
Di sisi lain Para black Smith kerajaan Lareagon sedang sibuk membuat senjata untuk para prajurit muda yang sedang berlatih supaya mereka memiliki senjata mereka sendiri.
Raja Ferik memesan Tameng atau Perisai serta pedang sepanjang 60 cm dan juga armor, sedangkan Maria dia memesan tombak dengan ukuran panjang 120 cm dengan ujung Runcing tajam dan kuat.
Tetapi Willy tidak memesan apapun kepada Black Smith yang membuat Raja Ferik Reagon menjadi heran.
"Putra Eldra kenapa kamu tidak memesan senjata buat pasukan mu"
Willy tersenyum
"Tidak perlu nanti mereka yang buat sendiri senjatanya tidak perlu repot-repot memesan kepada Black Smith.
Kasihan Black Smith kalau saya harus memesan juga senjata, pasukan kak Ferik itu sudah banyak menggunakan bahan logam, pasukan Maria juga walaupun memesan tombak tetapi semuanya berbahan dasar logam"
Raja Ferik Reagon meyakinkan Willy
"Tenang saja Kerajaan Lareagon ini adalah sumbernya logam berkualitas tinggi jadi tidak perlu khawatir kehabisan bahan baku"
Willy menunggu kata kata itu keluar dari mulut Raja Ferik Reagon.
"Benar nih kak di kerajaan Lareagon ini bahan baku logam melimpah"
"Iya betul, kalau kamu ingin aku akan memberikannya kepadamu segudang Logam jenis Uru"
"Hehehe...kalau begitu terima kasih kak sekalian kalau bisa sama bengkel pembuatan senjata biar prajurit saya yang membuatnya langsung tanpa harus pesan ke Black Smith"
Karena Raja Ferik Reagon sudah kemakan ucapannya sendiri maka mau tidak mau dia memberikan cadangan Logam Uru kepada Willy dan gudang logam tersebut di sebelahnya adalah bengkel pembuatan senjata yang sudah tidak terpakai lagi.
"Baiklah di dekat benteng sebelah timur ada gudang tempat disimpan Logam Uru dan di sampingnya ada bengkel pembuatan senjata yang sudah tidak dipakai lagi, gunakanlah sesuka mu"
Willy sambil garuk-garuk kepala dan cengegesan.
"Hehe... terima kasih kak kamu memang raja yang baik hati"
Keesokan harinya ditempat latihan para prajurit bawahnya Willy. Mereka sedang berlatih beladiri dengan berpasangan melawan satu sama lain dengan menggunakan jurus beladiri pencak silat.
Sedangkan Willy dia sedang asik menggambar Blue Print atau bisa disebut juga Pola dari senjata yang akan dibuat oleh Willy.
Bukan hanya senjata Willy juga membuat gambar kostum baju untuk dipakai nanti oleh prajurit yang dilatih oleh dirinya.
Setelah mereka berlatih Willy pun mencari tukang jahit di kota dengan di kawal oleh beberapa orang prajurit bawahnya.
Disana Willy menemukan penjahit serba bisa, Willy pun memesan baju yang bentuk dan modelnya seperti yang telah di gambar oleh Willy.
Dan Willy memesan baju tersebut dengan perpaduan warna Hitam Hijau dan Coklat muda, warna tersebut membentuk corak loreng seperti baju militer di dunia asalnya.
Willy memesan baju tersebut sebanyak 1.000 pasang dan juga memesan baju rantai sebanyak 1.000 buah, kemudian Willy membayarnya penuh dan harus selesai dalam waktu kurang dari 2 bulan.
Setelah itu Willy pergi ke toko sepatu, kemudian dia juga memesan sepatu kulit dengan pola yang mirip dengan gambar yang dia berikan kepada si pembuat sepatu.
Willy memesan 1.500 pasang sepatu kulit dan dia pun membayar penuh dengan perjanjian harus selesai dalam waktu kurang dari 2 bulan.
Setelah itu Willy kembali ke tempat latihan dia memerintahkan kepada anak buahnya.
"Perhatian siap gerak, istirahat di tempat...gerak"
Willy selain melatih mereka beladiri pencak silat dia juga mengenalkan baris berbaris kepada prajuritnya.
"Untuk besok kalian harus membawa Golok dan besok kita akan latihan di hutan, apa kalian mengerti"
Prajurit itu semua berdiri dengan sikap sempurna kemudian serempak menjawab
"Siap mengerti"
Kemudian mereka dalam keadaan istirahat di tempat kembali.
Kemudian pemimpin pasukan paling kanan menyiapkan pasukannya.
"Siap .... gerak"
Brak....
"Kepada Komandan Pasukan hormat... gerak"
Brak....
Willy pun pergi meninggalkan prajurit dan kembali ke istana kerajaan Lareagon.
*
Keesokan harinya
Prajurit yang dipimpin Willy pergi ke dalam hutan dengan masing-masing membawa sebuah golok, Willy menggiring mereka masuk ke hutan bambu.
Setelah itu mereka disuruh untuk beristirahat, di sela sela istirahat Willy membuat pistol bambu yang disebut dengan pistol peletok dengan peluru buah beri atau buah kecil yang ada disana yang sering dimakan oleh binatang ternak.
Kemudian Willy pun memerintahkan kepada para prajurit untuk membuat pistol peletok dengan contoh milik Willy yang sudah dibuat duluan.
"Semua perhatian ayo cari bambu yang bagus kemudian buat seperti contoh yang sudah saya buat ini"
"Siap komandan"
Mereka pun membuat pistol peletok tersebut, setelah jadi mereka pun dibagi menjadi 2 kelompok yang terdiri tiap kelompok 500 orang.
Willy pun menjelaskan cara kerja dari pistol peletok tersebut dan mereka harus berlatih berperang tanpa berkelahi, siapapun yang terkena oleh peluru maka dianggap kalah dan mati dan mereka harus keluar dari arena pertempuran.
Latihan pun di mulai mereka pun menyerang satu sama lain dengan pistol peletok yang mereka miliki dan peluru yang berasal dari tumbuhan yang ada di sana.
Latihan kali ini sangat menyenangkan mereka tidak ada ketegangan malah ada gelak tawa dan ketika mereka tertembak pun hanya bilang Aw saja karena efek dari terkena peluru tersebut hanya sakit sedikit.
Selesai berlatih mereka pun berkumpul.
"Untuk besok kalian tetap membawa Golok dan untuk tambahan kalian harus membawa karet gelang agak banyak jangan sampai tidak bawa ya"
"Siap komandan"
Keesokan harinya mereka kembali berlatih di hutan bambu, sekarang tidak lagi menggunakan pistol peletok,
Sekarang Willy membuat senjata baru tetapi tetap berbahan bambu cuman di satukan dengan karet dan sekarang senjata itu disebut dengan pistol jepret.
Willy sengaja mencari peluru berupa buah kecil yang apa bila terkena benturan akan pecah dan menimbulkan gatal. Dan mereka pun menemukan buah kecil untuk dijadikan peluru dari pistol jepret.
Mereka pun sama seperti kemarin dibagi menjadi 2 kelompok dan sekarang setiap kelompok mendiami suatu wilayah dengan melindungi bendera.
Di wilayah 1 berbendera merah dan di sisi lain berbendera biru. Setiap prajurit harus merebut bendera musuh dan siapa yang dapat mengibarkan bendera musuhnya itu berarti pemenangnya.
Dan hukuman bagi yang kalah adalah harus menggendong yang menang sampai ke sungai tempat mereka mandi.
Mereka pun memulai latihan Perang dengan pistol jepret sampai 2 bulan lamanya.
Latihan bersama Willy sangat mengesankan dan tidak membosankan, karena setiap hari hanya bermain di hutan, dari bertahan hidup dengan berkemah sampai membuat api Dengan cara manual atau tanpa menggunakan sihir dan sebagainya.
***
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen dan Vote supaya Rate nya jadi naik.
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update, minta hadiah nya dong.