PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Hadiah Spesial


Keesokan harinya mereka pun berangkat ke kerajaan Lareagon untuk mempersiapkan pasukan buat berperang, Willy dan Maria berangkat paling akhir.


Willy pun bertanya kepada Raja Gibran.


"Paman apa permintaan ku sudah selesai di buat"


Raja Gibran mengangguk


"Iya anak buah ku sudah menyelesaikan permintaan mu, kapan harus di kirim ke kerajaan Lareagon"


Willy merasa senang dia pun segera menjawab.


"Secepatnya."


Raja Gibran tersenyum puas melihat ekspresi wajah Willy yang senang.


"Besok akan aku suruh orang untuk membawa pesanan mu, tapi kamu sudah janji akan memberikan hadiah pernikahan untuk ku dan kakak mu Clarisa"


Raja Gibran pun menagih janji kepada Willy yang akan memberikan hadiah pernikahan yang spesial untuk mereka berdua.


"Aku sudah menyiapkannya, tetapi Hadiah itu sangat besar dan paman harus mengambilnya sendiri di markas pasukan ku di kerajaan Lareagon"


Raja Gibran mengangguk,


"Baiklah besok aku dan kakak mu akan mengambil hadiah spesial yang akan kamu berikan"


Willy dan Maria pun berpamitan


"Selamat tinggal sampai jumpa besok di kerajaan Lareagon aku berangkat dulu semuanya"


Willy dan Maria kemudian naik keatas punggung Fallion dan Fallion pun terbang melesat ke angkasa.


*


Ke esokan harinya di kerajaan Lareagon.


Pasukan Raja naga agung dan pasukan tombak naga berkumpul di depan markas pasukan yang di pimpin Willy.


Karena setelah mereka datang ke kerajaan Lareagon kemarin sore, langsung di umumkan bahwa pagi ini akan ada pertemuan antara pasukan yang di pimpin oleh Maria dan yang di pimpin oleh Willy.


Bahkan sebagian pasukan perisai naga yang di pimpin oleh Raja Ferik Reagon ikut hadir, bukan itu saja Raja Freevik pun ada disana.


Raja Freevik Reagon bertanya dengan penasaran kepada Willy.


"Hai putra Eldra ada apa ini kenapa semua prajurit berada di markas mu"


Willy menjawab


"Itu kek, kemarin paman Gibran berjanji bahwa hari ini pesanan Willy akan datang hari ini, dan hari ini juga pemberian hadiah spesial pernikahan untuk paman Gibran dan kak Clarisa"


Raja Ferik Reagon tidak mau kalah dari Raja Gibran dan Clarisa, dia pun meminta hadiah kepada Willy.


"Putra Eldra, apa aku tidak kamu beri hadiah karena sekarang sudah naik tahta menjadi Raja muda kerajaan Lareagon ini"


Willy tersenyum, sambil mengangguk.


"Ya pasti ada dong kak, tapi tenang nanti hadiah nya di berikan bareng sama kak Clarisa biar tidak ada yang syirik"


Raja Ferik Reagon pun tersenyum bahagia setelah Willy berkata punya hadiah untuk dirinya.


Tidak lama setelah itu ada sekitar 25 Wyvern melayang di langit kerajaan Lareagon mereka mendarat di lapangan dekat markas pasukan Willy.


Ternyata itu adalah pasukan elit angkatan udara kerajaan Eldragon dan salah satu Wyvern yang menungganginya adalah Raja Gibran dan Clarisa.


Mereka pun disambut dengan hangat oleh pasukan Lareagon.


"Selamat datang putri Clarisa dan Raja Gibran selamat atas pernikahan kalian berdua"


Ucap para pasukan yang berbaris memberikan jalan kepada mereka berdua.


Para pengendara Wyvern ikut turun dari atas punggung Wyvern dan berjalan mengikuti Raja Gibran dan Clarisa.


Raja Gibran menyapa kesemuanya.


"Ayah angkat, Raja muda Ferik dan yang lainnya...."


Raja Ferik Reagon menyapa juga Raja Gibran.


"Selamat atas pernikahan mu, maaf aku tidak hadir di pernikahan karena harus menyiapkan prajurit untuk peperangan nanti"


Raja Gibran menepuk pundak raja Ferik.


"Tidak apa-apa aku mengerti yang penting semuanya sudah lancar dan kita pun sah menjadi suami istri"


Kemudian Raja Gibran berbalik kepada Willy.


"Hai bocah tampan, aku menagih janji mu, mana hadiah yang akan kamu berikan kepadaku"


Willy pun mengangguk dan tersenyum


Raja Gibran menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


"Dasar Bocah tampan, berani sekali kamu bernegosiasi dengan paman mu ini, ya aku sudah berjanji, dan janji dari seorang lelaki harus di tepati"


Kemudian Raja Gibran Gibran memerintahkan kepada anak buahnya.


"Anak anak keluarkan semua yang kalian bawa"


Mereka pun mengangguk Kemudian berkata.


"Siap tuan ku"


Mereka maju kedepan, kemudian mengeluarkan sihir dimensi item Book dan mengeluarkan semua isi dari item Book yang mereka bawa.


Barang barang keluar memenuhi arena tersebut ribuan peralatan yang terlihat aneh dan tidak pernah dilihat bertaburan.


Willy pun memerintahkan kepada anak buahnya untuk membawa alat alat itu masuk kedalam markas.


"Prajurit bawa semua masuk kedalam dan segera rangakaikan biar besok sudah siap untuk di ujicoba"


Semua prajurit langsung mengambil barang barang tersebut. Yang lainnya pun merasa bingung karena buat apa barang barang tersebut.


Raja Gibran pun menagih janji kepada Willy


"Sekarang mana hadiah spesial ku"


Raja Gibran menengadahkan tangannya di depan Willy, dan Willy pun cengengesan sambil garuk-garuk kepala.


"Hehehe....be.. bentar ya paman"


Raja Gibran langsung bertolak pinggang.


"Jangan jangan kamu menipu ku, ayo mana jangan sampai kamu mengecewakan ku"


Willy pun mengangguk


"Baiklah tapi jangan kaget ya...."


Willy berteriak kepada anak buahnya


"Buka gerbangnya dan keluarkan hadiah spesial nya"


Dua orang prajurit membuka lebar pintu gerbang markas tersebut yang dahulunya adalah gudang logam, kemudian prajurit lain mendorong gerobak besar yang di tutupi kain yang besar.


"Apa ini hadiah spesial yang kamu berikan, ini sangat besar sekali, apa isi di dalam kain itu"


Willy mengangguk


"Iya ini hadiah spesial untuk paman Gibran dan kak Clarisa, buka lah..."


Willy menyuruh Raja Gibran untuk membuka hadiah yang diberikan oleh Willy dan tertutup kain yang sangat besar.


Raja Gibran pun langsung menarik kain yang menutupi dan kemudian mereka terkejut.


Mereka melihat sebuah patung kesatria besar berwarna Emas yang memegang senjata patung emas tersebut setinggi 16 meter.


Raja Gibran pun bertanya dengan heran.


"Apa ini sebuah patung...."


Willy menggelengkan kepalanya, kemudian Clarisa berkata dengan heboh.


"Dek, ini yang kamu buat adalah Golem metal yang pernah Kakak lihat di blue print yang pernah di buang di kamar mu, ini sungguh indah dan besar"


Raja Freevik Reagon yang tahu tentang blue print itu langsung berkecap kagum.


"Hai putra Eldra apa ini hasil dari proyek MecaBot yang kamu rahasiakan"


Kemudian Willy mengangguk


"Iya kek ini adalah MecaBot"


Kemudian Willy memberikan buku panduan kepada Raja Gibran.


"Paman ini adalah buku panduan untuk mu, kamu bisa mencobanya sekarang juga, aku kasih nama MecaBot ini King Eldragon"


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna