PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Pertarungan Ratu Elisia


Ratu Vanessa menahan serangan pedang dari Raja Adrian Plakona dengan mudah dan Ratu Vanessa pun menyeringai, nampak wajah cantiknya seperti pembunuh berdarah dingin.


Sehingga membuat tubuh Raja Adrian Plakona gemetar ketakutan, dia pun melompat beberapa langkah kebelakang untuk menentukan jarak dengan Ratu Vanessa.


Ratu Vanessa berkata "Apa kamu tahu, kepada siapa kamu menghina, dan menyebut ku wanita ******, dan apa kamu tidak berpikir siapa sebenarnya yang ****** dan sialan itu "


Raja Adrian Plakona meludah "cuih...aku tentu saja kepada mu, dasar ******....Mati saja kamu"


Raja Adrian Plakona kembali melemparkan hinaan kepada Ratu Vanessa, tetapi Ratu Vanessa hanya tersenyum dan berkata "Aku tidak akan mati karena kata kata mu"


Kemudian Ratu Vanessa mengayunkan kapaknya yang besar itu dengan cepat "Bersiap lah kamu lah yang akan mati hari ini dengan mengenaskan"


Putaran kapak itu membentuk lingkaran dan ada cahaya kecoklatan menyelimuti kemudian Ratu Vanessa melemparkan kapak itu dengan cepat ke arah Raja Adrian Plakona.


Wuss....


"Jurus putaran kapak Pembelah Gunung" teriak Ratu Vanessa


Crack....


Tubuh Raja Adrian Plakona terbelah menjadi dua bagian sehingga memuncratkan darah segar kesegala arah.


Duwar....


Setelah membelah Raja Adrian Plakona kapak itu mendarat di tanah dan membuat ledakan yang sangat besar sehingga para prajurit musuh yang ada disana berhamburan.


Para prajurit musuh yang melihat kejadian itu bergidik ngeri karena Raja Adrian Plakona mati dan terbelah menjadi dua bagian.


*


Di pertarungan Ratu Elisia melawan Erik Plakona mereka berdua sama-sama memakai pedang.


Tetapi di pertarungan Ratu Elisia dan Erik Plakona, lebih unggul Erik Plakona karena Ratu Elisia haya seorang Healer, dan petarung jarak jauh dengan menggunakan panah dan sihir.


Tetapi kalau melakukan pertarungan jarak dekat Ratu Elisia tidak diuntungkan karena dia tidak pernah berlatih pedang.


Erik Plakona pun menyerang Ratu Elisia dengan membabi buta dia menyerang dari segala arah dan Ratu Elisia menahan dengan pedangnya dan juga dengan sihir pertahanan yang dia miliki.


Sesekali Ratu Elisia menyerang dan menghunuskan pedangnya kearah Erik Plakona, tetapi dengan mudah Erik Plakona menghindarinya.


"Hahaha.... inikah serangan dari Ratu yang di kenal hebat di kerajaan Jovalavia ini, aku yakin kamu hanya hebat dalam melayani di atas kasur saja tetapi payah dalam bertarung seperti ini" ucap Erik Plakona meledek.


Ratu Elisia malah tersenyum "Terima kasih atas pujiannya, Iya memang aku hanya pintar bertarung di atas Ranjang, tetapi hati ini aku akan bertarung dan membunuh mu"


Erik Plakona menatap Ratu Elisia dengan tatapan mesum, "dari pada kita bertempur di sini lebih baik kamu melayani aku saja, kita bertempur di atas ranjang, maka aku akan mengampuni dan tidak akan membunuhmu"


"Hahaha.... Maaf aku sudah bersuami yang aku layani hanya suami ku Raja Hendrik Jovanka, kalau kamu mau ajak lah Ratu Isabel mu, aku tahu dia sangat pintar melayani mu" ucap Ratu Elisia.


Sembari bertempur dan saling menyerang mereka berdua saling berbicara satu dengan yang lainnya.


"Hai kenapa kamu tahu yang aku lakukan dengan Isabel apa kamu pernah melihatnya" tanya Erik Plakona.


"Bukan hanya kamu saja yang memiliki mata mata di kerajaan Jovalavia ku, kami juga memiliki mata mata di kerajaan mu, sehingga kami tahu apa yang akan kamu perbuat hari ini" Jawab Ratu Elisia.


Erik Plakona pun menjadi marah "kurang ajar jadi pengepungan ini adalah jebakan untuk kami"


"Bukan hanya kamu dan ayah mu yang memiliki rencana jahat, kami pun memiliki rencana untuk menghancurkan kalian dan bahkan Kerajaan Nebulosus yang kalian ambil akan kembali ke pewarisnya" ucap Ratu Elisia.


Erik Plakona geram dia sangat marah dan mempercepat serangannya "kurang ajar aku akan menyiksa mu dan membuat mu menjerit nikmat setelah itu akan aku suruh anak buah ku menikmati tubuh indah mu"


Ratu Elisia pun mencibir dengan mengacungkan jari kelingking nya "Napsu aja gede tapi, kejantanan mu hanya sebesar gini"


Erik Plakona merasa sangat di hina sehingga dia pun terprovokasi dan menyerang dengan membabi buta. "Kurang ajar mati kau dasar wanita sialan"


Ratu Elisia menahan segala serangan dengan pedang dan sihir pertahanan yang dia miliki, serangan membabi buta dari Erik Plakona tidak ada yang menembus dan melukainya.


Erik Plakona sangat marah ketika membandingkan kejantanannya dengan jari kelingking yang kecil, dia terbakar amarah sehingga emosinya meluap luap.


Erik Plakona memang orang yang gampang marah dan tersinggung dengan keadaan ini Ratu Elisia di untungkan karena serangan dari Erik Plakona tidak terarah dan asal menyerang.


Ratu Elisia melompat kebelakang untuk membuat jarak yang lumayan jauh supaya dia bisa mengeluarkan sihir elemen yang dia miliki.


"Jurus Elemen Air Bola sihir air...." Ratu Elisia menggunakan jurus air.


Dan terbentuklah puluhan bola air sebesar bola basket melayang mengelilingi Ratu Elisia.


Erik Plakona pun mencibir "hah hanya itu sihir yang kamu bisa"


Ratu Elisia tersenyum kemudian dia merentangkan kedua tangannya kearah Erik Plakona. "Jurus meriam air"


Wuss....


Wuss....


Dari satu bola air sebesar bola basket keluar dengan sangat cepat bola air sebesar bola tenis dan menghampiri Erik Plakona.


Erik Plakona menghindari segala serangan dari bola air tersebut terkadang dia menebas bola air tersebut menjadi dua bagian dan bola air yang di tebas kemudian menjadi butiran air kecil sebesar kelereng.


Erik Plakona sadar bahwa serangan bola air itu tidak berbahaya kerana dia terkena beberapa kali serangan bola air tersebut tetapi tidak luka hanya terasa sakit sedikit seperti di gigit semut.


Dan serangan bola air itu hanya untuk menguras stamina dari Erik Plakona dan dia pun berhenti menghindari serangan bola air tersebut. Bahkan sesekali dia meminum air yang melayang di dekat dirinya.


"Kurang ajar dasar wanita sialan, apa ini serangan ampuh mu, ini sudah tidak bekerja lagi buat ku" ledek Erik Plakona.


Ratu Elisia pun tertawa terbahak-bahak "Hahaha....Kalau begitu kamu sangat bodoh, kenapa dengan panik kamu menghindari serangan bola air ku kalau itu tidak berbahaya dan kau menyadarinya terlambat.


Berarti otak mu itu bermasalah, hanya otak udang, bodoh seperti seekor keledai" cibir Ratu Elisia.


Ketika Erik Plakona menghentikan gerakannya dan tidak lagi mengindari segala serangan dari bola air tersebut. Seluruh tubuhnya telah di kelilingi air yang melayang layang, karena dia menerima segala serangan dari Ratu Elisia yang tidak mematikan.


"Sialan akan aku buat kamu menderita sebelum kematian mu" ucap Erik Plakona.


Tetapi Ratu Elisia tersenyum, mulutnya merekah "Kamu lah yang akan berakhir dan mati"


Kemudian Ratu Elisia merapatkan kedua tangannya "Jurus elemen air, Kurungan bola air"


Wuss....


Semua air yang tadi menyerang Erik Plakona dan berkumpul serta melayang di sekitarnya bersatu dan mengurung Erik Plakona di dalamnya.


Erik Plakona sempat tertawa terbahak-bahak "Haha....Jangan mimpi kamu dapat membunuh ku dengan sihir elemen air ini, aku juga bisa menggunakan sihir elemen api, akan aku buat air mu ini menguap"


Ratu Elisia tidak mendengarkan ocehan dari Erik Plakona dia membelakangi Erik Plakona dan berjalan menjauhi pertempuran.


Air itu pun mengurung Erik Plakona dan dia pun tenggelam di dalamnya, dengan bodohnya Erik Plakona mengeluarkan sihir elemen api di dalam air tersebut.


Ratu Elisia bergumam "Dasar Bodoh, otak udang"


Air itu memang menguap tetapi juga mendidih dan membuat Erik Plakona seperti di dalam wajan yang sedang di rebus. Kebodohannya membuat dia mati mengenaskan.


Setelah Erik Plakona mati air itu pun meledak dan menghambur kesegala arah membuat prajurit musuh kepanasan.


Semua prajurit menjadi hilang semangat karena Raja Adrian Plakona dan Erik Plakona sudah mati, mereka pun menjatuhkan senjata dan menyerah kepada prajurit kerajaan Jovalavia dan pertempuran pun berakhir.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna