
Mereka yang awalnya membully sekarang berbalik memuji kinerja pasukan yang dipimpin oleh Willy.
"Maafkan Paman sudah meragukan Pasukan mu, ngomong ngomong yang di gunakan oleh Pasukan mu senjata apa, senjata itu sangat keren bisa membunuh Monster kelas bencana seperti itu"
Willy tersenyum dan berkata
"Paman ingin tahu senjata apa yang digunakan pasukan Willy, apa paman ingin tahu banget"
"Paman ingin tahu bahwa dong"
"Oh itu Rahasia...hahaha...."
Jenderal pasukan inti pun meminta maaf.
"Maafkan saya putra Eldra, karena sudah mengatakan hal hal buruk tentang pasukan mu, dengan senjata yang mereka gunakan kerajaan Lareagon akan sangat berjaya dan di segani kerajaan yang lain"
Semua orang memuji Willy dan pasukannya, dan betapa ingin mereka bertanya tentang senjata yang di gunakan Willy merahasiakan begitu juga para Prajurit Raja Naga.
Dengan dalih apapun mereka dan cara apapun orang ingin mengetahui senjata yang dipakai para prajurit yang di pimpin Willy mereka tetap merahasiakannya bahkan ada yang berani memberi sogokan besar.
Tetapi pasukan Raja Naga tetap setia dan menyimpan rapat senjata itu di Sihir Dimensi Item Book mereka.
Sampai mereka pulang kembali kekerajaan Lareagon dan membawa bagian dari monster tersebut yang telah di cincang habis.
Dan pengumuman hasil akhir dari kompetisi tersebut di menangkan oleh Pasukan Raja Naga yang di pimpin oleh Willy.
"Dengan ini saya mengumumkan pemenang kompetisi ini dimenangkan oleh pasukan Raja Naga yang di pimpin oleh Putra Eldra"
Mereka semua bersorak gembira
Kemudian Raja Freevik Reagon menambahkan lagi.
"Semua Pasukan Raja Naga saya berikan hadiah berupa penghargaan tertinggi sebagai pasukan Khusus pelindung Kerajaan.
Dan di berikan kenaikan jabatan langsung sebagai prajurit tingkat ke 2.
Dan prajurit lain yang sudah berusaha kalian sekarang menjadi prajurit inti Prajurit tingkat 1"
Di kerajaan Lareagon ini Prajurit dibagi menjadi 5 Tingkatan dan pasukan latih adalah pasukan terbawah setelah itu naik ke tingkat 1 dan berikutnya sampai tingkat 5.
Tingkat itu hanya membedakan gaji yang mereka terima sebagai prajurit semakin besar tingkatannya semakin tinggi juga gaji nya.
**
Setelah kompetisi itu mereka mengadakan pesta dengan bembakar daging monster yang telah mereka kalahkan dan memakannya di barengi dengan arak khas bangsa Dwarf.
Mereka tertawa gembira, menyanyi dan menari semua prajurit berbaur baik itu pasukan perisai naga, tombak naga dan Raja naga semua bergembira.
Mereka pun saling mengobrol tentang pelatihan yang selama ini di lakukan, banyak yang bertanya kepada pasukan Raja naga tentang latihan yang selama ini mereka jalani.
"Blair Selamat ya kamu sudah menjadi prajurit tingkat 2 dan sekaligus kamu adalah seorang kapten dari kelompok Kura Kura hijau"
"Hahaha...ah biasa saja ini berkat putra Eldra yang telah melatih kami"
Prajurit lain bertanya kepada Blair
"Hai kapten, ayo cerita bagai mana latihan mu yang di latih putra Eldra"
"Hehe...kita hanya bermain tembak tembakan saja di dalam hutan selain itu belajar melempar pisau, dan bernyanyi sudah itu kami berenang di sungai besar yang kemarin kita lalui"
"Wah bikin iri saja sehari hari kita hanya latihan Bertarung saja, berkelahi sesama teman menggunakan tombak"
"Iya aku juga sama, dilatih oleh raja Ferik hanya bertarung dan bertahan dan berkelahi melawan teman sendiri"
"Eh ngomong ngomong boleh lihat tidak senjata yang kamu gunakan waktu melawan monster yang kita makan ini"
Kemudian Cody menghampiri Blair
"Hai kalian ingin mengetahui senjata yang kami pakai ya"
Cody mengeluarkan Pistol Peletok yang pernah dia buat.
"Ini senjata kami yang di pakai untuk melawan monster bukit Hitam"
Mereka pun tertawa terbahak-bahak
"Hahaha...mana mungkin mainan itu menjadi senjata kalian"
"Iya tidak mungkin"
"Kamu sedang mabuk ya"
"Jangan bercanda kita serius tau"
"Apa kalian ingin bukti baiklah aku akan membuktikan kepada kalian semua"
Codi mengambil 2 kelereng untuk menjadi peluru dari pistol peletok tersebut.
"Ini peluru yang kita pake satu masukan dulu kemudian dorong dengan kayu ini sudah mencapai ujung baru masukan satu lagi. Aliri sedikit sihir peledak kemudian arahkan kepada target"
Cody mencari target yang tepat dia pun menemukan batu yang agak besar
"Lihatlah aku akan menembak batu itu"
Kemudian Cody pun menembakan pistol peletok tersebut.
Wuss.....
Crack....
Duwar....
Batu itu meledak dan hancur.
"Hahaha...apa kalian sudah percaya"
Blair ikut tertawa melihat Cody mengecoh teman teman yang lainnya. Cody sengaja mempraktekkan dengan pistol peletok mainan dan menyalurkan energi sihir kedalam peluru kelerengnya sehingga apabila terkena benturan kelereng itu akan meledak seperti Boom dan batu yang terkena pun ikut hancur.
Mereka pun menjadi kagum kepada semua prajurit Raja Naga karena hanya dengan mainan anak-anak mereka bisa mengalahkan monster bukit Hitam.
**
Di dalam kastil istana kerajaan Lareagon
Raja Gibran pun berpamitan karena sudah beberapa hari berada di kerajaan Lareagon untuk melihat kompetisi para prajurit yang di latih oleh ke 3 anak muda berbakat yaitu Raja Ferik Reagon, Maria dan Willy.
"Hei Bocah Tampan, paman akan pergi sekarang apa ada yang ingin di sampaikan oleh mu kepada ibunda mu"
"Iya paman, Willy titip salam rindu kepada ibunda"
"Iya paman akan sampaikan salam mu itu dan paman juga akan memberikan kabar gembira kepada ibundamu dan kakek mu.
Karena tinggal 2 bulan lagi Kompetisi benua bagian Utara di gelar maka jagalah kesehatan mu kita nanti bertemu lagi di federasi bebas.
Ibunda mu akan ikut ke sana sebagai Komandan tertinggi Divisi Magi, kamu bisa bertemu ibundamu disana nanti"
"Baik paman, Willy akan menjaga kesehatan untuk mengikuti kompetisi disana"
Raja Gibran memperingatkan Willy ketika nanti berada di federasi bebas.
"Ingat banyak kabar yang mengatakan bahwa kamu dan ibunda mu sudah meninggal di hutan karena tempat tinggal mu dulu kebakaran dan di temukan 3 mayat yang terbakar disana"
Willy tersenyum dan berkata
"Iya dulu Willy membunuh para assassin yang meracuni ibunda kemudian Willy lempar ke 3 mayat assassin itu dan sisanya Willy lempar ke lembah yang banyak binatang buasnya"
"Karena itu kamu dianggap sudah meninggal dan nanti di federasi bebas Raja Freevik Reagon akan mendaftarkan kamu dengan nama Wildan Putra Eldra.
Sebelum masuk kedalam arena kamu harus menyamar dengan memakai jubah supaya tidak ada orang yang mengenali kamu"
"Baik paman, terima kasih sudah memberitahukan Willy semua ini"
"Sama sama, dan setelah kompetisi selesai paman harap kamu tinggal di kerajaan Eldragon bersama ibundamu.
Paman sudah berjanji akan memberimu 200 prajurit dan 100 Wyvern"
"Tapi paman apa boleh Wyvern yang Willy minta di antar secepatnya karena Willy ingin melakukan sesuatu dengan Wyvern itu"
"Baiklah nanti setelah paman pulang, paman akan menyiapkan Wyvern yang kamu mau dan memerintahkan prajurit untuk mengantarkannya ke sini"
"Terima kasih paman"
Raja Gibran pun berpamitan dengan yang lainnya kemudian dia berangkat pulang menuju kerajaan Eldragon.
Willy, Maria, Raja Ferik Reagon dan yang lainnya merayakan kemenangan pasukan mereka melawan monster kelas bencana.
Sedangkan Para prajurit mereka berpesta di luar dengan memakan daging monster yang sangat enak.
***
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.