
Maria dan Willy terlena dengan suasana kota yang ramai, Maria menghampiri beberapa kios yang menjual makanan ringan, permen dan sebagainya, bahkan mereka berdua membeli topeng,
Topeng karnaval yang sangat bagus, Willy membeli topeng yang kata penjualnya adalah topeng Iblis Salju dan berwarna putih polos, sedang Maria membeli topeng iblis merah,
Topeng itu sering di pakai dalam drama yang di perankan oleh rakyat sebagai iblis pembunuh atau iblis pencabut nyawa, sehingga Maria tertarik untuk membelinya.
Mereka hanya bersenang-senang menikmati suasana kota Murbei ini, tetapi di balik itu mereka juga sedang di awasi oleh sekumpulan orang.
Willy dan Maria sudah mengetahui bahwa mereka sedang di ikuti oleh sekelompok orang, tetapi mereka berdua pura pura tidak tahu, karena di kota banyak orang lalu lalang sehingga mereka tidak akan berani membuat keributan.
Willy dan Maria pun sengaja mencari tempat sepi dan mengarahkan para penguntit itu ke jalan yang sepi, sesampainya di sana Willy dan Maria pun berhenti.
"Keluar lah, kami tahu kalian mengikuti kami dari tadi teriak Willy"
Kemudian benar saja orang orang keluar dari balik gang dan tempat persembunyian mereka. Ada sekitar 20 orang yang mengelilingi Willy dan Maria.
Mereka adalah pereman anak buah dari Walton Vorn, yang salah satu dari mereka pengawal pribadi yang tadi ikut dengan Walton Vorn.
"Hai bocah, kamu telah menyinggung dan mempermalukan tuan muda kami, siapapun yang berani menyinggung perasaan tuan muda kami, maka tidak akan selamat" ancaman pengawal itu.
Maria melihat sekelilingnya dia tidak menemukan Walton Vorn di antara mereka "kemana tuan kalian, apakah tidak ikut, mungkinkah tuan kalian itu pengecut" ucap Maria santai.
"Hai perempuan bar bar, Tuan muda kami tidak usah turun tangan sendiri, cukup kami saja yang menangani kalian berdua" ucap pengawal itu.
Kemudian pengawal itu berteriak kepada semua pereman "Habisi anak laki laki itu, dan tangkap yang perempuan untuk kita serahkan kepada tuan muda, dia ingin menghukum perempuan itu dengan cara melayani di tempat tidur"
Semua pereman mulai bergerak mengepung Willy dan Maria, mereka berdua tidak mengeluarkan senjata, tetapi menggunakan tangan kosong.
Willy tersenyum "hanya para sampah yang mengandalkan keberanian dan nama besar klan Vorn untuk menindas orang, mereka hanya level E dan D, itu sangat mudah di atasi"
"Jangan terlalu keras, kita hanya memberi mereka pelajaran saja" ucap Maria.
Biasanya Maria paling kejam dan tidak ada bekas kasih Kalau sedang di Medan perang tetapi sekarang dia sedikit lunak, mungkin karena lawan yang dihadapi oleh mereka berdua sangat lemah.
Pengawal itu pun sudah tidak lagi sabar dan dia pun memerintahkan para pereman itu "Habis anak kecil itu dan tangkap yang wanitanya"
Tanpa banyak bicara lagi semua orang langsung mengepung dan menyerang Willy. Dia tidak menanggapi serius para pereman ini, sebelum mereka menyerang Willy pun memberi peringatan terlebih dahulu.
"Aku akan menghitung sampai 3, jika kalian tidak pergi jangan salahkan aku karena bersikap kasar pada kalian" Willy memperingatkan dengan dingin.
"Wow...kamu ingin bersikap kasar kepada kami, kamu pikir kamu siapa, anak nakal ?. Kami akan menghabisi mu bersiap lah " ucap salah seorang dari mereka.
Willy pun mengepalkan tangannya, dia akan menghadapi para pereman ini dengan tangan kosong dan menggunakan bela diri taring serigala.
Setelah ucapan yang di lontarkan salah satu pereman itu mereka pun langsung menerjang Willy.
Pereman yang paling dekat langsung melayangkan tinjunya kearah Willy, dia pun menghindar dan membalasnya, pereman lain melayangkan kakinya menendang ke arah Willy.
