
Setelah Raja Hendrik Jovanka masuk kedalam istana merdeka pun di sambut oleh Raja Lodra yang selama ini di sebut dengan Julukan Raja Iblis Garuda.
"Selamat datang di Istana ku, Yang mulia Raja Hendrik Jovanka dari kerajaan Jovalavia" ucap Raja Lodra.
"Jangan sungkan Kepada ku Yang mulia Raja Lodra, justru aku kesini ingin mengucapkan terima kasih karena telah menjaga anak ku Pangeran Heri Jovanka" ucap Raja Hendrik Jovanka.
Raja Lodra pun turun dari kursi singgasana dan menghampiri Raja Hendrik Jovanka dan mereka pun bersalaman.
"Silahkan duduk" ucap Raja Lodra.
Kemudian mereka semua duduk di kursi yang telah tersedia di ruang singgasana ini.
Raja Hendrik Jovanka pun mengawali pembicaraan "Maaf atas kelancangan putra bungsu ku pangeran Willy Jovanka, karena terlah memporak porandakan isi kota dan istana kerajaan ini"
"Jangan di pikirkan ini hanya lah kesalah pahaman" ucap Raja Lodra merendah.
"Aku akan membayar kompensasi atas semua kerusakan yang di timbulkan oleh putra bungsu ku pangeran Willy Jovanka" ucap Raja Hendrik Jovanka.
Kemudian dari balik pintu keluar seorang wanita cantik bergaun merah dengan menggendong bayi dan berjalan menghampiri Pangeran Heri Jovanka.
Setelah wanita cantik itu mendekat kemudian bayi yang dia gendong di berikan ke Pangeran Heri Jovanka kemudian wanita cantik itu menghampiri Raja Hendrik Jovanka dan dia pun menyapanya.
"Selamat datang di istana kami ayah mertua Raja Hendrik Jovanka" ucap Vania.
Raja Hendrik Jovanka terdiam terpaku mendengar wanita cantik itu memanggil dengan sebutan Ayah mertua dan apa yang telah terjadi dan di sembunyikan oleh Pangeran Heri Jovanka.
"Maaf selama ini aku menyembunyikan Rahasia ini dari Ayahhanda Raja, Aku jatuh cinta dengan Putri Ayah mertua Raja Lodra, semenjak aku di jadikan penguasa kota oleh Ayahanda Raja.
Dan dengan memberanikan diri aku melamar dan menikah, ini adalah istri ku bernama Vania dan ini anak ku Cleo, putra laki laki dari hasil buah cinta kami berdua " Heri Jovanka memperkenalkan anak dan istrinya dalam pengakuan.
Kemudian Raja Hendrik Jovanka berbicara "Kenapa kamu tidak memberitahu ayah mu ini, dan adakah yang tahu bahwa kamu sudah menikah "
Pangeran Heri Jovanka mengangguk "Aku tidak Bercerita karena ayah takut tidak setuju dengan hubungan kami berdua, karena di kala itu, ayah mertua sedang di kabarkan Miring oleh pihak Kerajaan Nebulosus Baru.
Ayah mertua Raja Lodra di tuduh menjadi dalang penculikan anak dan penduduk desa, dan Ayahhanda Raja pun kala itu geram sehingga mengutus ku untuk menjadi penguasa kota sekaligus ditugaskan untuk menyelidiki kasus tersebut.
Dan pada akhirnya aku tahu kebenarannya, yaitu prajurit Garuda menyelamatkan nyawa para tahanan yang setia kepada kerajaan Nebulosus lama dan membawanya ke Dungeon ini.
Aku tidak memberitahukan Ayahanda Raja karena kala itu anda sedang dalam pengaruh Ratu Isabel, sehingga akan percuma apabila aku menceritakan tentang kebenaran ini.
Dan sekarang ayahhanda Raja sudah terlepas dari pengaruh Ratu Isabel dan sekarang aku berani mengatakan ini kepada ayahanda Raja, dan hubungan kami ini hanya di ketahui oleh ibunda Ratu Vanessa saja"
Mendengar penuturan pangeran Heri Jovanka, Raja Hendrik Jovanka menjadi sangat malu karena mengingat masa lalu dan karena pengaruh Ratu Isabel, Willy dan Ratu Elisia harus rela tinggal di menara pengawas dalam hutan.
"Maafkan ayah mu ini karena sudah menjadi Raja yang bodoh dan tidak bisa mengambil sikap dan terpengaruh oleh Isabel sialan itu.
Aku juga merasa berdosa kepada Ratu Elisia dan pangeran Willy Jovanka kalau mengingat masa itu" ucap Raja Hendrik Jovanka.
Kemudian Raja Hendrik Jovanka berdiri dari tempat duduknya kemudian merentangkan tangannya "kemarilah Anak ku Pangeran Heri Jovanka dan menantu setra Cucu ku, aku merestui hubungan kalian berdua"
Pangeran Heri Jovanka dan Vania menghampiri Raja Hendrik Jovanka dan mereka pun berpelukan.
Kemudian Pangeran Heri Jovanka pun memberikan anak yang dia gendong kepada Raja Hendrik Jovanka. "Cucu ku Cleo, ini kakek mu, Jadilah anak yang pintar dan Hebat seperti Paman Mu Pangeran Willy Jovanka. Jangan seperti Ayah mu yang Bodoh"
Mendengar perkataan dari Raja Hendrik Jovanka semua orang tidak bisa menahan tawa, dan tawa mereka pun pecah, mereka tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan dari Raja Hendrik Jovanka yang mengatakan bahwa Pangeran Heri Jovanka Bodoh, Dan menuji Willy sebagai pangeran yang pintar dan Hebat.
Pangeran Heri Jovanka hanya bisa tersenyum malu sambil menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.
Mereka pun berbincang bincang nampak keakraban terjadi sebagai sebuah keluarga besar antara keluarga kerajaan Jovalavia dan kerajaan Garuda.
Raja Hendrik Jovanka melihat Willy yang di apit oleh 2 orang gadis di samping kiri ada Maria dan di samping kanan ada Elvina.
"Nak jadilah anak yang tampan, supaya banyak perempuan mau dengan mu, jadi lah orang yang rendah hati dan menjadi penolong orang yang lemah" ucap Raja Hendrik Jovanka menasehati cucunya yang ada dalam gendongannya.
Raja Lodra pun kemudian berbicara "Rencana Kami akan mengadakan Pesta, apakah Yang mulia Raja Hendrik Jovanka berkenan hadir"
"Lebih baik Pesta itu di adakan di kerajaan Jovalavia kami, sembari merayakan karena Raja Adrian Plakona yang gagal mengambil alih kerajaan Jovalavia dan mengabarkan berita baik keseluruhan negri bahwa Pangeran Heri Jovanka tidak meninggal.
Dan pengumuman bahwa Pangeran Heri Jovanka sudah memiliki istri dan anak, bukan hanya itu saja kita adakan pertunangan antara Anak bungsu ku pangeran Willy Jovanka dan Putri Elvina Bagai mana menurut anda Raja Lodra" ucap Raja Hendrik Jovanka senang.
Mendengar perkataan Raja Hendrik Jovanka Willy pun menjadi celingukan dia menjadi salah tingkah sehingga di tertawakan oleh semua orang.
Willy pun menunjuk dirinya sendiri "Ayahanda Raja Aku...."
Raja Hendrik Jovanka menjadi orang tua yang sangat pengertian karena dia sudah berjanji kepada Willy dan Ratu Elisia akan merubah sikapnya dan apa pun yang membuat Willy senang maka akan dia laksanakan.
"Ayah menyetujui hubungan mu dengan Maria, Dan ayah juga menyetujui Hubungan mu dengan Putri Elvina, wajar bagi seorang bangsawan memiliki istri lebih dari satu, tetapi untuk Heri Jovanka kamu jangan sia sia kan Putri Vania, Cukup Pangeran Willy Jovanka saja" ucap Raja Hendrik Jovanka.
Lagi lagi pangeran Heri Jovanka di pojokan oleh ayahnya sendiri yaitu Raja Hendrik Jovanka. Yang melarang dia menikah lagi dan cukup 1 wanita saja sebagai pendamping hidupnya.
"Ayahanda Raja kenapa kak Heri Jovanka tidak boleh menikahi lebih dari 1 wanita sedangkan aku boleh" tanya Willy penasaran.
"Ayah mu ini sangat kenal Kakak mu Pangeran Heri Jovanka, Dia sama Bodoh seperti ayah, Dia Putra Mahkota kerajaan Jovalavia yang akan menjadi Raja selanjutnya menggantikan posisi Ayah mu ini.
Kalau dia sampai Menikah lagi, ayah takut kejadian seperti yang kamu alami terulang kembali, dan Anak ku Pangeran Heri Jovanka cukup di pengaruhi oleh Putri Vania saja jangan sama wanita lain.
Karena Ayah tahu bahwa Putri Vania memiliki keteguhan hati seperti Ratu Vanessa yang akan selalu mendukung segala tindakan suaminya" tutur Raja Hendrik Jovanka.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna