PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Menyatakan Cinta


Keesokan harinya Willy mendaftar ulang bersama Maria untuk pertandingan pembukaan yaitu lomba berkuda dengan halang rintang.


Willy mengalami kekalahan dia terjatuh dari kuda dan langsung di diskualifikasi, Maria pun sama dia tidak bisa mengendalikan kuda yang dia tunggangi dan berlari keluar jalur lintas sehingga dia juga di diskualifikasi.


Setelah pertandingan pertama ini Willy mengalami luka lecet karena terjatuh dari kuda, Willy jatuh dari kuda karena sejak awal dia tidak pernah menunggangi seekor kuda.


"Ah...dasar, putra Eldra belum juga kudanya berlari kamu sudah jatuh dulu an malu maluin saja"


Maria meledek Willy, dan para kapten yang melihat kejadian itu mereka tertawa karena tingkah Willy sangat lucu, Willy pun membalas meledek Maria.


"Kamu juga sama masa naik kuda sampai berlawanan arah, apa kamu tidak tahu arah lintasan"


Para kapten tertawa mendengar perkataan Willy, muka Maria pun menjadi merah dia pun berteriak.


"Diam kalian, kalian hanya menonton saja kalau bisa ayo nanti kita balapan"


Maria kesal dan menantang para kapten. Dan salah satu kapten pun berbicara.


"Maaf komandan pasukan tombak naga, kami ini penunggang Wyvern buka penunggang Kuda kalau boleh nanti setelah kompetisi ini selesai ayo kita bertanding di angkasa"


Para kapten menantang ulang Maria, dan dia pun membela diri.


"Ih ..kalian curang mana pernah aku menunggangi Wyvern seperti kalian"


Para kapten dan Willy pun tertawa terbahak-bahak. 😄😄😄😄


"Sudah sudah besok lusa aku akan memenangkan kompetisi lainnya"


Willy pun menyudahi dan mengajak semua untuk kembali ke penginapan.


"Ya sudah ayo kita pulang besok kan libur karena pertandingan kita selang satu hari kita besok berkeliling kota yang belum kita kunjungi"


"Ya sudah ayo kita pulang"


Mereka pun beranjak pergi untuk pulang kepenginapan tetapi Willy tersadar bahwa ini sudah sore dan dia ada janji bertemu dengan Elvina di atas gedung menara.


Willy segera berlari sambil berkata.


"Kalian pulang duluan aku ada yang lupa"


Maria pun Mengeluh dan bertanya kepada para kapten.


"Hai Cody, Blair dan Fergus kalian yang selalu dekat dengan putra Eldra dari kemarin dia selalu bertingkah aneh apa kalian tahu sesuatu tentang dirinya"


"Tidak komandan, Putra Eldra tidak pernah bercerita tetapi kemarin setelah pulang dia selalu senyam senyum sendiri seperti orang yang lagi jatuh cinta"


Maria pun penasaran, kemana Willy pergi dia tadinya ingin pergi menyusul tetapi dia takut tersesesat dan tidak bisa kembali.


Maria pun didalam hatinya menyusun rencana untuk mengikuti Willy besok lusa kalau dia pergi sendiri lagi dengan tergesa-gesa.


*


Di gedung menara Elvina sudah menunggu lama, dan kemudian Willy datang dengan terengah engah.


"Maaf aku telat, apa kamu menunggu sudah lama"


Elvina pun menggembungkan pipinya, dan bibirnya cemberut.


"Huh... hampir saja aku membatu disini karena menunggu mu, kemana saja kamu heuh"


Willy pun berkali kali meminta maaf.


"Maafkan aku ya, aku tadi mampir membeli makanan dulu apakah kamu sudah makan"


Willy mencari alasan


"Pasti kamu belum makan karena lama menunggu ku ayo kita makan dulu ini enak loch"


Willy merayu Elvina supaya memaafkannya dan tidak lagi marah padanya, Elvina pun luluh hatinya kemudian dia pun makan bersama Willy.


Setelah itu mereka pun mengobrol ngaler ngidul sampai obrolan yang tidak penting pun di bahas, mereka tertawa bahagia. Sampai ujung pembicaraan mereka karena hari sudah mulai gelap. Mereka pun berpisah dan berjanji akan bertemu lagi di sini besok harinya.


Sepulang nya ke penginapan Maria bertanya kepada Willy.


"Hai putra Eldra, kemana saja kamu udah hampir malam baru pulang"


Willy tersenyum sambil masuk kedalam kamar


"Mau tau aja, kepo. Rahasia tau"


Maria geram dan tidak mau bertanya lagi dia pun masuk ke dalam kamar dan rebahan di tempat tidurnya.


Ketika Maria akan mengajak ngobrol Willy ternyata Willy sudah terlelap tidur.


"Hai putra Eldra aku ingin bica...."


"Heuh dia sudah mengorok duluan ya sudah besok pagi saja aku akan tanyakan"


Maria pun tidur sampai dia bangun kesiangan dan ketika melihat ke tempat tidur Willy, Willy sudah tidak ada ditempat.


Willy sudah pergi duluan dia mencari makanan dan pergi ke gedung menara untuk bertemu dengan Elvina.


"Pagi cantik..."


"Pagi juga...tampan"


Hati Willy berbunga-bunga ketika dia di sebut tampan oleh Elvina, dan Elvina pun pipi nya memerah.


Willy bertanya kepada Elvina


"Sudah makan belum..."


Elvina menggelengkan kepalanya.


"Belum tadi aku buru-buru takut kamu lama menunggu"


"Kalau begitu ayo kita makan aku bawa kamu makanan"


Willy membeli Sosis bakar dan Ayam Bakar dan 2 bungkus nasi yang di bungkus dengan daun pisang, sosis Bakar dan Ayam Bakar itu adalah kesukaannya Elvina.


Elvina disini adalah pacarnya Willy ketika dia masih menjadi Wildan di dunia asalnya, karena Elvina yang sekarang dia mirip seperti Elvina yang ada di dunia asalnya.


Hanya saja Elvina yang sekarang adalah versi Elvina ketika masih anak berusia 8 tahun dan Elvina yang sekarang memiliki telinga yang runcing mirip seperti bangsa Elf.


"Bagai mana makanan yang aku bawa apakah kamu suka"


"Wah...sosis bakar dan Ayam Bakar ini adalah makanan kesukaan aku, kalau aku berada di rumah Kaka ku Vania suka membuatkan ku makanan ini"


Willy pun tersenyum dan ikut bahagia


"Syukurlah kalau kamu suka makanan yang aku bawa, ayo kita makan setelah itu kita jalan jalan keliling kota, aku ada sedikit uang, kalau kamu ingin beli sesuatu aku akan traktir kamu"


Elvina pun senang.


"Asik... terima kasih ya tampan ku..."


Muka Willy menjadi merah padam mendengar Elvina berkata tampan ku.


Sambil makan Willy pun menyatakan cintanya kepada Elvina.


"Hai Elvina..."


"Iya ada apa..."


"Mau kah kamu menjadi pacar ku"


Elvina malu malu tapi mau kemudian dia menjawab.


"Kita masih kecil, masa kita sudah pacaran, kita temenan aja dulu, lagian ada laki laki yang aku cari juga"


Willy merasa sedih karena Elvina hanya mengajak Willy temenan saja.


"Siapa laki laki yang kamu cari itu"


Elvina menggelengkan kepalanya


"Entahlah tetapi dia selalu hadir dalam mimpiku, tetapi wajah nya itu mirip dengan mu tetapi dia sudah sedikit dewasa"


Willy pun sedikit mengingat kejadian dulu waktu masih menjadi Wilda dan dia berkata dalam hati.


"Apa mungkin, dia Kekasihku Elvina tapi tidak mungkin dia sudah hidup bahagia bersama orang lain di Bumi dan sekarang aku disini memulai kehidupan ku yang baru"


Melihat Willy melamun Elvina pun merasa bersalah.


"Hai jangan melamun dong, maaf aku sudah berkata demi kian, tapi kalau kamu ingin aku menjadi pacar mu, tidak mungkin untuk sekarang ini.


Tetapi kalau kita berjodoh 5 tahun lagi kita akan bertemu lagi di sini tepatnya ketika acara ini diselenggarakan lagi"


***


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.