
Utusan dewa itu tersenyum dengan memperlihatkan wajah aslinya, semua orang menjadi kagum dengan ketampanan utusan dewa itu.
Mereka sangat beruntung karena bisa bertemu dan bertatap muka dengan ras dewa yang dianggap ras terkuat dan ras yang sering mereka sembah sebagai pelindung.
Utusan dewa itu kembali tertawa dan berniat memprovokasi Willy "hahaha....aku ingat ratusan tahun yang lalu, aku dan para kesatria suci kuil membakar hutan hilia di benua bagian selatan, tempat dimana pasukan Edward Eldra yang di anggap pahlawan bersembunyi dari kami"
Dengan bangga utusan dewa itu berkata dan menceritakan tentang kisah dirinya yang berperang melawan pahlawan legendaris Edward Eldra "Semua pasukan mati bersama musnahnya hutan hilia yang sekarang berganti menjadi gurun pasir, termasuk Edward Eldra yang di anggap sebagai pahlawan legendaris oleh para sekutu dewa naga agung"
Willy terkekeh "Hehehe....kamu kira Ayah ku sudah meninggal karena kebakaran di hutan hilia, dia masih hidup sampai sekarang di dunia yang berbeda"
Semua orang tidak mengerti apa yang di katakan oleh Willy, hanya Maria dan utusan dewa itu yang mengerti dengan obrolan mereka.
Mereka pun mengobrol sambil saling menyindir satu dengan yang lainnya dengan bahasa yang hanya mereka yang di mengerti.
"Hahaha pantas saja kamu berani, karena kamu keturunan langsung dari Edward Eldra dan pewaris pedang dewa naga agung, aku tunggu lima sampai enam tahun lagi untuk kita berhadapan satu sama lain, untuk membentuk tatanan dunia baru" ucap utusan dewa.
"Aku menunggu waktu yang akan datang itu dan berjuang menghadapi kalian semua" jawab Willy.
Kemudian utusan dewa itu melangkah pergi dan melompat dari jembatan karang itu dan mendarat di pesawat uvo, kemudian pesawat uvo itu pergi meninggalkan lembah keabadian.
Sandya bertanya kepada Willy "Hai apa yang kamu bicara kepada utusan dewa, jangan sampai kamu menyinggung mereka, karena kalau dia tersinggung kita bisa habis"
Willy tersenyum "Oh itu hanya pembicaraan mengenai aku sebagai pewaris pedang dewa naga agung tidak ada sangkut pautnya dengan hal yang lain"
Semua orang menghela nafas "syukurlah...."
"Ya karena kalian semua orang yang beruntung, karena bisa berhadapan dan bahkan melihat wajah utusan dewa secara langsung, kalian bisa dengan bangga menceritakan kisah kalian kesemua orang di tempat kalian nanti, sekarang mari kita menuju penginapan untuk beristirahat" ajak Barot.
Mereka pun pergi ke penginapan dan beristirahat di tempat itu.
Keesokan harinya mereka pun di berikan kesempatan untuk bepergian di wilayah lembah keabadian, Willy dan Maria pun berjalan jalan menyusuri kota.
Banyak orang menatap wajah Willy yang tampan serta Maria yang cantik, banyak orang bergosip karena beberapa dari mereka tahu bahwa Willy memiliki darah Elf meskipun hanya 25 persen saja.
Mereka tahu Willy memiliki darah Elf itu dari aura yang dipancarkan oleh Willy yang sedikitnya mirip seperti aura bangsa Elf.
Kemudian Willy dan Maria berkunjung ketoko makan ringan serta berbelanja di toko tersebut, setelah itu Willy pun membayar semua belanjaan yang mereka beli.
Pemilik toko penasaran dengan Willy dia pun bertanya dengan sopan "Nak siapa nama mu serta siapa ayah dan ibu mu dan dari mana kamu berasal ?"
Willy tersenyum dan menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh pemilik toko itu "Nama ku Willy Jovanka, Tuan. ayah ku Raja Hendrik Jovanka dari kerajaan Jovalavia dan ibu ku Ratu Elisia"
Penjaga toko itu sedikit berfikir dan mengingat sesuatu kemudian dia bergumam "Ratu Elisia, sepertinya aku kenal dengan nama itu"
Kemudian pemilik toko itu bertanya lagi "Berasal dari mana ibu mu ?"
Willy sedikit mengernyitkan dahinya "Dia mantan budak yang di tolong oleh ayah ku dan kemudian di nikahinya"
Pemilik toko itu hanya menanggapi seadanya "Oh...."
Kemudian Willy dan Maria melangkah pergi, disana Willy berkata dengan ketus "Ibu ku putri yang tidak di inginkan karena setengah Elf dan di usir dari negri ini, nenek ku bernama putri Elvia"
Willy berlalu pergi meninggalkan toko itu, dan penjaga toko itu pun tersentak kaget dengan perkataan Willy yang berkata sambil berjalan pergi.
"Berarti dia masih keturunan Raja Smith Flander, yang artinya dia cicit dari sang Raja, pantas aturannya begitu mendominasi" gumam kembali pemilik toko.
Willy dan Maria terus berjalan menyusuri jalan kota yang memiliki pemandangan indah, disana Maria bertanya "Kemarin kami berani menyinggung utusan dewa, apa tidak akan ada masalah di kemudian hari ?"
Willy pun menjawab "Yang aku tahu ras dewa tidak akan menghadapi manusia secara langsung, mereka akan mengutus pengikut mereka untuk menghabisi kita"
Mendengar perkataan itu Maria menjadi sangat waspada "Apa akan ada seseorang yang akan membunuh kita sekarang ini"
Willy menggelengkan kepala "tidak ! Bangsa Elf tidak akan menyerang kita, mereka seperti binatang ternak yang di pelihara oleh ras dewa, tugas mereka hanya menyediakan sumber energi bagi ras dewa, mereka melakukan perlawanan terhadap monster yang menyerang wilayah mereka saja"
"Kalau begitu kita aman dong berada di kerajaan ini" ucap Maria.
Willy mengangguk "Ya, kita aman untuk sementara, tetapi setelah kita pulang dari sini dan keluar dari kerajaan dewagon pasti akan ada banyak yang mengincar kita"
"Kalau begitu kita hadapi saja mereka, bukanya sebelum menuju federasi bebas kita juga sudah di incar dan banyak di hadang oleh assassin dari kedai pembunuh" ucap Maria sambil menunjukkan raut muka senang.
Willy tersenyum "Dasar kamu yah, sangat gila bertarung, awas saja kalau kamu sampai kalah dan meninggalkan ku"
"Tenang saja hidup dan mati, aku akan selalu bersama mu" jawab Maria.
Maria bersemangat kalau akan menghadapi pertarungan, dia akan menjadi gila bertarung dan bersemangat, itu karena efek kerasukan energi gelap pada waktu Maria di Medan perang melawan kerajaan inggarsia.
Maria menjadi hilang kendali dan membunuh tanpa belas kasih semua musuh yang ada di hadapannya, bahkan hampir menewaskan pasukan kerajaan Lareagon juga, kalau tidak Willy yang menghentikan itu, mungkin Maria akan membantai semua orang.
Dari sejak kejadian itu Maria di juluki sebagai jenderal iblis Petir yang sangat menakutkan dan mimpi buruk semua prajurit inggarsia.
Mereka berdua pun sekarang berada di jembatan, mereka berhenti dan duduk di bangku yang menghadap ke lautan luas.
Samudera yang belum pernah ada manusia yang pernah menjelajahinya, karena lautan di dunia ini sangat berbahaya.
Banyak monster laut yang buas dan berukuran besar, bahkan ada yang sebesar gunung, seperti halnya monster iblis keraken yang pernah di kalahkan Willy dan Maria waktu berlayar di laut amobius.
Suasana yang nyaman, indah dan tenang, tetapi tiba-tiba terdengar suara terompet bergema di seluruh sudut kota.
Ombak di lautan semakin tinggi, para penduduk yang berada di bawah langsung melarikan diri ke tempat yang aman.
Willy tidak tahu apa yang terjadi dan kenapa penduduk yang berada di bawah panik dan mengungsi ke tempat yang aman.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna