PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Dimabuk Cinta


Di sisi lain Billy, Crude dan peserta lain dari kerajaan Jovalavia sedang bersiap untuk mengikuti kompetisi ini.


Crude berbisik kepada Billy


"Pangeran ke 2 lihat orang yang memakai jubah hitam itu, dia yang kemarin menindas ku bersama orang itu yang bernama Tavin"


Billy memukul kepala Crude


Plak ....


Crude meringis


"Aduh..."


Kemudian Billy marah kepada Crude


"Dasar Bodoh jangan pernah kamu berurusan dengan yang namanya Tavin itu, dia anak dari Jendral Tavish divisi angkatan udara kerajaan Eldragon. Satu pasukan pengendara Wyvern nya serta dengan 100 prajurit kita.


Siapa yang kemarin kamu tindas. katanya sebelum si Tavin itu datang kamu menindas orang terlebih dahulu"


Crude menunjuk orang yang memakai jubah hitam, dan dia adalah Willy.


"Orang yang memakai jubah hitam itu pangeran ke 2"


Billy memperhatikan jubah yang mereka kenakan kemudian dia menyadarinya karena Clarisa dan Raja Freevik Reagon bertemu dengan Ratu Vanessa dan Clarisa di kawal oleh orang yang memakai jubah hitam.


"Itu peserta dari kerajaan Lareagon, kenapa kerajaan Lareagon mengikuti kompetisi ini bukanya bangsa Dwarf dilarang untuk ikut dalam kompetisi ini.


Dan kompetensi ini di khususkan untuk negara yang berpopulasi sebagian besar manusia sedangkan bangsa Dwarf masuk ke golongan para monster"


Crude menyangkal


"Tapi pangeran, si Tavin itu sempat berlutut di depan dirinya dan mengatakan bahwa dia adalah putra mahkota dari kerajaan Eldragon"


Billy berpikir sejenak. Di dalam hati dia berbicara sendiri.


"Putra mahkota kerajaan Eldragon, Raja yang sekarang menjabat adalah Raja Gibran dia masih perjaka belum mempunyai istri.


Sedangkan Si Tavin bilang dia adalah putra mahkota dari kerajaan Eldragon, kalau mungkin dia adalah adiku Willy, tapi tidak mungkin dia sudah meninggal beberapa tahun yang lalu dalam kebakaran di hutan itu.


Kalau memang dia adalah Adik ku Willy, kenapa dia bisa menjadi putra mahkota kerajaan Eldragon sedangkan dia adalah anak dari Ratu Elisia yang dulunya adalah seorang Budak, dan tidak mungkin mempunyai hubungan dengan kerajaan Eldragon.


Siapa sebenarnya dia sehingga Raja Freevik Reagon berani mengirimkan seorang manusia untuk mewakili kerajaan Lareagon"


Billy pun berhenti berpikir karena dia mengalami kebuntuan dalam pikirannya.


"Ah kenapa berpikir yang tidak-tidak"


Crude pun mengajak Billy karena pertandingan akan segera dilaksanakan.


"Pangeran ke 2 ayo jangan banyak berfikir acara akan segera dilaksanakan kita harus bersiap"


Mereka pun pergi untuk melakukan pertandingan. Di pertandingan ini pemenang pertama adalah Tavin dan Maria menempati juara ke 3 sedangkan juara ke 2 dimenangkan oleh kerajaan lain.


Sesudah pertandingan Tavin dan Maria mengajak semua untuk merayakan hari kemenangan mereka berdua akan mentraktir makan dan minum.


Meskipun sebenarnya Maria bisa saja menjadi juara pertama tetapi dia tidak melakukannya, Maria dan Willy hanya bersenang-senang saja karena Terget utamanya adalah kompetisi beladiri yang hadiahnya sangat besar.


Di luar kompetisi ini adalah pertandingan pembukaan atau hiburan semata untuk mengisi waktu luang sebelum pertandingan inti di mulai.


Willy, Maria dan Peserta dari kerajaan Eldragon berjalan bersama sama karena ingin mereyakan kemenangan Tavin dan Maria.


Di perjalanan Willy meminta ijin kepada mereka karena waktu itu hari sudah sore dan Willy sudah janji akan bertemu lagi dengan Elvina.


"Maaf kalian duluan saja, ada yang ketinggalan di sana"


Willy pun pergi dengan tergesa-gesa, sudah agak jauh Maria pun meminta ijin kepada mereka.


"Duh kayaknya perayaan kemenangan kalian saja yang lakukan saya harus menyusul putra Eldra"


Maria pun dengan menggunakan sihir elemen petir berlari secepat kilat menyusul Willy tetapi sambil bersembunyi karena Maria ingin tahu setiap sore Willy selalu menghilang.


*


Willy pun bertemu seperti biasa dengan Elvina, dia memakai pakaian yang kemarin di pilihkan oleh Willy.


"Wah kamu tambah cantik memakai baju ini"


Willy merayu, Elvina pun tersenyum


"Terima kasih sudah memulihkan baju buat ku, apa kamu suka"


Willy pun mengangguk


"Ya, aku sangat suka sekali soalnya kamu sangat cocok memakai pakaian ini, kamu nampak seperti seorang putri yang ada di dalam mimpiku"


Elvina pun bertanya kepada Willy


"Apa benar putri di dalam mimpi mu itu seperti ku"


"Sumpah apa hayo"


"Sumpah kalau kamu akan menjadi jodoh ku"


"Ich ngarep..."


Willy tersenyum dan penuh harapan. Walau pun di dalam diri Willy terdapat jiwa dari Wildan yang hanya mencintai Elvina yang ada di dunia asalnya.


Tetapi ketika bersama Elvina yang berada di dunia ini hati Willy merasa dia benar-benar dekat dan sedang bersama Elvina dulu di kehidupan asalnya.


Sehingga Willy sangat berharap bisa berjodoh dan terus bersama Elvina yang ada di dunia ini sekarang.


Begitu pula Elvina, dia merasa dia adalah Wildan yang dulu pernah menghiasi hidupnya di Bumi tetapi, Elvina ragu dia adalah Rengkarnasi dari Wildan apa bukan.


Elvina tidak dapat menerima cintanya Willy di dunia ini karena dia ingin memastikan apakah orang yang Elvina cari benar benar Rengkarnasi dari Wildan apa bukan.


Apa bila Willy bukan Rengkarnasi dari Wildan maka Elvina dengan terpaksa meninggalkannya dan apabila dia benar-benar Wildan maka Elvina akan menerima cintanya dan bahkan akan selalu bersamanya dalam suka maupun duka.


*


Willy dan Elvina seperti biasa mengobrol dengan ceria di atas gedung Menara sampai langit sedikit gelap.


Dan betapa mengagetkan karena Maria berjalan di dinding tembok menara sampai keatas menuju ketempat Willy dan Elvina.


"Hai ternyata kamu sedang asik pacaran di sini"


Willy dan Elvina pun kaget setengah mati karena tiba-tiba Maria muncul. Elvina pun bertanya kepada Maria.


"Siapa kamu tiba tiba muncul disini seperti hantu saja"


Maria tersenyum


"Perkenalkan nama ku Maria tunangannya orang bodoh yang sedang bersama mu ini"


Elvina pun melirik Willy,


"Apa benar dia tunangan mu"


Willy menggelengkan kepalanya.


"Bu...bukan dia hanya...."


Elvina pun marah


"Bukan apa, ternyata semua laki-laki itu sama saja"


Plak....


Elvina menampar Willy kemudian dia berkata.


"Sudahlah pertemuan kita sampai disini saja aku permisi dulu"


Elvina pun pergi dengan melompat dari gedung menara yang begitu tinggi.


Wuss....


Willy pun memanggil karena dia anggap itu berbahaya dan Elvina bisa mati kalau melompat dari ketinggian itu.


"Elvina apa yang kamu lakukan jangan melompat"


Willy sudah telat memperingati Elvina dia sudah melompat dengan cepat, dan mendarat dengan mulus di atap bangunan yang ada di bawahnya kemudian berlari dan melompat lagi sampai akhirnya Elvina menghilang dari pandangan Willy.


Willy kaget melihat Elvina ternyata dia bukan anak yang biasa biasa saja, Maria hanya tersenyum karena dia sudah menyadari siapa Elvina sebenarnya.


Willy melirik Maria kemudia dia memarahi Maria.


"Kenapa kamu bilang kita adalah tunangan, kamu diberikan oleh kak Heri dulu hanya sebagai pengawal pribadiku saja dan sekarang lihat.


Elvina dia sangat terpukul karena kamu bilang aku adalah tunangan mu, kamu hanya seorang pelayan yang aku dan ibunda ku anggap sebagai keluarga sendiri dan sekarang apa yang terjadi Elvina pergi begitu saja meninggalkan ku"


Willy terus memarahi Maria sampai Maria meneteskan air mata didalam hati Maria berkata.


"Aku tidak boleh menangis, aku adalah keturunan Assassin yang hebat, seorang assassin tidak boleh menangis"


***


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.