
Setelah tuan delapan belas menjatuhkan pedang tari salju, Willy pun memungut pedang tersebut. Willy menyeringai jahat kepada tuan delapan belas.
Tuan delapan belas pun merasa ketakutan dan merasa kematiannya akan segera datang, "apa yang akan kamu lakukan, jangan berani-berani untuk membunuh ku aku adalah seorang pangeran kerajaan Teranesia, kalau aku mati maka semua orang di kerajaan Teranesia akan memburu mu"
Willy tanpa menjawab, dia langsung mengayunkan pedang Taring salju.
Wuss....
Krekak....
Kepala tuan delapan belas pun langsung di selimuti oleh salju dan dia pun membeku, kemudian Willy mengayunkan pedang dewa naga agung.
Buwar....
Tuan Delapan Belas hancur berkeping keping, kemudian Willy pun berkata "Sudah aku katakan aku akan memotong motong mu sampai bagian terkecil, itu adalah untuk membalas dendam klan serigala salju yang kamu bunuh"
Setelah Willy mengalahkan tuan delapan belas kubah es pun berlahan mencair dan hancur, es yang mencair itu berubah menjadi air yang berwarna merah karena darah dari tuan delapan belas, setelah itu Willy pun pergi dari area itu.
**
Di tempat Maria yang sedang berhadapan dengan sembilan belas, dia bersiap untuk bertarung, tetapi si sembilan belas itu menyapa Maria terlebih dahulu.
"Lama tidak bertemu Maria, kamu semakin cantik saja, tetapi sayangnya kamu hanya seorang budak pengawal pangeran Willy, aku juga tidak menyangka kalau dulu dia anak yang lemah sekarang menjadi anak yang kuat, aku senang saat merundung pangeran Willy waktu itu, bahkan pangeran Billy memerintahkan kami untuk merundung lebih parah lagi"
Mendengar perkataan itu Maria pun tersentak kaget "Siapa kamu sebenarnya"
Sembilan belas pun membuka jubah hitam yang dia pakai dan terlihat si sembilan belas itu memakai Armor, tetapi dia tidak memakai helm, sehingga Maria dapat mengenali wajah si sembilan belas itu.
"Oh ternyata kamu, Cerude...." Ucap Maria yang mengenali wajah sembilan belas.
Kemudian Maria melanjutkan "Setelah keluarga mu di usir dari kerajaan Jovalavia ternyata kamu bergabung dengan kelompok assassin seperti ini, kenapa tidak mati saja seperti ayah mu yang seorang penghianat kerajaan"
Maria pun menggelengkan kepalanya dan memprovokasi "Raja Hendrik Jovanka terlalu baik, dia hanya memenggal kepala keluarga Crauser saja dan mengusir semua anggota keluarga Crauser dari kerajaan Jovalavia, kalau aku yang menjadi raja mungkin aku akan menghukum mati semua anggota keluarga Crauser karena sudah berhianat"
Maria mengingatkan kembali waktu kebelakang, ketika kepala keluarga Crauser menghianati kerajaan Jovalavia dengan bersekutu dengan kerajaan nebulosus baru untuk menguasai istana kerajaan.
Kepala keluarga Crauser dia adalah salah satu Menteri dan orang yang di percaya oleh raja Hendrik Jovanka untuk mengatur kas kerajaan. Bisa di bilang Crauser itu adalah seorang menteri keuangan di kerajaan Jovalavia.
Tetapi karena tergiur keuntungan yang besar dia pun rela menjadi anjing Raja Adrian plakona dan berkhianat serta membunuh beberapa menteri lain yang tidak mau tunduk kepada raja Adrian plakona.
Maria pun kembali mencibir "Setidaknya walaupun anggota keluarga Crauser tidak ikut di hukum mati, mereka di jadikan budak dan di jual untuk menutupi kerugian kerajaan karena ulah mereka, beruntung di kerajaan Jovalavia tidak ada perbudakan sehingga kalian hanya di usir dari kerajaan"
Maria terus memprovokasi Cerude dan mengingatkan kebaikan Raja Hendrik Jovanka "Semua salah ayah mu tetapi kebaikan Raja Hendrik Jovanka kamu sia siakan, dan sekarang malah ingin membunuh Willy untuk membalas dendam kepada keluarga mu, dasar kamu itu kotoran busuk"
Maria tidak salah menyebut Cerude kotoran busuk, istilah itu sama dengan air susu di balas dengan Air tuba, sudah di berikan kebaikan malah membalas dengan kejahatan.
Cerude pun berteriak "Apa peduli mu, dan apa yang kamu tahu, kamu hanyalah seorang budak yang di beli oleh pangeran Heri Jovanka untuk melindungi adiknya yang lemah"
Maria menyeringai "ingat kerajaan Jovalavia tidak ada sistem perbudakan, lebih baik jadi mantan budak yang menjadi bangsawan dari pada mantan bangsawan yang menjadi budak seperti mu"
"Kurang ajar mulut mu begitu tajam, dasar wanita mulut comberan, aku akan membunuh mu dengan senjata ku ini" ancaman Cerude.
Cerude mengeluarkan tombak angin dan mengayunkan tombak itu, energi sihir elemen angin pun terasa berhembus.
Maria yang mengenali senjata itu langsung membelalakan matanya "Apa tombak angin....?
"Hahaha.... ternyata kamu mengenali senjata yang aku pegang ini" jawab Cerude.
Cerude berkata ketus "Aku membantai mereka untuk mendapatkan tombak yang hebat ini"
Maria pun menjadi naik pitam dan marah, aura membunuh yang kuat keluar dari Maria, aura itu berwarna merah sehingga Maria seperti kebakar api
Tekanan yang kuat pun dirasakan oleh Cerude dia sedikit gemetar karena tekanan aura Maria yang hampir membuat Cerude berlutut.
Tetapi dia menahannya dengan mengeluarkan aura membunuh juga serta menjadikan tombak angin menjadi tumpuan untuk bisa dia terus berdiri tegak.
Tubrukan kedua energi dari aura membuat pusaran angin yang berhembus kencang, bangunan yang berdiri kokoh di sekitar mereka yang terbuat dari bahan kayu dan bambu pun porak-poranda.
Bangunan itu di terjang angin kencang sehingga berterbangan kesana kemari, dan kerusakan yang terjadi tidak dapat di hindari lagi. Setengah bangunan yang ada di desa itu pun hancur.
Cerude tertawa terbahak-bahak "Hahaha.... Marah lah, aku suka situasi seperti ini, aku akan membunuh mu dengan cepat, menggunakan tombak hebat ku ini"
Maria menyeringai dia tahu rahasia dari tombak angin yang tidak bisa di pakai untuk membunuh mahkluk hidup.
Tombak angin memang hebat, tombak itu bisa menghancurkan semua benda dengan kekuatan sihir angin yang di keluarkan, tetapi tombak angin itu tidak bisa melukai makhluk hidup dengan sihir yang di keluarkan.
Maria sangat menyayangi armor merah yang dia pakai sekarang, armor itu takut rusak karena terjangan dari sihir angin yang di keluarkan tombak angin.
Sehingga Maria melepaskan semua armor yang dia pakai dan di masukan ke dalam sihir dimensi. Maria juga melepaskan pakaiannya sehingga dia hanya memakai pakaian dalam.
Pakaian dalam yang di pakai Maria mirip baju untuk menyelam sehingga dia tidak telanjang bulat, tetapi lekuk tubuh Maria kelihatan dan begitu indah serta tonjolan gunung kembar yang menggoda.
Cerude pun membelalakan matanya ketika Maria melepaskan semua armor yang dia pakai dan melepaskan bajunya.
"Hai wanita kurang ajar, kita akan bertarung hidup dan mati bukan bertarung di atas ranjang, dasar wanita pelacur" hina Cerude.
Maria tidak menanggapi cemo'ohan dari Cerude, setelah Maria melepaskan semua pakaiannya dia pun mengeluarkan tombak petir.
Maria tahu elemen petir yang dia hasilkan adalah karena perpaduan dua elemen sihir yaitu sihir elemen api dan sihir elemen angin.
Sehingga Maria yakin bahwa tombak sihir bisa di imbangi menggunakan tombak petir yang dia miliki.
"Jangan banyak omong, aku akan membunuh mu karena telah membantai klan harimau salju hanya untuk mendapatkan tombak angin itu" ucap Maria yang marah.
Cerude bingung dengan tindakan Maria yang melepaskan semua pakaiannya dan juga dia mengancam akan membunuh dirinya.
"Baiklah aku mengerti, aku hanya akan melumpuhkan mu, kemudian aku akan menikmati tubuh mu itu sebelum aku bunuh" ucap Cerude.
Maria dengan cepat melompat ke atas Cerude dan menghunuskan tombaknya "rasakan ini...."
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna