PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Pertandingan Ulang


Keesokan paginya Willy dan Maria pun bangun, mereka berdua bersiap untuk melanjutkan perjalanan.


Berlahan Willy membuka pintu goa yang di tutup dengan sihir elemen tanah, dia berlahan membuka pintu goa tersebut.


Terdengar suara brak...brak...brak.... sehingga Willy tidak jadi keluar goa, mereka berdua mengintip dari balik pintu goa yang terbuka sedikit.


Ternyata itu adalah sekumpulan prajurit yang sedang mencari Willy dan Maria, prajurit itu di pimpin oleh Jhon dan temannya.


Setelah sekumpulan prajurit itu lewat dan sudah sedikit jauh, barulah Willy membuka pintu goa dan mereka berdua pun keluar dengan berlari.


Willy dan Maria tidak menyadari bahwa ada seorang prajurit yang ketinggalan barisan, entah itu karena prajurit itu buang air kecil dulu atau memang jalan prajurit itu lambat.


Prajurit itu melihat Willy dan Maria berlari melesat dengan cepat melewati dirinya, prajurit itu sedikit melongo dan pada akhirnya tersadar.


Kemudian prajurit itu mengeluarkan peluit yang bertujuan untuk memberitahu prajurit lainnya.


Pritt....pritt....pritt....


Peluit yang berbunyi sangat nyaring membuat sekumpulan prajurit yang di depan kembali, mereka pun berlari menghampiri prajurit tadi.


"Kenapa kamu meniup peluit ?" Tanya Jhon.


"Lapor komandan, barusan aku melihat orang yang sedang kita cari keluar dari balik goa itu, mereka berdua berlari ke arah sana..." Prajurit itu menjelaskan sambil menunjuk arah berlari Willy dan Maria.


"Kalau begitu tunggu apalagi, ayo kejar" ucap teman John.


Mereka pun berlari mengejar Willy dan Maria dengan mengikuti jejak langkah kaki yang ditinggalkan oleh mereka berdua.


Salah seorang prajurit yang bertugas memberikan sinyal, dia pun mengeluarkan mercon dan menyalakannya.


Wuss....


Mercon itu melesat ke udara dan kemudian meledak.


Duwar....


Terlihat kembang api menyala di langit, yang menandakan bahwa target ketemu dan kelompok prajurit yang menyalakan mercon itu sedang mengejarnya.


Maka kumpulan prajurit lain pun bersiap untuk menghadang Willy dan juga Maria.


Prajurit itu menyalakan beberapa mercon, untuk menandakan arah lari dari target yang mereka kejar.


"Hahaha.... bocah nakal itu berlari kearah kita, aku bisa kembali menantang bocah itu" ucap Miles yang memimpin pasukan penyergap.


Kemudian Miles berteriak kepada anak buahnya "Bersiap untuk menghadang bocah itu, siapkan senjata kalian"


Semua prajurit kompak berseru "Siap komandan"


Setelah itu semua prajurit mengeluarkan senjata mereka dan membentuk formasi penyergapan, dengan prajurit yang memakai perisai di barisan paling depan dan prajurit tombak di barisan kedua.


"Mereka tidak akan pernah bisa lolos kalau bertemu dengan ku, aku sudah bersabar waktu di kerajaan Elf dan sekarang aku bisa mengeluarkan semua kemampuan ku untuk membunuh mereka berdua" gumam Miles.


**


Kembali ke kerajaan Dewagon ketika Willy dan Maria ditinggalkan di penginapan dan yang lainnya sudah tidak ada.


Para kesatria dan kontestan pertandingan sebenua bagian Utara 10 tahun yang lalu berkumpul, tetapi mereka khusus kesatria dalam aliansi penganut ajaran dewa.


Mereka di iming iming hadiah besar oleh pendeta agung kerajaan Dewagon, siapa pun yang bisa membunuh pangeran ketiga kerajaan Jovalavia akan di berikan hadiah besar.


Dan yang bersedia, sebagai uang muka maka mereka akan di berikan berkah dewa, yaitu kekuatan yang berkali kali lipat.


Mereka pun bersedia sehingga salah seorang saintis berdoa kepada para dewa untuk menurunkan berkahnya dan di berikan kepada kesatria yang akan membunuh Willy.


Semua orang yang ada di sana pun diselimuti cahaya berkah dewa, mereka di berkahi oleh dewa yang mereka puja, seperti dewa Garin, dewa Ra, dan dewa Astra.


Sehingga pada waktu Willy meninggalkan kerajaan Dewagon, orang orang itu sudah menunggu di perbatasan, karena mereka pergi sehari sebelumnya.


**


Willy dan Maria berlari dengan kecepatan karena mereka menggunakan sihir penguat, sehingga lari mereka lebih cepat dari seekor kuda.


Melompat dari pohon satu ke pohon yang lainnya seperti diserial film ninja, dan mendarat di tanah dengan mulus.


Ketika mereka berdua akan melanjutkan perjalanan, dan hendak menghentakan kaki, mereka melihat ke arah depan.


Di depan mereka sudah banyak prajurit yang bersiaga dengan tameng dan tombak untuk menghadang Willy dan Maria.


Mereka pun tidak jadi melanjutkan perjalanan dan memilih diam dengan berdiri menatap ke arah para prajurit.


"Hahaha.... Pasti kamu tidak menyangka kan, kamu telah di jadikan target oleh kami, ayolah sekarang kamu tidak bisa lagi menolak ku, bertarung lah melawan ku, jika kamu menang kamu boleh pergi, dan jika kamu kalah kamu mati" ucap Miles yang ada di depan barisan prajurit.


Willy malah tersenyum dan menyapa "Hai kak, kita tidak bermusuhan kan, kenapa kamu ingin kita bertarung, sudah aku katakan aku ini tidak sehebat Maria"


"Apa benar, kita tidak bermusuhan, kamu tahu tidak Andrian Plakona, dan anaknya Erik Plakona, mereka mati di kerajaan Jovalavia dan yang membunuhnya salahsatunya adalah ibu mu ratu Elisia" ucap Miles.


"Ya aku tahu itu, tapi apa hubungannya keluarga Plakona dengan mu kak ?" Tanya Willy.


"Mereka adalah keluarga dari ibu ku, dan Adrian Plakona itu paman ku sendiri, sehingga aku harus membalaskan dendam untuk paman ku itu" ungkap Miles.


"Oh jadi orang yang tidak tahu diri itu adalah paman mu, setelah dia merebut kerajaan Nebulosus dia juga ingin menguasai kerajaan Jovalavia, wajar saja dia mati di bunuh, karena dia seorang penjahat" ucap Willy.


Sekarang Willy tidak lagi sungkan lagi, dia bicara sejeplaknya saja, tadinya Willy menghormati Miles sebagai senior dalam pertandingan sebenua bagian Utara, tetapi kenyataannya dia adalah musuh dalam selimut.


"Hai bocah tau apa kamu tentang paman ku, nyawa harus di bayar dengan nyawa, sekarang aku akan menghabiskan mu, untuk membalaskan dendam kematian paman ku, kalau kamu mati ibu dan ayah mu akan merasa kehilangan" ucap Miles.


Willy pun tertawa "Hahaha....Ayo bunuh saja aku kalau kamu bisa"


Miles pun langsung melesat ke arah Willy dan mengayunkan senjatanya.


Wuss....


Trang....


Maria melesat untuk menghadang Miles, dia mengeluarkan tombak petir untuk menahan serangan Miles.


Kedua senjata itu bertubrukan dan energi dari kedua senjata saling bergesekan sehingga menimbulkan ledakan yang lumayan besar.


Duwar....


Prajurit lain tidak ada yang berani bergerak, karena pertarungan mereka sudah bukan level mereka lagi.


"Hai jangan menghalangi aku untuk menghabisi nyawa bocah itu, kamu sudah kalah waktu di kerajaan Elf, kamu masih berani menghadapi ku" ucap Miles.


"Apa kamu sadar, kamu banyak menyerang ku dengan 10 jurus yang kamu miliki, tetapi aku hanya mengeluarkan 3 jurus saja, sebenarnya aku bisa mengalahkan ku hanya dengan 3 jurus saja" ucap Maria.


"Hahaha.... Sombong sekali kamu, baiklah ayo kita lakukan pertandingan ulang, aku akan bertaruh semua kekayaan ku yang ada di cincin penyinpan ini" ucap Miles sambil memperlihatkan cincin penyimpangan.


Sebenarnya di dunia ini barang bisa di simpan bukan hanya di dalam item dimensi, tetapi juga ada alat penyimpanan khusus berupa cincin atau gelang penyimpanan.


Cincin dan gelang penyimpanan itu di datangkan dari benua bagian selatan dan yang membuat benda itu adalah dari kerajaan Golemonst bekerja sama dengan kerajaan sihir Morginia dan di sebarkan oleh perusahaan dagang Kiara.


Sekarang benda itu sedang ngetren di kalangan para bangsawan di pesisir pelabuhan, karena hari di kirim bulan lalu melalui pelabuhan perdagangan di federasi bebas.


***


Bersambung