
Di atas kamar istana, Ratu Isabel melihat kebawah lapang latihan dia melihat Willy sedang di bawa oleh Ratu Vanessa yang kebetulan sedang lewat.
Ratu Isabel pun bergegas pergi kebawah untuk menemui Ratu Vanessa, di lorong menuju pintu keluar Ratu Isabel bertemu dengan Ratu Elisia yang sudah babak belur karena di siksa oleh Raja Hendrik Jovanka karena meminta Willy kembali ke istana tetapi Raja tidak mengijinkan dan Raja menjadi marah.
Ratu Elisia berjalan terhuyung-huyung, Ratu Isabel pun berinisiatif untuk membantu dia menyuruh pelayannya untuk memapah Ratu Elisia keluar istana.
Setelah keluar dari gerbang istana Ratu Vanessa pun kaget melihat Ratu Elisia yang babak Belur begitu juga anaknya Willy yang habis di pukuli anak anak bangsawan suruhannya pangeran Billy.
"Kenapa anda sampai babak Belur begini, apakah suami kita yang melakukannya"
Ratu Vanessa bertanya kepada Ratu Elisia. Kemudian Ratu Elisia menjawabnya.
"Tidak apa-apa ini sudah biasa, setelah kembali ke Menara pengawas luka luka ini akan sembuh dengan sendirinya"
Disana Ratu Vanessa sedikit panik
"Tapi bagai mana dengan anak mu Willy dia masih anak kecil, dia terluka juga"
Ratu Elisia langsung memeluk Willy
"Siapa yang melakukan nya pada mu nak"
Ratu Isabel meresa bersalah
"Maaf saya melihat anak anak bangsawan yang melakukan tetapi disana juga ada anak nakal yaitu Billy dia membully Willy, maafkan Billy karena saya tidak mendidiknya dengan baik"
Ratu Elisia hanya mengangguk,
"Tidak apa apa ini hanya luka kecil, besok atau lusa juga akan sembuh, saya sudah memaafkan Billy karena dia masih anak anak belum tahu mana yang benar dan salah"
Ratu Isabel sedikit membuang muka bibirnya sedikit manyun.
"Untuk membalas permintaan maaf saya, akan saya kirim pelayan ini untuk menemani Ratu Elisia, setidaknya pelayanan saya ini bisa merawat lukanya Willy dan memasak untuk kalian disana"
Ratu Elisia pun mengangguk
"Baiklah aku terima"
Ratu Isabel berbisik kepada pelayannya
"Lakukan tugas mu dengan benar, cari informasi mereka dan apa saja yang mereka perbuat sehari hari"
Pelayanan itu mengangguk
"Baik Ratu"
Kemudian Ratu Elisia dan Willy berangkat diantara oleh prajurit untuk kembali ke menara pengawas ditengah hutan.
Ratu Elisia adalah setengah Elf dan dia juga mempunyai sihir Regenerasi alami di tubuhnya sehingga luka yang ada di tubuhnya dengan sendirinya tertutup dan sembuh seperti sedia kala.
Tetapi beda dengan Willy dia adalah anak kecil yang lemah meskipun ada darah elf di tubuhnya tetapi dia tidak memiliki Regenerasi alami seperti ibunya.
Setibanya di Menara pengawas mereka pun masuk Willy di gendong oleh ibunya ke lantai atas, kemudian Maria yang menyambut merasa kaget karena tubuh Willy penuh luka memar dan berdarah.
Maria bergegas mengambil air dan kain untuk membersihkan luka Willy dan mengkompresnya.
Setiap hari Maria merawat Willy, dia berhenti untuk berlatih dan memilih untuk berada di samping Willy, menyiapkan segala yang dibutuhkan oleh Willy, bahkan kamar mandi pun Willy di papah oleh Maria.
Ibunya Willy setiap hari menggunakan sihir penyembuh kepada Willy, untuk mempercepat kesembuhan dari Willy.
3 hari kemudian Willy sudah bisa bergerak dan beraktifitas tetapi dia belum bisa melakukan latihan dan di hari ke 5 dia mulai berlatih kembali
Sekarang dia berlatih seni beladiri pencak silat tahap yang lebih tinggi lagi, setiap hari dia melakukan latihan tersebut.
Pelayanan dari Ratu Isabel sering melihat Willy latihan tetapi yang dilihat oleh pelayan tersebut, Willy hanya menari nari tidak karuan,
Memang terkadang Willy memukul dan menendang tetapi ditambah gerakan lainnya Willy dianggap sedang melakukan tarian seperti tarian perang.
2 Minggu berlalu dan prajurit pun menjemput jembali Ratu Elisia untuk menghadap Raja Hendrik Jovanka, Ratu Elisia kembali bersama pelayan Ratu Isabel.
Tetapi sebelum berangkat, Willy berpesan kepada ibunya yaitu Ratu Elisia.
"Ibunda ingat jangan meminta aku kembali untuk tinggal di istana kepada ayahanda Raja, biarkan aku disini saja aku tidak ingin ibunda si siksa oleh ayahanda Raja karena aku"
Ratu Elisia mengangguk
"Iya ibunda akan ingat pesan Willy, tetapi Willy harus semangat latihannya supaya suatu hari nanti bisa menjadi seorang pahlawan"
"Siap ibunda Willy akan giat berlatih dan tidak akan mengecewakan ibunda"
Pelayan itu mencibir
"Setiap hari yang dilakukan pangeran ke 3 hanya menari dan bermain, mana bisa dia menjadi seorang pahlawan kekuatan maksimal nya saja berada di Level D awal"
Ratu Elisia hanya tersenyum tidak membalas cibiran dari Pelayan itu.
Kemudian mereka pun berangkat ke istana kerajaan.
Sudah menjadi kebiasaan setiap 2 Minggu sekali Ratu Elisia dijemput pagi dan kembali pulang sore hari.
Di istana kerajaan pelayan Ratu Isabel, melaporkan kejadian sehari-hari ketika dia berada di sana,
"Selama 2 Minggu saya berada di sana, saya hanya melihat Ratu Elisia hanya mengerjakan tugasnya sebagai ibu rumah tangga sedangkan pengawal kecil yang diberikan oleh pangeran Heri Jovanka sibuk berlatih tombak, dan pangeran ke 3 selalu main, lompat lompat dan lari lari di tangga dan kalau sedang di luar dia selalu latihan menari"
Mendengar kata menari, Ratu Isabel langsung tertawa.
"Haha...apa menari, mau jadi apa nanti dia seorang pangeran sampah belajar menari. apa dia mau jadi gaisha setelah besar nanti"
Semua pelayan yang ada di sana tertawa.
"Hahaha....Mungkin Ratu ke 3 mau mendandani pangeran ke 3 seperti seorang wanita"
"Hahaha.... Mungkin Ratu ke 3 sudah gila menyuruh pangeran ke 3 belajar menari"
"Menari hanya dilakukan oleh pelacur saja"
Semua pelayan ikut menggunjing ratu Elisia.
Pangeran ke 2 yang mendengar hal tersebut menjadi sangat gembira
"Heuh....dasar Sampah, tidak memiliki bejana Ilahi yang besar sekarang malah belajar menari, aku malu punya adik sampah seperti dia"
Dan berita tentang pangeran ke 3 yang belajar menari pun menyebar keseluruhan istana kerajaan bahkan bangsawan dan prajurit rendah tahu tentang berita tersebut.
Raja Hendrik Jovanka sudah tidak peduli dengan berita tersebut karena Raja Hendrik Jovanka sudah menganggap Willy bukan bagian dari kerajaan dan bahkan sudah tidak lagi dianggap sebagai anaknya.
***
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk
Like
Komen
Vote
*Rate**
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.