PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Kakek Fahetar


2 hari kemudian Willy terbangun dia membuka kedua matanya,


"Apakah ini di akhirat, ach 2x aku mati kali ini dan sekarang benar benar mati"


Tiba tiba ada mahluk yang berlari menghampiri Willy yang sedang berbaring, mahluk itu menjilati muka Willy.


"Hai mahluk kecil apakah kamu mati juga bersamaku sehingga kamu berada di sini"


Di sudut ruangan tertawa seorang kakek tua yang sedang meramu obat.


"Hahaha....apa maksud mu sudah mati 2x kamu itu anak yang kuat, buktinya jauh dari ketinggian kamu haya pingsan saja"


Willy tidak merespon perkataan kakek itu, dia bangun dari tidurnya kemudian dia duduk dan Mahluk kecil itu diam dipangkuan Willy.


Kemudian Willy bertanya


"Siapa kakek ini, apakah kakek malaikat pencabut nyawa"


Si kakek itu tertawa lagi


"Hahaha....kamu semakin melantur saja mungkin kepala kamu itu terbentur"


"Maksud kakek aku itu belum mati"


Kake tersenyum


"Siapa yang bilang kamu sudah mati, kamu itu hanya pingsan selama 2 hari setelah terjatuh dari tebing, dan untungnya kamu terjatuh dengan membawa rumput bulan dan kakek mengobati mu dengan rumput obat yang kamu bawa"


Willy sedikit menggeliat karena badan dia terasa pegal-pegal.


"Eah...aduh... sakit"


Kakek itu menegur


"Jangan banyak bergerak, badan kamu itu belum pulih ada beberapa tulang kamu yang patah, dan baru saja tersambung kalau kamu banyak bergerak nanti tulang nya bergeser lagi"


Willy pun terdiam sambil mengelus-elus mahluk kecil yang dia selamatkan tempo hari mahluk yang berbentuk seperti kucing dan kepala berbentuk burung dengan sayap terlipat.


Kakek itu, menghampiri Willy dengan membawa ramuan obat yang kakek ramu.


"Minumlah ramuan ini supaya kamu cepat sembuh"


Willy pun mengambil ramuan tersebut kemudian dia minum


"Gluk...gluk...aduh pahit"


"Haha obat itu semua pahit tidak ada obat yang tidak pahit kecuali ramuan dari buah Dewa"


Kemudian kakek itu bertanya


"Siapa nama kamu dan dari mana kamu berasal"


Willy pun menjawabnya


"Saya Willy kek dari kerajaan Jovalavia"


Willy balik bertanya


"Kalau kakek siapa namanya, dan terima kasih sudah menyelamatkan aku"


Kakek itu menjawab


"Panggil saja kakek Fahetar"


"Oh kakek Fahetar, aku kaya tidak asing lagi mendengar kata Fahetar, tapi aku lupa lagi dimana mendengar nama itu, ngomong ngomong aku ada di mana kek"


Kakek Fahetar tersenyum


Willy sedikit kaget


"Apa benar ini di dalam goa kek tetapi kenapa ini diluar seperti sudah siang dan terang"


"Itu adalah batu keristal yang bercahaya di dalam gelap, jadi di goa ini terasa seperti siang hari karena banyak keristal yang menempel di tembok goa dan memancarkan cahaya"


Kakek Fahetar menawari Willy.


"Apa kamu lapar, kakek sudah menyiapkan bubur buat kamu, sudah 2 hari kamu pingsan pastinya kamu lapar"


Willy mengangguk


"Iya kek aku lapar"


Kakek Fahetar pun mengambil semangkuk bubur kemudian kakek serahkan kepada Willy.


"Makanlah pelan pelan jangan sampai kamu tersedak"


"Iya kek terima kasih"


"Sama sama nak, disini kakek sendiri, maukah nak Willy menjadi cucu kakek, kakek akan ajarkan ilmu sihir kepada nak Willy"


Willy pun bimbang karena ibunya dan Maria pasti khawatir dan mencari cari Willy kesana kemari apalagi ini sedang musim dingin.


"Kalau untuk tinggal di sini kayaknya tidak mungkin karena ibunda dan Maria pasti mencari aku kek, kalau untuk berkunjung, aku berjanji setiap hari aku akan main kesini"


Kakek Fahetar tertawa


"Apa kamu yakin bisa keluar dari tempat ini, soalnya kakek sudah lama berada di goa ini dan pintu keluar terpasang segel kamu harus mempelajari sihir dari kakek kalau kamu mau keluar dari sini"


Willy terdiam sejenak kemudian bertanya kepada kakek Fahetar


"Kek bukannya kakek itu seorang penyihir, pasti kakek bisa membuka segel Sihir tersebut dan kita berdua bisa keluar bersama"


Kakek Fahetar tersenyum


"Kakek sudah tua energi sihir kakek kalau dipakai buat membuka gerbang yang ada segel sihirnya maka energi kakek akan habis dan kakek pasti akan mati, maka dari itu kakek akan mengajari mu sihir"


Willy pun ingin menjelaskan


"Tapi kek..."


Sebelum Willy melanjutkan berbicara kakek Fahetar sudah memotong omongan dari Willy.


"Sudahlah, ini sudah malam beristirahat lah besok kakek akan mulai mengajari kamu sihir karena besok kayaknya badan kamu sudah pulih kembali"


Willy tidak berani membantahnya, kakek Fahetar pun pergi dan Willy pun kembali tidur.


***


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk


Like


Komen


Vote


*Rate**


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.