
Prajurit kerajaan Inggarsia mundur berganti dengan pasukan raksasa, ada sekitar 400 Raksasa Troll, 500 Minotaurus, dan 100 monster raksasa lainnya.
Pasukan kerajaan Lareagon berpikir, bahwa dari pertempuran tadi mereka sudah mengeluarkan beberapa monster raksasa tetapi masih ada lagi pasukan raksasa lain selain yang tadi di kalahkan.
Satu Ekor Raksasa yang pertama muncul saja sangat merepotkan dan harus di lawan oleh 10 sampai 20 prajurit yang memakai mini bot, tapi sekarang mereka ada total 1.000 monster raksasa.
Jadi harus berapa prajurit yang memakai mini bot yang harus menghadapi mereka semua, dan hanya pasukan perisai naga dan tombak naga yang menggunakan mini bot.
Ada 2.000 prajurit yang memakai mini bot di kerajaan Lareagon itu berarti 1 di banding 2 tetapi itu mustahil karena monster raksasa itu sangat kuat.
Pemikiran pemikiran dan untuk rugi di hitung oleh para prajurit dan pada akhirnya para prajurit menghela napas dan mengambil kesimpulan bahwa mereka akan kalah total.
Mereka pasti mati, tetapi mereka tidak mau mati sia sia sebelum melawan para monster tersebut.
Komandan Enes pengganti jenderal divisi infanteri yang sedang menunggangi kuda mengarahkan kudanya kedepan para prajurit.
Komandan Enes berteriak memberi semangat "wahai Prajurit pemberani kerajaan Lareagon, lihatlah didepan kita sekumpulan monster raksasa,
Aku yakin kalian takut, aku yakin kalian merasa akan kalah, dan aku yakin kalian pasti mati kalau melawan mereka.
Tetapi ingatlah, bahwa kita berperang demi harga diri, bangsa kita di hina oleh mereka, apa kalian ingin mati sebagai kesatria atau sebagai pecundang.
Kalau kalian ingin mati sebagai pecundang silahkan pulang lah dan temui anak istri kalian, tetapi aku yakin kalian akan di jadikan sebagai seorang budak oleh kerajaan Inggarsia.
Tapi kalau kalian ingin mati sebagai kesatria berjuanglah sampai titik darah penghabisan, meskipun kita mati tetapi itu untuk membela bangsa kita, untuk membela anak istri kita supaya tidak di perbudak oleh kerajaan Inggarsia.
Siapa yang ingin mati sebagai kesatria ayo kita berjuang bersama sampai titik darah penghabisan"
Semua prajurit berteriak dengan semangat karena mendengar perkataan dari komandan Enes "Ya ayo kita berjuang sampai titik darah penghabisan"
Pasukan yang di pimpin oleh Raja Ferik Reagon yang memakai mini bot mengambil alih pertempuran, pasukan tombak naga pun bergabung menjadi pasukan yang di pimpin oleh Raja Ferik Reagon.
Mereka maju dan berada di barisan depan dan bersiap untuk menyerang dengan menunggu aba aba dari Raja Ferik Reagon.
Sebelum itu mereka di beritahukan oleh Raja Ferik Reagon supaya menebas titik vital para monster tersebut yaitu di bagian kaki belakang supaya mereka jatuh dan setelah jatuh mereka bisa membunuh dengan mudah monster raksasa tersebut.
Dan bukan itu saja, hasil pengamatan monster yang pertama kali di kalahkan, mereka di kendalikan dan orang yang mengendalikannya itu menunggangi monster tersebut.
Monster raksasa itu seperti binatang tunggangan, mereka menyerang karena di perintahkan oleh orang yang mengendalikannya.
Jadi kalau si pengendalinya mati maka monster raksasa itu pun dengan otomatis mereka akan menyerah dan kabur.
Contoh monster Raksasa Troll sebenarnya mereka makhluk penakut mereka hidup bersembunyi di dalam goa tetapi ketika dia lapar dan ada yang menggangu mereka akan menjadi sangat buas begitu pun Minotaurus.
*
Di sana Willy dengan membawa pedang dewa naga agung berlari menghampiri para monster raksasa itu tanpa rasa takut, bahkan sambil berlari Willy sambil bernyanyi.
"Tidak....kembali...pulang....
Sebelum....kita....yang...menang...."
ya itu adalah pasukan raja naga yang sedang menggunakan Sihir Dimensi item Room untuk mengeluarkan Mecabot.
Mereka bernyanyi bersama untuk nambah semangat dalam bertempur.
"Walau.... banyak....lawan....
di Medan perang....Demi....
Bangsa.... Dwarf....ku....
Rela....berjuang...."
Kemudian Willy dan pasukan naga bernyanyi bersama, Willy melemparkan pedang dewa naga agung ke udara dan pedang dewa naga agung itu pun berubah menjadi besar.
Kemudian Willy pun menggunakan sihir dimensi item Room, lingkaran sihir pun terbentuk dan keluarlah MecaBot yang berwarna merah dengan Polet hitam dan wajah MecaBot milik Willy seperti memakai topeng yang memiliki 2 tanduk kecil.
MecaBot itu di beri nama oleh Willy Si Iblis Merah karena topeng wajah yang menunjukkan senyuman dan taring seperti iblis pencabut nyawa.
Lagi bait ini menandakan bahwa mereka harus menyerang musuhnya bersama sama.
"Ayo Maju....ayo terus maju....
Singkirkan....dia....dia....dia....
Kikis.... habis....lah.... mereka....
Demi....negara.... Lareagon.... tercinta"
Willy dan yang lainnya Langsung masuk kedalam MecaBot dan MecaBot Willy yang sudah di aktifkan langsung menyambut pedang dewa naga agung yang membesar.
Pertempuran 1.000 Pasukan Raksasa kerajaan Inggarsia dan pasukan MecaBot dan Zoobot kerajaan Lareagon pun terjadi di ladang kematian.
Raja Ferik Reagon pun langsung mengangkat pedangnya keatas dan berteriak " pasukan Mini Bot maju.....dan bunuh semua monster raksasa itu....."
Semua prajurit berteriak "Hura...."
Pasukan mini bot pun berlari menuju ke Medan Perang.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna