
Selesai Beristirahat dan daging pun sudah pada habis, tiba-tiba ada suara Auman menggema.
"Goar....Goar...."
Libear yang pertama kali merespon langsung bangkit dan siaga, Willy dan Maria masih duduk santai seperti tidak terganggu oleh suara Auman tersebut.
Brak....
Seekor Harimau Taring pedang melompat dari atas pohon besar ke bawah dan mendarat dengan mulus di tanah.
Libear yang melihatnya langsung bergetar hebat dan mundur berlahan "Ha... harimau ta... taring pedang"
Harimau itu maju selangkah demi selangkah menghampiri mereka bertiga, Willy dan Maria hanya diam saja dan tidak bergerak sedikit pun.
Hanya Libear lah yang bergerak mundur mendekati Willy dan Maria sambil gemetar ketakutan.
"Apa yang kamu takutkan, itu hanya seekor kucing besar saja, badan mu lebih besar dari pada kucing itu" ucap ringan Maria.
"Heh cewek jutek, apa mata mu kelilipan, lihat Harimau taring pedang itu tingginya hampir sama dengan seekor kuda, apanya yang badan ku lebih besar dari pada harimau itu" ucap Libear sambil menggigil ketakutan.
"Iya tapi tetap saja makhluk itu adalah kucing, sebesar apa pun kucing, dia akan tetap menjadi kucing tidak akan berubah menjadi Serigala" ketus Maria.
"Aku juga tahu harimau tidak akan bisa berubah menjadi serigala, tapi ini berbahaya" ucap Libear.
"Kamu kan sudah makan, tenaga mu sudah kembali, sekarang gilirannya untuk bekerja, ayo lawan kucing itu" perintah Maria.
Libear melirik ke arah Willy dan Willy malah bersandar di pohon dengan sentainya "Willy bagai mana ini" tanya Libear.
"Ya tinggal lawan saja apa repotnya, nanti juga Maria akan membantu, dia kan penyihir api jadi tidak bisa bertarung jarak dekat, hanya kamu lah satu-satunya di Party ini Petarung jarak dekat, ya jadi kamu harus hadapi kucing itu" ucap Willy.
Libear pun menunjuk kearah Willy "ka... kamu dan Maria sama saja tidak mau membantu ku"
"Heh Willy itu sudah banyak membantu mu, tahu. Dia yang bikin daging bakar untuk kamu makan apakah itu bukan membantu, itu tugas mu sekarang untuk melawan kucing itu" ucap Maria.
"Tapi aku takut....." Ucap Libear jujur
"Badan aja di gede ini, sudah pake pelindung tangan dan pelindung dada, senjata tinju besi dan juga pake helm, masih juga takut, udah aku akan bantu kamu dari sini" ucap Maria.
Maria pun merentangkan tangannya ke arah harimau taring pedang itu "Fire boll....."
Wuss....
Maria mengeluarkan sihir bola api tingkat rendah untuk menyerang harimau taring pedang tersebut dan harimau taring pedang itu langsung melompat menghindar.
"Lihat aku mambantu kamu menyerang kucing itu dari sini, ayo sekarang kamu maju hadapi dia" ucap Maria.
"Tapi ha... harimau taring pedang itu Level ada di tingkat Beast yang setara dengan tingkat para kesatria, sedangkan aku baru masuk level prajurit, jadi kekuatan ku berbeda jauh" ucap Libear mencari alasan.
"Sudahlah jangan banyak alasan, bertarung yang bertarung saja, abaikan level musuh mu kalau kamu mau bertambah kuat, lihat aku sudah hampir kehabisan energi sihir" ucap Maria sambil mengeluarkan bola api ke arah harimau taring pedang.
Sengaja Maria berkata mau kehabisan energi sihir, padahal yang di keluarkan Maria hanya sihir tingkat rendah yang tidak ada apa apanya yang tidak akan banyak mengonsumsi sihir dan menguras tenaga.
Libear masih Ragu untuk menyerang, dia sudah tidak memiliki keberanian, dan kepercayaan dirinya sudah hilang karena saking ketakutan.
"Menyesal aku ikut dengan kedua anak ini kalau hanya untuk mempertaruhkan nyawanya, ah aku sudah pasrah kalau harus mati di sini dan di makan harimau taring pedang " Gumam Libear.
Dia gemetaran langsung ambruk berlutut di tanah, kakinya seakan tidak bertenaga lagi saking takutnya.
"Dasar tidak berguna, kamu hanya beban bagi kami saja, badan di gedein tetapi nyali mu kecil, melawan kucing saja tidak berani, padahal kamu itu dari ras Bear man yang terkenal kuat, tapi karena kamu, harga diri Ras Bear man menjadi hancur" Maria mengata ngatai Libear.
Libear malah menangis "Ya aku memang penakut dan nyali ku kecil sehingga tidak ada teman yang mau satu party dengan ku, badan ku memengang besar, tapi aku ini orang yang lemah, ya aku sadari itu"
Libear menangis sambil mengakui segala kelemahannya dan alasan mengapa dia banyak di jauhi oleh temannya.
"Kamu sebenarnya tidak lemah, cuman kamu itu tidak percaya diri, aku tahu kamu orang yang kuat, buktinya di pertarungan melawan Giant Rabbit, kamu bisa bertarung dengan bagus, potensi mu itu belum semua kamu keluarkan sehingga kamu tidak tahu kekuatan yang kamu miliki" ucap Willy menyemangati.
Kemudian Willy mengangkat tubuh Libear yang sedang berlutut, "Ayo berdiri, aku tahu kamu memiliki kemampuan sihir elemen tanah, coba kumpulkan energi mu di tangan dan pukul tanah di dekat mu sambil konsentrasi dan berteriak. 'Pukulan duri tanah' ayo lakukanlah, karena aku percaya kamu".
Libear pun mulai bangkit dan mendengar perkataan dari Willy, dia berkonsentrasi mencoba mengumpulkan energi di tinju tangan sebelah kanan.
Willy pun memerintahkan Maria "Maria Buat harimau itu mengarah kemari"
Maria pun mengangguk dia menggiring harimau itu dengan menggunakan sihir elemen api yang dia keluarkan.
Libear yang sedang berkonsentrasi kemudian membuka mata dan memukul tanah di depannya dengan berteriak seperti yang dikatakan oleh Willy.
"Pukulan Duri tanah....."
Brak....
Wuss....
Krekak....
Tanah yang di pukul oleh Libear tiba-tiba mengeluarkan duri yang sangat tajam, harimau taring pedang yang mengarah ke Libear langsung terperangkap dan terjepit di sihir duri tanah milik Libear.
Melihat itu kepercayaan diri Libear menjadi kembali dan dia pun bertambah semangat, ada kekaguman diri sendiri, tetapi di saat itu Willy berteriak kepada Libear. "Jangan melamun ayo maju dan serang pukul kucing itu"
Libear langsung tersadar dari lamunannya yang sedang mengagumi diri sendiri "iya baik aku akan segera maju"
Libear langsung berlari dan melompat menghampiri harimau taring pedang tersebut, "Rasakan Pukulan Beruang Besar...."
Buk....
Pukulan dari Libear kena telak di hidung harimau taring pedang sehingga kedua taringnya patah.
Libear langsung berteriak kegirangan "Hore aku bisa memukul makhluk ini, rasakan kamu"
Saking gembiranya, Libear menjadi lengah dan karena efek dari pukulan yang di lancarkan oleh Libear membuat retakan duri tanah, sehingga harimau taring pedang yang sudah tanggal taringnya tersebut bisa meloloskan diri.
Justru yang paling bahaya dari harimau taring pedang itu adalah kuku cakarnya yang sangat tajam yang bahkan bisa memotong batu besar dengan sekali cakaran.
Willy pun berteriak mengingatkan Linear "Awas jangan lengah Harimau itu masih bisa bergerak"
Mendengar teriakan dari Willy, Libear pun berbalik dan ternyata harimau taring pedang sudah terlepas dari belenggu duri tanah yang tadi di buat Libear.
Cakar harimau itu berayun dari atas kebawah dan mengenai Armor pelindung Dada milik Libear
Crak....
Armor pelindung dada tercabik cakar harimau taring pedang hingga tembus ke dada dan Libear pun jatuh kebelakang.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna