
Sepulang dari jalan jalan Willy dan Maria kembali kepenginapan dan ketika sudah sampai di penginapan mereka sedang ditunggu oleh semua orang untuk makan malam.
Clarisa memberikan masing masing 4 lembar tanda peserta kepada Willy dan Maria.
"Dek, ini kakak sudah daftarkan kalian berdua di 3 kompetisi pembukaan dan 1 kompetisi inti"
Willy dan Maria mengambil tanda peserta itu untuk nanti diserahkan ke panitia untuk mengikuti kompetisi.
"Terima kasih kak..."
"Sama sama, ingat jangan beberkan identitas kalian kepada orang lain, tetap pakai masker supaya tidak ada orang yang mengenali kamu"
"Baik kak"
"Eh tadi Kakak lihat rombongan dari kerajaan Eldragon sudah tiba mereka menginap di penginapan yang ada di sebelah timur kota jadi jarak nya lumayan jauh.
Dan ada kabar juga rombongan dari kerajaan Jovalavia akan segera tiba besok lusa dan yang ikut kesini lumayan banyak karena mereka melalui jalur darat"
Willy berkaca kaca dan tersenyum.
"Kira kira ibunda ikut hadir tidak kak, dan apakah kak Heri juga ikut bersama dengan Raja Hendrik"
Clarisa mengangguk
"Iya dek, yang datang ke federasi ini ibunda Ratu Vanessa, Ibunda Ratu ke 2 , Billy dan Heri, yang lainnya adalah para prajurit dan bangsawan kerajaan.
Kakak mendengar Juga bahwa kakak mu Billy akan ikut kompetisi ini, jadi kamu harus jaga rahasia mu jangan sampai ketahuan oleh mereka.
Kamu boleh membuka indentitas mu ketika kompetisi inti di laksanakan karena memang di kompetisi inti kita tidak boleh menggunakan alat penyamaran bahkan tidak boleh menggunakan sihir"
Willy mengangguk dan mendengarkan perkataan Clarisa, kemudian Willy bertanya kepada Clarisa.
"Apa Willy boleh bertemu ibunda sekarang"
Clarisa menggelengkan kepala
"Jangan dulu, nanti kalau sudah kompetisi ini selesai baru kalian boleh ketemu kita sedang menjaga rapat rapat rahasia ini, soalnya seluruh kerajaan di benua ini sudah tahu bahwa kalian sudah meninggal dunia.
Raja Alfred ingin mengetahui siapa yang menyebarkan rumor tentang kematian kalian dan siapa dalang di balik penyerangan dulu sehingga melukai ibunda Ratu Elisia"
Willy menahan kerinduan kepada ibunda nya yang sudah lama tidak bertemu semenjak Ratu Elisia sembuh dari racun dan di bawa oleh Raja Alfred ke kerajaan Eldragon.
*
Keesokan harinya, Willy biasa berjalan jalan ke kota dengan ditemani oleh Maria dan di kawal oleh 10 orang kapten dari pasukan Raja Naga.
Dia berkeliling seketika pandangannya tertitik kepada seorang anak yang lagi berjalan menjauhi rombongan Willy disana Willy meminta ijin kepada Maria.
"Maaf kamu jalan duluan saja dengan mereka saya ada perlu sebentar"
Tanpa mendengar kata kata Maria, Willy langsung berlari.
"Eh .. tunggu mau ke ...."
Willy keburu jauh berlari dan Maria pun menjadi kesal karena tiba-tiba ditinggalkan oleh Willy.
Willy mengejar seseorang dia mencari kesana kemari dan sampai di sebuah gang orang yang di cari masuk kedalam sebuah gang yang sepi, Willy pun mengejar dan memanggil.
"Elvina tunggu...."
Akhirnya orang yang dikejar ketemu dan Willy pun menghampiri.
"Tunggu Elvina"
Yang di kejar oleh Willy adalah seorang anak yang bernah dia tolong di dalam hutan dan Willy memanggilnya dengan nama Elvina.
Setelah Willy memanggil anak itu anak itu pun berhenti dan melirik.
"Maaf siapa ya apa saya kenal sama kaka ini"
Willy meyakinkan Elvina
"Apa kamu tidak ingat waktu di hutan pinggir sungai kamu terkena anak panah dan aku orang yang menolong mu"
Elvina pura pura mengingat
"Oh siapa ya aku lupa"
"Lihat wajah ku apa kamu ingat"
"Oh yang dihutan itu kamu yang memanggil nama dengan sebutan Elvina"
"Nah kamu ingat, iya itu aku"
"Nama kamu Waluyo kan"
"Ih salah namaku bukan Waluyo tapi Willy"
"Oh Willy...."
Kemudian Willy menggenggam tangan Elvina dan mengajaknya untuk pergi dari sana Willy mengajak Elvina untuk naik ke Gedung menara pengawas yang ada disana supaya bisa ngobrol berduaan sambil melihat pemandangan kota dari atas sana.
Willy bercerita banyak tentang dirinya kepada Elvina tetapi tidak menceritakan bahwa dia adalah pangeran ke 3 dari kerajaan Jovalavia.
Willy hanya bercerita keseharian dia di rumah menara pengawas yang berada di dalam hutan dan keseharian dia berburu dan mengumpulkan makanan di hutan.
Elvina disana bertanya kepada Willy.
"Kenapa kamu memanggil ku Elvina"
Willy hanya tersenyum
"Hehehe ....karena aku tidak tahu nama mu yang sebenarnya, kalau boleh tahu siapa nama asli mu"
Elvina kesal karena bukan itu yang di maksud. Kemudian Elvina menjawab dan bertanya lagi kepada Willy.
"Ya sudah panggil saja saya dengan nama Elvina kalau kamu suka, tetapi maksud ku kenapa kamu memberikan nama Elvina kepada ku apa ada sesuatu dari nama itu"
Willy hanya menggaruk kepalanya
"Hehehe....mungkin karena Nenek ku Bernama Elvia, jadi aku memanggil mu dengan nama Elvina"
Di dalam hati Elvina dia berbicara sambil melamun.
"Dia bukan orang yang aku cari, apakah aku harus membunuhnya, atau kah dia kehilangan ingatannya karena sudah lama berada di dunia ini.
Tetapi kenapa dia memberiku nama Elvina kepadaku, nama itu seperti waktu aku berada di kehidupan ku yang dulu ketika masih berada di Bumi"
Willy melihat Elvina melamun dan Willy pun bertanya kepada Elvina.
"Eh...kenapa kamu melamun, kira kira kapan kita bertemu dan mengobrol kaya gini"
"Ti...tidak aku tidak melamun kalau kamu mau bertemu lagi aku tunggu kamu besok di sini tetapi waktunya sore hari"
Elvina memberikan sinyal kepada Willy, dia mengajak bertemu lagi besok sore di tempat ini dan Willy pun menyetujuinya.
"Baik lah kalau begitu kita bertemu lagi besok di tempat ini"
Kemudian Willy mengacungkan jari kelingkingnya.
"Ayo berjanji..."
Elvina pun menyambut jari kelingking Willy dengan jari kelingking nya
"Kita berjanji ketemu besok disini kalau salah satu dari kita tidak datang berarti dia akan menjadi Babi"
"Baiklah ayo janji"
Mereka berdua mengucapkan janji bersama sama dan setelah itu mereka pun berpisah karena hari sudah mulai gelap.
***
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.