Willy bergeser kesamping dan menangkap kaki pereman itu kemudian menyapu kaki satunya lagi sehingga pereman itu terjatuh.
Kemudian Willy menendang pereman itu sampai batuk darah. Beberapa pereman di kalahkan dengan mudah oleh Willy begitu pun Maria yang telah menjatuhkan semua pereman sampai terkapar.
"Jangan mendekat.... jangan mendekat.... Kalian hanya beruntung Kali ini, sebentar lagi penjaga keamanan kota ini akan menangkap kalian karena dia adalah paman dari tuan muda kami" ucap pengawal itu.
Willy menepuk tangannya "Aku tidak takut, sekalian bawa semua keluarga Vorn dan kepala keluarganya, aku akan menghadapi mereka semua"
"Jangan sombong kamu bocah, awas kamu yah...." Pengawal itu kabur sambil mengumpat Willy.
"Babak kedua sudah selesai ayo kita kemana lagi" ajak Willy.
"Sebentar lagi tengah hari kita sudahi saja jalan jalan dan belanjanya, ayo kita menunggu rombongan kereta kuda tuan Hiden Balor dan tuan Bomay di gerbang kota selatan " ajak Maria.
Mereka pun berangkat menuju gerbang kota bagian selatan, karena kota ini memiliki 2 gerbang masuk yaitu gerbang Utara dan gerbang selatan.
Mereka sengaja membuat 2 gerbang kota supaya para pedagang dan pelancong yang berniat ke arah Utara atau selatan harus melalui kota terlebih dahulu dan membayar biaya masuk.
Kalau tidak melalui kota Murbei mereka harus berputar arah dan jaraknya lumayan jauh, maka itu menjadi keuntungan tersendiri bagi kota Murbei.
Willy dan Maria pun sudah sampai di gerbang selatan kota, dari tadi Willy dan Maria masih terus di ikuti tetapi sekarang yang mengikuti mereka hanya satu orang dan dengan tingkat level yang berbeda dari para pereman tadi.
Setelah itu penguntit pun pergi, tetapi terlihat ada beberapa burung yang terbang setelah penguntit itu pergi, mungkin itu tanda bahwa Willy dan Maria ada di gerbang selatan kota.
Tidak lama kemudian datang para prajurit kota, ada sekitar 50 orang prajurit yang di pimpin oleh komandan mereka.
Di belakang prajurit yang berjalan itu terlihat ada Walton Vorn dan beberapa anak buahnya setelah melihat Willy dan Maria Walton Vorn bergegas pergi ke depan dan menunjuk Maria dan terus ke arah Willy.
"Paman itu wanita yang menampar ku, dan itu anak yang memukuli anak buah ku, dan dia juga berbicara begitu sombong berani menantang keluarga Vorn kita" Walton Vorn memprovokasi pamannya supaya membela dirinya.
"Hai bocah apa yang di bicarakan keponakan ku itu benar" tanya komandan prajurit itu yang sebenarnya dia pamanya Walton Vorn dan sekaligus pelindung kota Murbei ini.
Maria yang menjawab pertanyaan dari pelindung kota ini "Dia sudah hampir melecehkan ku, apa salahnya aku memberi dia pelajaran dengan menamparnya, dia juga mengirimkan orang untuk memukuli kami apa salah kami berdua membereskannya.
Tidak semua orang takut menyinggung Tuan muda Vorn yang berengsek dan mengandalkan kekuatan keluarga untuk menakuti orang, maaf kami bukan dari kota Murbei ini, jadi bila ada yang melecehkan ku dan ingin menyakiti kami berdua kami akan melawannya, dan bila perlu kami berdua membalikan kota ini, biar kalian tahu Tuan muda kalian berurusan dengan orang yang salah" Maria menegaskan dengan berani.
Willy pun berjalan mendekati Maria dengan menepuk dadanya "ya aku pernah berkata kepada pengawal mu itu bila perlu kepala keluarga Vorn yang sekalian mendatangi ku"
"Kurang ajar Berani sekali kalian menyinggung keluarga Vorn ku, apa kamu tahu siapa aku ini" ucap pelindung kota membanggakan dirinya sendiri.
Salah seorang prajurit menghampiri pelindung kota dan berbisik "Tuan Flin Vorn, aku harap anda tidak menyinggung mereka berdua, aku takut itu akan menjadi bencana bagi keluarga Vorn anda"
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna