
Willy, Maria dan Patrick berhasil masuk ke 20 besar dan wasit mengumumkan bahwa pertandingan selanjutnya akan di adakan 2 hari lagi dan peraturan dari pertandingan berikutnya akan berubah lagi yaitu mereka boleh menggunakan senjata dan sihir.
Peraturan yang lainya adalah sama tidak boleh sampai membunuh lawannya karena kalau lawannya sampai meninggal dunia maka pemenangnya akan di diskualifikasi.
Willy pun bisa lebih santai dan beristirahat dengan tenang selama 2 hari kedepan.
Di hari libur pertama, Willy dan Maria diajak oleh Raja Freevik Reagon untuk bertemu dengan kepala keluarga dari klan serigala.
"Putra Eldra, Maria kemarilah nak"
Willy dan Maria pun berjalan menghampiri Raja Freevik Reagon
"Ada apa kek"
Raja Freevik Reagon menunjukan surat
"Ini kita ada undangan perjamuan di klan serigala, bukanya kalian berdua ingin mengucapkan terima kasih kepada Wolf-Fank karena telah memberikan kitab beladiri taring serigala dan token emas"
"Iya kek, tapi kapan acara nya"
"Oh acaranya nanti siang jadi sekarang kalian berdua bersiap lah terlebih dahulu"
"Iya baik kek"
Waktu sudah menunjukkan siang hari di depan penginapan yang telah di sewa oleh kerajaan Lareagon datang kereta kuda yang akan menjemput Raja Freevik Reagon, Willy dan Maria.
Mereka pun naik ke kereta kuda tersebut dan menuju ke kediaman keluarga klan serigala yang jaraknya cukup cauh di luar gerbang kota.
Di perjalanan Willy melihat ada sebuah kastil yang megah dan gedung gedung lainnya yang sangat indah serta di depannya ada ornamen berupa patung besar berbentuk Serigala.
Raja Freevik Reagon pun bercerita.
"Lihat lah itu adalah patung serigala penjaga konon patung itu dapat bergerak dan dapat melindungi kastil klan Serigala dari serangan musuh.
Patung serigala tersebut terdapat 10 buah dan diletakan mengelilingi kediaman dari klan serigala ini"
Kemudian Willy bertanya
"Apakah Patung serigala tersebut adalah sebuah Golem penjaga yang aktif ketika bahaya mengancam"
Raja Freevik Reagon pun tertawa.
"Hahaha....anak pintar, iya konon yang membuat Golem ini adalah seorang jenius berelemen tanah kemudian di pasangi segel sihir yang akan aktif ketika bahaya mengancam"
Kemudian Willy bertanya lagi
"Bukanya bangsa Dwarf juga kebanyakan memiliki atribut Tanah, kalau begitu kenapa di kerajaan Lareagon tidak membuat Golem untuk penjagaan"
"Hahaha.... sebetulnya di kerajaan Lareagon juga kita menggunakan Golem tanah makanya kerajaan lain tidak ada yang berani mengusik.
Bukan hanya pertahanan bangsa Dwarf yang kuat tetapi para prajurit inti dari kerajaan Lareagon ku bisa menduplikasi dirinya sendiri dengan kekuatan sihir elemen tanah.
Sehingga prajurit kerajaan Lareagon nampak banyak berkali kali lipat dan yang di duplikatnya adalah Golem tanah yang di buat mirip Dengan si pembuatnya"
Willy tersenyum
"Pantas kerajaan Lareagon tidak ada yang mengusik ternyata para prajuritnya itu memakai trik Bunsin yang bisa membuat ciut musuhnya"
Tidak beberapa lama mereka pun sampai dan mereka pun turun. Raja Freevik Reagon pun berbicara kepada Willy dan Maria.
"Kalian jalan jalan lah dahulu aku ada urusan sebentar kita bertemu nanti di depan pintu masuk itu"
Willy pun mengangguk
"Baik kek..."
Kemudian Raja Freevik Reagon berbicara lagi.
"Bukan hanya kita yang di undang tetapi kakek mu Alfred, paman mu Gibran dan ibu mu Elisia akan kesini juga.
Sekarang kalian jalan jalan lah dulu dan lihat pemandangan yang indah di kastil ini, dan kalau begitu kakek pergi dulu ya, ingat jangan membuat Onar"
Willy dan Maria mengangguk
"Baik kek..."
Willy dan Maria pun di tinggalkan oleh Raja Freevik Reagon untuk urusan yang lebih penting kemudian Willy dan Maria berjalan di halaman yang banyak terdapat bunga yang indah.
Pemandangan di sini juga lumayan karena dekat dengan bukit yang tinggi dan di bukit itu terdapat menara pengawas.
Willy dan Maria pun mengingat masa masa sulit ketika mereka sedang tinggal di menara pengawas yang berada di dalam hutan.
"Hai putra Eldra, Lihat lah Menara pengawas itu, aku masih ingat dikala kamu sedang melatih tubuh mu dengan berlari di tangga dan melakukan lompat kodok berulang-ulang"
Willy memegang kepalanya
"Ah...itu terasa sudah sangat lama sekali padahal itu baru beberapa tahun berlalu, dan sekarang hidup kita sudah nyaman berada di antara orang-orang yang menghormati dan menyayangi kita"
Maria pun sedikit meneteskan air mata.
"Iya sungguh aku sangat beruntung, bertemu dengan Pangeran Heri Jovanka dan bertemu dengan mu, Andai saja aku tidak bertemu mungkin nasib ku ini tidak seberuntung sekarang, mungkin aku sudah menjadi seorang gelandangan atau mati di makan binatang buas"
Willy pun menepuk pundak Maria
"Sudahlah jangan ungkit masa lalu yang menyedihkan lebih baik kita nikmati saja waktu yang sedang kita jalani"
Mereka pun berkeliling dan disana pun banyak penjaga dan prajurit dari klan serigala yang sedang berlalu lalang. Mereka semua cuek acuh tak acuh atas kehadiran Willy dan Maria.
Tetapi ada salah seorang yang melihat Willy dan Maria langsung lari pontang-panting dia berlari ke dalam tempat dimana tetua Wan berada.
"Hah....hah....hah...."
Orang itu berhenti sambil terengah-engah, kemudian seseorang bertanya.
"Ada apa pengawal, apa kamu melihat hantu di siang hari sehingga kamu berlari pontang panting"
Kemudian si pengawal itu menghampiri orang yang bertanya kepada dirinya.
"Hah...hah...iya tuan muda saya melihat hantu. eh.....
Kebetulan tuan muda, anak yang membuat kita membeku dan kedinginan dia ada di sini di halaman kastil klan serigala ini"
Tuan Muda itu yang pernah Willy jadikan patung es yang bernama Luwan, dia pun melotot.
"Apa anak yang membuat ku akan mati kedinginan karena di buat patung es beku"
Pengawal itu pun mengangguk
"Iya tuan muda mereka bersama perempuan yang tuan muda ganggu"
"Si gadis petir itu juga berada di sini, kalau begitu cepat bawa orang kita untuk menuntut balas dendam"
Si pengawal itu pun mengangguk
"Siap tuan muda.."
Luan pun menggosok gosokan tangannya sambil bergumam.
"Hahaha.... sungguh berani anak itu datang ke kediaman klan serigala, apa dia mau mencuri lagi.
Hahaha....dia tidak akan bisa mencuri apa pun lagi dan aku pun sekarang tidak akan kalah karena ini adalah daerah kekuasaan dari klan serigala"
Tidak selang beberapa lama si pengawal itu datang lagi menemui Luwan.
"Tuan muda 30 orang pengawal sudah saya kumpulkan anda tinggal memerintahkan saja"
Luwan tersenyum bahagia seakan kemenangan sudah ada di genggamannya.
"Ayo pengawal tunjukan kepada ku di mana si bocah pencuri itu"
"Baik tuan muda mari ikuti saya"
Luwan pun pergi dengan membawa 31 orang untuk menuntut balas kepada Willy dan Maria yang telah membuatnya menggigil kedinginan.
Setelah sampai di lokasi si pengawal itu lirik kiri dan kanan seakan mencari sesuatu yang sudah tidak nampak.
"Tuan muda tadi mereka berada di sini saya sungguh melihat mereka berdua"
Luwan pun bertanya kepada prajurit yang ada di sana.
"Hai Prajurit apa kalian lihat bocah yang tadi ada di sini dia berdua bersama seorang gadis"
Si prajurit itu pun berpikir sejenak.
"Oh dua orang anak yang tadi, iya saya melihatnya dia pergi ke arah kediaman pribadi tetua Wan"
Luwan pun marah kepada prajurit tersebut.
"Dasar bodoh kenapa kamu tidak menangkap ke 2 bocah itu, kamu tahu tidak ke 2 bocah itu adalah pencuri ayo cepat kejar dan ajak teman teman mu"
Si prajurit itu pun mengajak ke 9 orang temannya jadi yang sekarang mengejar Willy dan Maria berjumlah 42 orang termasuk Luwan itu sendiri.
Tidak membutuhkan waktu lama Luwan pun menemukan Willy dan Maria kemudian Luwan pun berteriak.
"Hai bocah pencuri untuk apa kamu kemari. Pengawal kepung mereka berdua"
Ke 41 orang itu pun mengepung Willy dan Maria, sedangkan Luwan berjalan dengan santai.
Willy pun bertanya.
"Ada apa ini...."
Luwan pun tertawa
"Hahaha....masih pura pura bego, lusa kamu telah membuat ku hampir mati membeku, dan sekarang kamu masih pura pura bertanya ada apa ini...
Ternyata berani juga pencuri kecil seperti mu datang ke kediaman ku ini dan kebetulan ini adalah kediaman Tetua Wan yaitu kediaman ku sendiri.
Ayo kembalikan token emas yang kamu bawa, kalau tidak jangan harap kamu berdua bisa keluar hidup hidup dari sini.
Berikan token emas yang kamu bawa kemudian berlutut dan mengaku lah, kamu telah mencuri maka kami hanya akan mematahkan tangan mu saja dan akan membiarkan kalian berdua menjadi sampah.
Supaya orang lain tahu bahwa mencuri di klan serigala itu hukumannya sangat mengerikan dan tidak akan ada lagi orang yang berani seperti mu mencuri lagi di klan serigala"
Willy binggung dengan tuduhan yang di lemparkan oleh Luwan dia pun berkata kepada Luwan dan semua pengawal yang mengepung dirinya.
"Hai apa yang kamu bicarakan, aku juga dari klan serigala dan kenapa aku tidak boleh ke sini, dan ini adalah token milikku untuk apa aku mencurinya"
Willy pun menunjukkan token emas kepada semua orang yang mengepung dirinya. Para prajurit pun mundur beberapa langkah karena dia melihat token emas milik Willy.
Para prajurit itu tidak boleh membantah perkataan orang yang memiliki token emas dan harus patuh kepada pemilik token tersebut.
Luwan pun marah kepada prajurit yang mundur tersebut.
"Hai Prajurit, kenapa kamu malah mundur apa yang kamu takut kan"
Pemimpin dari prajurit tersebut berkata kepada Luwan.
"Maaf tuan muda, anak itu memiliki Token emas kehormatan kami tidak bisa menangkapnya"
Luwan sedikit murka
"Token itu mereka mencurinya apa kamu percaya kepada bocah kecil seperti mereka yang memiliki token emas klan serigala"
Prajurit itu pun meminta maaf.
"Maaf tuan Muda, kami tetap tidak bisa dan kalau begitu biar kami melaporkan ini kepada Kepala keluarga klan serigala saja"
Luwan pun melambaikan tangannnya.
"Ya sudah tunggu apa lagi cepat laporkan, ada pencuri kecil yang mencuri token emas dari klan serigala"
Kemudian pemimpin prajurit itu pun mengangguk.
"Baik tuan muda kami akan melapor dulu, permisi"
Kemudian Pemimpin prajurit memanggil prajurit lainnya.
"Prajurit ayo semua ikut aku untuk melapor"
Prajurit yang lainnya pun mengangguk
"Baik kapten.."
Ke 10 orang prajurit pun pergi meninggalkan tempat tersebut.
***
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.