
Di pertarungan Willy menghadapi kesatria yang memakai full armor yang di sebut tuan tujuh belas, mereka saling berhadapan sebelum saling menyerang.
Tuan tujuh belas pun berbicara kepada Willy "Dik, kamu sekarang menjadi sangat hebat, tidak aku kira pangeran sampah yang sering aku bully menjadi sekuat ini"
Willy bingung dengan ucapan tuan tujuh belas, kemudian dia pun bertanya "Siapa kamu sebenarnya, kenapa kamu mengenal ku ?"
Tuan tujuh belas pun membuka helmnya dan memperlihatkan wajah aslinya, Willy sangat terkejut dan kemudian melangkah ke belakang dengan tidak percaya.
"Kak ....kak Billy...." Ucap Willy yang terkejut.
"Iya aku Billy kakak mu, tetapi sayangnya aku sekarang menjadi musuh mu" ucap Billy.
Willy pun berteriak "Kenapa...kenapa kamu jadi begini dan bergabung dengan kelompok pembunuh, apa yang kamu inginkan, kak. Bertobatlah dan kembali bersama ku, ayahanda raja sangat menyayangi mu"
Billy pun mengibaskan tangannya "Persetan dengan Raja Hendrik Jovanka, itu semua karena kesalahannya Ratu Elisia yang membunuh ibu ku Ratu Isabel"
Sebenarnya Willy tidak tahu kejadian di kerajaan Jovalavia ketika Ratu Isabel menduduki istana kerajaan dan di serang oleh pasukan Ratu Elisia dan Ratu Vanessa.
Ratu Isabel mati karena di panah oleh Ratu Elisia dia jatuh dari lantai atas kebawah, sedang raja Adrian plakona dan Erik plakona pun mati di jalan menuju istana karena disergap pasukan Ratu Vanessa yang di bantu oleh pasukan kerajaan Lareagon dan pasukan angkatan udara kerajaan Eldragon.
Waktu itu Willy ada di Dungeon raja iblis Garuda dia sedang kerasukan dan mengamuk di tempat itu serta menghancurkan kota yang ada di dalamnya.
Beruntung Willy di hentikan oleh Elvina, pacar sekaligus kekasih Willy waktu di dunia nyata dan berpacaran waktu di federasi bebas.
Sehingga identitas Elvina terkuat sebagai putri dari Raja iblis Garuda, setelah itu Willy pun sadar bahwa tindakan itu salah.
Kerasukan dan mengamuknya Willy pun beralasan, itu karena kakak yang dia cintai meninggal dunia karena di bunuh oleh bangsa ras Garuda, sehingga Willy bermaksud untuk balas dendam.
Tetapi itu adalah akal bulus dari raja Adrian plakona yang mengadu domba antara kerajaan Jovalavia dengan raja iblis Garuda.
Sebenarnya yang meninggal dunia itu adalah anak buah kakaknya yang mengorbankan diri dan di rubah wajahnya oleh raja iblis Garuda untuk menyamar menjadi pangeran Heri Jovanka.
*
Karena Willy tidak mengetahui kejadian itu sehingga Willy pun kaget ketika mendengar bahwa Ratu Isabel di bunuh oleh Ratu Elisia.
"Tidak mungkin ibunda ku membunuh Ratu Isabel, kamu pasti berbohong" jawab Willy.
Meskipun tahu bahwa ratu Isabel itu penghianat, tetapi Willy mencoba meyakinkan Billy supaya tidak terperosok ke jalan yang salah.
"Itu adalah kenyataan yang terjadi, bahkan kakek ku mati oleh Ratu Vanessa" ucap Billy.
Willy pun tertegun sejenak kemudian dia berbicara "Baiklah itu semua sudah terjadi, yang pasti sekarang kak Billy pulang lah bersama ku, ayah handa raja merindukan mu"
Mendengar perkataan itu Billy bukan merasa senang, dia malah tambah marah kepada Willy sambil menangis "Dasar Bodoh, mana mungkin Raja Hendrik Jovanka merindukan ku, aku bukan anak kandungnya, aku anak dari Erik plakona apa kamu tahu"
"Tapi kak, kamu sejak kecil di didik oleh ayah handa raja, kamu selalu di banggakan oleh beliau, bahkan kamu anak yang paling di sayangi, kembali lah, ayah handa raja tidak akan memperdulikan kamu anak siapa, dia sudah sangat menyayangi mu, setidaknya kamu membalas Budi dengan tidak bergabung dengan aliansi pembunuh seperti ini" bujuk Willy.
Billy semakin meraung "Iya dulu aku memang sangat di sayang dan di manja, tetapi karena ibu mu, ibu ku di terlantarkan oleh raja Hendrik Jovanka"
Willy menggelengkan kepalanya "Tidak kak, ayah handa raja sangat mencintai Ratu Isabel, dan itu tidak ada hubungannya dengan ibunda ku, Ayah Handa raja menelantarkan ibu mu karena dia berselingkuh dengan pangeran Erik plakona, dan ibu mu berdusta sebagai anak dari raja Adrian plakona, tetapi kamu adalah anak ayah handa raja, dan dia selalu merindukan mu "
Billy pun menyangkal perkataan dari Willy "mustahil raja Hendrik Jovanka merindukan ku, secara aku bukan anak kandungnya, aku tidak akan perduli perkataan mu lagi, kamu harus mati sekarang, alasan ku bergabung dengan aliansi pembunuh ini adalah untuk mendapatkan berkah dewa Garin, dewa kegelapan dimana keabadian akan menyertai ku"
Memang kelihatannya Billy menjadi bertambah kuat semenjak dia melarikan diri dari kerajaan Jovalavia, dan seperti dia telah mendapatkan berkah dewa kegelapan.
Pedang yang di pegang oleh Billy pun diselimuti aura kegelapan bercampur dengan sihir elemen api yang di miliki oleh Billy
"Aku bertambah kuat dan mendapatkan berkah dewa Garin itu hanya untuk satu tujuan, yaitu membunuh mu, orang yang suatu hari nanti akan menghambat perkembangan para penganut ajaran dewa" ucap Billy.
Kemudian dia bersiap untuk menyerang Willy "Kamu harus mati sekarang, kalau kamu mati, aku akan melihat kesengsaraan raja Hendrik Jovanka dan ratu Elisia, bahkan Heri Jovanka akan menagung penyesalan"
Wuss....
Billy bergerak dengan cepat dan melancarkan Serangan sambil mengayunkan pedangnya.
Baam....
Hantaman kedua pedang itu tidak menyebabkan ledakan, tetapi energi pedang yang keluar dari kedua senjata itu menumbangkan semua pohon di area tersebut sampai menjadi potongan kecil.
Debu membumbung tinggi ke udara seperti letusan gunung berapi yang membumbung sangat tinggi, sehingga dapat kelihatan dari jauh.
Bahkan hewan dan monster hutan yang ada di sekitar sana berlarian, mereka menjauhi arena pertarungan dengan sangat tergesa-gesa.
Bahkan burung pun beterbangan ke segala arah untuk menyelamatkan diri dari efek serangan mereka berdua.
Tanah di area mereka berdua menjadi cekungan karena sebagian tanah pun ikut berhamburan.
Kemudian Willy dan Billy saling menebas pedang mereka, dan mereka saling jual beli serangan.
Percikan api keluar dari tubrukan pedang mereka berdua, bunyi Trang....Trong....Trang....Trong terdengar keras, karena serangan mereka menggunakan tenaga yang sangat kuat.
Bahkan area mereka bertarung sudah tidak ada lagi pohon yang masih berdiri kokoh, bahkan tempat mereka bertarung seperti hamparan yang sangat luas.
Billy yang memakai full armor di selimuti aura hitam seperti kobaran api, sedang Willy sendiri hanya mengeluarkan aura putih seperti es yang menguap.
Pedang dewa naga agung yang biasanya bisa menebas apa pun, dihadapan Billy itu seperti pedang aura biasa, karena Billy dan Willy sekarang sama kuatnya.
Bukan hanya itu mata Billy berwarna hitam, dia seperti tidak ingat akan dirinya sendiri dan seperti sedang di kendalikan.
Tetapi itu hanya tebakan Willy saja, sekarang Billy sedang dalam mode brutality karena efek dari berkah dewa kegelapan yang sangat besar.
Bahkan kekuatan Billy selevel dengan prajurit dewa, atau di atas level pahlawan.
Willy pun kewalahan, dia tidak memakai Armor hanya baju kaos biasa yang dia pakai sehingga beberapa serangan dari Billy mengenai baju dan kulit Willy.
Willy pun banyak mengalami luka sayatan, tetapi itu tidak dalam dan hanya mengeluarkan sedikit darah.
Tetapi Willy tidak bisa melukai Billy karena dia memakai Full armor yang tidak ada celah untuk melukai dirinya.
Kalau saja yang di pakai armor biasa, pedang dewa naga agung bisa dengan mudah mengoyak armor tersebut bahkan memotongnya.
Sedangkan yang Billy pakai adalah armor yang terbuat dari logam Adamantium yang dimana logam itu juga sebut sebagai logam dewa yang mengandung energi sihir.
Sehingga Willy tidak bisa mencari celah untuk mendaratkan serangan dan membuat luka fatal kepada Billy.
Buwar.....
Willy pun terpental jauh, baru pertama kalinya Willy mengalami luka seperti ini saat bertarung, dia terdesak dan tidak dapat berpikir jernih.
Meskipun demikian dia memiliki sedikit waktu karena dia terpental cukup jauh, Willy mengeluarkan potion dan kemudian meminumnya untuk menyembuhkan luka sayatan di sekujur tubuhnya.
Baju yang dia pakai pun sudah compang camping tak karuan, kalau di lanjutkan ada kemungkinan Willy akan kalah total.
Meskipun Willy seorang rengkarnasi dari orang yang jago beladiri, tetapi di dunia ini berbeda, di dunia ini ada level dan sihir sehingga sebanyak apapun skill yang kita miliki, kalau level kita rendah maka kita akan kalah.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna