
Elvina pun terus bertanya kepada Vania.
"Kak ini pertanyaan terakhir dari Vina"
"Iya mau tanya apa lagi"
"Menurut Kaka, Raja Hendrik Jovanka lebih mencintai istrinya yang mana"
Vania pun berpikir sejenak
"Aduh dek, kok pertanyaannya sesulit ini sih"
"Ya ini hanya menurut Kaka saja ayo yang mana"
"Baik Kaka akan jawab, menurut Kaka Raja Hendrik Jovanka lebih mencintai Ratu Vanessa dan Ratu Elisia"
"Alasannya kak..."
"Alasannya karena Raja Hendrik Jovanka jatuh cinta kepada Ratu Vanessa pada pandangan pertama, sedang di bandingkan dengan Ratu Isabel itu adalah pernikahan yang di paksakan.
Dan kalau mengenai Ratu Elisia, dia adalah Ratu paling Cantik diantara ke 3 Ratu Jovalavia, Ratu Elisia juga adalah seorang healter atau penyihir penyembuh.
Dan Raja Hendrik Jovanka pun jatu cinta kepada Ratu Elisia dan bahkan kabarnya yang melamar Ratu Elisia untuk menjadi istrinya Raja Hendrik Jovanka adalah Ratu Vanessa itu sendiri.
Karena beliau melihat kegelisahan dari diri sang Raja yang sedang jatuh cinta sama seperti Raja Hendrik Jovanka jatuh cinta kepada Ratu Vanessa"
Elvina pun mengangguk angguk kan kepala dia sedikit mengerti dan mengingat juga perkataan dulu waktu masih hidup di dunia asalnya.
Paman Erwin pernah berkata bahwa di dunia tempat tinggal paman Erwin, laki laki bisa menikahi banyak wanita kalau dia seorang bangsawan, dan setelah Elvina sekarang berada di dunianya paman Erwin, perkataan paman Erwin pun terbukti.
Elvina dan Vania terus mengobrol sampai laru malam, tatapi obrolan mereka dihentikan oleh suara ketukan pintu.
Tok....
Tok....
Tok....
Vania bertanya kepada orang yang mengetuk pintu di luar
"Siapa diluar dan ada keperluan apa.."
Orang yang diluar menjawab
"Ini aku suami mu buka kan pintu"
Vania mendengar suara suaminya dia pun mereka senang dan bergegas membukakan pintu.
"Sebentar sayang aku segera bukakan pintu"
Vania pun membuka pintu.
Krek....
"Selamat da..."
Vania berhenti mengucapkan kata selamat datang kepada suaminya karena melihat ada perempuan paruh baya yang cantik di belakang suaminya.
Vania membatu tidak bergerak sedikitpun karena kaget dengan orang yang berada di belakang suaminya.
Kemudian wanita paruh baya itu menyelonong masuk dan memeluk Vania.
"Ini ternyata orang yang Anaku cintai, ternyata menantu ku cantik sekali pantas si bodoh ini merahasiakan kepada semua orang"
Vania tambahan kaget lagi karena tiba-tiba wanita paruh baya itu memeluk dirinya dan memuji kecantikannya.
Kemudian wanita paruh baya itu melepaskan pelukannya dan bertanya kepada Vania
"Siapa nama kamu cantik.."
Vania langsung berlutut
"Ra....Ra....Ratu Vanessa"
Wanita paruh baya itu ternyata adalah Ratu Vanessa, ratu pertama dari kerajaan Jovalavia yang tadi sedang di bicarakan dengan Elvina.
"Bangunlah cantik tidak perlu berlutut"
Vania berbicara terbata-bata
"Sa...saya va...Vania yang Mulia Ratu"
"Nama mu sungguh indah seperti orangnya, eh...jangan panggil aku yang mulia Ratu karena aku ini mertua mu, tapi panggil saja aku Ibunda Ratu"
"Ba...baik ibunda Ratu"
"Sudah tidak perlu gugup seperti ini"
"Ayo silahkan masuk ibunda Ratu dan silahkan duduk maaf tempat ini berantakan"
Mereka pun masuk kedalam, Elvina pun membungkukan badannya.
"Selamat datang yang mulia Ratu dan Kaka ipar"
Ratu Vanessa memuji keramahan Elvina.
"Adik kecil sungguh sopan sekali dan kamu cantik seperti Kaka mu"
Elvina tersenyum
"Terima kasih atas pujiannya yang mulia Ratu"
"Eh jangan panggil aku yang mulia Ratu panggil saja Ibunda Ratu"
Ratu Vanessa dan Vania serta Pangeran Heri Jovanka pun mengobrol.
"Ibunda Ratu tahu kalian sudah menikah dari surat yang dikirim Heri untuk adiknya, ibunda penasaran lalu ibunda baca.
Selama ini ibunda Ratu merahasiakan juga dari orang lain dan sekarang lah waktu yang tepat untuk membuat si bodoh ini mengakui dan ibunda ratu diam diam kemari bersama Heri.
Ibunda Ratu menyetujui dan merestui hubungan kalian, karena kalian pasangan yang saling mencintai, tetapi sayangnya hubungan antara kalian harus dirahasiakan.
Kalau saja banyak orang yang tahu bahwa putra mahkota kerajaan Jovalavia menikahi putri Raja Iblis Garuda mungkin ini akan menggemparkan benua.
Karena Rumor buruk yang menyebar di kalangan masyarakat tentang Raja Iblis Garuda, tetapi ibunda Ratu tidak percaya rumor itu makanya ibunda Ratu tetap mendukung kalian berdua"
Ratu Vanessa memang dikenal sebagai Ratu yang bijak seringkali dia juga menjadi penasehat Raja tatapi karena adanya Ratu Isabel yang selalu memanas manasi, ucapan Ratu Vanessa tidak lagi di dengar oleh Raja Hendrik Jovanka.
Tetapi Ratu Vanessa selalu bersabar dan setia mendampingi Raja Hendrik Jovanka.
Sereka pun mengobrol lama sampai akhirnya Ratu Vanessa meminta ijin untuk pamit pulang ke penginapan yang tidak jauh dari rumah yang di sewa oleh Vania.
Vania dan Ratu Vanessa pun berpelukan,
"Terima kasih ibunda Ratu sudah menyempatkan diri berkunjung ke sini saya sangat senang sekali"
"Sama sama ibunda Ratu senang mempunyai menantu seperti kamu yang ramah dan cantik, ibunda Ratu titip salam kepada Raja Iblis Garuda"
"Baik ibunda Ratu nanti akan saya sampaikan kepada ayahanda Raja"
"Sampai jumpa lagi lain waktu jaga kesehatan mu dan kesehatan cucuku dengan baik, ibunda Ratu permisi pulang dulu"
Vania pun membungkukan badan dan mengucapkan
"Hati hati dijalan sampai jumpa lagi"
Ratu Vanessa di antara oleh Heri Jovanka sampai ke penginapan setelah itu Heri Jovanka kembali menemui Vania.
***
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.