
Di kerajaan Jovalavia kemenangan besar atas pertempuran melawan pasukan Raja Adrian Plakona, dan sekarang prajurit yang menyerahkan di kumpulkan dan di lucuti senjatanya serta mereka di ikat tangannya.
Prajurit Jovalavia yang di pimpin oleh Ratu Elisia dan Ratu Vanessa serta pasukan angkatan udara kerajaan Eldragon dengan di pimpin oleh Raja Gibran dan pasukan Raja naga kerajaan Lareagon mengepung seluruh Kastil istana kerajaan.
Di dalam kastil istana kerajaan hanya ada 500 prajurit kerajaan Nebulosus yang menjadi pengawal Ratu Isabel yang sekarang menguasai kastil.
Ratu Isabel juga di temani oleh bangsawan penghianat yaitu kepala keluarga Crusher yang menjadi penasehat nya sekarang.
Ratu Isabel sekarang menjadi sangat gelisah karena banyak prajurit kerajaan Jovalavia mengelilingi kastil dan ditambah beberapa pasukan dari kerajaan Eldragon dan Lareagon.
"Kurang ajar Ratu Elisia dan Ratu Vanessa, kenapa mereka masih ada di kerajaan ini, bukanya mereka berangkat menuju Dungeon Raja Iblis Garuda untuk membalaskan dendam Pangeran Heri Jovanka " Ratu Isabel berbicara sendiri sambil memukul pedangan kursi singgasana.
Crusher membungkukkan badannya dan berbicara kepada Ratu Isabel "Mohon tenang yang mulia Ratu, sebentar lagi seluruh pasukan kerajaan Nebulosus Baru akan segera tiba di tempat ini dan mereka akan segera di kalahkan"
Di luar Raja Gibran sebagai juru bicara Kedua Ratu berteriak kepada Ratu Isabel "Isabel Menyerah lah, Kalian sudah kalah, kalau kalian menyerah maka akan aku ampuni nyawa mu, dan kalau kalian masih melawan maka kematian menimpa mu"
Ratu Isabel keluar dari balkon karena mendengar perkataan dari Raja Gibran, Ratu Isabel menunjuk kebawah ke arah Raja Gibran.
"Hai Gibran, Berbicara lah dengan sopan karena aku Ratu penguasa kerajaan Jovalavia ini, sebentar lagi Raja Adrian Plakona akan datang membawa pasukannya dan membunuh kalian semua.
Jadi kata kata menyerah itu tidak ada dalam kamus ku, karena sebentar lagi kalian lah yang akan binasa, dan bersiap juga kerajaan Lareagon dan kerajaan Eldragon yang akan kami hancurkan " ucap Ratu Isabel sombong.
Ratu Vanessa yang biasanya diam dan jarang bicara dia sangat garang di Medan Perang dan Ratu Vanessa pun berbicara kepada Ratu Isabel "Apa kamu sudah menjadi Gila, Isabel. Apa hanya kekuasaan yang engkau inginkan"
Ratu Vanessa berbicara tanpa menggunakan embel embel Ratu untuk Isabel karena dia anggap Ratu Isabel sekarang bukan lagi seorang Ratu kerajaan Jovalavia.
"Diam kamu Ratu Vanessa, kamu hanyalah Budak **** Raja Hendrik Jovanka, dan Bangsa Dwarf mu itu adalah makhluk rendahan yang pantasnya hanya di jadikan sebagai budak oleh para penganut ajaran Dewa" ucap Ratu Isabel kesal.
Di sisi lain Ratu Elisia mundur kebelakang dan mencari posisi yang akurat untuk membunuh Ratu Isabel dari jauh dengan panah yang dia pegang, sedangkan Ratu Vanessa membuat Ratu Isabel berada di atas balkon.
"Apakah ucapan mu itu mengatai diri mu sendiri, kamu yang sebenarnya budak **** Erik Plakona, dan semua orang sudah tahu kenyataannya, kamu dinikahkan dengan Suami ku Raja Hendrik Jovanka hanya pernikahan politik saja.
Dan bahkan aku sangat kasihan kepada mu, Selama kamu menikah dengan suami ku, dia tidak pernah menyentuh mu sekali saja, bahkan selama kamu berada di kerajaan Jovalavia ini kamu tidak pernah di belai sekali pun.
Dan Petapa hina nya diri mu, harus menyalurkan hasrat mu hanya dengan jari jemari dan bahkan menggunakan timun yang kamu ambil dari dapur istana" ucapan Ratu Vanessa sangat kena
Dia mempermalukan Ratu Isabel di depan semua orang, dan semua yang dikatakan oleh Ratu Vanessa tentang Ratu Isabel semuanya benar.
Karena Raja Hendrik Jovanka sendiri yang mengakuinya karena sebenarnya Raja Hendrik Jovanka hanya mencintai Ratu Vanessa dan Ratu Elisia.
Begitu pula pengakuan dari ratu Isabel waktu terekam kamera yang di pasang oleh Maria di kerajaan Nebulosus Baru, bahwa Ratu Isabel telah menjebak Raja Hendrik Jovanka ketika dia mabuk dan berkata telah melakukan hubungan dengan dirinya.
Padahal dia tidak pernah melakukan hubungan tersebut, dan soal kelahiran Pangeran Billy Jovanka, dia anak kandung dari Erik Plakona.
Dan dalam pertempuran sebelumnya Billy berhasil melarikan diri dengan membawa beberapa orang prajurit yang mengawal dirinya.
Ratu Isabel yang mendengar perkataan dari Ratu Vanessa sangat marah dan dia pun menuju kearah Ratu Vanessa dan akan melontarkan cacian.
"Kurang ajar kamu Ratu VA...." Ucapan Ratu Isabel tidak dilanjutkan.
Brak....
Ratu Isabel pun tewas seketika. Para prajurit yang melihat kejadian tersebut langsung menengok kearah belakang untuk melihat siapa yang telah berani memanah dan membunuh ratu Isabel.
Terlihat di benteng ada seorang wanita cantik berdiri dengan memegang panah, dia pun menjadi pusat perhatian semua orang.
Ratu Elisia yang di tatap mata oleh semua orang tersenyum "Hehehe....Maaf"
Dengan wajah polos dan garuk-garuk kepala Ratu Elisia meminta maaf kepada semua orang karena telah memanah dan membunuh Ratu Isabel.
Para prajurit tersadarkan oleh teriakan Ratu Vanessa "Prajurit Masuk dan tangkap semua orang yang ada di dalam istana, bunuh mereka yang melawan tangkap mereka yang menyerah"
Mendengar teriakan itu para prajurit bergegas memasuki pintu masuk kedalam istana kerajaan dan membunuh prajurit kerajaan Nebulosus yang tersisa karena mereka melawan dan menangkap mereka yang menyerah.
Istana kerajaan Jovalavia kembali terkendali dan di ambil alih, mereka pun menangkap Crusher dan menjebloskan ke dalam penjara dan membebaskan semua bangsawan dan menteri kerajaan.
Peperangan kembali di menangkan oleh kerajaan Jovalavia atas kekalahan dan kematian dari Ratu Isabel yang di bunuh oleh Ratu Elisia dengan menggunakan anak panah.
Setelah beberapa lama ibukota kerajaan Jovalavia kembali aman para penduduk yang bersembunyi di taman Labirin sudah kembali beraktivitas seperti biasa.
Dan setelah beberapa Hari Raja Hendrik Jovanka, pangeran Heri Jovanka dan istrinya serta Willy dan Maria kembali ke kerajaan Jovalavia.
Mereka di sambut oleh seluruh penduduk ibukota kerajaan dan di ibukota Raja Hendrik Jovanka mengumumkan sesuatu hal
"Rakyat ku, Para penduduk ibukota kerajaan Jovalavia yang aku cintai. Kita telah memenangkan peperangan melawan kerajaan Nebulosus Baru yang sengaja menyerang kerajaan kita secara terang-terangan.
Aku ucapkan terima kasih atas kerja samanya, dan aku beritahukan kepada kalian bahwa ternyata Anak ku Putra mahkota kerajaan Jovalavia ini, pangeran Heri Jovanka tidak meninggal dunia.
Yang kemarin kita makan kan ternyata hanya orang lain yaitu tubuh pengganti dari pangeran Heri Jovanka dan sekarang dia ada di sini"
Raja Hendrik Jovanka menunjuk ke arah kereta kuda yang di naiki oleh Pangeran Heri Jovanka dan Vania, Pangeran Heri Jovanka pun keluar dari kereta kuda dan melambaikan tangannnya.
Seketika para penduduk berteriak "Hore...." Kemudian mereka berucap syukur karena pangeran Heri Jovanka yang sangat di cintai oleh para penduduk masih hidup dan ada di hadapan mereka.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna