
Setelah Willy meminum potion luka luka di tubuhnya kembali pulih, bukan hanya meminum potion penyembuh, Willy juga meminum stamina potion untuk mengembalikan vitalitas tubuh.
Dia pun siap bertarung kembali melawan Billy, disana Billy pun tertawa "hahaha.... Adik ku sayang, kamu memang bertambah hebat, tetapi aku akan tetap selalu menindas mu, apa lagi aku memiliki berkah dari dewa kegelapan, aku tidak akan terkalahkan"
Willy pun menjawab "Memang benar aku selalu di bully oleh mu kak, tidak apa aku di bully selamanya, tetapi sadarlah dan kembali kepada kami di kerajaan Jovalavia"
Willy membujuk Billy dengan berbagai cara, tetapi Billy kekeh tidak mau dan malah berniat melakukan balas dendam atas kematian ibunya.
"Suatu hari nanti aku pasti kembali ke kerajaan Jovalavia, tetapi bukan untuk hidup bersama kalian, aku akan membalas dendam kepada ratu Elisia yang telah membunuh ibuku, dan menghabisi semua keluarga kerajaan Jovalavia dan aku akan menjadi raja di sana. Raja yang sangat di inginkan oleh kakek ku raja Adrian plakona" ucap Billy.
Di dalam hati Willy berkata "Gila orang ini tidak bisa aku bujuk, hatinya sudah di selimuti kegelapan dan dendam, aku tidak bisa membunuhnya, aku baru pertama kali menghadapi orang kuat seperti ini"
Willy mengakui bahwa Billy sangat kuat melebihi dirinya, dia juga mengaku tidak akan bisa membunuh Billy.
Biar pun begitu Willy penuh dengan tekad yang kuat dia kembali melancarkan serangannya menggunakan pedang dewa naga agung.
Wuss....
Energi pedang keluar dan menyeruak kearah Billy, Billy hanya mengayunkan pedangnya dari bawah ke atas dan energi pedang yang melesat segera menghilang.
"Hanya itu saja kemampuan mu, aku kira pedang dewa naga agung yang di banggakan oleh semua orang itu hebat, ternyata hanya pedang rongsokan yang di pungut dari tugu batu bangsa Dwarf " cibir Billy.
Kemudian dia menunjuk pedang yang dia pegang dan di arahkan ke arah Willy "Lihatlah pedang ku ini, ini namanya pedang api kegelapan, pedang yang bisa membelah dimensi dan menetralisir kekuatan sihir"
Billy membanggakan pedang yang dia gunakan sekarang ini dan dia pun melanjutkan "Pedang ini di pinjamkan oleh dewa Garin, khusus untuk menandingi kekuatan pedang dewa naga agung dan membunuh mu"
Willy pun menyadari kenapa pedang dewa naga agung yang begitu kuat tidak mempan melawan Billy, ternyata Billy memegang pedang dewa kegelapan yang bisa menetralisir sihir.
Itu berarti pedang itu memiliki anti sihir dan membuat sihir apapun akan lenyap, tetapi pedang itu juga di selimuti oleh api hitam, kalau pedang itu anti sihir, tidak mungkin api hitam ada di pedang tersebut.
Willy terus berspekulasi tentang pedang dewa yang di pegang oleh Billy, dia pun mengambil keputusan.
"Kalau pedang dewa naga agung tidak mempan, pasti serangan fisik mempan kepada Billy" gaumam Willy.
Belum sempat mengeluarkan sesuatu dari dalam sihir dimensi item Book Willy keburu di terjang oleh Billy.
Willy pun menahannya dengan pedang dewa naga agung dan benturan keras pun terjadi, kembali dia energi pedang merambat kemana mana.
*
Di tempat lain Maria yang melihat kepulan asap, dia segera melompat dari pohon satu ke pohon yang lainnya untuk mendekat.
Terlihat dari kejauhan Willy yang sedang bertarung sengit dengan Billy dan Willy begitu kewalahan, luka yang tadi sembuh sekarang berdarah lagi karena sayatan pedang dari Billy.
Maria pun berniat untuk membantu Willy dan masuk dalam pertarungan, dia sedang menunggu celah untuk bisa masuk ke dalam pertarungan tersebut.
Maria menggunakan tombak petir untuk senjata melawan Billy, dari kejauhan dia tidak tahu yang di lawan Willy adalah kakak nya sendiri yaitu Billy anak dari ratu Isabel.
Untuk masuk ke pertarungan Maria berusaha melancarkan Serangan sihir "Jurus naga petir penghakiman...."
Krekak....
Wuss....
Energi sihir elemen petir berbentuk ular naga meluncur kearah Billy, tetapi Billy hanya menyeringai, ular naga besar yang meluncur kearahnya seolah hanya seekor cacing saja.
Billy menghempaskan pedangnya dan kemudian energi sihir elemen petir yang menghampirinya seketika lenyap.
Maria yang melihat kejadian itu terjadi sangat kaget, biasanya serangan sihir tombak petir akan berefek bahkan bisa menimbulkan ledakan yang besar.
Tetapi dengan satu kali ayunan pedang nya saja, energi sihir elemen petir seketika lenyap tanpa jejak.
Maria langsung melompat cepat dan menghampiri Willy, dia juga kaget ketika melihat wajah dari Billy.
Kemudian Maria pun sampai di samping Willy, dia pun tidak sabar untuk bertanya "dia kakak mu, pangeran kedua ?"
Willy mengangguk "iya, dia kak Billy, setelah ratu Isabel meninggal dunia dia melarikan diri dan bergabung dengan kelompok assassin kedai pembunuh"
Maria pun tersentak "Apa...! Tepi mengapa dia jadi begini"
"Dia sedang kerasukan energi dari dewa kegelapan, sehingga dia menjadi begitu" jawab Willy.
Billy pun menyeringai jahat dan dia pun meraung sejadi jadinya, urat urat di sekujur tubuhnya menegang.
Goar....
Aura intimidasi dari tubuh Billy pun keluar yang membuat orang yang merasakannya bergidig ngeri, bahkan tubuh orang yang merasakannya akan terasa berat dan secara tidak sadar mereka akan berlutut.
Willy dan Maria pun menerima tekanan yang sangat besar itu, mereka masih bisa bertahan dari tekanan intimidasi dari Billy.
Tubuh Willy dan Maria terasa berat seakan dia sedang memikul beban puluhan ton beratnya.
Aura intimidasi itu, sampai juga di desa dimana pasukan bangsa Dwarf dari kerajaan Lareagon yang sedang melawan para assassin.
Mereka pun berhenti bertarung karena tubuh mereka terasa berat dan banyak orang yang tidak kuat menahan tekanan itu langsung berlutut.
Sedangkan mereka yang ada di bawah level kesatria langsung pingsan seketika setelah menerima tekanan tersebut.
Bahkan para penunggang wyvern dan wyvern mereka terpaksa mendarat, semua wyvern pun meraung ketakutan, seperti sedang takut terhadap mahkluk kuat yang mengancam hidup mereka.
Seluruh hutan terkena efek dari intimidasi tersebut, bahkan hewan kecil langsung mati dan monster hutan pun pingsan di buatnya.
Aura itu pun sampai di desa desa terdekat walaupun hanya sekedar sebagian kecil dari aura intimidasi yang sampai, tetap saja sangat mengerikan, yang menandakan bahwa orang yang mengeluarkan aura itu sangat kuat.
Willy pun berkata "Inikah kekuatan tingkat dewa"
Maria terkejut dengan perkataan Willy dan melirik dirinya "Apa ? Ting.... tingkat dewa...dia sudah mencapai level dewa"
Level dewa di atas level para pahlawan, di tingkat ini dimana orang tersebut akan memiliki tubuh abadi, abdi di sini bukan berarti tidak bisa mati.
Mereka bisa mati kalau di serang bagian vitalnya, contoh seperti Golem kalau tidak di hancurkan intinya, Golem tersebut akan terus beregenerasi.
Begitu juga dengan level dewa, meskipun banyak luka bahkan terpotong tangannya, tetap saja tangan itu akan tumbuh kembali dan luka luka akan kembali menutup seperti sedia kala.
"Apa yang sekarang harus kita lakukan, kita tidak akan bisa menang melawan pangeran kedua" tanya Maria.
"Apa kamu ingat kata kakek fahetar dulu waktu kita berlatih di goa, ada 2 kelemahan dari level dewa" ucap Willy yang mengingatkan Maria.
Maria berfikir sejenak, dia mengingat kejadian dan setiap perkataan penyihir agung Voleway Fahetar waktu bercerita di goa saat menceritakan tentang pulau langit dan ras dewa.
"Ya aku ingat, kakek Fahetar pernah bercerita bahwa level dewa memiliki 2 kelemahan yaitu di penggal kepalanya atau di racuni" karena dengan 2 cara itulah level dewa tidak dapat meregenerasikan tubuhnya" ucap Maria
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna