
Pertandingan lain terus berjalan hingga sampai akhirnya di pertandingan giliran Maria. Pembawa acara pun memanggil peserta turnamen.
"Ya tiba saatnya pertandingan ke 6 di 20 besar ini, peserta pertama ini adalah kesatria wanita yang berusia 14 tahun dari kerajaan Inggarsia yang memiliki 2 atribut sihir.
Anak jenius yang langka dengan atribut sihir elemen angin dan Air menjadikan pertahanan dan serangannya begitu kuat dan siapa lagi kalau bukan Putri Elena.....
Yang akan berhadapan dengan perwakilan dari kerajaan Lareagon dia juga adalah salah satu komandan pasukan latih dan membawahi 1.000 pasukan latih dan pasukanya bernama pasukan Tombak Naga.
Memiliki Atribut Sihir yang langka yaitu sihir elemen Petir, dia sebenarnya adalah salah satu assassin pengawal pribadi Wildan putra Eldra dan yang di berikan tanggung jawab sebagai komandan pasukan Latih di kerajaan Lareagon. Kita panggil dia adalah Maria....."
Elena dan Maria pun maju ke tempat arena pertandingan dan setelah mereka sampai wasit pun menyuruh mereka untuk mengambil senjata yang sudah disediakan oleh panitia.
"Silahkan ambil senjata yang akan di pakai untuk pertandingan ini dan kalau sudah maka cepat lah kembali ke sini lagi"
Mereka berdua pun mengambil senjata, Elena mengambil sebuah pedang dan Maria mengambil tombak dan setelah itu mereka berdua pun kembali ke posisi.
Wasit pun bertanya kepada mereka berdua.
"Kapa kalian berdua sudah siap bertanding, kalau sudah siap maka pertandingan ini di mulai"
Wasit langsung turun dari arena setelah menyatakan pertandingan di mulai. Elena pun mencoba memprovokasi Maria.
"Aku dengar tadi pembawa acara menyebutkan bahwa kamu adalah assassin, apa tidak salah masa assassin menggunakan senjata tombak.
Yang saya tahu assassin itu menggunakan senjata rahasia seperti pisau belati dan suriken, ini malah tombak ach di mananya assassin.
Terus tadi aku dengar juga kamu pengawal pribadinya putra Eldra berarti kamu ini seorang Budak, ach turun sudah martabat ku sebagai putri ke 3 kerajaan Inggarsia kalau melawan budak seperti mu"
Maria tersenyum sinis
"Kalau aku seorang budak memangnya kenapa, terus kalau aku mengalahkan mu apakah kamu akan lebih rendah dari budak"
Elena berkata sambil mengayun ngayunkan pedangnya.
Wuss....
Hiuk.....
"Apa yang aku dengar itu tidak salah kamu mau mengalahkan ku, jangan mimpi di siang bolong. Aku tidak mungkin kalah oleh budak seperti mu.
Justru kamu yang harus menyerahkan, kalau kamu menyerah sekarang aku akan memberikan mu uang untuk memerdekakan diri biar kamu tidak lagi menjadi seorang budak"
Kemudian Elena menyeringai dan menempelkan tangan di bibirnya.
"Up, aku lupa kau kan budaknya bangsa Dwarf, dan bangsa Dwarf itu adalah monster jadi percuma saja aku kasih kamu uang biar merdeka, budak monster kan lebih Rendah dari binatang.
Bahkan bila aku membunuh mu sekarang juga tidak akan ada yang menuntut balas karena kamu lebih rendah bahkan dari pada binatang peliharaan"
Ucap itu pun terdengar oleh telinga semua orang yang menonton termasuk Raja Freevik Reagon. Raja Freevik Reagon pun berkata kepada Maharani Roselia.
"Hai, Maharani Roselia apa yang kamu ajarkan kepada anak mu itu"
Kemudian Maharani Roselia pun tertawa kecil.
"Hahaha...apa maksud mu Maharaja Freevik Reagon, memang benar apa yang di katakan oleh anak ku, bahwa bangsa Dwarf termasuk kedalam kategori Ras Monster"
Kemudian Raja Freevik Reagon pun mengancam.
"Itu adalah penghinaan bagi kami, apa kamu ingin memicu terjadinya perang dengan Bangsa Dwarf"
Maharani Roselia mengangkat kedua tangannya sampai bahu dan berkata dengan enteng.
"Kalau mau perang ya perang saja siapa takut toh itung-itung mencoba kekuatan tempur baru kerajaan Inggarsia, kalau berani silahkan serangan saja atau kerajaan ku yang menyerang duluan"
Raja Freevik Reagon pun sedikit geram kemudian dia berteriak kepada Maria.
"Maria jangan ragu, habisi saja dia aku tidak perduli dengan peraturan pertandingan, dan kalau bisa sebelum di habisi permalukan dia terlebih dahulu"
Kemudian Raja Freevik Reagon pun menunjuk kepada Maharani Roselia.
"Kalau kamu meminta perang akan aku layani kamu perang tunggu tanggal mainnya setelah kompetisi ini berakhir aku akan meluluhlantakan kerajaan mu itu"
Mendengar perseteruan antara Maharani Roselia dan Raja Freevik Reagon pembawa acara pun mulai menengahi.
"Tolong tuan ku Raja Freevik Reagon dan Maharani Roselia bersabar dan redam amarah kalian berdua, acara ini bertujuan untuk mengikat hubungan kerjasama antara kerajaan bukan untuk mencari musuh.
Adapun yang terjadi setelah Kompetisi ini bukan tanggung jawab kami sebagai panitia penyelenggara dan mohon kepada kerajaan lain untuk bersikap netral dan sekarang pertandingan akan di lanjutkan"
Di atas arena pun Elena sudah mulai akan menyerang, dia mengeluarkan sebuah jurus elemen Air.
"Jurus Rahasia Penjara Air...."
Wuss....
Wuss....
Wuss....
Jurus penjara air ini adalah Sihir jebankan apabila lawan masuk ke dalam sihir air tersebut maka lawan tidak akan bisa keluar lagi dan akan lemas karena tidak dapat bernapas.
Sehingga jurus penjara air ini tidak langsung di serangkan ke lawan tetapi di sebar di atas arena pertandingan supaya pergerakan lawan terhambat.
Maria pun menggunakan sihir elemen petir. Dia mengayunkan tombak yang di pegang ya ke arah Elena dengan menyalurkan energi sihir petir.
" Jurus Tombak naga petir...."
Tombak Maria pun di lapisi energi yang berwarna kuning kemudian keluar dari ujung tombak sosok naga petir yang berwarna kuning dan mengarah ke Elena.
Wuss....
Krekak....
Duwar....
Disana Elena langsung menggunakan sihir pertahanan sehingga benturan energi dan sihir pertahanan menimbulkan ledakan.
Ledakan tersebut membuat debu di sekitar elena membumbung tinggi dia pun tidak dapat melihat pergerakan dari Maria.
Tombak yang digunakan Maria langsung rusak karena tidak mampu menahan besarnya sihir yang Maria keluarkan.
Hanya ujung tombak saja yang tersisa Maria pun mengambil ujung tombak tersebut dan menjadikannya sebagai senjata.
Maria pun bergerak dengan cepat menghampiri Elena dengan mengunakan jurus petir.
"Jurus Langkah Petir...."
Wuss....
Maria masuk kedalam kepulan debu dengan cepat, Elena yang bersiaga pun tidak menyadari bahwa Maria sudah mendekati dirinya.
Maria pun mencekik leher Elena dengan tangannya dan posisi Maria ada di belakang Elena, tangan kiri Maria mencekik leher Elena dan tangan kanan nya menodongkan ujung tombak ke muka Elena.
Debu masih membumbung tinggi sehingga para penonton tidak dapat melihat apa yang di lakukan mereka berdua dalam kepulan debu tersebut.
Maria pun berkata kepada Elena.
Aku tidak akan pernah ragu untuk membuat wajah cantik mu cacat bahkan lebih buruk dari pada Monster"
Kreset....
Ujung tombak di gores kan ke pipinya Elena. Dan Elena pun meringis kesakitan.
"Ku... kurang ajar kau budak Dwarf"
Elena tidak bisa lepas dari cengkraman tangan Maria dan dia pun tidak dapat bergerak karena sedikit saja Elena memberikan perlawanan maka Lehernya akan di patahkan oleh Maria.
Elena pun mengancam Maria
"Apa kamu tahu konsekuensi karena telah berani membuat muka ku cacat, aku akan membunuhmu dengan sadis.
Akan aku congkel kedua matamu, akan aku robek dada mu dan akan aku keluar jantung dari tubuh mu itu dasar budak keparat"
Maria tertawa
"Hahaha .... sering aku dengar ancaman seperti itu dasar wanita bodoh, nyawa mu sudah ada di tangan ku dan kamu masih berani mengancam ku"
Kreset....
Maria menggores lagi wajah cantiknya Elena sehingga di pipi kanannya nampak luka Cakra seperti yang ada di pipinya batosai. Elena pun mengerang kesakitan.
"A...gh...."
Kemudian Maria berkata
"Kamu tahu aku adalah seorang Assassin dan assassin itu tidak memiliki belas kasih.
Tapi untuk sekarang aku akan membiarkan kamu hidup karena aku ingin menghadapi mu ketika peperangan antara kerajaan Lareagon dan Inggarsia terjadi.
Aku akan menunjukan betapa mengerikannya seorang assassin apabila membunuh di Medan perang"
Krekak....
Maria membuat lemas Elena dengan menyetrumnya menggunakan sihir elemen petir. Setelah itu Maria melepaskan Elena dan mundur 2 langkah kebelakang.
Setelah Maria mundur dia pun menyalurkan energi sihir nya ke ujung tombak.
"Mana Blade..."
Crack....
Crack....
Crack....
Ujung tombah itu seperti pedang aura yang di padatkan dan di ayunkan ke belakang punggung dari Elena dan mencabik cabik baju dan tubuh Elena.
Setelah itu Maria pun keluar dari kepulan debu dan menggunakan sihir elemen petir.
"Jurus Hujan petir datang lah....."
Krekak....
Krekak....
Duwar.....
Duwar....
Duwar....
Kilatan petir menyambar arena pertandingan dan Elena pun terkena Sambaran petir tersebut sehingga membuat dirinya menjadi gosong.
Bajunya compang camping karena ulah dari Maria, rambutnya pun tegak berdiri dan ada api yang membakar rambutnya tersebut.
Dari mulut keluar asap dan dia pun pingsan setelah terkena Sambaran petir tersebut.
Setelah itu Maria menggunakan sihir elemen angin untuk menghilangkan debu yang ada di atas Arena.
"Jurus Angin bertiup.... berhembus lah..."
Wuss....
Seketika arena pertandingan menjadi terlihat cerah dan di tengah tengah arena terlihat Elena yang sedang berbaring dengan keadaan yang sangat menghawatirkan.
Pipi kanan yang luka baju yang compang camping dan kulit yang gosong akibat Sambaran petir milik Maria.
Wasit pun tidak berani naik karena masih ada kilatan petir yang menyambar di arena pertandingan wasit pun mengumumkan kemenangan Maria melalui mikropon.
"Pertandingan ini di menangkan oleh Maria perwakilan dari kerajaan Lareagon"
Semua penonton tidak ada yang berani bertepuk tangan atau pun bersorak karena mereka kaget melihat Elena yang terkapar di tengah arena pertandingan.
Maria pun menatap kearah Maharani Roselia dan Maria pun berbicara sambil menunjuk kearah Elena
"Itu adalah balasan untuk orang yang menghina bangsa Dwarf, dia masih aku biarkan hidup tetapi kalau dalam beberapa jam tidak ada penanganan dia pun akan mati"
Maharani Roselia pun memukul pegangan kursinya.
Brak....
"Sungguh berani anak itu..."
Maharani Roselia menunjukan wajah kekesalannya pada Maria, kemudian jati dari Maharani Roselia pun menunjukan isyarat dan salah satu anak buahnya menghampirinya.
"Habisi anak itu bagai mana pun caranya"
Orang yang menghampiri Maharani Roselia pun mengangguk.
"Baik yang mulia"
Di atas arena Maria kemudian menghadap kearah Raja Freevik Reagon dan kemudian membungkukan badannya.
Raja Freevik Reagon pun tersenyum kemudian dia tepuk tangan dan di ikuti oleh para penonton lainnya.
👏👏👏👏
***
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.