PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Bercerita


Anak anak itu pun kembali berlari mengikuti Willy dan Maria yang masuk lebih dalam lagi kedalam hutan.


Mereka menghentakan kaki kemudian loncat keatas pohon dan melesat kembali seperti para ninja yang sedang mengejar sesuatu.


Melompat, berayun dan mendarat lalu melesat lagi dari pohon satu ke pohon yang lainnya.


Sekitar satu jam mereka berlari seperti itu dan terlihat pohon besar di kaki bukit yang akarnya merambat mencengkram batu besar.


Mereka pun sampai di pohon besar tersebut, kemudian Nolan bertanya kepada Willy.


"Hai putra mahkota, apakah ini tempatnya"


Willy mengangguk


"Iya kita sudah sampai"


Siren terlihat ceria dia pun meraba raba dinding tebing bukit yang berada di bawah pohon besar tersebut, Siren berlari kesana kemari mencari pintu masuk Goa.


Karena tidak ketemu Siren pun menghela napas sambil duduk di akar pohon besar.


"Hah....aku tidak menemukan jalan masuknya, apa benar di sini tempat Penyihir Agung Volyaw Fahetar dulu pernah tinggal dan mengajari Maria dan putra mahkota"


Vico, Yarnt dan wolf-grek tersentak kaget ternyata selama ini tujuan mereka adalah untuk ke Goa tempat penyihir agung Volyaw Fahetar tinggal.


Vico pun bertanya kepada Willy.


"Apa benar, kita kesini itu untuk ke tempat dimana penyihir agung Volyaw Fahetar tinggal, terus di mana jalan masuknya"


Mereka semua mengangguk


"Hu'uh di sini Hayam batu tebing saya dan tidak ada jalan masuk kedalam"


Maria tersenyum kemudian berbicara.


"Ya kalian tidak akan menemukan pintu masuk kedalam Goa kalau mencari dengan cara seperti itu karena pintu masuk tersebut memiliki segel dan hanya dapat di buka oleh pewaris sihir kakek Fahetar sendiri"


Siren pun memperingatkan Maria.


"Maria jaga bicaramu, Sebut Penyihir Agung Volyaw Fahetar bukan kakek Fahetar"


Willy pun tertawa terbahak-bahak


"Hahaha....Siren...Siren apa masalahnya kalau kami menyebut beliau dengan nama kakek Fahetar, toh dia adalah guru kami berdua dan beliau yang meminta menyebut nama dengan kakek Fahetar"


Vico, Yarnt dan wolf-grek kembali di buat tersentak kaget kala mendengar Willy berkata bahwa penyihir agung Volyaw Fahetar adalah guru Willy dan Maria.


Wolf-grek pun menggelengkan kepalanya.


"Pantas Putra Eldra sangat hebat kalau gurunya sendiri adalah pahlawan terkenal yaitu penyihir agung Volyaw Fahetar,


Tapi bukannya penyihir agung Volyaw Fahetar sudah lama meninggal dunia bahkan sudah beberapa puluh tahun yang lalu kenapa bisa putra Eldra di latih oleh beliau"


Wolf-grek menyadari sesuatu dan tahu tentang cerita penyihir agung Volyaw Fahetar karena cerita tersebut sangat terkenal bahkan dikisahkan dalam sebuah buku yang berjudul 3 pahlawan benua.


Willy tersenyum


"Sudah nanti aku ceritakan ketika sudah masuk kedalam Goa"


Willy pun mendekati dinding tebing batu dan mengeluarkan sihir segel untuk membuka pintu goa tersebut.


Wuss....


Terlihat cahaya di dinding batu tersebut merambat seperti membentuk pola sihir dan dingin tebing tersebut berlaha membuka.


Gred....


Gred....


Dinding tebing bergeser sedikit demi sedikit dan membuka pintu Goa, dan semua orang memandang terpana. Kemudian Willy pun mengajak mereka untuk masuk karena Maria sudah masuk terlebih dahulu.


"Ayo teman teman kita masuk kedalam"


Mereka pun masuk kedalam Goa tersebut dan Semua orang terpana melihat dingin yang penuh dengan kristal sihir yang bercahaya sehingga di goa tersebut tidak nampak gelap.


"Wow indah sekali di dalam goa ini"


Siren dan yang lainnya berbencak kagum, Willy pun berkata.


"Ayo jalan, di dalam lebih indah lagi"


Kemudian mereka pun masuk lebih dalam lagi dan mereka melihat ada sebuah meja batu dan beberapa kursi batu dan di ujung goa terlihat ada bangunan yaitu gubuk bambu yang dipakai oleh penyihir agung Volyaw Fahetar sebagai tempat tinggal.


"Kek Maria dan Willy kembali dan membawa teman teman kami, semoga kakek tenang di alam sana"


Maria berbicara pelan tetapi kedengaran oleh semua orang, di sana Siren langsung berlari mendekati Maria dan langsung berlutut dan bersujud di depan monumen batu yang bertuliskan nama penyihir agung Volyaw Fahetar.


"Tuan ku penyihir agung Volyaw Fahetar, perkenalkan nama saya Siren saya teman dari Maria dan putra mahkota, saya seorang Magi yang sangat mengagumi anda"


Siran bercerita banyak atas kekagumannya kepada penyihir agung Volyaw Fahetar didepan monumen batu tanpa memperdulikan orang di sekitarnya.


Semua orang pun ikut berlutut dan merapatkan kedua tangannya dan berdoa semoga penyihir agung Volyaw Fahetar tenaga di alam sana.


Willy pun bangkit kemudian duduk di kursi batu dan semua orang ikut duduk, tetapi Siren masih berlutut di depan monumen batu tersebut.


Sedangkan Maria dia masuk kedalam gubuk bambu dan keluar dengan membawa teko dan gelas bambu yang berisi air minum.


"Ini adalah tea kesukaan kakek Fahetar, dan aku selalu membuatkannya untuk beliau, silahkan kalian di coba juga"


Mereka sedikit heran karena dengan sebentar saja Maria masuk kedalam gubuk tersebut dan kemudian membawa tea panas.


Willy yang pertama mengambil gelas bambu dan menuangkan tea dalam teko ke gelas bambu dan Willy pun sambil bercerita.


"Iya ini adalah tea kesukaan kakek Fahetar, dan aku pun suka tea ini karena bisa membuat ku Rilek setelah berlatih disini"


Mereka pun mencoba tea buatan Maria tersebut dan Willy bercerita lagi sambil menyesap sedikit tea dalam gelas bambu.


"Emm...ini adalah tempat aku berlatih dulu dengan kakek Fahetar dan sebenarnya aku tidak sengaja jatuh ketempat ini dan bertemu dengan kakek Fahetar yang telah menolong ku"


Vico pun berkata,


"Bisa tidak cerita dari awal biar aku tidak bingung sebenarnya aku tidak tahu apa pun tentang ini, tetapi kayaknya anak-anak Eldragon sudah mengetahuinya sebagian"


Willy pun mengangguk


"Baik lah aku akan ceritakan dari awal tetapi di perangkat saja ya"


Semuanya mengangguk dan menyimak dengan seksama.


"Berawal dari penilaian Bejana Ilahi, aku dianggap sebagai pangeran sampah dan di buang bersama ibunda ku ketempat yang tadi sudah kita datangi.


Dan di sana kita bertiga hidup mandiri dari mulai berburu makanan dan belajar meramu obat herbal dan belajar Sihir pengobatan.


Ketika itu aku di suruh mencari Moon grass atau disebut juga rumput bulan dan Maria di perintah untuk mencari teratai salju untuk bahan obat.


Dan aku datang ketempat ini dan menaiki bukit ini dan ternyata Rumput bulan berada di lereng tebing bukit ini yang tumbuh.


Itupun hanya satu pohon, dengan terpaksa aku mendaki lereng tebing tersebut, keadaan Waktu itu musim dingin dan lereng bukit sangat licin.


Akupun berhasil mendapatkan rumput bulan tersebut, tetapi ternyata di atas bukit ini adalah sarang Gripon dan ada 4 ekor anak Gripon dan 1 induknya.


Gripon tersebut tidak mau membesarkan anaknya yang lemah dan induknya membuang Gripon lemah itu kedasar lereng ini dan kebetulan menimpa ku yang berada di bawahnya.


Setelah itu aku dan Gripon lemah itu jatuh kedalam lembah dan ternyata lembah itu adalah Goa ini.


Dan aku pun di tolong oleh penunggu goa ini yaitu kakek Fahetar dan setelah sembuh aku pun diajari ilmu sihir dan beladiri pedang tingkat tinggi"


Willy terus bercerita sampai akhir dan mereka pun mengerti kenapa Willy di sebut dengan pangeran sampah dan bertambah hebat gara gara jatuh dari tebing dan masuk goa dan diajari sihir oleh penyihir agung Volyaw Fahetar.


Setelah Willy bercerita Maria bangkit dari duduknya dan masuk kembali kedalam gubuk bambu kemudian keluar dengan membawa 3 buku kitab yang lumayan tebal.


Brak....


Maria meletakan ke 3 kitab itu di atas meja batu dan mereka pun bertanya


"Kitab apa ini, Maria...?..."


Maria pun mengangkat kitab bagian atas dan menyebutkan satu persatu.


"Ini kitab dasar sihir, yang ini dasar beladiri pedang dan ini kitab dasar beladiri tangan kosong"


***


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.