
Setengah hari perjalanan mereka pun tiba di kaki bukit tempat bangunan kastil Awan gelap berada, mereka menyempatkan diri untuk beristirahat sebelum penyerangan tiba.
Willy dan yang lainnya membagikan para pejuang Orc 1 kapsul obat, Willy sengaja membuat kapsul ekstrak obat karena benda itu mudah di bawa dari pada harus menggunakan botol potion.
Botol yang di gunakan untuk potion sangat terbatas sehingga Willy mengambil inisiatif untuk membuat pil obat.
Willy menemukan tumbuh obat di desa Heypan sehingga dia membuat banyak sekali pil obat, kegunaan pil obat ini adalah untuk memulihkan stamina tubuh dan mengobati luka ringan.
"Gunakan pil itu kalau kalian kehabisan stamina dan luka, pil itu dapat mengobati luka kalian dan mengembalikan tenaga kalian, gunakan dengan bijak" perintah Willy
Semua orang menganguk "Baik Penguasa muda"
Willy memberikan tiap orang 1 pil, karena dia belum tahu efek samping dari pil yang dia buat kalau pemakaian terlalu banyak sehingga cukup 1 pil saja bagi setiap orang.
Willy pun menunggu bukit awan gelap di selimuti oleh awan hitam dan menjelang sore bukit itu pun di selimuti oleh awan hitam dan butiran hujan pun turun.
"Maria ini adalah tugas mu" Willy mengingatkan Maria.
Kemudian Maria pun menggunakan sihir elemen petir dan menembak awan hitam tersebut "Bibit petir muncullah "
Wuss....
Petir meluncur dari tangan Maria dan masuk kedalam awan hitam tersebut, lama kelamaan awan hitam itupun bercampur dengan petir Maria yang berwarna kuning.
Kilatan petir pun terlihat di dalam awan hitam tersebut dan semakin banyak, Maria pun mengangguk kepada Willy "Sudah saatnya kita bergerak "
Kemudian Willy memerintahkan kepada Blades "Blades sudah waktunya pimpin penyerangan"
Blades yang sedang duduk istirahat langsung berlari "siap Penguasa muda...."
Blades melirik kearah Maltia dan Salaria "Tia pimpin para pejuang pemanah dan siap di barisan depan, Ria pimpin pejuang tombak lindungi para pemanah, pejuang berpedang siapkan diri kalian semua "
Mereka semua pun bangkit dan berbaris, kemudian mereka menuju jalan kearah kastil Awan Gelap.
*
Di kastil Awan Gelap para prajurit penjaga melihat segerombolan orang memakai Jirah Armor lengkap mereka pun membunyikan lonceng peringatan.
"Teng....teng....teng...."
Prajurit awan gelap bersiap karena akan adanya penyerangan ke kastil mereka dan harus siap mempertahankan benteng pertahanan.
"Komandan ada sekitar 1.500 pasukan Orc menuju kemari" ucap prajurit.
Komandan itu menjadi kesal "Sialan baru saja kemarin lusa komandan pasukan elit pergi dan meninggalkan pasukan cadangan, dan sekarang kita malah di Serang"
Di arah lain prajurit berlari menuju sang komandan "Komandan para Orc sudah mulai menembaki kita dengan anak panah"
Komandan itu pun mengebrak meja "Apa mereka memiliki anak panah"
Kemudian komandan itu memerintahkan kepada prajurit "Kalian bertahanlah dan kalau anak panah mereka habis buka gerbang dan langsung serang mereka"
"Tapi komandan, prajurit kita sudah banyak yang tewas terkena anak panah" ucap prajurit tersebut.
"Bodoh, suruh mereka bersembunyi baru Menyerang " teriak komandan tersebut.
Keuntungan dari para pejuang Orc karena mereka memiliki anak panah dan di pihak prajurit awan gelap tidak memiliki pasukan pemanah, dan hanya beberapa orang dari mereka yang dapat menggunakan sihir pelepasan mereka menyerang dengan sihir mereka.
Di luar gerbang Maltia sudah memerintahkan para pemanah untuk menghujani mereka dengan serangan anak panah, beberapa kali hujanan anak panah Maltia memerintahkan kepada para pemanah untuk berhenti.
"Hentikan serangan dan mundur" perintah Maltia.
Salaria mengambil alih komando "Pasukan Tombak siaga"
Pasukan panah mundur di belakang pasukan tombak dan pasukan tombak semua berlutut dengan tombak di arahkan ke depan untuk pertahanan.
Semua prajurit awan gelap pun berteriak "Ya....serang...."
Gerbang kastil pun di buka dan Ratusan prajurit awan gelap berlarian keluar dari gerbang untuk menyerang pejuang Orc.
"Serang....dan habisi...." Teriak prajurit awan gelap sambil mengacungkan senjata mereka dengan berlari ke arah pejuang Orc.
Para pejuang Orc semua tersenyum, Bagoy menyeringai dan berkata "Masuk Ke Dalam jebakan ...."
Ya ini adalah strategi yang diterapkan oleh Willy dan dengan pantauan Maria yang mengatakan mereka tidak memiliki prajurit pemanah, mereka murni para tentara bayaran yang menggunakan senjata pedang.
Maltia mengacungkan senjatanya "Bidik dan panah mereka..."
Wuss....
Wuss....
Ratusan anak panah menghujani prajurit awan gelap secara langsung dan mereka pun mati terkena anak panah.
Setiap prajurit yang berlari keluar gerbang langsung di hujani anak panah sehingga mereka mati mengenaskan.
"Jebakan tutup kembali gerbang" teriak prajurit awan gelap.
Mereka pun berusaha untuk menutup kembali pintu gerbang tetapi di pihak pejuang Orc Salaria berteriak "Serang jangan biarkan mereka menutup gerbang.
Pejuang tombak pun yang tadinya berlutut langsung berdiri dan lari untuk menyerang sehingga pintu gerbang tidak kembali tertutup.
Para pejuang Orc yang menggunakan senjata pedang mengikuti para pejuang Orc yang menggunakan senjata tombak. Sedangkan para pemanah mereka berada di belakang untuk melindungi.
Para pejuang Orc berhasil masuk kedalam gerbang dan mereka pun mulai berperang melawan prajurit awan gelap yang ada di dalam gerbang.
Willy, Maria dan yang lainnya mereka berjalan mengikuti di arah belakang, rencana awan petir untuk membantu pejuang Orc tidak di luncurkan karena mereka bisa mengatasi pertempuran ini.
Para prajurit awan gelap sudah nge down terlebih dahulu, mentalnya sudah menciut sehingga mereka dapat dikalahkan dengan mudah.
Kastil Awan Gelap pun sudah di kuasai oleh para pejuang Orc dan sebagian dari prajurit awan gelap berhasil melarikan diri"
Semua bersorak "Hura....kita menang....kita menang ...."
Setelah mereka menguasai kastil Awan Gelap mereka pun membebaskan para tahanan dan budak yang disekap di sel bawah tanah.
Begitu banyak budak yang ditahan bukan hanya dari ras manusia tetapi juga dari berbagai ras monster.
Mereka dibebaskan segera dan anak, istri dari Bagoy yang mereka culik langsung di pertemukan dan mereka pun berpelukan. Sungguh pemandangan yang sangat mengharukan.
Beberapa anak anak dan wanita dari bangsa Orc suku lain sangat berterima kasih kepada para pejuang Orc suku Heypan yang telah berani menyerang kastil Awan gelap.
Willy dan Maria tidak langsung melanjutkan perjalanan dia berada di kastil itu dalam beberapa hari untuk lihat kondisi apakah sudah kondusif atau belum.
Bendera tentang bayaran awan gelap yang bergambar tengkorak kepala di tusuk pedang segera di ganti dengan bendera yang bergambar pedang dewan naga agung.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna