PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Kejutan Dari Putra Eldra


Sore hari menjelang, mereka sudah selesai merombak Gudang menjadi layak di pakai sebagai Markas besar Pasukan Raja Naga.


Dan Willy pun memberi pengumuman sebelum mereka pulang.


"Perhatian, kepada seluruh prajurit untuk besok kalian membawa buku catatan dan alat tulis apa kalian mengerti"


"Siap kami mengerti"


"Ya sekarang kalian boleh bubar"


Kemudian kapten yang berada di paling kanan memberikan komando.


"Kepada Komandan Pasukan Raja Naga Hormat.... Gerak"


"Brak ...."


Willy membalas menghormat.


"Tegak....gerak. balik kanan Bubar Jalan"


Kemudian Willy bertanya kepada ketua master Black Smith.


"Tuan Aiden kalau boleh, mulai besok kalian mulai bekerja, dan apakah kalian tahu dan bisa membaca Blue Print"


Aiden mengangguk


"Iya tuan ku putra Eldra, itu sudah dasar kami bisa membaca dan membuat senjata dengan contoh dari Blue Print"


"Bagus kalau begitu mulai besok anda semua mulai bekerja, tetapi lain kali tidak perlu berlutut kepada ku, cukup lakukan yang seperti para prajurit lakukan yaitu menghormat kepadaku dengan mengangkat tangan dan ditempelkan di pelipis"


"Baik lah tuan ku putra Eldra kami mengerti, terima kasih atas kebaikan tuan ku".


Mereka pun pulang dari sana dan kembali ke tempatnya masing-masing.


Di malam harinya ketika Willy sedang makan malam.


"Kak Clarisa dan kakek Freevik, Willy ucapkan terima kasih sudah memberikan Willy begitu banyak bijih logam dan 10 orang black Smith master"


Raja Freevik Reagon tertawa.


"Hahaha...itu tidak masalah, kamu sudah banyak memberikan kejutan kepada kakek, dan sekarang kakek tunggu kejutan dari putra Eldra selanjutnya.


Kakek akan selalu mendukung mu, karena kamu sudah menjadi bagian dari keluarga kerajaan Lareagon ini"


Maria dan Raja Ferik Reagon penasaran apa yang sedang mereka bicarakan.


"Kek ada apa sih, kenapa kami tidak di beri tahu, kita juga kan sama sama keluarga disini"


Raja Freevik Reagon tersenyum tetapi Clarisa langsung berbicara.


"Ini Rahasia kami bertiga, kalian tidak perlu tahu"


Maria sedikit marah kepada Willy.


"Oh...jadi mau main rahasia rahasiaan cerita nya, awas saja kalau ada perlu dengan ku aku tidak akan peduli lagi"


Semua orang tertawa


"Hahaha....."


Willy pun berbicara


"Ini Masih Rahasia, tetapi pada waktunya kalian semua akan mengetahuinya, dan kau di beritahukan sekarang maka itu tidak akan menarik lagi"


Setelah pembicaraan itu mereka pun melanjutkan makan dan setelah itu mereka pergi ke kamarnya masing-masing untuk beristirahat.


*


Keesokan harinya Di markas besar pasukan Raja Naga. Semua prajurit sedang duduk didalam ruangan dengan alat tulis mereka.


Willy menjelaskan trik dan tehnik dalam Formasi penyerangan melalui udara. Karena rencananya Willy akan menjadikan pasukan Raja Naga sebagai pasukan udara kerajaan Lareagon.


Willy sudah meminta 100 Wyvern kepada Raja Gibran untuk pasukanya ini, walaupun di kerajaan Lareagon banyak prajurit memiliki Gripon, tetapi kecepatan terbangnya tidak secepat Wyvern.


Maka dari itu Willy menginginkan pasukanya menjadi pasukan udara tercepat yang menyerang menggunakan senjata Shotgun.


Sehingga pertempuran di udara maupun di darat akan mudah di menangkan oleh Pasukan Raja Naga.


*


Di sisi lain ditempat yang sama, ke 10 black Smith master itu sedang melihat Blue Print milik Willy mereka melihat dengan seksama.


"Tuan Aiden kalau bisa bahannyaa Ringan tetapi sangat kuat"


Aiden mengangguk


"Baik tuan ku putra Eldra akan saya usahakan membuat bahan yang ringan dan kuat"


Karena di Blue Print Willy sudah ada ukurannya maka para Black Smith itu pun segera membentuk cetakan dari tanah liat dan yang lainnya melebur bijih logam dan mencampur logam yang satu dengan yang lainnya.


Kemudian Willy bertanya kepada Black Smith master itu.


"Tuan Aiden berapa lama kira kira semua bisa selesai"


"Tuanku putra Eldra, diperkirakan semua selesai dalam waktu 3 bulan karena ini semua sangat besar tidak seperti membuat sebuah senjata yang bisa menghabiskan waktu 1 Minggu untuk 10 buah senjata"


"Baiklah kalau begitu saya serahkan semuanya kepada anda"


*


Di luar gudang senjata, tepatnya di langit Kerajaan Lareagon, ada sekitar 900 Wyvern terbang mengelilingi lapangan Latihan kemudian satu persatu mereka mendarat.


Meraka adalah pasukan Divisi ke 3 yang di pimpin oleh Jenderal Tavish, Pasukan Angkatan Udara kerajaan Eldragon.


Dengan prajurit dilengkapi senjata senjata berupa panah CrossBow dan terlihat di belakang mereka menggendong sekitar 100 anak panah yang ujungnya dipasangi logam runcing terbuat dari Bijih Fulham yang bisa meledak apabila terkena benturan keras.


Setelah mereka semua mendarat Pemimpin mereka yaitu Jenderal Tavish menghadap Raja Freevik Reagon, karena ketika mereka terbang di angkasa menuju kerajaan Lareagon, Raja Gibran sudah memberitahu melalui alat komunikasi sihir.


Raja Freevik Reagon bersama Clarisa dan Raja Ferik Reagon berjalan keluar kastil istana dan menuju ke lapang latihan.


Jenderal Tavish pun turun dari Wyvern yang dia tunggangi kemudian berlutut kepada Raja Freevik Reagon.


"Saya Jenderal Tavish Komandan Pasukan Angkatan Udara Kerajaan Eldragon utusan tuan ku Raja Gibran menghadap yang mulia Raja Lareagon"


Kemudian Raja Freevik Reagon memerintahkan jenderal Tavish bangun


"Bangunlah"


"Terima kasih yang mulia Raja Lareagon"


"Saya sudah di beritahukan raja kalian, kalian datang ke sini untuk memberikan sejumlah Wyvern kepada putra Eldra apa itu benar"


Jenderal Tavish mengangguk


"Benar yang mulia Raja Lareagon, dan apa boleh saya bertemu dengan beliau"


Willy dari markas pasukan Raja Naga menghampiri Raja Freevik Reagon, dan Maria yang sedang berlatih pun berhenti dia pun menghampiri Raja Freevik Reagon.


Kemudian Raja Freevik Reagon menunjuk kepada Willy.


"Itu dia Putra Eldra sedang berjalan kesini kita tunggu saja sampai dia sampai kesini"


Willy pun sampai di tempat mereka, Jenderal Tavish menghadap Willy kemudian dia menghormat dan Willy pun membalas hormat nya itu.


"Lapor saya Jenderal Tavish Komandan Pasukan Angkatan Udara kerajaan Eldragon menghadap Putra Mahkota kerajaan Eldragon"


Willy tersenyum kemudian diapun berkata.


"Hehehe...aku bukan putra mahkota, dan dari mana jenderal Tavish bisa tahu kebiasaan saya sebagai Komandan pasukan raja naga tidak suka ada yang berlutut didepan saya"


"Maaf tuan ku putra mahkota, saya diajarkan oleh Raja Gibran dan banyak mendengar tentang kehebatan anda dari beliau"


"Hahaha...Paman Gibran melebih lebihkan, eh jangan panggil saya putra mahkota panggil saja saya putra Eldra seperti yang lainnya"


"Baik Tuanku putra mah, eh..putra Eldra"


Raja Freevik Reagon pun mengajak mereka masuk kedalam istana kerajaan.


"Ayo kita masuk dahulu anda baru datang tidak baik mengobrol di luar"


"Baik lah yang mulia Raja Lareagon saya terima tawaran anda"


"Ayo mari Jenderal Tavish"


Mereka pun pergi meninggalkan tempat tersebut dan masuk kedalam istana kerajaan.


***


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.