Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
I8Eps 88. Masa Lalu


Setelah Ubaydillah Dan Adrian meninggalkan arena track, Afnan pun membawa Hasna bersama valentino, entah mau kemana, Hasna Tak berani banyak Tanya Dan bicara, Aura wajah Afnan saat ini terlihat begitu angker di matanya..


Awal nya mereka memasuki jalan Raya utama, walaupun jalan utama namun kendaraan hanya satu dua, jalan begitu


lengang, waktu menunjukan pukul dua Dini hari, Afnan melaju dengan kecepan sedang, Hasna merapatkan pelukan nya pada Afnan.


Hawa dingin di kota tersebut betul betul menusuk kulit, apalagi saat ini sudah menjelang pagi.


Lalu motor Afnan berbelok dari jalan utama menuju sebuah jalan sepi, betul betul sepi.


Hasna mengedarkan pandangan ke sekitar, "hutan?, "


gumam hati nya.


ya itu kawasan hutan jati yang begitu rapat kanan Dan kiri jalan, Afnan memacu motor Hasna mulai dengan kecepatan penuh, beruntung jalan aspal hotmix yang mulus jadi saat afnan melaju tidak terasa Ada hambatan.


"By.. Kita mau ke mana, koq masuk hutan sih?"


Tanya Hasna.


"Ajak kamu jalan jalan malam sayang " ucap Afnan.


"Iya tapi masa malam begini jalan jalan ke hutan sih by? .."


Tanya Hasna penuh ke ngerian


"Loh bukan nya kamu suka ya sama tempat tempat menantang seperti ini".


Ucap Afnan.


Hasna hanya diam cari aman , ia Tak berani menjawab, jika salah jawab bisa saja di buang Di hutan ini fikir nya , nah kalau yang mungut orang ganteng kayak ustadz ga apa apa, kalau di pungut macan bagaimana,


SsHiiii.. Hasna bergidik ngeri.


Afnan memacu kencang motor Hasna, hingga Hasna harus berpegangan lebih erat, terlebih lagi ketika melewati jalan berkelok, Afnan seperti kesetanan memacu sepeda motor nya, ia Tak memperdulikan teriakan, ocehan Dan rengekan Hasna yang menyuruh nya agak me lambat.


Tubuh Afnan berliuk mengikuti irama tikungan jalan dengan kecepatan tinggi, sesekali motor berdengung Di sebuah kelokan tajam dan Hasna harus berusaha menyeimbangkan tubuh pada saat afnan berbelok, jika Hasna Tak mengikuti irama tubuh afnan, bisa saja ia jatuh atau terlempar dari atas motor.


Setelah hampir dua Jam perjalanan Dan melewati hutan jati serta area perkabunan pohon coklat Dan melewati jalan yang berkelok, Hasna melihat ada cahaya remang dari sebuah bangunan, tak berapa lama betul saja terlihat beberapa bangunan mirip vila, Karena berada di Atas perbukitan.


Afnan berbelok di salah satu vila bergaya classic minimalis...Dan ia menghentikan motor tepat Di halaman vila..


"Asalamualaikum.." Ucap Afnan sembari mengetuk pintu


"Asalamualaikum..." Ucap lagi..


Terdengar dari dalam sahutan seorang wanita.


"Waalaikum salam..."


Lalu pintu terbuka.. Dan munculah seorang wanita sekitar usia 40 tahun an, terlihat masih cantik dengan tubuh nya yang berisi.


"Loh den Afnan.. MasyaAllah ibu mimpi apa kedatangan tamu agung.."


"Ah ibu bisa saja.." ucap Afnan sembari mengulurkan tangan.


Dan perempuan itu Menyambut nya, kini mereka berjabat tangan .


"Mari Masuk den" ..ajak perempuan itu.


"Iya terimakasih bu..maaf Afnan menganggu bu, datang tiba tiba sudah gitu hampir pagi lagi.. "


Ucap Afnan sopan


"Tidak atuh den, buat si aden mah pan 24 Jam selalu terbuka pintu ini mah"


Ucap ibu Itu lagi..


"O ya bu.. Perkenalkan ini istri saya nama nya Hasna, panggil saja Nana.." ucap Afnan memperkenalkan hasna.


"MasyaAllah eleeeuuh mani cantik pisan, jadi neng cantik teh istrinya den Afnan , ibu fikir teh saha, da Tumben atuh den afnan bawa perempuan" .. Ucap ibu itu lagi logat sunda.


"Memang nya betul betul tidak pernah bawa perempuan?


Hello usia nya 32 th kelles, aku Tak percaya "


Batin Hasna.


"Eh maaf neng, den, Aduh mulut si ibu mah da mani rame pisan , seneng pisan atuh neng sudah bertahun tahun den Afnan tidak kemari, tuh liat mani gagah, da terakhir kesini teh waktu masih sekolah Di turki katanya, eh sekali nya kesini bawa istri, Ya Allah ibu mah mani ikut bahagia" Tutur perempuan itu.


Ia ikut memanggil ibu.


"Aduh neng hapunten ibu teh ngocoprak(bicara tak berhenti) wae, ya Allah.. Perkenalkan ibu teh surimah,


Kalau den Afnan mah biasa panggil Bu Su.." Tutur nya..


"O iya bu, saya Hasna panggil saja Nana.." ucap Hasna memperkenalkan diri.


Tak berapa lama muncul seorang laki laki, usia nya mungkin Tak jauh dengan bu Su.


"Asalamualaikum pak Aswad" , ucap Afnan, lalu menyodorkan tangan, Dan mereka pun bersalaman.


"Waalaikum Salam, ya Allah den Afnan.. Aduuh bapa teh kaya mimpi ini , lihat den Afnan"


Ucap pak Aswad.


"Maaf pak,saya sudah lama tidak main ke mari" ucap Afnan.


"Ya tidak apa apa, yang penting si aden sehat, seperti nya aden sudah baik baik yah, lihat si aden gagah pisan"


Tutur pak Aswad sumringah.


"Maaf den, bapak kaya lihat aden tempo dulu, kalau sehabis duel pasti kemari dengan wajah berdarah darah Dan baju berantakan, tapi beda nya ini mah baju nya aja berantakan wajah nya tidak berdarah darah " sambung pak Aswad


Alhamdulillah saya baik baik Dan sehat pak, , hehe... Hanya seringai dari Afnan dalam menanggapi ucapan pak Aswad yang terakhir kali.


" O iya pak, perkenalkan ini istri saya" ..Afnan mengalihkan pembicaraan dengan memperkenalkan Hasna pada pak aswad


"MasyaAllah den udah nikah, alhamdulillah atuh aden teh sudah punya istri, sudah punya tanggung jawab yah sekarang"


Ucap pak aswad dengan tatapan yang sendu.


Hasna pun mengulurkan tangan,


"saya Hasna pak, panggil Nana saja " ucap nya.


"Oh iya neng, neng Nana.. saya pak aswad suami nya bu suri mah"


ucap pak aswad.


"Silahkan den atuh, tempat istirahat si aden mah selalu siap.." ucap bu surimah, mengajak mereka masuk.


Hasna belum mengerti, siapa itu surimah,Dan pak aswad serta ada apa ini, apa arti dari perkataan pak aswad tadi.


mereka seperti nya bahagia melihat Afnan, namun mengapa bersamaan dengan itu terlihat pula kesenduan Di mata mereka.


"Terimakasih bu Su, saya masuk dulu ke basecam ya " ucap Afnan seraya menarik tangan Hasna.


"Ayo sayang" afnan menggenggam tangan Hasna, menuju arah sudut rumah itu.


Lalu Afnan membawa Hasna menuruni anak tangga Dan turun ke sebuah lantai dasar.


Sampai lah mereka Di sebuah ruangan yang cukup luas tanpa sekat, terdapat satu buah tempat tidur ukuran besar menghadap ke arah jendela, Di sudut ruangan ada sebuah meja billiar, Dan sebuah kamar mandi Di sudut Lain, serta dua buah sofa besar.


"Selamat datang sayang Di bagian dari masa lalu byby"


ucap Afnan memecah keheningan.


"Maksud byby?"


tanya Hasna.....


To be continue ______


*********,


Eh... Nyambung lagi, jangan marah ya readers yang baik... 👌


Jujur.. dari semalam sampai siang ini thor sibuk ini ono kucrut deh, tulisan thor menggantung di udara, ya Allah baru bisa rampung sore ini.


Itupun mungkin kurang memuaskan. 🙏


Ya sudah thor mau ucapin Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H bagi yang merayakan nya... Dan


Mohon maaf lahir bathin 🙏😇...


Vote, like, Komen 😇