
Willy pun melihat kiri dan kanan, tidak nampak siapa pun orang karena keadaan di sana sangat gelap hanya di terangi oleh senter LED dari keristal kamera dron.
"Siapa kamu dan di suruh oleh siapa untuk membunuh ku, cepat keluar tunjukan wujud mu itu"
Orang itu pun mengeluarkan sihir api yang keluar dari tangannya untuk menerangi dan ternyata mereka ada 10 orang Assassin.
"Ternyata kalian adalah Assassin bayaran, siapa yang menyuruh kalian"
Salah satu pemimpin assassin itu menjawab.
"Hahaha....orang yang akan mati tidak perlu tahu siapa yang menyuruh kami, yang pasti umur mu hanya sampai di sini bocah"
Willy pun bersiap untuk melindungi diri dari para assassin tersebut dan benar salah satu assassin itu mengomandoi.
"Habisi bocah itu...."
Wuss....
Hiat....
Wuss....
Hiat....
Beberapa assassin melompat dan menyerang Willy dan yang lainnya mengepung Willy supaya dia tidak kabur.
Trang....
Trong....
Trang....
Suara bunyi pedang yang beradu, Willy pun berusaha menangkis serangan dari assassin tersebut dengan sekuat tenaga.
Willy mencoba melapisi pedang kayunya dengan sihir tetapi sihir dia tidak bisa dilakukan seperti ada yang mengekang dan menghalangi sihir supaya tidak bisa digunakan.
Terpaksa dia hanya menggunakan skil berpedangnya saja dan Willy pun menggunakan beladiri pedang tingkat tinggi meskipun akhirnya pedang kayunya patah karena tidak sanggup menahan tebasan pedang asli.
Dan sekarang Willy hanya menggunakan pisau belatinya untuk mempertahankan diri.
"Euh kurang ajar, kenapa tidak bisa menggunakan sihir padahal biasanya dengan mudah aku menggunakannya, tetapi sekarang aku merasa ada sesuatu yang meredam sihir supaya tidak bisa di gunakan"
Salah satu dari assassin tersebut yang memberikan komando berkata sambil tertawa.
"Hahaha.... percuma kamu mengeluarkan sihir, kamu tidak akan bisa karena gelang yang kamu pake adalah gelang batu hitam yang bisa meredam sihir.
Siapa pun yang memakai gelang batu hitam mereka tidak akan bisa mengeluarkan kekuatan sihir, dari terimalah kematian mu hari ini"
Hiat....
Willy terpaksa hanya menggunakan pisau belati dan skill beladiri pedang tingkat tinggi untuk melawan ke 10 assassin tersebut.
*
Di stadium tepatnya di tempat penonton mereka semua melihat layar monitor sihir yang memperlihatkan para peserta pertandingan.
Orang-orang berteriak
"Oh tidak putra Eldra, di hadang Assassin"
"Siapa yang curang hingga ingin membunuh putra Eldra"
"Oh di tempat Maria pun sama ada 10 assassin yang menghadang"
Semua penonton cemas karena ada dua peserta turnamen yang dihadang oleh assassin.
Raja Alfred Eldragon pun berteriak.
"Hai panitia apa ini maksudnya kalau ada apa-apa dengan cucu ku, aku tidak akan melepaskan kalian semua"
Panitia penyelenggara menjadi panik mereka semua mencari bantuan guld petualang pun di kerahkan menuju tempat di mana Willy dan Maria berada.
Bukan hanya itu Raja Alfred Eldragon memerintahkan kepada jenderal Babon untuk membawa anak buahnya menyelamatkan nyawa Willy dan Maria.
Raja Freevik Reagon pun teriak kepada Maharani Roselia.
"Hai pasti ini ulah kamu Maharani Roselia, kamu mengirimkan Assassin untuk membunuh peserta turnamen dari kerajaan ku"
Kemudian Maharani Roselia pun membalas.
"Apa buktinya, apa karena anak ku kalah dari kalian aku harus mengirimkan Assassin, yang membenci kepada mu dan anak anak itu bukan hanya aku.
Lihat lah Ratu Isabel pun membenci anak yang bernama putra Eldra itu karena anaknya juga kalah dalam pertandingan.
Dan bukan hanya dia saja banyak anak mereka yang kalah dan mungkin menjadi dendam kepada mereka"
Maharani Roselia menyangkal tuduhan dari raja Freevik Reagon atas pengiriman assassin untuk membunuh Willy dan Maria.
Raja Hendrik Jovanka pun melihat Ratu Isabel , Raja Hendrik Jovanka dan Ratu Isabel saling memandang dan Ratu Isabel menggelengkan kepalanya.
"Suami ku Raja Hendrik aku tidak melakukan apapun, kamu tahu sendiri aku ada bersama mu dan Ratu Vanessa.
Masalah aku dan Ratu Elisia juga pangeran Willy itu kan masalah keluarga bisa di selesaikan nanti ketika kita sudah pulang ke kerajaan Jovalavia.
Bahkan ayah ku tidak ikut campur dalam urusan ini, dia tidak mau melibatkan diri dalam rumah tangga kita dan kerajaan lain"
Tetapi di dalam hati Ratu Isabel dia berkata.
"Mati kamu Pangeran Willy, kamu sudah mempermalukan Anaku di kompetisi ini, biar pun bukan aku yang mengirim Assassin itu tapi aku senang melihatnya.
Dan lihatlah Ratu Elisia, anak mu akan mati hari ini di tangan para assassin itu, aku tak perlu turun tangan untuk menghabisi mereka ternyata ada juga orang yang terang terangan ingin membunuhnya"
Ratu Isabel pun sambil tersenyum jahat menakipun hanya dalam raut muka yang merekah tapi dia merasa puas karena adanya kejadian ini.
Semua orang gelisah apalagi Raja Freevik dia sesumbar kepada Maharani Roselia.
"Kalau sampai assassin itu adalah utusan mu maka aku akan meluluhlantakan kerajaan mu sepulang dari sini"
Maharani Roselia pun tertawa
"Hahaha....coba buktikan sendiri apakah para assassin itu suruhan ku atau bukan. Meskipun begitu aku terima tantangan perang mu.
Kamu kira aku takut dengan bangsa Dwarf yang pendek seperti kalian ini, walaupun terjadi perang maka aku bersumpah akan aku musnahkan bangsa Dwarf di benua ini"
Raja Freevik Reagon pun menjadi murka.
"Kurang ajar kamu Maharani Roselia, lihat saja nanti kalau perang ini terjadi aku akan menyayat wajah cantik mu hingga tidak ada orang yang mengenalinya lagi"
Raja Alfred Eldragon pun merasa gelisah, tetapi melihat Ratu Elisia dia bersikap tenang seolah tidak terjadi apa-apa.
"Putri ku kenapa kamu tidak gelisah lihat anak mu lagi di kepung sama Assassin"
Ratu Elisia tersenyum
"Tenang Ayahanda, mereka bukan lawan dari putra ku kita tinggal duduk saja dan lihat pertunjukan ini"
Perkataan dari Ratu Elisia terdengar oleh semua orang karena disana tidak ada penonton yang berani berbicara hanya menatap layar monitor sihir dengan khusus.
Didalam hati Ratu Isabel berkata
"Kurang ajar anaknya sudah mau mati dia masih juga tenang"
Raja Hendrik Jovanka pun menyuruh Heri Jovanka untuk pergi menyelamatkan Willy.
"Heri tolong bawa prajurit dan pergi selamatkan adik mu"
Heri Jovanka pun mengangguk
"Baik Ayahanda Raja.."
Heri Jovanka pun pergi dengan beberapa prajurit meninggalkan stadion.
Raja Gibran sebenarnya gelisah tetapi dia berusaha untuk tengang dan dia pun berbicara kepada Ratu Elisia.
"Kak lihat gelang yang di pake keponakan ku sepertinya, ada semacam pengekangan sihir. Kelihatannya di gelang itu ada batu hitam bawah laut yang terkenal untuk membelenggu orang hebat supaya tidak bisa menggunakan sihir"
Ratu Elisia pun mengamati layar monitor yang mengesoot Willy yang bertarung dengan assassin bahkan di tangan Maria pun sama.
"Iya benar dik, itu batu hitam laut dalam"
Ratu Elisia pun mulai gelisah karena Willy tidak akan sanggup melawan ke 10 assassin itu kalau tidak menggunakan sihir yang mereka miliki.
Raja Alfred Eldragon pun langsung berteriak kepada panitia.
"Hai panitia apa yang kamu pasangkan di gelang yang di pake cucu ku"
Salah satu dari panitia ada yang berani berbicara.
"Iya tuanku Raja Alfred, mereka kami pasang gelang khusus yang berfungsi untuk mengetahui posisi dari masing-masing peserta turnamen.
Itu juga supaya kristal kamera dron bisa mengikuti kemanapun mereka pergi dan kita bisa melihat apa yang mereka lakukan"
Raja Alfred Eldragon berbicara lagi kepada panitia sambil marah.
"Tapi apa yang kamu pakaian ke cucuku bahkan Maria yang perwakilan dari kerajaan Lareagon lihat gelangnya di pasangi batu hitam laut dalam.
Dan kenapa hanya mereka berdua yang di pasangi itu dan bukan hanya itu para assassin pun menyerang mereka berdua.
Apa di antara kalian yang merencanakannya kalau iya kami tidak akan memaafkan kalian semua"
Panitia itu adalah selaku ketua penyelenggara dia adalah master dari Guild Petualang di Federasi bebas ini. Bicaranya pun sedikit bijak dan berwawasan luas.
"Mungkin di antara kami ada penyusup, maaf kami akan segera menanganinya dan memeriksanya"
Kemudian ketua penyelenggara itupun memerintahkan anak buahnya untuk mendata panitia yang terlibat.
***
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.