Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 57. Bukti Nafkah Byby.


Keesokan pagi nya ....


Pagi itu Hasna sudah siap untuk berangkat sekolah.


"Sayang, Aku tunggu di meja makan yah," ucap Afnan.


"Baik By. Sebentar lagi Nana selesai dan akan menyusul Byby." Ujar Hasna.


Afnan sudah siap ngantor, memakai stelan jas lengkap, Karena hari ini ada meeting.


Hasna yang melihat Afnan rapih begitu, ia malah bingung.


"Memang Byby kalau mengajar style nya seperti itu ya?" batin Hasan. "Hmmm .... Andai Guru Agama Nana style nya seperti Byby. Pasti Nana betah nih di kelas! tidak akan tuh keluyuran ke kantin saat jam Pelajaran. Hihi." Gumam Hasna.


Walaupun Hasna bergumam, namun Afnan masih dapat mendengar dengan jelas, saat ia hendak mengambil tas laptop nya di Atas kasur.


"Hayoo nakal niihh yaaaa." Tiba- tiba saja Afnan sudah berada di belakang Hasna. "Itu tidak baik sayang." ucap nya lagi.


"Hehe gak koq By. Habis Gurunya tidak seperti Byby. Muda, ganteng, keren...hihi. Guru Agama Nana bapak bapak gitu By!" celoteh Hasna.


"Tetap saja tidak boleh seperti itu. Jangan di ulang ya sayang!" seru Afnan sembari mengecup mesra pelipis Hasna


"Iya By, ma'af."


"Ya sudah ayo cepat! nanti kamu terlambat," ucap Afnan kembali.


Afnan menuju meja makan. Sarapan sudah siap di meja, kali ini Ubaydillah yang memasak. Memang mereka berdua selalu bergantian memasak jika di rumah kecil. Karena Afnan sengaja tidak menggunakan Art di rumah kecil.


Untuk yang bersih bersih rumah, ia cukup membawa room Boys atau room Girls dari Hotel yang ia kelola, dan itupun bayaran nya di samping dari gaji Hotel. Untuk yang bersih bersih-bersih Kebun, Afnan menyewa orang, biasa nya dari pihak karang taruna kawasan sekitar rumah nya. Anak- anak muda yang belum ada pekerjaan.


"Assalamu'alaikum! Günaydın arkadaşım." Turki : (selamat pagi sobat). Sapa Afnan.


"Wa'alaikumussalam. Sabah patronu da." Turki : (pagi juga bos)


"Masak apa, pagi ini Dek sob?" tanya Afnan. "Nasi goreng kornet A'a bro." Ubaydillah menyiapkan piring.


Mereka pun segera sarapan, di susul Hasna yang baru tiba di meja makan.


"Minum air putih dulu Sayang," saran Afnan pada Hasna. "Baik By." Lalu Afnan menuangkan susu dan memberikan nya kepada Hasna.


"By! Aku gak mau susu." Tolak Hasna dengan sebuah rengekan.


"Ekhemmm." Afnan hanya ber dehem, lalu memandang Hasna dengan tajam. Di mata Hasna, tatapan Afnan bagai Elang yang hendak memangsa dirinya.


"I-iya By, Aku minum. Shiiiii." Turut Hasna dengan menyeringai.


"Nah gitu dong!" Hasna mengambil gelas berisi susu. Lalu Afnan menyendok nasi goreng beserta telur mata sapi nya, dan ia meletakan piring itu di hadapan Hasna.


"Makanlah sayang!" pinta Afnan.


"Iya, terima kasih By." Hasna tersenyum dan mulai menyendok nasi goreng nya.


Ubaydillah, mulai terbiasa akan sikap Afnan terhadap istri nackal shalihah nya itu.


"Oh yah A'a bro! nih sudah jadi."


Ubaydillah memecah keheningan dengan menyodorkan sebuah amplop berwarna coklat. "Pin nya sudah di ganti, tanggal pernikahan kalian." Ucap Ubaydillah kembali.


Afnan mengambil amplop coklat tersebut. "Teşekkür ederim." Turki: (terimakasih). Ujar Afnan.


"Tekrar teşekkürler." Turki: (terimakasih kembali). Tukas Ubaydillah.


Hasna yang mendengar bahasa mereka. Maka ia pun berusaha mencerna percakapan Mereka, namun itu bukan B.Inggris, Hasna tidakak mengerti, kalau B.Inggris, ia sudah cas cis cus.


"Isshh sombong, pakai bahasa planet segala, memang nya aku ini di anggap patung apa!" seru batin Hasna. Merasa kesal, Hasna cemberut dan menyudahi makan nya.


"Tak baik menyisakan makanan, itu sama saja menghardik rezky pemberian Allah." Afnan mengingatkan.


"Maaf Ustadz! ceramah lah di majelis! ini meja makan. Nana berangkat, mana kunci Mobil Nana?" ucapan Hasna sungguh tidak nyaman di dengar.


"Kita berangkat bersama, biar ku antar!" Afnan menghela nafas tetap sabar.


Hasna tidak menjawab, lalu berdiri sembari mendengus kesal, ia pergi ke luar menuju mobil Afnan yang sudah terparkir di halaman depan.


"Kenapa lagi tuh A'a bro sama si gemez nackal?" tanya Ubaydillah.


"Entah lah! masa pms mungkin... Hihi." Kelakar Afnan. "Sob duluan ke depan yah, nyusul Neng labil, takut ada yang nyulik. hehe." Lagi-lagi Afnan berkelakar.


"Ok!" Ubaydillah ikut tertawa sembari geleng-geleng kepala.


Afnan bergegas menyusul Hasna, tak lupa ia membawa serta tas sekolah Hasna yang tadi di tinggal nya.


Afnan masuk ke dalam Mobil. Ia lihat Hasna masih cemberut.


"Alhamdulillah, kamu masih utuh sayang. Aku fikir ada yang nyulik." Canda Afnan sembari tertawa kecil.


"Gak lucu!" ucap Hasna jutek.


"Huumm! okee. Sayang kenapa? kok tiba-tiba ngambek?" tanya Afnan lembut.


"Kesal sama Byby dan kak Ubay." Jawab jujur Hasna.


Ubay yang baru saja masuk dan duduk di kursi kemudi, mendengar namanya di sebut, lalu ikut bicara. "Ah.. Koq kak ubay di bawa bawa?" tanya nya.


"Habis, kalian jahat! Nana kan gak ngerti kalian ngomong apa!" seru Hasna dengan nada agak meninggi namun terengar polos.


Begitupun Afnan ia ikut mengekeh, mendengar pengakuan Istrinya.


"Oohh itu toh masalah nya. Hehe! ma'af, Byby lupa. kita terbiasa begitu. Itu hanya ungkapan terima ksih saja dalam Bahasa Turki." Afnan meluruskan kesalahpahaman itu.


Selsai bicara, Afnan memajukan badan nya dan meraih kaca spion tengah di atas kepala Ubaydillah. Lalu ia membalikan nya ke arah Ubaydillah.


"Aih si Boss, pinter banget deh akal nya. Biar Ana gak ngintip tuh..Fahimtun Ana Boss!" Ubaydillah berbicara dalam hatinya, lalu ia tidak mau ambil pusing maka ia pun fokus menyetir.


Afnan menarik Hasna ke pangkuan nya, duduk menyamping. Lalu ia memeluk perut Hasna dengan mesra.


"Nih, untuk Nana." Afnan menyerahkan amplop yang tadi ia terima dari Ubaydillah.


"Apa ini By?" tanya Hasna karena tidak tahu isinya.


"Buka saja." Pinta Afnan. Hasna pun membuka nya. Hasna melihat isinya sebuah ATM berlogo chip Gold. "ATM By?" tanya nya Lagi.


"Iya sayang, sudah atas Namamu! gunakan sesukamu. Pin nya tanggal pernikahan kita."


"Tapi By! Nana rasa tidak perlu. Nana memilki ATM sendiri dan cukup koq untuk Nana sehari hari." Tolak Hasna.


"Sssttt!!" Afnan menepelkan jari telunjuk nya pada bibir Hasna, sambil menggelengkan kepala nya perlahan beraturan, pertanda tidak boleh ada penolakan.


"Ini Bukti Nafkah byby untuk mu sayang. Tolong di terima, ATM kamu skip saja!" Ujar Afnan.


"Hmmm .... baiklah By! terima ksih." Akhirnya Hasna pun menerima kartu ATM tersebut.


"Maafkan Nana ya By! atas sikap Nana tadi." Hasna memang orang nyeleneh namun ia tidak segan meminta ma'af untuk kesalahan yang telah ia lakukan.


"Iya sayang, tidak mengapa. Byby sudah mema'afkan mu tanpa di minta pun. Sama kak Ubay juga dong!" Pinta Afnan dengan tersenyum.


"Pasti By!" ucap Hasna. "Kak Ubay. Nana minta maaf ya untuk soal tadi." Hasna pun meminta ma'af kepada Ubaydillah.


"Oh! santai saja dek Nana. Sudah kak Ubay ma'afkan koq." Balas Ubaydillah, sambil tetap fokus menyetir.


"Terima kasih!" ucap Hasna kembali. Lalu Hasna mengecup kening Afnan. Afnan memajukan Bibir nya dan mendapat kecupan dari Hasna.


Mereka tersenyum bersama.


Lalu Hasna mengalungkan lengan nya di leher Afnan, Karena posisi nya kini lebih tinggi sedikit dari Afnan, maka Afnan membenam kan wajah nya di dada Hasna. Ia menikmati sekali moment pagi itu, yang dapat membuat otak nya tambah segar.


(Ya ampyuun! apa kabar mblo depan tuh? hihi .... THOR jahara iiikkh😜✌).


**


Tiga puluh menit kemudian mereka sampai di sekolah Hasna.


Hasna turun dari pangkuan Afnan. Lalu ia merapikan seragam nya. Hasna segera beranjak keluar di ikuti oleh Afnan.


"Belajar yang baik sayang! jangan melawan sama Guru dan ingat, jangan nakal! nanti siang Byby jemput." Pesan Afnan sembari menyodorkan tangan kanan nya dan Hasna mengecup nya.


"Ia Byby sayang! gak nakal koq. Cuma bandel saja dikit! hihi.


Daah By! Assalamu'alaikum.."


Hasna berlalu dan masuk ke dalam gerbang utama.


"Waalaikum Salam. Awas yah! heehmmm bidadari labil. Ck ck ck." Afnan berdecak sembari menggelengkan kepalanya.


Lalu Afnan masuk kembali ke dalam mobil, duduk di samping Ubaydillah.


"Hmmm Bro! bro! nyadar laah! ada jomblo ganteng nih." Protes Ubaydillah sebagai bercandaan.


"Hehe .... maaf kan kakanda! Adik ku yang ganteng nya gak ketulungan! tapi sayang jomblo!


cari lah pendamping, nanti sore jika mau, Ana nikah kan Anta sob! hehe." Balas Afnan.


"Aimmm. Di fikir cari baju kali bisa langsung dapat!" ucap Ubaydillah.


"Ya sudah! kalau begitu nikmati saja menjadi lalat! Hehe." Kelakar Afnan.


"Ahahahahah..kakanda Bro tak berperasaan!" setelah tertawa Ubaydillah melirik Afnan dengan sinis yang di buat-buat.


"Waduh terkontaminasi Hasna tuh bahasa nya! Haha." Afnan tidak merasa bersalah.


"Bisa jadi nih Ana terjangkit Virus Hasna. Ahahah." Ubaydillah pun malah ikut tertawa.


Akhirnya mereka pun larut penuh canda dalam perjalanan menuju kantor.


**


Di sekolah.


"Na! Nana .... tunggu!" Adrian memanggil Hasna setengah berlari.


"Hai Yan! baru datang juga ya?" tanya Hasna dengan santai.


"Ia! oh ya. Tadi siapa Na?" tanya Adrian.


"Mmm .... ituuuu...."


Bersambung ....


Readers harus tetap like dan komen nih. Kalau enggak! ya gak pa pa sih (tega) 🙏😆😆