PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Ruby Darah


Bomay langsung berdiri melihat lelaki yang masuk kedalam ruangan tersebut dan kemudian membungkukkan badannya "Selamat datang tuan muda Balor"


Willy dan Maria pun berdiri dari tempat duduknya dan tersenyum kepada tuan muda Balor. Bomay pun memperkenalkan Willy dan Maria kepada tuan muda Balor.


"Tuan muda, perkenalkan ini...." Bomay tidak melanjutkan bicaranya karena Willy langsung mengarahkan tangannya untuk berjabat tangan dengan tuan muda Balor.


"Aku Willy pengembara yang kebetulan lewat kota ini" ucap Willy.


Tuan muda Balor pun menyambut uluran tangan dari Willy " Aku Hiden Balor, Putra dari Patrick Balor pemilik tempat ini"


Kemudian Maria pun mengulurkan tangannya "Aku Maria" Maria berkenalan dengan singkat dan tidak banyak basa-basi.


"Aku Hiden Balor, senang berkenalan dengan anda berdua" ucap Hiden Balor.


Tuan muda Balor yang bernama Hiden Balor ini sedikit ramah beda dengan Walton Vorn yang arogan, Hiden Balor adalah seorang pedagang, sehingga dia sudah biasa bersikap ramah kepada setiap orang, apalagi kepada orang yang baru ditemuinya, ini memberikan kesan baik kepada Willy dan Maria yang berarti dia bisa di jadikan teman dari pada musuh.


Hiden Balor bertanya kepada Bomay "Aku dengar ada yang bisa membalikan kota ini dengan mudah, aku ingin tahu siapa orangnya"


Bomay ditanya begitu menjadi salah tingkah dan cengengesan "Anu tuan hehehe anu...." Bomay tidak bisa memberitahunya.


"Tuan Bomay hanya melebih lebihkan kekuatan kami berdua saja, katanya dengan kekuatan kami bisa dengan mudah membalikan kota ini, itu hanya sekedar candaan saja, mana mungkin anak kecil seperti kami berdua bisa membalikan kota ini, itu mustahil kan" bela Willy sambil tersenyum


"Oh aku kira itu betulan, ternyata kalian hanya bercanda " ucap Hiden Balor.


"I...iya tuan muda Balor, kami hanya bercanda " timpal Bomay.


Hiden Balor memegang dagunya kemudian bertanya "ngomong ngomong kalau kalian pengembara, mengapa tuan Bomay membawa ketempat ini, kalau tidak hanya sekedar menjual barang"


Mendengar perkataan dari Hiden Balor tentang menjual barang Willy pun menjadi memiliki ide bagus "iya benar kamu berniat menjual barang dan kami di bawa kesini oleh tuan Bomay untuk menunggu anda, karena tuan Bomay tidak memiliki kemampuan untuk menilai barang dan menentukan harga"


Bomay pun mengangguk, dia juga mengikuti alur yang sudah di buat oleh Willy "iya benar tuan muda Balor, tuan muda Willy hendak menjual barang yang dia miliki, dan kebetulan dia juga mau ikut dalam perjalanan kita sampai ke kota Anggur Hitam, setidaknya dia bisa membantu dalam mengawal kereta kuda yang membawa barang kita"


"Apa aku boleh melihat barang yang hendak anda jual tuan muda Willy " tanya Hiden Balor.


"Ini hanya benda peninggalan keluarga, kebetulan aku butuh uang untuk perjalanan menuju kerajaan Dewagon, dan dengan terpaksa aku harus menjualnya " ucap Willy.


Willy membuka tasnya dan mengambil sesuatu dari dalam tas tersebut, Willy sebenarnya sedang menggunakan sihir dimensi item Book untuk mengambil benda, dia sengaja berpura pura mengambil barang yang dia bawa dalam tas untuk mengelabuhi semua orang.


Karena sihir dimensi item Book tidak sembarang orang yang bisa menggunakannya, dan di anggap hanya cerita dongeng biasa bagi orang awam.


Willy mengeluarkan batu permata yang berwarna merah, itu dia dapatkan dari gudang harta milik tentara bayaran prajurit awan gelap.


Willy pada saat itu bukan hanya mengambil uang koin emas yang menggunung tetapi dia juga mengambil barang berharga seperti yang di keluarkan kali ini.


"Ini tuan muda Hiden Balor, barang yang hendak aku jual, apakah tuan muda tertarik dengan barang milik aku ini" ucap Willy sambil mengeluarkan batu permata berwarna merah sebesar mata kerbau.


Melihat apa yang di keluarkan oleh Willy mata Hiden Balor langsung berbinar, dia tahu nama barang yang Willy keluarkan.


"I...ini Rubi merah darah, yang di minati oleh para bangsawan, dan harganya kalau di rumah lelang melebihi 10 ribu koin uang emas, dan Rubi ini sangat langka" ujar Hiden Balor.


"Apa semahal itu " tanya Willy pura pura tidak tahu.


"Ya, benar. Dari mana tuan muda Willy mendapatkannya" tanya Hiden Balor.


"Kan tadi sudah aku katakan benda ini warisan dari keluarga ku, aku lagi kekurangan uang untuk perjalanan menuju kerajaan Dewagon" ucap Willy sambil tersenyum dan dia tidak menunjukkan gelagat aneh atau dia sedang berbohong.


Sikap dan tingkah laku Willy sangat santai dan tidak tegang seakan apa yang di bicarakan dia itu kebenaran dan tidak sedang berbohong untuk menutupi jati dirinya.


Bomay juga tahu bahwa identitas Willy tidak boleh di beritahukan kepada semua orang bahkan kepada tuannya sendiri yaitu Hiden Balor.


Hiden Balor pun menepuk jidatnya dan tertawa "hahaha....aku lupa dari tadi anda sudah katakan ini milik keluarga anda, baik lah berapa harga yang hendak anda jual"


"Karena aku sedang butuh uang, harga yang anda sebutkan tadi bisa laku lebih dari 10 ribu koin emas bila masuk pelelangan, untuk awal pertemanan kita aku berikan ini dengan harga 6 ribu koin emas saja, tetapi anda harus ijinkan kami menumpang dan ikut dalam rombongan anda" ucap Willy.


"Anda memang murah hati, baiklah aku akan bayar ini dengan harga 6 ribu koin emas, bila di kemudian hari tuan muda Willy memerlukan bantuan, perusahaan dagang Balor siap membantu anda " ucap Hiden Balor senang.


Hiden Balor pun segera menyiapkan uang koin emas untuk membayar Ruby darah milik Willy dan setelah Willy menerima semua uang tersebut Willy berpamitan.


"Kami berdua pamit dulu, kita berniat untuk jalan-jalan dan berbelanja sebelum melanjutkan perjalanan, kapan perusahaan dagang Balor akan berangkat" tanya Willy.


"Siang nanti, anda bisa menunggu kami di luar gerbang selatan kota ini, dan sebagai penanggung jawab rombongan nanti adalah tuan Bomay" ucap Hiden Balor.


"Baiklah kami permisi" ucap Willy sambil berlalu pergi meninggalkan tempat tersebut.


Di dalam ruangan Hiden Balor sangat senang dia tertawa terbahak-bahak sambil melihat Batu permata Ruby Darah "Aku bisa untung besar kali ini, kalau aku masukan ke daftar lelang di kerajaan Lasiodora, aku bisa mendapatkan lebih banyak uang koin emas, aku sangat beruntung"


Bomay pun tersenyum "Selamat tuan muda, karena mendapat batu permata Ruby Darah yang sangat langka"


"Hahaha....aku juga harus berterima kasih kepada mu karena memberikan ikan besar kepada ku, akan aku tambah bonus bulanan mu kali ini" ucap Hiden Balor.


"Terima kasih atas kemurahan hati tuan muda" ucap Bomay sambil membungkukkan badannya.


Di jalan Maria meninju pelan punggung Willy "Dasar penipu besar, Harta rampasan dari prajurit awan gelap kamu bilang warisan keluarga, dasar..."


Willy pun menanggapi dengan senyuman "Jangan di pikirkan, kita sekarang sangat Banyak uang untuk kita habiskan, mau apa sekarang bebas, untuk Batu permata Ruby Darah itu aku ada 5 set lagi, kalau kamu mau akan aku berikan"


"Aku tidak tertarik dengan apa itu namanya batu permata dan uang, yang penting aku bisa berpetualang bersama mu itu sudah cukup" ucap Maria.


Willy pun merangkul pinggang Maria "itu yang aku suka dari kamu, tidak memandang tahta dan harta"


"Buat apa tahta, dengan aku menjadi seorang jenderal di kerajaan Lareagon dan uang yang di berikan Maharaja Freevik Reagon itu membuat aku menanggung beban dan tanggung jawab yang besar" keluh Maria.


"Ya harus bagai mana lagi, kita hidup di lingkungan kerajaan Jovalavia dan kerajaan Lareagon bukan menjadi rakyat jelata, kita harus menjalaninya" ucap Willy.


"Aku rindu keadaan kita yang dulu, hidup bersama dengan Bunda Ratu Elisia di menara pengawas, bermain, belajar Sihir dan berburu, itu adalah masa masa paling indah yang aku kenang" ucap maria sedih.


"Sudahlah waktu sudah berubah, kita tidak semenderita dahulu, sekarang kita nikmati hidup, cari makan enak dan berpetualang bersama, mumpung masih ada kesempatan karena suatu hari nanti, hidup kita akan keras bahkan kita mungkin mati di Medan perang" ucap Willy.


Sebenarnya perkataan Willy itu mengingatkan kepada peringatan dari penyihir agung Volyaw Fahetar yang memberitahukan bahwa suatu hari nanti entah itu 5 tahun atau 10 tahun lagi akan terjadi peperangan yang hebat yang melibatkan semua kerajaan di benua ini, bahkan perang yang akan di tuju adalah melawan Ras dewa yang lebih kuat dari Ras manusia dan Ras monster.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna