PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Dasar Pangeran Bodoh


Setelah berbincang dan menceritakan kejadian selama 2 bulan Willy makan dengan lahap karena sudah lama dia tidak makan masakan dari ibunya.


Setelah hari berlalu Willy pun kembali beraktifitas seperti biasa, dan sebelum sarapan pagi Willy bertanya kepada Ratu Elisia.


"Ibunda apakah para prajurit utusan Raja pernah kemari dan menjemput ibunda untuk pergi ke istana"


Ratu Elisia menggelengkan kepalanya


"Tidak nak selama musim dingin, mereka belum pernah ada yang datang kesini"


Willy menghela nafas


"Bagus lah kalau begitu"


Ratu Elisia terheran kemudian bertanya


"Memangnya ada apa menanyakan para prajurit"


"Tidak apa apa Bu, Willy hanya rindu kepada kak Heri Jovanka saja. Karena sudah lama sekali dia tidak memberikan kabar"


"Oh iya beberapa Minggu yang lalu, ada kumpulan Prajurit kerajaan Jovalavia lewat ke sini dan ibunda bertanya kepada mereka dan mereka pun berkata bahwa kerajaan Jovalavia ini sedang dalam darurat perang"


Kemudian Willy bertanya dengan cemas


"Dengan kerajaan mana kita berperang"


Ratu Elisia menjelaskan


"Karena perebutan wilayah subur di musim dingin, kerajaan ini berperang melawan ras Monster seperti Goblin dan Orc dan beberapa klan kecil yang mendiami beberapa wilayah, mereka menginfasi wilayah kekuasaan kerajaan Jovalavia dan banyak warga desa yang menjadi korbang penjarahan pembakaran rumah dan pembunuhan"


Willy bertanya lagi


"Bagai mana dengan kak Heri Jovanka apa dia ikut berperang juga"


Ratu Elisia menggeleng gelengkan kepalanya


"Ibunda tidak tahu pasti, tetapi kabarnya Kaka mu itu ada di perbatasan wilayah kekuasaan Raja Iblis Garuda"


Willy menghela napas


"Ya syukur lah kalau begitu, Willy jadi sedikit tenang"


Setelah makan Willy pun melanjutkan kegiatan seperti biasanya yaitu berlatih pencak silat tahap lanjutan,


Sehari hari kegiatan Willy adalah berlatih pencak silat apabila dia berada di menara pengawas yang di temani oleh Maria dan si imut Gripon kecil yaitu Fallion yang sekarang sudah akrab dengan Maria dan Ratu Elisia.


Selain itu Willy Selalu pergi ke goa yang ada di tengah hutan untuk belajar Sihir dan ilmu beladiri pedang tingkat tinggi seminggu 3 kali kepada kakek Fahetar.


Willy berangkat pagi dan kembali pulang sore dengan alasan berburu dan mencari tanaman obat.


Selama sudah 1 tahun berlalu dan sekarang umur Willy sudah 8 tahun dan sekarang level Willy sudah ada di kesatria Suci tahap pertama atau Level B dengan kekuatan tempur 600 poin.


Tetapi Willy tidak menampakan kekuatan asli dan kakek Fahetar telah mengajarkan Willy mengenai sihir yang bisa meredam kekuatan dan kalau di cek dengan sihir penilaian orang yang menilai Willy paling bisa melihat Willy masih berlevel E yaitu tahap pembentukan.


Tahap pembentukan adalah level akhir Willy pada waktu ritual Penilaian bejana Ilahi maka dari itu Willy menekan kekuatanya sampai level tersebut supaya orang orang mengira bahwa Willy masih lemah seperti dahulu padahal dia sudah berkembang begitu pesat.


Karena mempunyai ingatan masa lalu dari dunia lain dan Willy adalah anak yang cerdas maka dengan mudah Willy belajar ilmu sihir dan beladiri pedang tingkat tinggi dari kakek Fahetar.


Dalam usia 8 tahun Willy sudah menembus Level B1 yaitu kesatria Suci dan kekuatan serangan bahkan kekuatan sihir nya pun sangat berbahaya dan mematikan bagi musuhnya.


Karena Level B1 bila dimiliki oleh Monster maka mereka menyebut monster itu dengan sebutan kelas Bencana.


Bayangkan kalau Willy seorang monster, dan hanya seorang anak berumur 8 tahun memiliki kekuatan kelas bencana maka di kerajaan tersebut akan menjadi kehebohan.


Apalagi kalau Willy sudah mencapai level kesatria Agung atau level Pahlawan maka Willy akan menjadi incaran banyak kerajaan untuk merekrutnya dan menjadikan dia bangsawan di kerajaan tersebut.


Tetapi Willy sengaja menyembunyikan kekuatanya supaya Ayah Willy yaitu Raja Hendrik Jovanka menyesal telah membuang Willy dan mengasingkan dia dengan ibunya ke menara pengawas yang sudah 3 tahun.


Dan bahkan sekarang, seperti benar benar dibuang karena biasanya setiap 2 Minggu sekali ada Prajurit kerajaan yang menjemput Ratu Elisia.


Dan sekarang sudah hampir 1 tahun tidak seorang pun prajurit menemui Ratu Elisia atas perintah dari Raja Hendrik Jovanka.


Mau dibuang atau tidak dianggap sebagai seorang pangeran Itu semua tidak masalah bagi Willy asalkan bisa tetap bersama ibunya itu sudah cukup baginya.


Dan lagi pula ada Maria yang setia menemani bahkan ketika Willy menghilang dulu selama 2 bulan Maria sudah dianggap sebagai anak sendiri oleh Ratu Elisia.


Sekarang bertambah anggota baru yaitu Fallion yang sekarang sudah bertambah besar bahkan dia sudah bisa terbang bebas bahkan Willy dan Maria suka naik di punggung Fallion sambil terbang di angkasa.


*


Di suatu Hari Willy berpamitan untuk pergi mencari bahan obat yaitu tanaman herbal yang bernama SinTrong dan Rumput bulan ke 2 bahan ini sangat bermanfaat untuk kesehatan dan menyembuhkan luka.


Willy pun pergi setelah berpamitan, dengan berjalan kaki meninggalkan Ratu Elisia, Maria dan Fallion.


Tetapi Ratu Elisia penasaran, setiap selang 1 hari dia pergi kedalam hutan, Ratu Elisia pun memerintahkan Maria untuk mengikutinya secara diam diam.


Maria pun setuju dan melaksanakan perintah dari Ratu Elisia


Willy berjalan kedalam hutan kemudian dia menengok kiri dan kanan melihat situasi setelah aman Willy pun berlari dan melompat keatas pohon, dari pohon yang satu ke pohon yang lain


Willy menggunakan sihir elemen angin yang di lepaskan dari kaki sehingga ada dorongan naik keatas sehingga pergerakan Willy menjadi lebih ringan.


Willy melesat secepat kilat seperti kecepatan seekor Chitah yang sedang mengejar mangsanya.


Di belakang Maria mengikuti dengan sembunyi sembunyi, Maria. Di untungkan mempunyai sihir yang istimewa yaitu sihir elemen petir sehingga pergerakan Maria bisa mengimbangi kecepatan dari Willy.


Setelah tiba di kaki bukit Willy berhenti di pohon yang sangat besar dan rindang, dia turun kebawah dan masuk kelobang goa yang ada di bawah akar pohon besar tersebut.


"Kek, aku datang apa kakek ada di dalam"


Willy masuk kedalam kemudian duduk di kursi batu, tidak begitu lama kakek Fahetar keluarga dari rumah gubuk yang ada di dalam goa.


Krek....


"Sebentar kakek lagi masak air buat minum teh"


Kakek Fahetar keluar dengan membawa poci berisi air teh panas.


"Ini adalah teh herbal untuk memperkuat tubuh mu sekarang kita berlatih ilmu beladiri pedang tingkat tinggi tahap akhir setelah beberapa pelajaran lagi kakek tidak dapat mengajarkan apapun lagi karena semua pengetahuan dan ilmu kakek sudah kakek wariskan kepadamu.


Kamu tinggal mengasahnya saja dan ingat kakek tidak akan memberimu senjata apapun karena kalau memang benar kamu keturunan dari pahlawan Edward El Dra senjatamu sedang menunggu tuannya datang.


Pedang itu sudah Ratusan tahun tertancap di Batu yang berada di kerajaan Lareagon ambillah dan gunakan pedang itu untuk membela kebenaran dan melindungi dunia ini"


Willy mengangguk


"Baik kek akan Willy lakukan sebisa mungkin tapi Willy tidak janji yang penting Willy tidak menjadi penjahat saja iya kan kek"


Kakek Fahetar tertawa mendengar perkataan Willy.


"Hahaha....bisa aja kamu nak, eh ngomong-ngomong kamu kesini membawa teman ya, dari tadi teman kamu hanya berdiri diam di balik batu itu"


Willy terkejut


"Teman, aku tidak bawa teman kek"


"Masa iya kamu gak bawa teman, kamu masuk kesini berdua, kalau dia bukan teman mu jadi siapa apa orang yang akan membunuhmu, kan sudah kakek ajarkan semua Sihir yang kakek bisa, jadi gunakanlah dengan baik"


Willy pun langsung menggunakan sihir penditeksi dengan radius yang lumayan luas, setelah itu baru Willy sadari bahwa ada yang mengikuti dia dari awal keberangkatan.


Willy pun langsung memanggil orang yang mengikuti nya.


"Maria keluarlah jangan bersembunyi terus dibalik batu nanti ada serangga yang membuat tubuh mu gatal"


Maria dengan skill penyamaran dia menyamarkan diri dengan batu yang ada disana kemudian dia keluar dari batu tersebut dan berjalan ke arah Willy.


Kakek Fahetar memuji Maria


"Teman kamu cantik juga, pasti dia khawatir kamu di gaet wanita lain sehingga dia mengikuti mu"


Willy tersipu malu


"Ah kakek bisa aja, dia bahkan sudah Willy anggap sebagai saudara sendiri"


Setelah Maria mendekati Willy, dia menggelepak kepala Willy


Plak....


"Aduh... sakit"


"Dasar pangeran Bodoh kamu anggap aku ini apa main rahasia rahasiaan"


Kemudian Maria mendekat kepada kakek Fahetar dan setelah dekat dia pun berlutut.


"Saya Maria dari Klan Iga, Memberi hormat kepada Penyihir Agung Volyaw Fahetar"


Kakek Fahetar tertawa


"Hahaha.... ternyata kamu gadis kecil mengenali kakek tua ini"


Willy menganga tidak percaya


"A...apa kakek Fahetar ini adalah Penyihir Agung Volyaw Fahetar"


Kakek Fahetar sambil mengelus-elus jenggot yang putih dan panjang mengangguk.


"Iya memang ini kakek"


Maria bangkit dari berlutut nya kemudian menggeplak kembali kepala Willy.


Plak...


"Dasar pangeran Bodoh, padahal aku juga tahu dari buku cerita yang sering kamu baca bahkan kamu sangat mengidolakan ke 3 pahlawan petualang legenda ini"


Maria sambil mengeluarkan buku cerita yang sering Willy baca.


"Lihat ini Poto dan gambar dari tokoh yang ada di buku cerita ini lihat wajah dari penyihir agung Volyaw Fahetar dia mirip kan seperti dibuku ini"


Willy baru menyadari hal tersebut setelah diberi tahu oleh Maria. Kakek Fahetar menengahi.


"Sudahlah jangan di bahas lagi ayo duduk dan minum dulu"


Maria pun membungkukkan badan kepada kakek Fahetar.


"Terima kasih penyihir agung"


"Jangan panggil kakek dengan sebutan penyihir agung begitu panggil saja kakek, kakek Fahetar"


"Baik pen...eh kakek Fahetar"


***


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk


Like


Komen


Vote


*Rate**


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.