Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 205. Buka Puasa Yang Gagal.


Saatnya Afnan berangkat ke pertambakan,,,


"By,, pakai jaket ya soalnya dingin," ucap Hasna ketika Afnan sudah bersiap-siap akan berangkat ke pertambakan setelah pulang sholat subuh berjamaah dari Masjid. Afnan menggunakan pakaian casual, t-shirt putih, celana jeans coklat tua, sepatu kets abu-abu, topi dan Hasna saat ini memberikannya jaket berbahan jeans warna coklat, agar ia memakainya.


"Iya sayang terima kasih," ucap Afnan lalu ia membentangkan tangan nya saat Hasna akan memakaikan Jaket itu terhadapnya, setelah sebelumnya Afnan sarapan segelas susu dengan roti tawar yang dibawakan oleh Ambu ke kamarnya.


"Lalu Byby berangkat bersama siapa?" tanya Hasna.


"Byby akan berangkat dengan Devano sayang, tadi sudah bertemu di Masjid dan dia sudah setuju! sedangkan kak ubay yang nanti akan mengantarkan kalian kontrol ke dokter Anne, sekalian untuk kontrol Neng Lilin juga sayang," tutur Afnan.


"Loh Lilin mau kontrol apa by?" tanya Hasna tidak mengerti karena ia belum tahu kalau Lintang ternyata hamil.


"Astagfirullah Maafkan Byby sayang, Byby lupa memberitahukan mu, tahu tidak sayang! saat ini Neng Lilin sedang hamil, Byby baru tahu! baru saja diberitahukan oleh kak Ubay lewat pesan WhatsApp," tukas Afnan.


"Masya Allah sungguh by?" pekik Hasna


"Sungguh sayang, dan Twins utun kita akan mempunyai teman!" ucap Afnan.


"Alhamdulillah hirobbila'lamin," ucap Hasna ia ikut bahagia mendengar Lintang hamil.


"Fabiayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dusta kan?). Salut terhadap kalian sayang, betul-betul persahabatan yang indah! di pertemukan kembali di waktu yang indah. Lilin di jodohkan dengan Ubay, mungkin Allah ingin membuat kalian selalu tetap dekat. Dan saat ini kalian akan memiliki Baby hampir bersamaan. maafkan kami sayang, karena keegoisan kami kalian menunda kembali untuk meraih gelar sarjana," ucap Afnan penuh penyesalan.


"Loh koq byby bicara begitu, tidak ada yang egois disini by, justru Nana bersyukur loh, dapat menikah dengan Byby secepat ini!" seru Hasna.


"Iya sayang, terima kasih! Byby hanya terbawa suasana saja memikirkan kalian menunda kembali untuk berkuliah," ucap Afnan.


"Tidak Byby sayang, jangan terlalu dipikirkan yah. Pernah mendengarkan istilah long life education (pendidikan seumur hidup) tidak?" tanya Hasna.


"Iya sayang, pernah!" seru Afnan.


"Imam Hasan al-Bashri pernah ditanya seseorang yang usianya sudah 80 tahun. Apakah orang tua itu masih pantas untuk menuntut ilmu? Imam Hasan menjawab.Jika ia masih pantas hidup.” tutur Hasna


"Demikianlah hakikat dari menuntut ilmu, ia menjadi ruh bagi kehidupan. Siapa yang menganggap dirinya masih pantas untuk hidup, maka dia mesti belajar dan menambah pengetahuannya. Imam al-Hasan menegaskan, tak ada batasan usia bagi orang yang mau menuntut ilmu." ucap Hasna kembali.


"Masya Allah Istri Byby semakin pintar saja," ucap Afnan terkagum.


"Insya Allah by, walaupun Nana belum berkuliah, tapi kan Byby tidak berhenti mengajarkan Nana, Membimbing Nana secara pribadi dengan cara Byby yang unik, dan tentu,,tuh dengan buku-buku yang Byby dibelikan," ucap Hasna sembari menunjuk ke arah meja belajarnya, yang terdapat rak buku kecil. Dan itu sudah penuh sesak oleh berbagai macam buku, yang selalu dibelikan Afnan untuk Hasna baca di kala waktu-waktu senggangnya.


"Hehe,, iya sayang!" ucap Afnan tersenyum.


"Menuntut ilmu wajib hukumnya bagi muslim laki-laki mau pun perempuan. Demikian disarikan dari hadits tentang menuntut ilmu yang diriwayatkan Ibnu Majah, dan dishahih kan oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha'if Sunan Ibnu Majah no. 224.


طَلَبُ اْلعِلْمْ فَرِثْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ


"Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap individu muslim." tutur Afnan


"Dalam hadits tentang menuntut ilmu lainnya, Rasulullah SAW bersabda,


تَعَلَّمُوْاوَعَلِّمُوْاوَتَوَاضَعُوْالِمُعَلِّمِيْكُمْ وَلَيَلَوْا لِمُعَلِّمِيْكُمْ ( رَواهُالطَّبْرَانِيْ)


Artinya, "Belajarlah kamu semua, dan mengajar lah kamu semua, dan hormatilah guru-gurumu, serta berlaku baiklah terhadap orang yang mengajarkanmu." (HR Tabrani)


Ilmu agama menjadi prioritas untuk dipelajari. Namun bukan berarti Ilmu-ilmu lain diabaikan. Sebab dengan ilmu lah, manusia dapat ikut serta membangun kemajuan zaman, mengungkap kebenaran, dan memahami rahasia-rahasia yang Allah ciptakan.


Seperti dalam sabda Rasulullah SAW berikut,


مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًايَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا,سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيْقًا إِلَىالجَنَّةِ . رَوَاهُ مُسْلِم


"Barang siapa menempuh satu jalan (cara) untuk mendapatkan ilmu, maka Allah pasti mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim). tutur Afnan ia ingin Hasna semakin mengerti tentang menuntut ilmu.


"Masya Allah Byby" ucap Hasna, memeluk Afnan dan mengecupi telapak tangan Afnan sebelah kiri.


مَنْ خَرَجَ فِى طَلَبُ الْعِلْمِ فَهُوَ فِى سَبِيْلِ اللهِ حَتَّى يَرْجِعَ


Artinya : "Barang siapa yang keluar untuk mencari ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang". ( Hadis riwayat: Turmudzi).


Keutamaan lainnya juga disebutkan :


تَعَلّمُواالعِلْمَ وَتَعَلّمُوْا لِلْعِلْمِ السّكِيْنَةَ وَالْوَقَا رَ وَتَوَاضَعُوْا لِمَنْتَتَعَلّمُوانَ مِنْهُ


Artinya :"Belajarlah kalian ilmu untuk ketentraman dan ketenangan serta rendah hatilah pada orang yang kamu belajar darinya." (Hadist riwayat At-Tabrani)


Kemudian, Rasulullah SAW juga menegaskan keutamaan ilmu yang bermanfaat, baik semasa di dunia bahkan setelah manusia itu wafat. Seperti dalam hadits tentang menuntut ilmu berikut, dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda,


إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍجَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ


"Jika seorang manusia mati, maka terputuslah darinya semua amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya." (HR. Muslim no. 1631)


Itulah hadits-hadits tentang menuntut ilmu. Jangan berhenti menuntut ilmu, bahkan hingga akhir hayat," tutur Afnan secara gamblang menjelaskan tentang hadits mengenai menuntut ilmu.


"Begitulah sayang,,maaf Byby jadi kultum, hehe," asap dan lalu mengekeh.


"Tidak Byby sayang, kalau tahu menikah dengan Byby akan seindah ini, Malah Nana ingin nya dinikahkan dengan Byby dari bayi saja. Hehe,,,Masya Allah terima kasih byby sayang,, suamiku yang mendekati sempurna udah ganteng,pintar, baik, pengertian Insya Allah suami dunia dan akhirat," Hasna memuji Afnan.


"Ya Byby terbang nih di puji seperti ini," ucap Afnan ia mencoba berkelakar.


"Iikkhh Byby terbanglah ke hatiku sayang," timpal Hasna, Ia pun ingin berkelakar dengan meng gombali Afnan.


"Yah tidak jadi pergi dong, kalau Byby terbangnya ke hatimu, apalagi terbang di atas tubuhmu, hehehe," ucap Afnan menyeringai.


"Uuuuhh dasar Ustadz fiktor! masih


saja Mesum fikiran nya," ucap Hasna seraya makin merapatkan pelukan pada tubuh Afnan, sebetulnya Iya iba sudah beberapa bulan ini suaminya tidak mendapatkan hak bathin nya sebagai suami,namun Hasna merasa salut Afnan begitu sabar.dia tidak pernah memaksakan kehendak,tidak dipungkiri hasrat itu terkadang muncul sebagaimana Afnan adalah manusia normal sebagai laki-laki. namun biasanya Afnan akan menyikapinya dengan candaan, atau ia akan pergi berwudhu lalu berdzikir.


"Byby sayang ,,terima kasih banyak atas segala kesabaran baby, menghadapi keadaan saat ini! Nana mengerti kalau byby sebetulnya tersiksa karena puasa bathin," ucap Hasna.


"Tidak sayang, Byby ikhlas menjalaninya demi anak-anak Kita, demi kamu dan masa depan kita, Insya Allah. Allah akan memberikan keindahan di waktu yang tepat sayang pada akhirnya! Byby akan selalu menunggu waktu itu tiba. Byby masih bersyukur tidak pernah diusir oleh mu, saat kamu mulai mengidam. coba lihat si utun berjenggot kasihan tiap malam di usir Neng Lilin," ucap Afnan.


"Iya juga sih, semoga setelah ini tidak lagi ya by kasihan kak Ubay," ucap Hasna.


"Iya sayang,,Aamiin,,Aamiin ya robbal a'lamin. Ya sudah sayang Byby berangkat ya, nanti takut keburu siang, Oh ya Byby pamit dengan Twins ayo," aja Afnan. Seperti biasa nya, ia membawa Hasna duduk di sisi tempat tidur,lalu ia berlutut di hadapannya.Afnan mulai berpamitan kepada anak-anaknya.


"Twins sayang,, Biyya berangkat bekerja dulu ya sayang! Biyya doakan agar Twins sehat dan baik-baik saja dan doakan pula pekerjaan Biyya ini lancar ya sayang. Dan tolong doakan agar hasil pemeriksaan hari ini bagus Twins, agar Biyya dapat buka puasa bathin sayang, katakan saja pada dokter Anne, agar ia mencabut perintah puasanya," ucap Afnan berbisik-bisik di atas perut Hasna. namun ia terkekeh geli merasa lucu, saat Hasna menjewer telinganya.


"Biyya nakal nih, hayo anak-anaknya di ajarkan yang aneh-aneh deh," ucap Hasna karena walaupun Afnan berbisik ia masih dapat dengan jelas mendengarnya. Apalagi ketika anak-anaknya seperti menyetujui ucapan Afnan,dengan bergerak di dalam perutnya, maka ia ingin makin gencar saja mengerjai suaminya.


"Aduh,,,Twins lihat tuh Mimma sadis nya keluar, masa Biyya di jewer begini," ucap Afnan.


"Habis biyya nya nakal, sudah sana berangkat, melingkar terus di perut Mimma tidak jadi berangkat deh!" ucap Hasna sembari tertawa


"Ya sayang! Ini akan berangkat, sepertinya Devano sudah menunggu di bawah. Tuh baru saja dia mengirim pesan," ucap Afnan dan menunjuk ponselnya yang tergeletak di atas kasur.


"Ya sudah Byby berangkat ya sayang, nanti kita teleponan saja saat sayang sudah berangkat ke dokter Anne. Twins hari ini kalian tidak hanya diantar dengan Umma loh, tapi dengan O'om Ubay dan Ante Lin," ucap Afnan, lalu ia mengecup perut Hasna membelai lembut, dan berpindah mengecup hidung Hasna kedua belah pipi Hasna, kedua kelopak mata Hasna pucuk kepala dan terakhir mengecup bibir Hasna,lalu mereka berpelukan, sebelum Afnan beranjak keluar kamar.


Setelah Afnan memberi selamat kepada Ubaydillah dan Lintang, atas kehamilan Lintang. Lalu ia berpamitan pada Abi dan Umi, Afgan dan Devano pun berangkat menuju ke pertambakan.


Siang hari ba'da dzuhur,kini saatnya Hasna,Umi,Ubaydillah dan Lintang pergi ke rumah sakit untuk kontrol kehamilan Hasna dan sekalian kontrol kehamilan Lintang. Abi Kyai sedang mengadakan tausiyah di kota lain, yang masih bersebelahan dengan kota S. Sehingga ia tidak dapat ikut ke rumah sakit.


"Lintang,,kak Ubay selamat ya, kalian akan mempunyai baby," ucap Hasna.


"Terimakasih Na," ucap Lintang.


"Terimakasih dek Nana,". timpal Ubaydillah.


Setelah semua nya siap, maka mereka pun berangkat dan setelah 30 menit,Kini mereka sudah sampai di rumah sakit,dan saatnya Hasna kontrol terlebih dahulu.


"Dek Nana, ini sudah melewat dari 7 bulan ya memasuki 8 bulan dan ini sudah bagus semuanya hanya plasentanya memang masih menutupi jalan lahir, semoga saja nanti dapat berputar seiring membesarnya janin, asal terus dijaga jangan terlalu lelah, vitamin asam folat nya susunya diperhatikan Insya Allah tidak akan ada flek lagi!" ucap dokter Anne menjelaskan hasil dari pemeriksaan nya.


"Oh Syukur Alhamdulillah dokter, terima kasih banyak atas bimbingannya! dulu Nana sempat khawatir anak ini tidak akan dapat diselamatkan," ucap Hasna mengenang kejadian buruk beberapa bulan lalu.


"Alhamdulillah Allah masih melindungi kalian, dan kabar baiknya. Tolong sampaikan pada Ustadz, bawa Ustadz sudah boleh buka puasa loh, asal hati-hati! jangan terlalu aktif dan jangan terlalu sering hingga waktunya melahirkan, boleh lah sesekali," ucap dokter Anne setengah berbisik.


"Sungguh dok?" tanya Hasna setengah tak percaya.


Dokter Anne hanya mengangguk dengan senyuman dari bibir nya, dan terlihat rona bahagia di wajahnya saat menyampaikan berita tersebut.


"Alhamdulillah, terima kasih dok. biar saya sampaikan nanti kepada Ustadz berita baik ini," ucap Hasna.Kini Hasna terbaring di atas tempat tidur pasien,hanya seorang diri. Umi menunggu di meja dokter Anne yang berbatas tirai bersama Lintang, sedangkan Ubaydillah menunggu di luar ruangan.


"Ini hasil USG nya ya," dokter Anne menyerahkan hasil USG pada Hasna.


untuk USG karena kita sudah melakukannya lebih dari tiga kali, jadi hanya ada kesempatan satu kali lagi ya hingga persalinan, saya tidak dapat melakukan USG lebih dari 5 kali yah Dek Nana, bukan tidak boleh hanya mencegah hal yang tidak diinginkan saja. USG boleh, hanya Jangan terlalu sering juga, sewajarnya saja yaitu tiga atau empat kali sudah cukup,pada awal kehamilan, di usia kandungan 20 minggu dan mendekati persalinan sekitar 30 minggu. Alat USG itu kan menghantarkan panas jadi jangan terlalu sering, memang tidak ada penelitian tentang panas berisiko nya apa. Tapi sebaiknya tidak perlu sering," tutur dokter Anne.


"Baik dokter," ucap Hasna.


"Dan ini hasil USG nya, saya baru melihat satu ini laki-laki dek Nana, dan yang satu lagi belum terlihat. Mudah-mudahan saja perempuan," penjelasan dokter Anne.



"Masya Allah semoga saja dok, Aamiin Allahumma Aamiin," ucap Hasna dengan sorot mata yang berbinar.


Setelah selesai diperiksa dan semuanya masih terlihat wajar walaupun posisi plasenta masih di bawah dekat dengan jalan lahir , yaitu persaingan antara kepala dan plasenta mendekati jalan lahir, Namun keadaan kandungan Hasna cukup baik.


kini saatnya Lintang yang diperiksa, ketika Lintang naik ke tempat tidur Ubaydillah menemani.


"Waah,, dek Ubay, Selamat ya sebelumnya," Ucap dokter Anne.


"Wah Umi, mau nambah cucu nih," ucap dokter Anne tersenyum.


"Alhamdulillah Nak dokter," ucap Umi


Saat ini Umi dan Hasna, dapat melihat ke arah Lintang. karena tirai yang menutupi tempat tidur pasien dibuka dengan lebarnya! ketika Hasna diperiksa tirai ditutup karena tadi ada Ubaydillah yang belum keluar ruangan. Dan saat ini tidak ada masalah sepertinya, jika tirai terbuka lebar sehingga Umi dan Hasna dapat menyaksikan pemeriksaan Lintang.


"Baik,,karena sudah di test pack dan terbukti positif, yaitu garisnya 2 maka mari kita lakukan pemeriksaan dengan langsung USG saja ya dek Lintang, dek Ubay," ucap dokter Anne. dokter Anne sudah mengenali Lintang, karena beberapa kali Lintang ikut dengan Hasan memeriksakan kandungannya.


"Iya dok kalau saya sih ikut saran dokter saja," ucap Lintang.


"Iya dok Bagaimana baiknya saja timpal Ubaydillah.


"BISMILLAH," ucap dokter Anne sebelum memulai USG. lalu ia mulai menggeser alat USG di perut Lintang.


"Ini semuanya bagus ya deh Lintang dek Ubay, Usia kehamilannya sudah memasuki pekan ke-6 ya, dan Maaf Dek Ubay karena ini masih rentan, maka tolong intensitas keintiman nya agak dikurangi ya, bukan tidak boleh. Hanya saja rentang waktunya yang harus diperhatikan jangan terlalu dekat," ucap dokter Anne tersenyum.


"Baik dokter, saya akan perhatikan itu," ucap Ubaydillah.


"Baiklah ini sudah selesai, nanti saya beri vitamin dan susu hamil nya ya diperhatikan, dan ini hasil USG hari ini masih berbentuk gumpalan yang beruas yaitu bakal tangan dan kaki, kantung ke hamilan dalam kondisi baik," dokter Anne menyerahkan foto hasil USG Lintang.



"Masya Allah, anak kita Yang," ucap Ubaydillah.


"Masya Allah," timpal Lintang.


Akhirnya seluruh rangkaian pemeriksaan pun selesai.Kini mereka sudah berada di dalam mobil menuju arah jalan pulang.


"Sayang kehamilan Nana sudah menginjak usia 7 bulan lebih, apa mau di adakan acara tasyakuran 7 bulanan?" tanya Umi pada Hasna.


"Sepertinya tidak perlu Mi. Maksudnya Nana akan mendatangi panti-panti atau rumah singgah saja, dan kita mendatangi rumah-rumah anak yatim sera kaum lansia saja Mi, membagikan peralatan sekolah, sembako ,sejumlah uang dan makanan juga Mi, kita minta Doa nya saja terhadap mereka. dan untuk pembacaan Al-Quran mungkin Nana meminta tolong kepada santri putra dan putri saja. jadi kita tidak perlu repot di rumah. Itu sih baru menurut Nana Mi!, tapi Nana juga belum berbicara dengan A'a Ustadz," tutur Hasna.


"Oh ya sudah sayang, bagaimana baiknya saja! Umi dan Abi sih mengikuti,, akan tetapi lebih baik kalian rundingkan dulu, agar bertemu jalan baiknya," ucap Umi dengan lembut.


"Iya Umi,, terima kasih," ucap Hasna


------------


Kini malam hari pun tiba. Ba'da Maghrib Afnan baru saja tiba di rumah.


"Masya Allah Byby, baru pulang! Nana rindu sekali by. Satu hari tak bertemu dengan Byby," ucap Hasna sembari memeluk Afnan.


"Byby pun sama sayang!" balas Afnan


"Bagaimana pekerjaan nya by?" tanya Hasna.


"Alhamdulillah sayang semuanya berjalan lancar, dan Insya Allah esok pagi ikan-ikan itu akan segera terbang ke luar, sesuai dengan negara masing-masing yang telah ada di daftar," ucap Afnan


"Syukurlah Almdulillah by," ucap Hasna, lalu ia mengajak Afnan menuju kamar mandi ia mulai melucuti semua pakaian Afnan, dan mempersilahkan Afnan untuk berendam di air hangat yang telah Ia siapkan.


"Byby, mandi dulu ya. Berendam setidaknya 10 menit tidak mengapa By, untuk membuat tubuh Byby rileks kembali, ini sudah Nana siapkan memakai wewangian teespil," ucap Hasna.


"Baik Sayang terima kasih banyak Mimma, Oh ya bagaimana keadaan Twins utun?", tanya Afnan sembari merendam dirinya kedalam bath tub berisi air hangat dan wewangian terapi.


"Alhamdulillah baik, hanya plasentanya saja by, masih bersaing dengan kepala bayi masuk ke jalan lahir," tutur Hasna menjelaskan apa yang dokter Anne katakan tadi.


"Oh syukurlah, semoga saja ketika hari H semuanya berjalan lancar sesuai dengan yang diinginkan," ucap Afnan.


"Tapi,,, Mimma sayang,, Byby rasa Mimma menyensor sebagian cerita deh!" ucap Afnan kembali.


"Cerita yang mana by?, rasanya sudah Nana sampaikan semua," ucap Hasna.


"Cerita tentang Byby yang sudah di perboleh kan buka puasa," ucap Afnan menyeringai.


"Iihh Byby kalau yang begitu cepat tanggap sekali deh, berarti Byby sudah tahu?" tanya Hasna.


"Tentu sudah tahu dong sayang, itu berita paling menarik dalam headline news sore ini saat tadi Byby menelepon dokter Anne," ucap Afnan mengedipkan sebelah matanya.


"Hadduuuh mulai deh fikiran mesum nya kumat, sudah ah Nana mau menyiapkan pakaian ganti buat Byby," ucap Hasna lalu ia keluar dari kamar mandi.


"Hai Sayang malam ini ya, Byby sudah berpuasa tiga bulan lebih loh, dan biarkan Byby berbuka serta sahur sebelum kembali berpuasa ya sayang, untuk dua bulan kedepan," teriak Afnan dari kamar mandi serta ia tertawa kegirangan.


"Dasar Ustadz mesum, fikiran kotor sulit untuk di bersihkan," ucap Hasna dari dekat lemari, namun ia pun tertawa kecil. Dan Afnan begitu senang mendengar kata-kata itu, ia tertawa mengekeh.


-----------


"Di kamar Ubaydillah, Yang untuk malam ini Tolong jangan usir A'a Dav yah," pinta Ubaydillah pada Lintang.


"Insya Allah tidak Yang, tapi Lilin ingin minum, es kelapa yang di ujung jalan itu Yang!" ucap Lintang.


"What,, malam-malam begini," Ubaydillah merasa terkejut.


"Iya memang kenapa, sepertinya segar Yang tolong," ucap Lintang.


"Nanti sakit perut, besok saja Yang ya!" Seru Ubaydillah.


"Ikh Ayang Davi jahat, Lilin maunya sekarang!" ucap Lintang, matanya mulai berkaca-kaca.


"Baik-baik,, iya dibelikan sekarang juga ya," bujuk Ubaydillah.


"Hehehe terima kasih Ayang Dav!" ucap Lintang senang.


"Ya sudah A'a berangkat ya," ucap Ubaydillah.


"Tidak mau ditinggal, Lilin maunya dipeluk terus oleh Ayang Davi," ucap Lintang manja.


"Lalu siapa yang akan membelikan es kelapanya sayang?" tanya Ubaydillah.


"Tidak tahu, yang pasti Lilin ingin sekali meminum es kelapa itu sekarang juga," ucap Lintang dan dia malah memeluk Ubaydillah erat.


"Oke,,oke A'a Dav telepon Dev dulu ya, meminta tolong agar dibelikan!" ucap Ubaydillah.


Dengan tanpa melepaskan pelukan Lintang Ubaydillah menelepon Devano, namun telepon Devano sibuk, dan telepon Elyavira tidak aktif. Akhirnya ia memutuskan untuk menelepon Afnan.


Setelah telepon tersambung,


"Assalamualaikum A'a bro, bolehkah Ana minta tolong sebentar? tolong A'a bro ini darurat!"_ Ubaydillah.


"Oh ya Dek minta tolong apa?"_Afnan.


"Ini A,, Lilin pingin es kelapa yang di ujung jalan,,, ( Ubaydillah menceritakan keadaan Lintang saat ini, sehingga Ia tidak dapat pergi membeli es kelapa itu)_Ubaydillah.


"Baik dek, setelah sholat Isya ya," _Afnan.


"Iya A tidak apa-apa, terima kasih A," _ Ubaydillah.


Dan sambungan telepon pun terputus, pertanda mereka sudah selesai bicara.dan Afnan yang sudah siap-siap hendak sholat Isya pun, ia melaksanakan sholat Isya berjamaah bersama Hasna.


"Sayang Byby pergi sebentar ya, membelikan Neng Lilin es kelapa, yang di ujung jalan situ. Paling juga 15 menit Byby sudah kembali, Sayang jangan bobo dulu ya! tunggu Byby kembali. Ingat malam ini Byby buka puasa loh," ucap Afnan menggoda Hasna, setelah mereka selesai sholat Isya. hingga membuat Hasna bergidik ngeri, namun diiringi ketawa yang renyah dari Afnan melihat kegundahan istrinya.


"Ya sudah! Byby cepat berangkat Nanti keburu Lilinnya berkobar loh. Dan takut terlalu malam nanti kedeai es kelapanya keburu tutup," ucap Hasna. setelah Afnan mengecup kening Hasna dan berpamitan kepada anak-anaknya melalui kecupan di perut Hasna,Afnan pun bergegas menemui Ubaydillah di kamarnya.


"Assalamua'laikum Dek," panggil apa dari luar kamar.


"Wa'alaikumsalam,, masuk A tidak dikunci!" seru Ubaydillah.


Dan Afnan pun masuk ke dalam kamar Ubaydillah, terlihat Lintang berada di atas pangkuan Ubaydillah duduk di sisi tempat tidur, lalu Afnan menyapa Ubaydillah dan Lintang. "Neng Lilin mau dibelikan es kelapa seperti apa?" tanya Afnan.


"Seperti apa saja A'a Ustadz yang penting es kelapa. Maaf sudah merepotkan," jawab Lintang.


"Baiklah,,tidak mengapa! ya sudah A'a berangkat sekarang ya," ucap Afnan.


Setelah berpamitan, maka Afnan pun pergi untuk membeli Es kelapa,dengan mengendarai motor Hasna.


Malam itu Afnan dibuat repot oleh keinginan Lintang. setelah ia belikan es kelapa yang pertama, Lintang bilang itu salah! Lintang inginnya es kelapa yang memakai gula merah, Afnan kembali membelikannya. Namun itupun salah.


Lintang inginnya kelapa muda utuh dan harus dibuka di rumah, hingga pukul 10 kedai kelapa pun tutup! dan belum ada satup bungkus es kelapa pun yang Lintang sentuh, hingga akhirnya setelah pukul 10.30 Lintang pun tertidur tanpa minum es kelapanya sama sekali. Afnan hanya tertawa, ia ingat betul saat dia mengidam dan dibantu oleh Ubaydillah, ketika Ubaydillah membawa ember untuk menemaninya, saat Ubaydillah di kejar angsa ketika memanjat pohon belimbing.Saat ketika tengah malam Hasna ingin bakso, Afnan dan Ubaydillah berkeliling hingga hampir masuk ke jalan tol dan ia menemukan tukang bakso yang mangkal, dan setelah bakso itu sampai di rumah. Hasna malah tidak mau memakannya dengan alasan karena airnya sudah dingin, belum lagi saat Hasna ingin nasi uduk hampir pukul 3 pagi dan ban mobil mereka kempes di gerbang ponpes dan memaksa mereka untuk jalan kaki karena tukang tambal ban belum ada yang buka.


"Ya sudah Dek, tugas Ana sepertinya malam ini sudah selesai. UNtuk besok tidak perlu sungkan. A'a akan selalu membantumu Dek," ucap Afnan.


"Terima kasih banyak," ucap Ubaydillah.


"Sudah tak perlu sungkan oke," Afnan menepuk bahu Ubaydillah. Ia tahu Ubaydillah merasa tidak enak terhadapnya yang sudah hampir 5 kali balik ke tukang kedai es kelapa dan 1 bungkus es kelapa pun tidak Lintang sentuh.


hampir pukul 11 Afnan kembali ke kamarnya dengan peluh membasahi tubuhnya, Afnan hanya mengganti pakaiannya dengan yang baru, dan ia lihat Hasna sudah tertidur.


"Subhanallah buka puasa yang gagal! Ya Allah ternyata aku masih harus puasa, sabar Afnan ini ujian. nikmat sekali ujian ini," gumam Afnan, ia berbicara seorang diri.


tidak ada pilihan lain Afnan pun ikuti naik ke atas tempat tidur dan merebahkan dirinya di samping Hasna dengan memeluk Hasna. Malam ini buka puasa nya gagal total.


**********


Terimakasih banyak sudah membaca,🙏