
"Bersiap lah untuk menghadapi kematian mu, dasar pangeran bodoh dan lemah" ucap denim yang menggerakan tangannya.
Itu bertanda bawah monster kera harus bergerak untuk menyerang Willy dan yang lainnya.
Rolet dan teman wanitanya yang masih selamat dia gemetar hebat dan ketakutan, melihat teman baiknya mati terkena anak panah di kepala yang membuat dia dan teman wanitanya merasa prustasi
Bahkan pedang yang rolet pegang terjatuh karena saking ketakutannya, mereka berdua sudah pasrah menerima kematian mereka, karena mereka anggap melawan pun percuma yang mungkin akan berakhir sama dengan temannya yang sudah mati tersebut.
Tetapi Maria dan Willy berbeda, mereka berdua masih berdiri kokoh dan siap dengan tombak dan pedang mereka.
"Lindungi mereka berdua aku akan menghadapi segerombolan monster kera ini" perintah Willy.
"Percuma aku melindungi orang yang tidak ada kemauan untuk hidup dan berjuang, biarkan saja mereka untuk mati" jawab sinis Maria.
Rolet dan teman wanitanya yang sudah pasrah menatap Maria dengan tatapan yang kosong.
Maria pun melihat mereka dan mencibir "Aku benci orang yang hanya menerima nasib buruk begitu saja tanpa memperjuangkan hidupnya sendiri, tetapi aku juga manusia yang sama yang masih memiliki hati nurani, maka berterima kasihlah pada Willy kalau kalian nanti selamat dari tragedi ini".
Maria pun merentangkan tangannya kemudian muncul lingkaran sihir, Maria menggunakan sihir dimensi item Room "Blue keluar lah dan lindungi petualang lemah ini"
Goar.... raungan terdengar dari dalam lingkaran sihir yang Maria keluarkan, kemudian muncul harimau kilin api dari lingkaran sihir tersebut yang membuat rolet terkejut.
"Ye....Yesi apa aku benar benar sedang bermimpi, itu adalah harimau kilin api, dan apinya berwarna biru, yang kalau di buku cerita kita baca harimau kilin api biru adalah monster beast legenda" ucap Rolet yang memanggil teman wanitanya.
"Kita tidak sedang bermimpi, anak ini benar benar mengeluarkan monster beast tingkat legenda, dan hewan ini diperintahkan untuk melindungi kita, ayo kita bangkit dan bantu mereka dengan sekuat tenaga" ucap teman wanita rolet yang bernama Yesi.
Mereka berdua pun menjadi bersemangat kembali dan bangkit serta mengambil kembali senjata yang telah mereka berdua jatuhkan.
Tetapi Maria dengan ucapan tajamnya langsung menghardik mereka "Kalian berdua diam lah jangan ikut bertarung karena akan menjadi beban kami berdua, kalian cukup berlindung kepada beast ku itu, kalian hanya boleh bertarung dengan monster beast yang menghampiri kalian berdua saja"
Ucapan Maria begitu sombong dan angkuh, yang membuat mereka menjadi rendah diri, tetapi mereka juga tidak marah karena mereka sadar bahwa mereka memang lemah dan masuk kedalam keputus asaan.
Para prajurit, petualang dan kesatria kalau sudah masuk kedalam keputus asaan mereka dianggap sudah tidak berguna lagi, karena hati mereka sudah rapuh dan bahkan sampai ada yang bunuh diri karena hal tersebut.
Tetapi mereka berdua sudah kembali bangkit dengan kata-kata pedas dari Maria, dan meskipun tidak bisa membantu banyak tetapi mereka siap bertarung dan mempertaruhkan nyawanya.
Monster kera pun berlarian menghampiri mereka, Maria memindahkan tombak yang dipegang di tangan kanan ke tangan kirinya.
Kemudian Maria mengarahkan tangannya kedepan, ini adalah serangan awal yang dilancarkan oleh Maria, Maria mengeluarkan sihir elemen api dan berteriak "Fire boll...."
Wuss....bola api meluncur dari tangannya, kemudian Maria mengangkat tangannya dan terbentuk 10 lingkaran sihir kecil bulat sebesar piring.
Kemudian tangan Maria bergerak lagi sambil berteriak "Multi Fire boll...."
Wuss....wusss .....bola api keluar dari lingkaran sihir yang di buat oleh Maria dan menghantam monster yang menyerang sehingga terjadi ledakan.
Duwar ..... duwar....duwar....
Puluhan monster langsung terkena serangan dari sihir api milik Maria dan langsung terbakar.
Disana Yesi menganga karena tidak menyangka Maria yang mengaku penggunaan tombak dengan sihir elemen api dia bisa Sihir pelepasan juga dan itu tanpa menggunakan tongkat sihir.
Sedangkan Yesi sendiri menggunakan tongkat sihir dan harus membacakan mantra ketika ingin melepaskan sihir ledakan seperti fire boll.
Ini Maria dia juga tanpa menggunakan rapalan mantera bisa mengeluarkan puluhan sihir ledakan yang hebat dan bahkan bisa membunuh puluhan monster kera dalam satu kali serangan.
Willy pun menyalurkan sedikit energi sihir ke pedagang dewa naga agung kemudian menebaskan pedangnya ke arah monster tersebut di arah lain yang di serang oleh Maria.
"Vertikal slash...."
Tebasan yang dilakukan oleh Willy meluncurkan energi dari pedang dewa Naga Agung yang menebas ratusan monster kera hingga terbelah menjadi dua bagian dan bukan hanya menebas monster saja tetapi pohon besar yang ada di sana menjadi sasaran sehingga pepohonan yang ada di sana tumbang sehingga terjadi ledakan akibat benturan pohon tumbang.
Rolet yang melihat itu langsung mengaga karena pedang yang ditebaskan Willy mengeluarkan energi pedang yang begitu dahsyat.
"Pedang apa itu, anak ini sangat hebat, bukan tetapi super hebat, tetapi tadi si Rooney dan si denim bilang dia adalah pangeran ke 3, apa maksudnya dengan pangeran ke 3" gumam Rolet.
Di sana Maria menjadi marah karena ulah Willy yang membuat pepohonan di sekitar pertempuran tumbang "Willy sudah simpan saja pedang dewa mu itu, karena bisa merusak semua hutan ini, biarkan aku yang membereskan semua monster kera ini"
Willy pun tersenyum "ya aku menggunakan pedang dewa naga agung supaya pertarungan ini cepat berakhir, padahal aku baru mengeluarkan 5 persen dari energi ku tetapi dampaknya begitu merusak lingkungan"
Mendengar percakapan Willy dan Maria, rolet dan Yesi bergidik ngeri, karena 5 persen saja energi yang dikeluarkan bisa membelah ratusan monster dan bahkan menumbangkan puluhan pohon besar yang berusia ratusan tahun.
Bagai mana kalau menggunakan energi 100 persen, mungkin seluruh hutan ini akan hancur porak poranda dan tidak akan ada yang tersisa.
Maria kembali memperingatkan Willy "cepat masukan kembali pedang dewa mu itu kedalam invektori, dan gunakan pedang kilin api saja"
Willy pun menuruti perintah dari Maria dia memasukan pedang dewa naga agung kedalam sihir dimensi item Book dan mengambil pedang kilin api.
Party denim menjadi gemetar ketika melihat kehebatan Willy yang menebas ratusan monster dengan 1 kali ayunan pedang.
Party denim hendak melarikan diri karena dia tahu tidak akan mampu membunuh Willy maupun Maria.
Tetapi Maria sangat jeli dia tahu apa yang akan mereka lakukan, yaitu mereka bersembunyi di balik kera Alfa dan akan melarikan diri dari tempat ini.
"Mau kemana kalian bertiga, jangan harap kalian bertiga bisa lari dari tempat ini"
Maria pun mengayunkan tombak Petir miliknya, dan muncul energi sihir elemen petir menyelimuti ujung tombak
Maria menghempaskan tombak tersebut ke arah denim dan party nya "Naga Petir, meluncur lah ....."
Wuss.... energi tombak meluncur berbentuk naga petir berwarna kuning melesat cepat ke arah denim dan Partynya.
Monster kera yang terkena sengatan energi elemen petir itu langsung kesetrum dan monster monster itu pun pingsan termasuk kera Alfa yang besar.
Tetapi naga petir milik Maria tidak berhenti begitu saja sebelum terkena denim dan Partynya, mereka melarikan diri tetapi terus dikajar oleh naga Petir.
Dan karena naga petir lebih cepat, mereka bertiga pun terkena serangan naga petir tersebut dan terjadi ledakan yang sangat besar.
Duwar..... ketiga orang itu pun langsung hangus dan mulut mereka mengeluarkan asap, hingga akhirnya mereka bertiga pun mati.
Monster yang tidak terkena serangan pun merasa ketakutan, karena Alfa mereka sudah pingsan karena serangan Maria.
Monster kera itu pun semuanya kabur menyelamatkan diri, supaya mereka tidak diserang dan mati seperti yang lainnya.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna