PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Apa Ada Yang Lebih Kuat


Setelah mencengkram palu sampai tidak berbentuk Maria menarik nya, dan petualangan yang mengunakan palu itu terhuyung ke arah Maria.


Di sana Maria sudah bersiap kakinya bergerak dan menendang petualang tersebut, tendangan Maria bertepatan dengan di lepaskannya palu yang dia pegang. Sehingga petualang itu terlempar sampai membentuk dinding.


Buk....Brak....duwar ....


Bentuk punggung petualang dengan dinding membuat sedikit ledakan dan membuat sedikit retakan di dinding tembok.


"Ugh....uhuk....uhuk...." Petualang itu terbatuk dan mengeluarkan seteguk darah, setelah itu tidak sadarkan diri.


Kalahnya satu orang petualang tidak menyurutkan semangat temannya yang lain, mereka pun secara bergantian menyerang Maria dengan senjata mereka.


Maria menghindari serangan kedua orang petualang itu seperti sedang menari.


Willy tersenyum dan bergumam "Tarian Serigala perang, Maria sungguh menggunakan jurus menghindar dari kitab beladiri taring serigala"


Maria menyadari bahwa petualang itu tidak mengalirkan sihir ke senjata mereka sehingga tadi pun petualang yang menggunakan palu dengan mudah di kalahkan dan diremas palunya menjadi berubah bentuk.


Maria pun mencibir "Hanya segini kemampuan kalian berdua, bahkan dari tadi tidak sedikitpun mengores kulit ku"


"Kurang ajar akan aku tunjukkan kemampuan ku yang sebenarnya" teriak petualang yang memakai pedang.


Dia pun melompat kebelakang dengan beberapa langkah, dan memusatkan energinya dan di salurkan ke pedang miliknya.


Sehingga pedang itu di lapisi oleh sihir, di sana Maria melihat bahwa orang itu menyalurkan energi sihir kepedang dengan susah payah.


Dan Maria pun iseng melihat level kekuatannya yang ternyata petualang itu ada di tingkatan prajurit, dan terlihat kalung petualang yang di pakai ada di kelas Perunggu.


Berarti petualang di sini merendah Maria sehingga orang yang maju melawan Maria adalah petualang level rendah dan tidak sebanding dengan Maria.


Pantas serangan yang mereka berikan mudah di baca dan sangat lambat sehingga Maria hanya menghindar dan bermain main saja.


Maria pun memprovokasi "Ayo mana kekuatan mu yang sebenarnya, lama banget dasar kura kura, mengeluarkan satu jurus saja sangat lama, aku sudah bosan menunggu tau"


Petualang itu menjadi naik darah kemudian mengayunkan pedangnya yang sudah di lapisi sihir "Bocah berengsek rasakan tebasan Pedang ku ini hiat.... destroyer Slash...."


Wuss....


Aura pedang keluar dari pedang yang yang di Tebaskan petualang itu dari atas ke bawah, sehingga nampak pedang yang di ayunkan petualang itu menjadi lebih besar.


Semua orang tercengang karena aura pedang yang di rasakan saat kuat bagi mereka, dan mereka mengira bahwa Maria akan mati terbelah menjadi dua bagian.


Maria tersenyum dan tidak mengindarinya, dia malah mencibir "Hanya begini saja kemampuan mu, sangat lemah sekali"


Maria pun menggunakan sihir pertahanan di telapak tangannya kemudian kembali mengarahkan 2 jari ke energi pedang yang melesat itu.


Energi di tangan Maria memadat dan tampak 2 jari Maria seperti gunting yang menjepit energi pedang yang di lancarkan oleh petualang tersebut.


Trang..... Duwar.....


Benturan kedua energi menimbulkan suara ledakan dan petualangan yang memakai pedang itu kehabisan energi sihirnya dia pun terpental dan menubruk tiang tembok.


Brak....


"Agh...." Petualang itu meringis kesakitan, dia tidak bisa bangkit lagi karena kehabisan energi sihir.


Kehabisan energi sihir 2 kali lipat lebih parah dari pada kehabisan stamina, karena orang yang menghabiskan energi sihirnya sama dengan mempertaruhkan nyawanya.


Tetapi beruntung dia masih bisa bertahan dan hanya mengalami kelumpuhan sementara akibat lemas dan sekujur tubuhnya tidak bisa di gerakan.


Tinggal satu orang lagi yang masih bertahan dan menyerang Maria, yaitu petualang yang memakai senjata tombak.


Mereka tidak bisa memakai sihir pelepasan sehingga hanya bisa melapisi senjatanya dengan sihir, itu pun sihir tingkat rendah.


Sehingga tadi saja Maria tidak bergeming dan tetap berdiri di tempat dia berdiri. Dan sekarang di pengguna tombak menyerang manusia.


Maria malah menguap "euah.... Membosankan sekali, orang lemah seperti ini berani melawan ku"


Ketika pengguna tombak itu menghunuskan tombaknya ke arah wajah Maria, dia hanya mengelakan kepalanya sehingga terhindar dari tusukan.


Setelah itu tangan satunya meraih tombak tersebut yang hendak di tarik oleh petualang itu, tetapi petualang itu tidak sempat menarik tombaknya, sehingga Maria memegang tombak itu dan menarik kuat sehingga petualang itu terhuyung ke depan


Sehingga si pengguna tombak itu melepaskan tombaknya meskipun masih terhuyung, dan dia melindungi area tubuhnya dengan kedua tangannya.


Tetapi Maria malah tersenyum dan si petualang pengguna tombak itu pun merasa tidak enak, karena senyuman jahat Maria itu mengartikan bahwa dia tidak menargetkan badan dirinya untuk di tendang.


Tetapi yang bergerak adalah tangan Maria bukan kakinya, di sana Maria pun berbicara "Dari tadi ujung tombak mu mengarahkan ke wajah ku yang cantik ini, apa kamu ingin melukai wajah ku ini, sekarang rasakan pembalasan ku"


Buk .... "Ugh...."


Pukulan Maria telah di wajah petualang itu, sehingga petualang itu berguling beberapa meter, karena hantaman di wajah.


Brak....brak....brak....


Petualang itu pun terlentang di atas lantai dan kemudian terbatuk "Uhuk...."


Terlihat cairan merah keluar dari hidung dan mulut, serta terdapat beberapa benda putih yang keluar. Benda putih itu adalah gigi yang copot akibat pukulan Maria yang keras.


Setelah itu bola mata petualang itu menjadi putih dan kemudian petualang itu tergeletak pingsan.


Maria pun kembali menantang "apa ada yang lebih kuat dari pada mereka, mereka hanyalah petualang amatir tingkat renda yang bahkan tidak cocok untuk bertarung dengan ku, apa petualang di kota ini levelnya hanya tingkat rendah semua, aku sarankan kalian maju bersama sama untuk melawan ku"


Maria menantang dengan nada yang sangat merendahkan sehingga semua petualang itu marah dan mengangkat senjatanya.


"Bunuh ****** itu....." Teriak petualang lain.


Serempak para petualang mengangkat senjatanya kemudian berteriak "Bunuh....."


Ketika para petualang akan bergerak untuk menyerang Maria ada satu orang dari mereka berteriak. "Berhenti.........!"


Teriakan itu memekakan telinga, sehingga dengan satu kali teriakan itu para petualang itu berhenti, mereka pun mencari sumber suara.


Dan ternyata disana ada satu orang yang masih duduk di kursi, tidak seperti petualang lain yang pada berdiri.


Kemudian orang itu pun berkata lagi "Tentang lah, dan silahkan kalian semua duduk kembali"


Ucap itu di barengi dengan aura mendominasi, sehingga tubuh mereka merasa berat seperti memikul beban yang begitu berat, dan dengan patuh mereka pun duduk kembali.


Kemudian orang itu pun berbicara kepada "Kenapa kalian tersinggung dengan perkataan nona muda ini, padahal dari tadi kalian lah yang menyinggung dan menyindir mereka berdua, jangan permalukan diri sendiri dengan berani Secara keroyokan.


Di mana harga diri kalian sebagai petualang di guild petualang kota ini, kalau kalian menang pun percuma, petualang kota lain akan mencibir kalian dengan berkata, kalian hanya berani keroyokan apa lagi kalau kalian semua kalah, pasti akan lebih memalukan lagi, sehingga lebih baik kalian diam dan menonton saja"


Petualang itu pun menasehati petualang lainnya dan mereka pun sangat patuh, tidak ada seorang pun yang berani menyela ucapan dari petualang itu.


Yang berarti petualang itu sangat kuat dan di takuti oleh petualang lainnya di kota Ormea ini.


Petualang itu pun berdiri dan berjalan ke arah Maria kemudian membungkukkan badannya "Maafkan atas perlakuan teman teman petualang di kota ini nona muda"


Maria pun mengibaskan tangannya "Tidak apa apa, itu sudah biasa, tetapi kalau bisa sebelum mereka percaya level kami, mereka bisa tanyakan atau mencoba dengan menantang kami berdua berduel, supaya kami bisa membuktikan level petualang kami"


Petualang itu pun tersenyum "Kalau begitu bisakah aku membuktikan level petualang mu dengan melawan ku"


Petualang itu bermaksud menantang Maria satu lawan satu, tetapi dengan cara yang lebih halus.


Maria pun mengangguk dia merasa senang karena ada orang kuat yang menantang dirinya "Baiklah ayo kita mulai"


Kemudian petualang itu menggoyangkan tangannya "Tunggu....tunggu. Sebenarnya perkenalkan nama ku Clovis, petualang level gold, sama seperti dirimu"


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna