PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Bersiap Dewasa


Di bawah sana Raja Freevik Reagon melihat ada 20 MecaBot yang memegang 2 pedang dan 30 MecaBot berbentuk binatang buas.


"A...apa ini putra Eldra" Raja Freevik Reagon shock melihat ini semua, dia tidak percaya bahwa gudang yang dia berikan menjadi pabrik senjata berupa Golem mekanik yang disebut MecaBot.


Willy hanya tersenyum melihat ekspresi dari Raja Freevik Reagon "ya inilah senjata kita kek, kita dipastikan akan memenangkan peperangan dengan mudah melawan kerajaan Inggarsia"


Raja Freevik Reagon mengangguk sambil menghela napas "aku bersyukur karena kamu ada di pihak kerajaan Lareagon sehingga aku tidak khawatir tentang perang ini, dan aku tahu kamu selalu membuat ku terkejut Dangan penemuan dan alat mu yang spektakuler.


Sebelum ada yang ingin aku tanyakan kepada mu waktu Raja Bahri Alfattih meminta mu untuk berlatih ke kerajaan samudra dan pangeran haytham menantang mu bertarung.


Aku tahu bahwa Raja Bahri Alfattih bukan penduduk asli dunia ini, dia adalah pahlawan yang di panggil ke dunia ini maka dari itu dia tidak mau ikut campur dalam urusan dunia ini.


Tapi yang ingin aku tanyakan kepada mu, dari dunia mana kamu berasal, karena semua senjata yang kamu buat tidak pernah ada satu pun yang di pakai di dunia ini.


Senjata seperti ini mungkin Ribuan bahkan ratusan juta tahun lebih maju dari pada dunia ini dan ini adalah repolusi besar tentang senjata"


Maria yang mendengar pertanyaan dari Raja Freevik Reagon menjadi kaget meskipun Maria tahu bahwa Willy adalah seorang Rengkarnasi yang lahir di Dunia ini.


Willy menggaruk kepalanya seakan dia orang yang Bodoh, di dalam hatinya dia berbicara "bagai mana aku menjelaskannya supaya kakek Freevik mengerti"


Dalam termenung Raja Freevik Reagon pun berkata kembali "cerita lah, kita sudah lama menjadi keluarga dan aku sudah menyadarinya dari awal bahwa kamu bukan orang biasa"


Willy pun mengangguk dan mulai bercerita mereka pun duduk di sofa yang berada di sana "kakek tahu waktu pertama kali aku datang kesini dan mencabut pedang Dewa Naga Agung"


Raja Freevik Reagon mengangguk kemudian Willy melanjutkan ceritanya "kemudian aku berubah menjadi sosok Dewa berumur 20 tahun waktu itu dan mengaku bernama Wildan putra Eldra. Itu adalah sosok asli ku dan itu adalah nama ku di dunia ku berasal"


Raja Freevik Reagon pun memotong cerita dari Willy "jadi benar kamu bukan berasal dari dunia ini dan mengapa kamu ada di dalam tubuh ini" Raja Freevik Reagon menunjuk kearah Willy.


Willy melanjutkan ceritanya "aku berasal dari pelanet yang bernama Bumi, nama asliku adalah Wildan Saputra anak dari Erwin Saputra.


Dan aku meninggal ketika berumur 20 tahun, ketika pertandingan beladiri silat dan aku meninggal karena di racuni pesaing ku"


Raja Freevik Reagon mendengarkan setiap cerita dari Willy yang menyediakan ketika dia akan meninggal dunia.


Kemudian Willy berkata lagi "aku dapat berengkarnasi karena ternyata ayahku Erwin Saputra ternyata dahulu berasal dari dunia ini.


Ayahku pernah bercerita bahwa namanya di dunia ini adalah Edward El Dra dan aku dikirim ke dunia ini menggunakan sihir terlarang yaitu sihir pengikat hati dan jiwa.


Sehingga aku dapat terlahir kembali menjadi seorang bayi dan kebetulan aku di lahirkan dari ibu seorang ratu dan ayah ku seorang Raja dari kerajaan Jovalavia"


Willy pun bersikap seperti seorang dewasa ketika berbicara dengan Raja Freevik Reagon di kemudian melanjutkan lagi ceritanya


"Dan kebetulan ingatan masa lalu ku masih terbawa, karena dunia ku dahulu tidak ada yang namanya sihir dan hanya ada teknologi yang aku buat sekarang ini"


Raja Freevik Reagon bertanya lagi kepada Willy "tapi kenapa kamu bertingkah seperti anak kecil kalau ingatan mu masih ada dan sudah berusia 20 tahun di dunia mu"


Willy menjelaskan kembali kenapa dia bersikap layaknya anak kecil "ya memang ingatan dan kecerdasan ku masih ada tetapi tubuh ku masih anak-anak, aku hanya bersikap sewajarnya anak kecil supaya tidak terjadi kecurigaan.


Dan aku tidak mau di anggap orang aneh atau di jauhi dan di sebuah monster karena tingkah laku ku yang seperti orang dewasa.


Aku berprilaku seperti Anak kecil sambil mempelajari budaya dunia ini dan bersikap dewasa ketika aku memimpin sesuatu.


Buktinya lihat lah sekarang para prajurit kerajaan Lareagon ini yang aku pimpin mereka sangat tunduk dan patuh kepada ku.


Kalau aku bertingkah seperti anak kecil di depan mereka kemudian memimpin mereka yang notabene lebih tua dari ku beberapa tahun mungkin mereka tidak akan menuruti ku.


Raja Freevik Reagon tertawa terbahak-bahak "hahaha....benar... benar kamu adalah seorang putra Eldra, aku akan selalu mendukung mu dan merahasiakan tentang semua ini"


Willy tersenyum dan berterima kasih "terima kasih kek karena, mau mendengarkan cerita ku dan terima kasih sudah bertanya kepada ku"


Raja Freevik Reagon bangkit dan menepuk punggung Willy "bersikap lah Dewasa ketika berbicara dengan ku, aku lebih nyaman kalau kamu bersikap seperti kamu yang sebenarnya yang berusia 20 tahun"


Willy pun tertawa "hahaha....kalau di tambah dengan umur aku yang berada di dunia ini mungkin aku sudah berusia lebih dari 30 tahun kek, lebih tua dari kak Ferik, Kak Heri dan bahkan kak Clarisa"


Raja Freevik Reagon pun ikut tertawa "hahaha....benar juga ya, kamu memang sudah tua...."


Maria yang dari tadi menyimak dia mengembungkan pipinya, "hanya aku disini yang benar-benar gadis kecil, huh menyebalkan aku bahkan menyukai om om seperti mu Willy"


Raja Freevik Reagon tertawa kembali mendengar perkataan ketus Maria "hahaha.... meskipun kamu gadis kecil beberapa tahun lagi kamu sudah memasuki usia dewasa dan sekarang pun kamu sudah seperti gadis remaja tetapi kamu memang cocok bersanding dengan Putra Eldra"


Maria mukanya menjadi merah karena malu, tetapi berubah seketika menjadi cemberut lagi "sayangnya putra Eldra hanya menyukai satu orang wanita yang bernama Elvina, dia orang satu satunya yang dia cintai"


Raja Freevik Reagon pun menggoda Willy. "Wow apa itu benar putra Eldra, bagai mana dengan nasib Maria"


"Apa an sih yang kalian bicarakan" jawab Willy untuk mengindari pertanyaannya lainnya dari Raja Freevik Reagon.


Raja Freevik Reagon kembali duduk dan kemudian menatap serius kearah Willy "ayo ceritakan siapa Elvina itu, dan bagai mana kamu bisa berhubungan dengannya"


Willy mencari alasan untuk tidak bercerita tentang Elvina, dia pun mengalihkan pembicaraannya "kek apa kamu ingin tahu benda yang di kirim paman Gibran"


Raja Freevik Reagon mulai penasaran " iya..iya itu benda apa dan untuk apa" akhirnya Raja Freevik Reagon bertanya dan Willy pun berhasil mengalihkan obrolannya.


Willy mulai menjelaskan "itu namanya Mini Bot, digunakan seperti Jirah armor untuk berperang seperti yang di pakai oleh pasukan Perisai naga pimpinan kak Ferik. Tetapi bedanya, Mini Bot ini lebih mirip pengaplikasiannya seperti MecaBot cuman ukurannya lebih kecil"


Willy kemudian mengajak Raja Freevik Reagon kelantai bawah "ayo kek kita lihat dari dekat kayaknya ada satu unit yang sudah jadi, kemudian kita uji coba"


Raja Freevik Reagon pun menyetujuinya mereka pun kembali turun ke bawah tempat tersebut dan menghampiri mini bot yang sudah jadi.


Raja Freevik Reagon bertanya kepada Willy "bagai mana cara kerjanya ? Ini hanya nampak seperti sebuah kaki saja dan rangka atas"


Willy tersenyum dan kemudian naik keatas kaki mini bot, dia memasang sesuatu di kakinya mirip seperti memakai sepatu egrang.


Kemudian rangka tersebut menjadi sandaran Willy dan memasang lengan robot pelindung depan pun di pasangkan kemudian Willy memakai helm.


Willy mulai menjalan mini bot


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna