
Raja Freevik Reagon pun berpendapat
"Anak itu mungkin telah mengaktifkan sihir teleportasi dari kerajaan Jovalavia ke kerajaan Lareagon ini, tapi bukannya 3 tahun yang lalu dia adalah pangeran sampah yang bejana Ilahi nya mentok di level D Awal,
Lihat lah oleh kalian berdua anak itu bisa mengimbangi anak anak yang telah kita latih sejak dini"
Ferik Reagon pun menjadi heran
"Iya kek, si Willy itu dulu aku lihat bejana Ilahi nya di level D Awal tetapi kenapa sekarang dia seperti 2x lipat bertambah hebat dan kuat bahkan anak-anak yang aku latih bisa dia kalahkan"
Clarisa gelisah melihat Willy yang sedang di keroyok tersebut.
"Kek kita hentikan saja kasian kan itu masih adik aku juga"
Tetapi Raja Freevik Reagon penasaran dengan jurus jurus yang Willy gunakan, karena baru pertama kali dia melihat jurus tersebut.
Jurus yang seperti menari tetapi pertahanan dan serangannya sangat kuat bahkan bangsa Dwarf yang dikenal sebagai mahluk yang paling kuat pertahanannya bisa di tembus oleh serangan dari jurus Willy.
Dan bahkan anak-anak yang telah dilatih itu semua sudah memiliki sihir pertahanan dan mereka memiliki pertahanan yang kuat tetapi ke 20 orang anak Dwarf tersebut satu persatu jatuh terkena serangan dari Willy. Bahkan Willy tidak menggunakan sihir penguat sedikit pun.
Raja Freevik Reagon melihat jurus jurus Willy yang aneh tersebut sehingga permintaan dari Clarisa di hiraukannya.
"Tenang saja anak itu bisa mengatasi semuanya"
*
Willy bertarung dengan segit hingga mereka yang mengeroyok Willy satu persatu tumbang termasuk anak yang paling kuat di antara mereka ikut tumbang dengan jurus tendangan Kuda lumping.
Setelah anak anak itu tumbang Ferik Reagon penasaran dia pun ingin mencoba melawan Willy.
"Kek ijinkan aku mencoba mengukur kekuatan dari anak itu apa boleh"
Clarisa mencegah
"Jangan kasih dia anak yang lemah"
Tetapi Ferik Reagon menyanggahnya
"Tenang saja hanya beberapa jurus saja dan tidak akan melukai dia"
Raja Freevik Reagon pun mengangguk dan menyetujuinya
"Coba saja tapi jangan keterlaluan, ingat kamu adalah pahlawan dari negri ini jangan sampai dibilang berani berkelahi dengan anak kecil"
Ferik Reagon tersenyum
"Baik kek, saya hanya menguji nya saja"
Ferik Reagon turun dari halaman istana kemudia berjalan ke arah Willy yang sedang di keroyok.
"Sudak hentikan, anak ini bukan lawan kalian. Menyingkirlah kalian"
Anak anak itu dengan berat hati menyikir dari tempat itu dan menonton pahlawan Ferik Reagon.
"Hai bocah, kenapa kamu ada di sini, dan jurus apa yang kamu gunakan, bukannya kamu pangeran sampah itu yang memiliki bejana Ilahi yang mentok di level D Awal"
Willy merasa senang karena ada yang dia kenal dia adalah seorang pahlawan yang pernah menilai bejana Ilahi 3 tahun yang lalu di kerajaan Jovalavia.
"Eh Kaka Pahlawan, maafkan aku kak aku sudah bikin rusuh di tempat ini habisnya mereka tiba tiba mengejar dan mengeroyok ku"
Ferik Reagon bertanya dengan sedikit sangar.
"Bukan itu yang ingin aku dengar kamu belum menjawab pertanyaan dari saya"
Willy terbengong sebentar tetapi tiba tiba Ferik Reagon menyerang Willy dengan pedangnya.
"Ciat....
Willy tersadar dari lamunannya kemudian cepat cepat menghindar
Willy menggerutu
"Kemarin dikejar sama teman teman kak Billy, baru saja masuk ke kerajaan Lareagon dikeroyok 20 orang Dwarf trus sekarang harus melawan seorang pahlawan, hadeuh sungguh sial hari ini"
Ferik Reagon setelah menyerang Willy dan serangannya dihindari dia kembali lagi menyerang.
Dengan tergesa-gesa Willy mengeluarkan pedang kayunya kemudian di balut dengan sihir penguat seperti haki.
Sehingga pedang kayu tersebut menjadi seperti pedang asli pada umumnya.
Ciat...
Pahlawan itu menyerang. Kemudian Willy menakisnya
Brak...
"Tunggu kak, kenapa Kaka menyerang aku, apa salah ku kak"
"Kesalahan mu adalah memasuki wilayah kekuasaan Dwarf tanpa ijin, dan kamu dianggap penyusup yang harus di hukum, dan sekarang terimalah hukuman mu".
Brak....
Brak....
Duwar....
Willy dan Ferik Reagon mengadu kekuatan mereka. Ferik Reagon menggunakan beladiri pedang tingkat tinggi tahap dasar.
Prang....
Prang ....
Willy pun dapat mengimbanginya karena dia juga menguasai beladiri pedang tingkat tinggi tahap dasar tersebut.
Willy dan Ferik Reagon saling menyerang dengan mengunakan jurus yang sama, Ferik Reagon pun merasa heran.
Mengapa Willy si pangeran sampah ini bisa mengimbangi jurus beladiri pedang tingkat tinggi jurus yang sudah turun menurun di wariskan ke keturunan Raja Dwarf.
Bahkan jurus yang dia pakai sama percis dengan jurus leluhur bangsa Dwarf bahkan gerakan dari Willy lebih sempurna, dari mana dia belajar jurus pedang ini.
Sambil menyerang dan bertahan Ferik Reagon berpikir keras dalam hatinya bertanya tanya. Kenapa dia bisa berada dan sehebat ini bahkan menguasai beladiri pedang tingkat tinggi.
Raja Freevik Reagon yang melihat pertarungan mereka merasa heran
Melihat gerakan Willy menggunakan jurus beladiri pedang tingkat tinggi.
Gerakan Willy lebih santai tetapi bertenaga sedangkan gerakan dari Ferik Reagon lebih kasar dan kuat.
"Kenapa pangeran ke 3 bisa menggunakan beladiri pedang tingkat tinggi bahkan gerakannya lebih lembut dan tenaga yang di keluarkan lebih kuat"
Clarisa menggelengkan kepalanya
"Tidak tahu kek mungkin Willy diajarkan oleh adiku Heri Jovanka"
Raja Freevik mengelus ngelus dagunya
"Tidak mungkin Heri Jovanka yang mengajarkan anak itu jurus beladiri pedang tingkat tinggi jurus ini adalah jurus rahasia turun menurun yang di ciptakan oleh kakek buyut ku Raja Legia Lareagon"
Semua heran karena Willy bisa menguasai dengan sempurna jurus beladiri pedang tingkat tinggi tersebut.
Jurus demi jurus sudah di kerahkan oleh Ferik Reagon, tetapi Wilt masih bisa mengimbanginya.
Kemudian Ferik Reagon menggunakan jurus beladiri pedang tingkat tinggi tahap lanjutan tetapi Willy masih bisa mengimbanginya.
Ferik pun sedikit kesal karena Willy tidak tumbang dan masih bisa terus melawan bahkan gerakannya pun sama seperti dia.
Ferik Reagon menggunakan sihir pertahanan dan sihir penambah kekuatan sehingga serangannya lebih kuat berkali kali lipat
Prang ...
Prang ...
Krek....
Jurus beladiri pedang tingkat tinggi tahap lanjutan sudah habis di kerahkan kemudian Ferik Reagon melanjutkan menggunakan jurus pedang tingkat Menengah.
Tetapi Willy kehabisan jurus karena Willy baru mempelajari beladiri pedang tingkat tinggi tersebut sampai tahap lanjutan karena ada 2 tahapan lagi di yang belum Willy kuasai.
Yaitu tahap menengah dan terakhir tahap mahir, Willy pun terdesak dan pedang kayunya hampir patah karena hantaman pedang asli ditambah menggunakan sihir penguat sehingga retakan pada pedang kayu tidak terelakan
Meskipun pedang kayu itu sudah dilapisi oleh sihir penguat tetapi pedang asli milik Ferik Reagon pun sama memakai sihir penguat sehingga satu kali serangan lagi maka pedang kayu Willy pun patah.
Krak....
Brak ....
Pedang kayu milik Willy benar benar patah dan Willy pun terdesak.
***
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk
Like
Komen
Vote
*Rate**
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.