PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Putra Eldra Palsu


Setelah Willy dan Maria selesai menjalankan tugas di kota Legicia, mereka pun melanjutkan perjalanan menuju kota berikutnya.


Kota berikutnya adalah kota ormea di mana kota ini dibawah kekuasaan kerajaan Lusitania, dimana kerajaan ini adalah wilayah para penganut ajaran dewa yang fanatik.


Tetapi kota Ormea ini adalah kota perbatasan, sehingga penduduknya masih berbaur dengan Ras selain manusia.


Willy dan Maria menempuh perjalanan menuju kota ormea itu dengan waktu sekitar 3 Minggu perjalanan, dan sesampainya di gerbang kota seperti biasa Willy dan Maria diperiksa oleh prajurit penjaga dan setelah selesai pemeriksaan, Willy pun membayar uang masuk ke kota.


Disana suasana kota begitu ramai, banyak kuil yang berjejer dari kuil Dewa Cahaya, Dewa Kegelapan, Dewa kesuburan dan Dewa Angin.


Kuil dewa itu juga dilambangkan dengan 4 elemen dasar yaitu elemen api, elemen air, elemen tanah dan elemen angin.


Willy mengagumi keindahan kota ini, walaupun ada di dekat perbatasan, tetapi kita ini sangat makmur, dengan penjagaan dari para prajurit yang banyak membuat kota ini menjadi aman.


Dan bahkan kita ini di lindungi oleh para kesatria dari keempat kuil yang ada di kota ini.


Willy dan Maria berjalan menuju alun alun kota, disana banyak orang yang berbondong-bondong dan berbaris, seperti menyambut seseorang yang sangat mereka kagumi.


Willy mencari tahu dengan bertanya kepada pedagang kaki lima yang ada di sana "Pak, ada apa, sepertinya mereka antusias untuk menyambut seseorang, siapa yang mereka sambut kalau boleh aku tahu"


"Hai anak muda, pasti kamu bukan orang dari kota ini" tanya pedagang kaki lima itu.


"Iya pak, kami berdua baru datang ke kota ini" jawab Willy.


Kemudian pedagang kaki lima itu menjelaskan kepada Willy "Mereka sedang menyambut pahlawan kota Ormea ini"


"Kalau boleh tahu, siapa nama pahlawan kota Ormea ini" tanya kembali Willy.


"Dia di juluki Putra Eldra, nama aslinya adalah Wiliam Velez dan sering di sebut Wili, Putra pertama dari penguasa kota viscoun Velez" pedagang kaki lima itu menjelaskan.


Mendengar perkataan dari pedagang kaki lima, Maria menutup mulutnya, dia menahan tawa, dan karena keinginan tertawanya tidak bisa di tahan lagi, Maria pun tertawa terbahak-bahak.


"Hahaha.....Putra Eldra, Wiliam Velez.... Hahahaha....." Maria tertawa sambil menepuk nepuk pundak Willy.


Melihat Maria yang tertawa lepas dia pun menjadi pusat perhatian karena semua orang langsung berbalik dan melihat ke arah Maria.


"Maria sudah, hentikan tertawa mu" pinta Willy.


Maria pun memelankan tawanya dan bahkan berusaha menghentikan tertawanya, tetapi dia masih terkekeh dan cekikikan sendiri.


"Nona muda, apa yang kamu tertawakan, apakah kamu menertawakan Putra Eldra, kalau sampai di dengar beliau, makan beliau tidak akan segan menghukum mu, jadi hentikanlah, itu sama saja seperti mengejek" pedagang kaki lima itu memperingati.


Willy pun membungkukkan badannya dan meminta maaf atas nama Maria "Maafkan teman ku, tuan, terima kasih atas informasinya, kami pergi dulu"


Willy pun pergi dengan menarik tangan Maria yang masih tertawa cekikikan.


"Ayo kita lihat, bagai mana wajah dari putra Eldra palsu itu" ucap Willy yang menarik tangan Maria.


"Baru pertama ada orang yang berani mengaku sebagai putra Eldra, dan bahkan penduduk kota ini sudah banyak di bodohi oleh putra Eldra palsu itu" ucap Maria.


Mereka berdua masuk kedalam kerumunan warga untuk melihat orang yang mengaku sebagai putra Eldra.


Anak kecil yang antusias menunjuk kearah putra Eldra palsu "Lihat itu pahlawan kita, putra Eldra, dan lihat itu pedang dewa yang di bawa oleh para kesatria anak buah dari putra Eldra"


Terlihat ada seseorang yang memakai pakaian bangsawan dengan di balut armor pelindung dada sarung tangan besi, pelindung lutut serta sepatu besi.


Penampilan yang begitu elegan dan mempesona, duduk di atas tandu yang di pikul oleh 4 orang budak berkulit gelap.


Dan di kawal oleh 20 kesatria yang memakai full armor, dan 2 orang dari mereka menggotong pedang besar, yang anak anak kota itu kira, pedang itu adalah pedang dewa yang di pakai senjata oleh putra Eldra.


Mereka berjalan menuju ke arah guild petualang yang ada di kota Ormea ini, dan entah apa yang akan putra Eldra palsu itu lakukan di guild petualang.


Willy dan Maria mengikuti mereka dari belakang karena kebetulan mereka berdua juga berniat untuk pergi ke guild petualang.


Maria dan Willy tidak perlu naik level, karena dengan level gold saja di kota Legicia mereka menjadi masalah dan sempat di turunkan menjadi pemula karena mereka berdua masih muda.


Tetapi untuk sekarang mereka tidak akan di turunkan dan akan tetap menjadi level Gold, karena ada 2 surat keterangan dan surat pengantar.


Willy dan Maria memiliki surat rekomendasi dari master guild petualang di kota hitam dan master guild petualang di Legicia, sehingga dengan surat itu, mereka tidak akan di ragukan sebagai petualang level gold.


Di perjalanan menuju guild petualang, Willy melihat toko yang di atas pintu di tempel kayu dengan gambar gambar pedang yang di lingkari 2 ekor ular naga.


Lambang itu berarti disana tempat dari penjual informasi yang di bentuk oleh Bomay waktu di kota murbei.


Willy pun tidak langsung ke guild petualang, dia mampir dulu ke toko tersebut, dan toko itu ternyata sebuah bar, yang menjual minuman keras.


Willy masuk ke bar itu dengan menarik tangan Maria, yang menurut saja ikut dengan Willy


Ketika mereka masuk, orang orang menatap Willy dan Maria dengan wajah yang sangar.


Willy pun melihat mereka merasa aneh, penjaga bar itu pun bertanya kepada Willy "Hai anak muda, apa kamu tersesat dan masuk ke mari, di sini bukan tempat untuk anak anak seusia kalian tahu"


Willy pun mengangguk "iya maaf tuan tapi aku mau tanya boleh"


"Ya cepat lah bertanya, dan segera keluar dari tempat ini" ucap penjaga resepsionis.


Willy pun mengeluarkan sebuah token dan menunjukannya ke penjaga itu "tuan apakah anda tahu benda ini"


Orang itu pun membelalakan matanya kemudian dia membungkukan badannya "maaf pangeran, aku tidak mengenali anda"


Dia pun berkata pelan tetapi terdengar suaranya oleh Willy dan Maria.


"Kalau begitu mari aku tunjukkan jalannya pangeran" ucap penjaga itu


Kemudian Willy dan Maria di ajak ke lantai 3 ruangan VIP dan sesampainya di sana penjaga itu pun mempersiapkan Willy dan Maria pun menunggu "silahkan duduk pangeran dan Jenderal, aku akan memanggil manager dulu"


Penjaga itu pun pergi meninggalkan Willy dan Maria di ruangan tersebut, penjaga itu akan memanggil manager penanggung jawab bar ini.


Maria pun bertanya kepada Willy "Apa mereka mengetahui tentang kita berdua"


Willy mengangguk "iya mereka tahu bahwa aku pangeran kerajaan Jovalavia dan kamu jenderal kerajaan Lareagon"


Maria bertanya lagi "Siapa mereka dan kenapa mereka tahu tentang kita, dan memperlakukan kita sangat ramah"


"Apa kamu tidak melihat lambang di pintu masuk tadi" tanya balik Willy.


"Aku tidak memperhatikan lambang atau apa pun, aku hanya mengikuti saja karena kamu tadi menarik tangan ku" jawab Maria.


Willy pun menjelaskan "tadi di atas pintu masuk ada lambang pedang yang dililit 2 ular naga, yang berarti di sini itu adalah adanya informasi yang di jual belikan, dan organisasi ini di bentuk oleh tuan Bomay"


Setelah Willy menjelaskan dia pun menjadi mengerti, karena Willy juga lah yang menyarankan pembentukan jaringan informasi rahasia ini


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna