sihir pembaca pikiran dilepaskan tetapi sihir itu dipentalkan oleh energi yang aneh yang berada di kepala Willy dan kakek Fahetar pun terpental kebelakang
Brak....
Kakek Fahetar terjatuh ketanah, kemudian Willy bergegas membantu kakek Fahetar untuk bangun dan kembali berdiri.
"Kakek tidak apa apa, maaf kek karena aku kakek jadi jatuh begini, ayo duduk dulu"
Willy memapah kakek Fahetar untuk duduk di kursi batu dan Willy pun ikut duduk di kursi batu sebelahnya.
"Kakek jangan marah yah, karena aku tidak tahu apa-apa"
Kekek Fahetar mengelus ngelus kepala Willy.
"Kakek tidak marah tetapi Kakek heran waktu kakek mengeluarkan sihir pembaca pikiran, di kepala kamu keluar suatu energi yang aneh kemudian mementalkan sihir dari kakek, apa kamu tahu sihir apa itu"
Willy menggelengkan kepalanya
"Tidak kek Willy tidak tahu apa apa, belajar sihir pun Willy baru dasar itu juga diajari ibunda sihir pengobatan dan sihir serangan yang masih Dasar"
Kemudian kakek Fahetar menggunakan sihir penditeksi untuk melihat energi yang ada di kepala Willy.
Wuss.....
Kakek Fahetar kaget ternyata energi yang ada di kepala Willy adalah sihir langka atau sihir kuno yang berasal dari jaman perang antara manusia dan Monster melawan ras dewa.
"Ini...ini adalah sihir kuno pengikat hati dan jiwa, kenapa kepala kamu di selimuti sihir tersebut, apakah kamu orang sengaja di panggil atau orang yang berengkarnasi"
Willy terkejut kekek Fahetar tahu tentang rengkarnasikan.
"Jujur lah kepada kakek, kakek dapat membantu nak Willy untuk menaikan level bejana Ilahi bahkan sampai ke tingkat dewa"
Willy pun terpaksa membongkar Identitasnya.
"Aku seorang Rengkarnasi, yang berasal dari dunia yang bernama Bumi, nama asli dari dunia asalku Aku bernama Wildan, dan ayah ku bernama Edwin Saputra dan ibuku bernama Lia"
Willy menjelaskan semuanya
"Aku meninggal dunia ketika berumur 18 tahun dan penyebab kematian ku adalah di racun oleh orang yang ingin menjadi nomer 1, pada saat pertandingan Bela Diri Pencak silat.
Kemudian aku di larikan kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan tetapi sudah tidak tertolong lagi, kemudian ayah ku yaitu Edwin dengan tenaga dalam mentransfer energi yang disebut Pengikat Hati dan Jiwa dan setelah itu aku meninggal dunia.
Tetapi bukanya berada di akhirat aku malah berengkarnasi menjadi seorang anak dari keluarga kerajaan Jovalavia dan ayah ku sendiri adalah seorang Raja tersebut.
Aku membawa ingatanku di masa lalu hingga sekarang ini, tetapi karena di dunia ini tingkat seseorang ditentukan dengan level sihir, dan kebetulan aku memiliki energi sihir yang rendah bakhan bejana Ilahi ku berlevel D awal"
***
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk
Like
Komen
Vote
*Rate**
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.