PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Berkah Dewa Kegelapan Habis


Willy dan Maria berfikir dan menyusun rencana untuk bisa mengalahkan Billy yang sudah ada di level prajurit dewa.


Hanya ada 2 cara yang mereka pikirkan yaitu memenggal kepalanya atau menghentikan kerja otak dari Billy, dan menggunakan racun supaya tidak bisa beregenerasi.


"Kita pikirkan sambil bertarung saja, ayo kita keluarkan semua kemampuan kita, untuk menghadapinya" ucap Willy.


Maria pun mengangguk "Baiklah ! "


Karena mereka pun masih dalam tekanan maka mereka pun mengeluarkan aura mereka dan membangkitkan kekuatan mereka sampai di titik terakhir.


Willy dan Maria pun berteriak "Hiah...."


Seluruh tubuh Willy dan Maria di selimuti aura mereka berdua seolah berubah menjadi manusia super Seiya di serial anime dragon ball.


Aura yang menyelimuti mereka menyala nyala, Willy yang di selimuti oleh aura kuning dan Maria yang di selimuti aura merah.


Maria mengeluarkan semua tombak yang dia miliki, Semua tombak di jadikan dagger dan salah satunya dia gigit.


Melihat kelakuan Maria, Willy sedikit tersenyum, dia teringat akan sesuatu waktu dia masih di dunia asalnya yaitu planet bumi.


Willy menggelengkan kepalanya sambil bergumam "Dia mirip seperti noroa Zoro, apa aku juga melakukan hal yang sama, tangan kanan pedang dewa naga agung, tangan kiri pedang taring salju dan mulut pedang kilin, tapi pedang ku bukan samurai"


Willy pun menggelengkan kepalanya dan tersenyum sendiri "Aku memiliki gaya tarung ku sendiri, selain aku mempelajari beladiri pedang tingkat tinggi, aku juga memiliki ilmu beladiri golok dari dunia asalku, baiklah akan aku kombinasikan kedua ilmu beladiri itu"


Raungan Billy pun selesai, dia kembali menatap ke arah Willy dan Maria dengan seringai jahat, seakan kedua orang yang ada di depannya adalah kelinci dan dia seekor serigala yang kelaparan.


Dengan tatapan Billy, seakan ingin menerkam Maria dan Willy, matanya Billy berubah menjadi berwarna hitam, ketika menyeringai, terlihat gigi taring keluar.


Sekarang Billy bukan Billy yang dahulu, dia sekarang adalah monster yang siap membantai siapa pun yang ada di depannya.


Dengan pedang kegelapan, dia melompat dengan cepat sambil mengayunkan pedangnya.


Wuss....


Seketika Billy ada di depan Willy dan Maria, di sana Willy pun memperingatkan Maria " Awas dan Siaga"


Maria pun langsung melakukan posisi bertahan dengan tombak yang sudah berubah menjadi dagger di silangkan di depan dada dan memasang Barier Pelindung.


Begitu pula Willy, dia menggunakan pedang dewa naga agung dan pedang taring salju kemudian memasang Barier Pelindung.


Brak....


Benturan keras pun terjadi, karena level yang berbeda Willy dan Maria pun terpental jauh sampai membentur beberapa pohon yang besar menjadi berlubang.


"Uhuk....uhuk....." Maria batuk sambil mengeluarkan seteguk darah.


Willy pun menjadi khawatir "Maria kamu tidak apa-apa"


Maria menggelengkan kepalanya dan dia pun tersenyum "Aku tidak apa-apa, bukanya tujuan kita berpetualang itu ingin mencoba menghadapi orang yang lebih kuat dari pada kita, sekarang tujuan kita terkabul, ayo lakukan dengan sekuat tenaga kita"


Sifat dari Maria yang suka bertarung pun muncul, dia baru pertama kali di pukul mundur seperti ini, bukan takut, dia malah semakin berani, bahkan siap untuk mati kalau dia kalah di pertarungan ini.


Willy menyeringai dan berkata "Aku sudah pernah mati, dan aku tidak akan takut kalau sekarang hari terakhir ku, ayo kita serang bersama sama".


Mereka pun bangkit dan mulai menunjukkan perlawanan terhadap Billy, Maria menyerang dengan semua kemampuan Sihirnya, walaupun dia tahu pedang kegelapan bisa menetralisir sihir, tetapi dia tetap mencoba menyerang memakai sihir.


"Tombak petir penghakiman...., tombak angin penghancur...., tombak api kilin...."


Maria menggunakan 3 tombaknya kemudian muncul energi sihir dari masing masing tombak membentuk sebuah sosok hologram.


Tombak killin membentuk sebuah sosok harimau kilin api, tombak angin membentuk seekor burung elang dan tombak petir membentuk ular naga.


Wuss....


Ketiga elemen sihir itu menyeruak dan menerjang menyerang Billy, Billy pun mengayunkan tangannya untuk menetralisir sihir serangan Maria.


Wuss....


Tetapi yang dapat di halau Billy hanya elemen sihir dari tombak kilin dan tombak angin, sedangkan serangan tombak petir tidak terhalau. Naga petir pun langsung telak mengenai Billy.


Krekak....


Billy pun terkena serangan dari sihir petir, tetapi ketika ular naga itu mengenai perisai Billy, petir dari ular naga itu seakan tidak berpengaruh terhadap Billy, dan seakan armor yang dia pakai bisa menyerap serangan Maria.


Maria terbengong tetapi masih siaga, sedangkan Willy sendiri dia lebih memilih kontak fisik dari pada harus menyerang dengan menggunakan sihir serangan.


Trang....Trong....Trang


Pedang beradu satu sama lain, tetapi energi pedang yang keluar begitu dahsyat sehingga daerah itu menjadi porak poranda.


Willy dan Billy bertarung sengit terkadang mereka lompat dan bertarung di udara dan turun ke tanah, kemudian berlari sambil menahan serangan pedang.


Gerakan mereka sangat cepat, kalau dengan mata biasa mungkin mereka tidak dapat melihatnya, tetapi ini Maria dia orang yang berlevel pahlawan sehingga dapat melihat semua pergerakan Willy dan Billy.


"Apakah ini pertarungan orang yang berlevel tinggi, pantas ada yang pernah mengatakan bahwa benua bagian Utara dan benua bagian tengah di hubungkan oleh daratan, dan sekarang menjadi lautan itu karena pertarungan 2 orang yang berlevel dewa" gumam Maria.


Maria pun memiliki celah untuk masuk ke pertarungan membantu Willy dan sekarang Willy dan Maria melawan Billy secara bersamaan.


Dampak dari pertarungan ini adalah hancurnya hutan di sekitar pertarungan, karena efek dari energi pedang yang keluar dan menebas apa pun di dekat pertarungan.


Serta banyaknya terbentuk kawah karena ledakan yang mengakibatkan munculnya danau kecil baru yang banyak.


Di pertarungan ini Willy dan Maria kewalahan dan banyak luka di sekujur tubuh mereka, meskipun sudah mencoba memakai Armor, tetapi saja armor yang mereka pakai akan terkoyak dan hancur.


Berulang kali Willy dan Maria meminum potion penyembuh untuk meregenerasikan lukanya supaya kembali sembuh.


Tetapi setelah terkena banyak goresan, Willy dan Maria pun bosan karena harus terus meminum potion penyembuh.


Badan mereka sudah penuh dengan air potion penyembuh sehingga mereka berdua sudah tidak sanggup lagi meminumnya.


Billy pun banyak terkena goresan pedang dan tombak di wajah tetapi karena dia sekarang ada di level prajurit dewa, maka luka seperti itu akan kembali menutup dan pada akhirnya sembuh sendiri.


Armor Billy pun mulai tergores dan nampak kerusakan yang berarti di setiap sisinya, sehingga armor Billy pun sekarang sudah banyak berlubang dan berlahan armor dan Jirah yang di pakai Billy pun lepas.


Pertarungan yang sangat sengit bahkan ini pertama kalinya Willy dan Maria melakukan kombinasi seperti sekarang ini dan dengan susah payah dengan cedera yang cukup banyak.


Akibat benturan aura mereka, langit pun berubah menjadi gelap, awan hitam menyelimuti di sekitar pertarungan.


Willy dan Maria pun menunjukan dirinya sangat kelelahan, karena energi sihir dan staminanya sangat terkuras, tetapi biar pun begitu mereka masih terus bertahan dan menyerang Billy.


Aura hitam yang menyelimuti Billy pun berlahan mengecil dan kemudian menghilang, Billy pun meraung kembali.


"Goar....."


Raungan seperti hewan buas yang terdengar sangat menyeramkan, pertarungan pun berhenti Willy dan Maria melompat jauh menghindari Billy.


Mereka berdua terengah engah, karena Maria paling lemah di antara mereka bertiga sehingga sesudah menghindari Billy, tiba tiba Maria pun jatuh ke tanah dan kemudian pingsan.


Willy pun hampir kehilangan kesadarannya, dia melihat Billy yang meraung keras dengan satu mata, karena mata lainnya tertutupi darah yang menetes di dahinya.


Sebelum pingsan Willy pun memasukan semua senjatanya kedalam sihir dimensi item Book karena takut jatuh ke tangan yang salah.


Apalagi pedang dewa naga agung yang tidak bisa di anggat oleh siapa pun kecuali Willy. Disana Willy pun mulai hilang kesadaran dan berlahan menutup matanya.


Sebelum memejamkan matanya Willy bergumam "Mungkinkah aku akan mati di sini"


Setelah itu Willy pun jatuh ke tanah dan pingsan.


Tidak terlalu jauh dari Willy dan Maria yang pingsan, Billy terus meraung, raungan ini bukan raungan seperti awal yang menambahkan kekuatan.


Tetapi raungan ini raungan kesakitan Billy, karena berkah dewa Garin atau dewa kegelapan sudah habis, dan bayaran dari mendapatkan berkah dewa itu adalah sebuah kematian yang sangat menyakitkan yang tidak di beritahu kepada Billy dari awal.


Wajah dan kulit Billy mulai berkeriput, dia seperti orang yang sedang dehidrasi kemudian kesana kemari mencari air untuk dia minum.


Tetapi tidak ada air setetes pun karena efek dari pertarungan tadi, sehingga semakin lama tubuh Billy semakin keriput dan tersisa tulang yang di lapisi kulit tanpa adanya daging.


Dan berlahan Billy pun mati karena kekuatannya sendiri, dan dia pun gagal membunuh Willy dan Maria karena berkah dewa kegelapan sudah habis.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna