PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Bocah Petualang


Willy dan Maria menyantap makanan setelah itu mereka pun mandi dan mengganti baju dengan baju yang baru.


Setelah kegiatan di dalam kamar selesai mereka pun beristirahat karena mereka sangat kelelahan akibat perjalanan jauh.


Di sore hari mereka pun bangun dan kemudian keluar dari kamar penginapan untuk jalan jalan.


"Apa yang akan kita lakukan sekarang di tempat ini, apakah kita hanya jalan jalan saja" tanya Maria.


"Ya kita akan jalan jalan sambil membeli barang, belilah apa yang kamu suka" jawab Willy.


Maria tidak seperti wanita pada umumnya yang gila akan berbelanja dan menginginkan sesuatu yang indah seperti perhiasan atau pakaian mewah.


Maria tidak menginginkan apa pun karena semua yang dia butuhkan sudah tersedia di dalam sihir dimensi miliknya.


Yang pasti Maria tidak memiliki tujuan, hanya mengikuti Willy untuk menuju ke Federasi bebas dan menunggu jemputan untuk di baktis di kerajaan Fander, karena sudah memenangkan kompetisi meskipun juara ke 3.


"Aku tidak ingin apa apa, karena kebutuhan ku sudah terpenuhi" ucap Maria.


Willy pun merangkul pundak Maria "Ayo lah, meskipun kita belum dewasa, kamu akan menjadi istriku, kamu harus memiliki tujuan hidup dan senang akan sesuatu, apakah setiap keluarga assassin memang seperti ini" ucap Willy.


"Apa maksud mu dengan keluarga assassin " tanya Maria.


Sebenarnya Hampir semua Assassin mendedikasikan hidupnya hanya untuk membunuh dan menunggu perintah dari tuan mereka.


Ketika para assassin tidak memiliki tujuan maka mereka seperti mayat hidup yang berjalan tanpa arah,


Begitu juga Maria meskipun semenjak kecil dia bersama Willy dan ratu Elisia, tetapi didikan sebelumnya oleh keluarga adalah sebagai seorang assassin.


Sehingga sekarang Maria tidak memiliki tujuan dan tidak ada yang dia suka seperti barang barang yang Willy tawarkan kepadanya.


"Ayolah jangan kaku, wanita lain senang akan membeli perhiasan, baju dan aksesoris, bertingkah lah seperti mereka" ucap Willy.


Maria hanya tersenyum "Aku tidak tahu yang aku suka, sudahlah yang penting aku ada untuk kamu saja"


"Baik lah, kalau ada yang kamu suka bicara saja kepada ku" ucap Willy.


Kemudian mereka berjalan menuju workshop black Smith, tempat penempaan senjata, Willy ingin membuat senjata yang akan di pakainya selain menggunakan pedang dewa naga agung.


Karena kalau selalu menggunakan pedang dewa naga agung dia terlalu mencolok, dan pedang taring salju sudah di berikan kepada klan serigala salju, sehingga dia ingin mencari pengganti pedang tersebut.


Terlihat di workshop black Smith itu ada lelaki paruh baya yang sedang menempa sebuah pedang, karena di counter tidak ada yang menunggu sehingga Willy memanggil laki laki paruh baya itu.


"Tuan, bisakah kami dilayani "ucap Willy.


Laki laki paruh baya itu malah asik menempa, tetapi dia menjawab sautan dari Willy "Apa yang kalian inginkan, aku sedang sibuk kembali saja nanti"


Willy malah menghampiri laki laki paruh baya itu dengan di ikuti Maria dari belakang.


Di workshop black Smith itu suhunya lumayan panas, seperti berada di gurun pasir atau di dekat kawah gunung berapi.


Lelaki paruh baya itu menempa dengan telanjang dada, otot dan badan kekar terlihat, dia mengayunkan palu tempa dengan mantap.


"Pedang apa yang sedang anda buat, sepertinya pedang itu di buat dari bijih logam yang bagus" tanya Willy.


Black Smith itu tersenyum sambil menoleh ke arah Willy "Kamu tahu juga tentang bijih logam bocah, siapa kamu sebenarnya"


"Hahaha aku hanya Bocah Petualang yang sedang mencari senjata" jawab Willy.


"Senjata apa yang kamu cari" tanya kembali black Smith tersebut.


"Aku ingin sebuah pedang dan tombak, Apakah anda memilikinya" tanya Willy.


Willy pun mencari tempat duduk dan duduk menunggu black Smith itu menempa pedang yang baru setengah jadi.


Kemudian black Smith itu memasukan pedang setengah jadi itu kembali ke bara api dan kemudian menghampiri Willy.


"Ayo ikut aku " black Smith itu mengajak Willy dan Maria ke toko senjata yang ada di sebelah workshop nya.


Di sana banyak berjajar berbagai macam senjata, dan armor. Maria tertegun sejenak dan dia menatap armor berwarna merah yang ada di pojok toko tersebut.


Willy melihat Maria yang sedang memandangi armor itu, pandangan matanya tidak bergerak dan terus memandangi armor merah itu


"Hey tuan, aku mau beli Armor merah yang ada di pojok itu, berapa harganya" tanya Willy.


Black Smith itu pun menggelengkan kepalanya "maaf nak, tapi armor itu tidak aku jual"


"Ayolah tuan, aku akan membayar berapa pun harganya, lihatlah, pacar ku Maria menginginkan armor itu" Willy sedikit memohon.


Ya biasanya Maria tidak tertarik akan suatu barang, dan ini kali pertama dia melihat armor merah, padahal dia juga sudah memiliki armor buatan Dwarf yang terbuat dari logam uru.


Sepertinya armor itu memiliki daya tarik dan seperti memanggil Maria supaya di milikinya, dan juga panggilan Willy menyebutkan bahwa Maria adalah pacarnya, biasanya Willy menyebut Maria sebagai teman meskipun sebenarnya Maria adalah tunangan Willy.


Black Smith itu tetap kekeh tidak mau menjual armor itu, "Itu armor milik anak ku, dan tidak aku jual"


"Tuan di mana anak mu, aku akan berbicara dengan dia supaya dia menjual armor itu kepada ku, anda seorang black Smith, masih bisa membuat armor yang sama seperti itu" ucap Willy.


Mendengar menyebut di mana anak mu, black Smith itu menjadi sedih matanya berkaca-kaca, melihat mata dan raut muka black Smith itu Willy pun dapat menebak.


"Maaf kan aku, kalau anak mu sudah....."Willy tidak melanjutkan bicaranya.


Black Smith itu menggelengkan kepalanya "Tidak....tidak....anak ku belum meninggal dunia, anak ku hanya sedang sakit saja, Tapi...."


Ucapan black Smith itu sama seperti Willy tidak di lanjutkan dan perkataannya seperti menggantung.


"Sakit apa anak anda tuan, dan sudah berapa lama" tanya Willy.


Black Smith itu meneteskan air matanya kemudian dia duduk dan bercerita "Anak ku adalah petualang level silver yang cukup menjanjikan, tetapi di quest terakhir dia di bokong oleh beberapa orang assassin, kedua rekannya meninggal dunia dan anak ku terkena racun, sudah 6 bulan ini anak ku terbaring tidak sadarkan diri"


Willy pun menyeringai dan mendapatkan ide "Begini saja tuan, bagai mana kalau aku mengobati anak anda, kalau aku bisa menyembuhkannya maka armor itu menjadi milik ku"


Mendengar perkataan dari Willy, black Smith itu langsung marah dan menggebrak meja.


Brak....


"Apa yang kamu katakan bocah, aku sudah mencari tabib dan penyihir penyembuh untuk mengobati anak ku, tetapi tidak ada satu pun yang bisa menyembuhkan dia, anak ku dapat bertahan hidup di tempat tidur karena selama ini aku memberikan obat penghambat Racun supaya racunnya tidak menyebar.


Sekarang kamu berkeyakinan untuk mengobati anak ku, punya kepercayaan diri dari mana kamu, dasar bocah sialan, pergi dari toko ku, aku tidak ingin menjual apapun lagi kepada mu"


Setelah berkata demikian black Smith itu pun menangis.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna