
Setelah itu para elf yang bertugas memanen buah dewa pun memanggil mereka bertiga karena buah dewa yang matang sudah siap
Kemudian mereka pun di bawa ke mansion untuk penyerahan buah dewa tersebut.
Ternyata yang di berikan kepada mereka itu bukan 1 buah per orang, tetapi 1 buah untuk 3 orang, dengan syarat mereka harus memakan habis di tempat ini dan tidak boleh di bawa pulang.
Itu tidak masalah sebenarnya bagi Willy dan Maria, karena untuk mereka berdua itu tidak berarti, karena Willy menggap buah itu bisa dan mungkin banyak di dunia ini.
Bangsa Elf itu membelah buah dewa itu menjadi 3 bagian dan di berikan kepada Willy, Maria dan Shandya, mereka pun langsung memakan buah itu.
Petapa beruntungnya, di bagian buah dewa yang di berikan kepada Willy, terdapat 2 biji buah dewa, dan tanpa ketahuan oleh siapa pun, biji itu langsung di ambil oleh Willy dan kemudian di masukan ke dalam sihir dimensi.
Willy pun tersenyum di dalam hatinya, dia pun bergumam "Orang di dunia ini sangat bodoh, pohon pepaya bisa tumbuh dari biji, dan bukan hanya itu pohon itu bisa cepat tumbuh dan berbuah tanpa di pengaruhi oleh sihir"
Willy bergumam sendiri, dia tahu bahwa pohon dewa atau pohon pepaya tumbuh besar di Dungeon ini karena di dalam Dungeon ini adalah dunia buatan.
Meskipun ada matahari dan tanah yang subur, tetap saja dunia buatan ini di buat dengan sihir, dan pohon itu tidak baik kalau tumbuh seperti itu.
Pohon dewa lebih cocok di tanam di luar tanpa terpengaruh oleh sihir apa pun, karena pohon itu lebih bagus menyerap esensi alam secara langsung bukan energi sihir yang di lakukan di Dungeon ini.
Willy pun akan berencana menumbuhkan biji pohon dewa itu di kerajaan Jovalavia tepatnya di hutan labirin, untuk menjaga kerahasian, dan tidak menimbulkan perburuan dan perebutan kekuasaan karena di kerajaan Jovalavia memiliki pohon dewa.
Willy pun sudah merencanakan secara matang apa yang akan dia perbuat setelah pulang dari kerajaan Elf ini.
**
Setelah kembali dari dalam Dungeon keabadian banyak orang yang menanti mereka, kebanyakan mereka ingin mendengar cerita bagaimana mana keadaan di dalam Dungeon.
Willy dan Maria tidak banyak bercerita, hanya Shandya lah yang banyak bercerita tentang keadaan di dalam sana.
Willy dan Maria malah di datangi senior mereka yang bernama Miles, dia berniat menagih janji yaitu menantang Willy untuk bertarung.
"Hai bocah, kamu sudah keluar dari dalam Dungeon, ini saatnya kita bertarung, bukanya kamu telah menerima tantangan ku" ucap Miles.
Willy tersenyum dan diam tidak berbicara apa pun, di sana Maria melangkah maju "Senior, bukan dia yang akan melawan mu, tetapi aku"
Miles tidak perduli siapa yang akan menjadi lawannya yang pasti dia bisa bertarung "baiklah ayo kita cari tempat untuk kita bertarung"
"Aet... tunggu dulu, apakah kita bertarung begitu saja, apa kita tidak sambil bertaruh" ucap Maria.
Memang benar bertarung tanpa bertaruh itu hal yang sia sia, bisa menang pun percuma hanya menang bertarung saja. Tetapi kalau ada hal yang akan di taruhkan maka itu akan menjadi penyemangat supaya mereka mengerahkan seluruh kemampuan untuk dapat menang.
"Oy bagus juga ide mu, aku jadi tambah bersemangat" jawab Miles.
Dia pun berpikir apa yang akan dia pertaruhkan, kalau mempertaruhkan armor dan senjata yang dia miliki, itu hal yang tidak mungkin, karena Maria seorang wanita, dan tidak mungkin dia memakai senjata milik Miles kelak.
Miles berpikir keras dan pada akhirnya dia mengeluarkan satu peti koin emas, ada sekitar 500 ribu koin emas di dalamnya, karena peti itu lumayan besar.
"Aku bertaruh seluruh kekayaan ku, aku memiliki 500 ribu koin emas yang ada di peti ini, bagai mana dengan taruhan mu? Ucap Miles.
Maria pun mengeluarkan uang koin emas yang sama jumlahnya dari dalam sihir dimensi "kalau begitu aku pun sama, aku pertaruhkan 500 ribu uang koin emas "
Melihat uang koin emas yang menumpuk semua orang tercengang, karena mereka berdua sangat kaya dan memiliki uang sebanyak itu.
Meskipun semuanya anak seorang bangsawan dan pangeran, tidak semua orang memiliki uang sebanyak itu.
Meskipun Maria bukan dari kalangan bangsawan tetapi dia adalah jenderal besar kerajaan Lareagon, dan uang yang dia hasilkan juga selain dari hadiah perang Maria juga di berikan Willy.
Meskipun awalnya menolak tetapi Willy memaksa, karena tidak setiap saat Maria berada di sisi Willy sehingga dia harus memegang uang sendiri untuk berbelanja.
Di dalam sihir dimensi Maria masih banyak memiliki uang dan itu hanya sebagian kecil saja.
Mereka pun bersepakat, dan bukan hanya mereka, orang lain juga ikutan bertaruh, sehingga pertarungan antara Miles dan Maria menjadi ajang judi.
Mereka pun sudah menemukan lapangan untuk mereka bertarung, dan mereka pun sudah berada di tengah lapangan.
Supaya tidak merusak lingkungan yang ada prajurit elf yang dari awal mengantar kedalam Dungeon memasang perisai barier, ini adalah sihir item dimensi kubah.
Sihir ini untuk mengurung mereka berdua yang sedang bertarung, itu pernah di lakukan oleh Willy pada saat Maria bertarung di kota dengan master guild.
Yang berfungsi apabila terjadi kerusakan di dalam maka dengan otomatis secara berlahan area yang rusak itu akan kembali ke bentuk semula.
Miles bersiap, dia mengeluarkan senjatanya berupa Kampak palu dan dirinya langsung bertranformasi dengan menggunakan Full armor.
Miles memakai Armor berwarna hitam dan semua orang pun terkejut dengan armor yang Miles gunakan.
Salah seorang dari penonton pun berkata "Itu adalah armor black mamba yang terkenal di kerajaan timur, ternyata dia pemilik armor black mamba tersebut"
Kemudian Maria pun tidak mau kalah dia pun bertransformasi dengan menggunakan armor merah milik Leoni yang dia dapat dari hadiah karena Willy sudah menyembuhkan Leoni.
Maria juga mengeluarkan senjata tombak kilin api, sehingga dia memakai satu set armor beserta senjatanya.
Miles pun berkata "Apa kamu sudah siap, kalau sudah aku akan menyerang duluan, aku akan mengalahkan mu dengan 10 jurus yang aku miliki"
"Wah kakak senior begitu percaya diri, bisa mengalahkan ku dengan 10 jurus, ayo aku ladeni, silahkan menyerang duluan" ucap Maria.
Dia pun langsung melakukan kuda kuda siaga dan siap menahan serangan dari Miles.
"Baiklah aku mulai" ucap Miles.
Dia pun mengayunkan senjatanya, yang di ayunkan bagian palu, Miles berteriak "Jurus Penghancur Gunung"
Brak....
Wuss....
Seketika area itu bergetar seperti adanya gempa dan area itu berubah menjadi butiran pasir, sehingga Maria pun hampir terperosok ke dalam pasar tersebut.
Tetapi Maria sigap dia langsung melompat ke belakang dan bertumpu kepada tanah yang masih mengeras.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna