Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 181. Cantik!


أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ


Asyhadu al-laa ilaaha illa-Llah


“Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah”


وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ


wa Asyhadu anna muhammadar rosuulullah


“Dan (aku bersaksi) bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah”


Dua kalimah syahadat yang di lafalkan Mommy Ubaydillah dan Devano.


“SAH?” tanya pak kyia pada saksi.


“SAH!” jawab Saksi.


“Alhamdulillah hirrobbil alamiin” sambutan haru mereka serempak, dan kini Mommy resmi sudah menjadi muslimah,sesuai Nadzar nya.


Setelah semua acara rampung...


“Congratulations ya Dev!!” ucap Lintang, Hasna dan Angela.


“Thanks” jawab Devano.


“Hai kak Elya, Selamat jadi Istri, Alhamdulillah kita saat ini sudah menjadi saudari kak” Ucap Hasna, dan Lintang serta Angela setelah memberi selamat pada Devano yang malah berbaur dengan santri putra lainnya, kini mereka menghampiri Elyavira dan mereka saling berpelukan.


“Berarti Ana yang paling tua dong di sini” ucap Elyavira.


“Tapi silsilah nya justru yang paling muda kak” ucap Lintang.


“Hehe jadi malu, tetap panggil Kak saja ya, dari kecil Ana Ingin punya adik, Alhamdulillah terwujud nya sekarang” ucap Elyavira.


“Oh kak Elya memang nya tidak punya adik ya?” tanya Hasna.


“Tidak, kak Elya kan anak bungsu dari tiga saudara” ucap Elyavira.


“Ya sudah kita akan tetap menjadi Adik nya kak El, ya Na, Ange?” ucap Lintang.


“Setujuuuu!!” Ucap kedua nya.


“Assalamu'alaikum” tiba tiba Afnan dan Ubaydillah menghampiri.


“Wa'alaikumsalam” ucap mereka serempak.


“Oh rupanya Mimma di sini, ayo maem dulu” Afnan menutup setengah bibir nya dengan sebelah tangan nya, karena ia sadar bibir atas nya membengkak dan ia sudah merasa tidak nyaman berlama lama di hadapan para tamu.


“Iya By, ya sudah ayo Maem dulu, nanti setelah maem, Nana kompres yang bengkak nya” ucap Hasna.


“Baiklah, terimakasih sayang!”


“Yang ayo kita makan juga, A'a Dav sudah ingin cepat cepat istirahat, kepala A'a Dav pusing nih” ucap Ubaydillah,ia pun melakukan hal yang sama, yaitu menutup kening nya yang benjol dengan sebelah tangan.


“Iya Yang ayuk, dan nanti Lilin Obati yang benjol nya!”


“Terimakasih Yang!”


“Loh Dev nya mana Nona El?” tanya Ubaydillah.


“Sedang bersama teman teman nya yang lain Ustadz, dan maaf Ustadz panggil saya Elya saja” pinta Elyavira.


“Begitu.. Baiklah Elya” ucap Ubaydillah kembali.


Saat mereka sedang berbincang, Devano pun menghampiri mereka,


“El... Kamu di ajak makan oleh Granny” ucap Devano tiba tiba.


“Iya Dev” sahut Elyavira.


“Dev, Elya.. Selamat ya atas pernikahan Kalian” ucap Afnan.


“Terimakasih bang


lalu Afnan mengucapkan Doa sekaligus ucapan selamat dalam bahasa arab yang sesuai menurut sunah Nabi Muhammad SAW,


بَارَكَ اللهُ لَكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ. بَارَكَ اللهُ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْكُمَا فِيْ صَاحِبِهِ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ


“Barakallahu laka wa jama’a bainakuma fi khairin. Barakallahu likulli wâhidin minkuma fi shahibihi wa jama’a bainakuma fi khairin.


Artinya : “Berkah Allah (semoga tercurahkan) bagimu. Dan (semoga) Allah mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan. Berkah Allah (semoga tercurahkan) bagi masing-masing kalian berdua atas pasangannya, dan (semoga) Allah mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.”


Sedikit penjelasan :


Bahwasannya Nabi Muhammad SAW. jika mendoakan kepada seseorang ketika ia menikah, maka beliau bersabda, “Baarakallahu laka wa baaraka ‘alaika wa jama’a bainakumaa fii khaiir.” (H.R. At-Tirmidzi)


Lalu Afnan merangkul Devano, dan mengucap Doa untuk Pengantin Mempelai Pria


بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ وَعَافِيَةٍ


“Bârakallâhu laka, wa bâraka ‘alaika, wa jama‘a bainakumâ fî khairin wa ‘afiyah.


Artinya, “Semoga Allah SWT memberi berkah untukmu. Semoga Allah menurunkan kebahagiaan atasmu. Semoga Allah SWT menyatukan kamu berdua dalam kebaikan dan ‘afiyah,”


“Terimakasih bang” ucap Devano.


“Syukron Ustadz” ucap Elyavira.


“Afwan” jawab Afnan.


Setelah mereka menyantap hidangan di Aula dengan jamuan sederhana, maka itu sebagai penutup dari acara pernikahan Elyavira dan Devano.


Dengan pesta resepsi masih tahap perencanaan antara keluarga Devano.


Di rumah Utama...


“Elya pamit Umi, Abi” pamit Elyavira setelah mengambil beberapa potong pakaian Devano di kamar Devano.


“Loh mengapa tidak di sini saja neng El, kamar Devano kan luas untuk kalian berdua” tawar Umi.


“Terimakasih, Elya di building para pembimbing saja Umi, InshaAllah di sana Juga nyaman” ucap Elyavira dengan sedikit gugup.


“Oh ya sudah, namun jika Devano tidak nyaman lalu mengajak kembali ke kamar nya, pintu rumah ini akan selalu terbuka” ucap pak Kyai.


“Syukron laak Abi kyai” ucap Elyavira.


“Afwan”


“Kalau begitu El permisi Abi Kyai , Umi Nyai.. Assalamu'alaikum” pamit Elyavira.


“Wa'alaikumsalam” jawan Umi dan Abi serempak.


Sebelum kembali ke building para pembimbing Elyavira menghampiri Devano yang kini masih berbaur dengan teman teman santri putra.


“Dev mari kita pulang, Elya akan obati lukamu” ajak Elyavira pada Devano.


“Oke, Hai guys gue balik ya..”


“Na'am Dev” ucap mereka.


“Loh kita mau balik ke mana El?” tanya Devano, saat jalan yang mereka lewati tidak menuju rumah Utama.


“Kita ke building tempat Elya tinggal Dev” ucap Elyavira.


“Tapi.....” ucap Devano.


Namun kalimat itu terhenti begitu saja, dan Elyavira menunggu kelanjutan nya namun tetap tidak terdengar kembali, hingga kini mereka sampai pada ruangan tempat Elyavira tinggal, building yang lebih mirip apartemen sederhana, satu kamar, ruang tamu dan tempat makan yang menyatu, kamar mandi dan dapur bersih minimalis.


“Masuk Dev” ajak Elyavira ketika sudah membuka pintu dengan kode, Devano pun mengikuti langkah Elyavira dan setelah di dalam tanpa bicara Devano duduk di Sofa dan Elyavira masuk ke dalam kamar nya.


Namun..


“Astagfirullah” suara terkejut Elyavira membuat Devano reflek menghampiri nya.


“Ada apa” tanya nya.


“Tuuuh” tunjuk Elyavira.



“Oohh hanya tempat tidur di tabur bunga!” ucap Devano santai.


“Ia Dev, tapi tadi saat Elya tinggal belum di hias begini” ucap Elyavira.


“Hmmm tak usah terkejut, paling juga kerjaan duo rusuh, eh salah sekarang tiga” ucap Devano.


“Duo rusuh?”


“Iya Lintang dan Hasna tambah Angela, Heehhmm” ucap Devano seraya tersenyum dan menggeleng gelengkan kepala.


Elyavira menangkap senyuman Devano, itu terlihat sangat manis.


Deg.. Deg.. Deg.. Jantung Elyavira mulai berirama.


“Baiklah Dev, kamu pasti lelah istirahat saja dulu, Elya mau mandi” ucap Elyavira.


“Oke” ucap Devano dan lalu ia merebahkan dirinya di kasur dengan sembarang, hingga bunga bunga yang telah tersusun rapih pun berhamburan dan berantakan.


15 menit Elyavira sudah selesai mandi dan kini ia sudah terlihat segar menggunakan pyama, dan Karena saat ini hanya di kamar dan berdua dengan mahram nya, maka Elyavira pun melepaskan dan tidak menggunakan hijab nya.


“Dev, mandi dulu, Elya sudah siapkan air hangat untukmu dan nanti Elya obati lukamu agar tidak infeksi” ucap Elyavira dan membuat Devano mengalihkan pandangan pada nya.



“Iya, El....... ya......” Devano terkejut melihat Elyavira tanpa cadar dan hijab, ini kali pertama ia melihat wajah asli istrinya tanpa penghalang, untuk beberapa detik ia hanya diam dan tertegun.


“Cantik!” gumam nya.


“Ayolah Dev nanti air nya tidak hangat lagi,” senyuman Elyavira pun mengembang dan menunjukan lesung pipi yang begitu manis.



“Hooooooo” , mata Devano terbelalak kagum, bibir nya membentuk huruf O, ketika melihat senyum manis istrinya, “Astagfirullah, MasyaAllah ” gumam nya.


Deg..


Deg..


Deg..dug.. tak.. dug.. tak..


Jantung Devano mulai berdegup berirama seperti sedang berdisco ria ada denyutan hangat pada tubuh dan area sensitive nya.


“Dev!” suara Elyavira menyadarkan nya.


“Ah euu..euumm okke” Devano gagap mendadak.


“Handuk serta pakaian mu ada di meja kecil dekat pintu” suara Elyavira sedikit keras dari arah kamar.


“Ya” balas Devano.


20 menit, Devano nampak keluar dari pintu kamar mandi, ia sudah berganti pakaian t-shirt dan celana pendek, terlihat lebih segar.


“Dev, duduk lah” pinta Elyavira.


“Untuk apa?” tanya Devano, Elyavira hanya mengangkat kotak P3k ukuran kecil,dan ia pun mengerti.


Elyavira membersihkan luka Devano dan melihat seberapa dalam luka nya.


“Mmmm.. Ini tidak begitu dalam Dev lukanya, tahan ya, Elya olesi obat sebelum di perban” ucap Elyavira.


“Aww,, heesss perih El” teriak Devano ketika rasa perih dari lukanya menyusuk rasa ke jantung.


“Tahan Dev sedikit lagi” bujuk Elyavira seraya menggenggam tangan Devano.


Dan kini perasaan Devano malah tak karuan, ia tidak pernah bersentuhan dengan perempuan manapun selain duduk dekat dengan Lintang dan Hasna, malah saat Ia merasa jatuh Cinta pada Lintang pun itu tidak terealisasikan Karen Lintang malah menikah dengan Ubaydillah.


“Iii.. Iya El” dan mereka saling menatap, Devano menatap setiap inci wajah Elyavira, mata yang terlihat berbinar, bulu mata yang lentik, hidung yang mancung,dan pandangan matanya kini menetap pada bibir yang tipis sensual, naluri kelelakian Devano pun muncul, entah apa yang mendorong tubuh Devano mencondongkan diri ke arah Elyavira dengan Intens matanya menatap bibir Elyavira, makin dekat, makin dekat dan “Hap” kini bibir mereka melekat erat tanpa pergerakan, ini sentuhan pertama bagi mereka, jantung kedua nya saling berpacu bersahutan dalam degup kencang tak berirama, ada hawa panas mengalir di bagian ujung ulu hati mereka, cukup lama bib*r itu hanya saling menempel.


Hingga....


Allaahu Akbar, Allaahu Akbar.


Allaahu Akbar, Allaahu Akbar.


Asyhadu allaa illaaha illallaah.


Asyhadu allaa illaaha illallaah.


.............. Dst......... 🙏


Kumandang suara Adzan Ashar, membuat kesadaran Devano kembali,Devano dengan cepat menarik b*bir nya “Maaf El” hanya ucapan itu yang meluncur dari mulut nya.


Elyavira hanya tersenyum malu, wajah nya me merah jambu.


“Euittss, bodoh lo Dave! ” Devano menggerutu dalam hatinya antara Menyesal namun senang.


“Dev ke masjid dulu ya El, berjamaah Ashar”? Pamit Devano.


“Ya sudah, Elya perban dulu lukanya, nanti jika basah kena air wudhu Elya perban lagi” ucap Elyavira.


“Iya, Dev pergi El, Assalamu'alaikum”.


“Wa'alaikumsalam” tunggu Dev, saat Devano akan keluar.


“Ah kenapa?”


Elyavira menghampiri Devano, dan meraih tangan kanan ia mengecup nya, dan..


“Cepat kembali Dev” Elyavira tersenyum, dan lagi lagi Devano terbuai senyuman itu.


“Oo..ooke El” Devano masih saja gugup, lalu ia keluar, dan sebelum keluar ia mengelus lembut pucuk kepala Elyavira.


***********


Terimakasih sudah membaca 🙏, masih mengharap Like, komen, vote, rate👌😍😇