
Sesampainya di Guild petualang kota Legicia Willy memerintah Alfa kera untuk meletakan mayat denim dan temannya, sedangkan Yesi menyuruh kera Betta membaringkan mayat chord.
Kedatangan mereka membuat kaget semua petualang yang ada di dalam gedung guild, bukan hanya mereka, tadi juga sebelum masuk kedalam kota, para prajurit penjaga menghadang mereka.
Tetapi karena di jelaskan oleh rolet dan Yesi maka prajurit penjaga gerbang membiarkan mereka untuk memasuki kota.
Dan mereka menjadi pusat perhatian selama berjalan menyusuri jalan menuju ke dalam guild petualang.
Tidak ada yang berani menghalangi jalan mereka karena mereka takut melihat sosok monster kera yang begitu besar seperti kera Alfa.
Dan setelah sampai di guild petualang pun orang yang melihatnya menjadi kaget. Salah seorang dari petualang pun bertanya "Apa maksud dari semua ini, Rolet. Berati kamu yang selama ini menjadi beast tamer yang mengendalikan monster kera itu"
Setelah petualang itu berkata, para petualang lain langsung berdiri dan bersiap dengan senjata mereka.
"Alfa jaga pintu masuk, jangan biarkan ada petualang yang keluar dari sini satu pun" Willy memerintah monster kera Alfa untuk menjaga pintu.
Begitu pula Yesi dan kera bettanya dia bersiap dengan tongkat sihir milik nya, dan berjaga supaya tidak ada para petualang yang keluar.
Petualang yang tadi memprovokasi petualang yang lainnya berbicara kembali "Apa maksud dengan semua ini, apa kalian berempat akan melawan kami, apa tidak melihat kalian sudah kalah jumlah walaupun di bantu dengan 3 monster kera itu"
Willy pun mengeluarkan pedang dari dalam dimensi item Book dan berkata "Kami tidak ingin melawan kalian, tetapi di antara kalian ada musuh dalam selimut"
Petualang lain pun saling menatap, mereka tidak mengerti apa yang di maksud dengan perkataan Willy.
Kemudian Rolet menjelaskan "Denim adalah beast tamer yang mengendalikan monster kera untuk menyerang kota, dan mereka sebenarnya dari organisasi Assassin, mereka berdua memang sudah mati, tetapi aku menangkap ember yang masih hidup"
Petualang yang tadi pun berbicara kembali "apa maksud mu si denim seorang beast tamer, kalian sendiri yang beast tamer, dengan mengendalikan monster kera dan membawanya ke tempat ini"
Semua petualang secara serentak mengiyakan ucapan dari petualang itu, dan petualang lain terprovokasi dan menganggap bahwa mereka adalah beast tamer.
Resepsionis yang dari awal menerima Willy mendaftar di guild petualang ini mendekati Willy berniat untuk menengahi.
"Tenang, kita bisa menyelesaikan masalah ini dengan cara berdiskusi" wanita resepsionis itu dengan berlahan mendekati Willy.
Tetapi di sana dengan sigap Maria menodongkan tombaknya kearah leher resepsionis tersebut.
Maria pun mengancam "Perlihatkan tangan mu, kalau tidak aku akan membunuh mu"
Resepsionis itu menghiraukan perkataan Maria, tetapi Maria tidak kalah kejam dia mengiris sedikit leher resepsionis itu sehingga lehernya berdarah.
"Aku akan membunuh mu, kalau tidak menuruti perintah ku" ancam kembali Maria.
Resepsionis itu pun menggulung lengan bajunya, dan terlihat ada totem ular di tangan kirinya, kemudian tanpa banyak basa-basi Maria memukul tengkuk resepsionis itu hingga pingsan.
Orang yang melihat kejadian itu menjadi sangat kaget, karena tidak menyangka bahwa Maria bisa begitu sangat kejam kepada resepsionis itu.
Resepsionis yang pingsan dan tergeletak di lantai langsung di tarik tangan kirinya, dan memperlihatkan kepada semua orang.
"Dia adalah mata mata dari organisasi Assassin kedai pembunuh, begitu pula party denim mereka komplotan yang sama, aku ingin kalian melihat teman kalian sendiri, kalau di antara teman kalian memiliki Totem ular seperti yang ada di tangan wanita ini, berarti dia musuh" Maria pun memberitahukan kebenarannya.
Para petualang tahu organisasi Assassin kedai pembunuh, karena mereka Akhir akhir ini sangat meresahkan, dengan banyak membunuh orang, bahkan anak yang tidak berdosa ikut di bantai juga.
Disana para petualang bingung harus mengarahkan senjatanya kepada siapa, karena bisa saja teman satu Party dengannya adalah Assassin yang menyamar menjadi petualang.
"Untuk membuktikan bahwa kalian bukan musuh, segera lepas sarung tangan kalian semua dan perlihatkan kepada kami" rolet memerintahkan kepada para petualang tersebut.
Beberapa petualang koperatif, dia membuka sarung tangan yang dia pakai, kemudian menghampiri rolet dan Willy. "Aku bukan musuh, lihatlah tidak ada totem ular di tangan dan di badan ku, aku berani sumpah "
Satu persatu mereka pun ikut membuka sarung tangan mereka dan berjalan ke arah Willy dan rolet menunjukkan tangan mereka dan berbicara bahwa mereka bukan musuh.
Ya mereka melakukan hal itu karena mereka berfikir, tidak akan menang melawan party rolet dan Willy yang berlevel gold, dan juga monster kera yang di bawa bukan monster kelas rendah karena salah satunya adalah monster kelas bencana yang bisa menghancurkan kota kalau monster itu mengamuk.
Petualang yang tadi memprovokasi petualang yang lain dia pun mundur secara berlahan, mencari celah untuk bisa meloloskan diri dan mencari jenderal untuk melarikan diri.
Maria yang melihat gelagat yang tidak lajim dari petualang itu langsung mengeluarkan pisau dari dalam sihir dimensi item Book.
Wuss....crak....
Maria melemparkan pisaunya dan terbang kemudian menembus kepalanya.
Melihat petualang yang mati terkena lemparan pisau, beberapa assassin yang menyamar menjadi petualang mereka menampakan diri dan mengangkat senjatanya, kemudian menyerang petualang yang dekat dengan mereka.
Sehingga bentrokan pun terjadi antara para petualang dengan assassin kedai pembunuh, mereka pun dengan mudah membedakan mana lawan dan mana kawan.
Para petualang yang asli dari kota Legicia mereka sudah melepaskan sarung tangan mereka, sedangkan para assassin itu tidak mau melepaskan sarung tangannya, karena memiliki Totem ular di tangan mereka.
Beberapa petualang mati begitu juga para assassin kedai pembunuh, beberapa orang assassin mampu di taklukan dan menyerah, sehingga mereka menjadi tawanan.
Dan dalam waktu yang beberapa lama, guild petualang sudah mulai kondusif, gedung guild petualang pun menjadi arena saling bunuh dan sekarang sudah berhenti mereka bertarung.
Yang terluka segera di berikan potion penyembuh oleh Willy, yang mati di bawa untuk segera di makamkan, dan Assassin yang menyerah di serahkan ke satuan kesatria, untuk di interogasi dan diberikan hukuman.
Setelah kejadian itu mereka pun berterima kasih kepada partai rolet dan party Willy, mereka pun di berikan banyak hadiah dari guild dan penguasa kota.
Karena mereka berhasil mengungkapkan penyerangan para monster Kera, dan berhasil menumpas musuh yang menyamar sebagai petualang di kota Legicia ini.
Petualang yang ikut bertarung melawan Assassin di dalam gedung guild petualang pun di berikan juga hadiah, dan mereka yang meninggal di tetapkan sebagai pahlawan, dan ahli waris di berikan kompensasi yang layak.
Rolet dan Yesi di naikan level petualangannya menjadi level platinum, sehingga mereka berdua menjadi petualang paling tinggi di kota Legicia, dan bukan hanya itu mereka juga di angkat sebagai pelindung kota, karena mengendalikan monster kera.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna