
______________
Afnan kembali menormalkan laju motor nya, Hasna Speechless di Tengah jalan.
ia belum sepenuh nya percaya Atas apa yang ia lihat, Afnan masuk garis finish dengan cara yang Di luar nalar nya.
selama nge track belum pernah Hasna me lihat yang berkualitas seperti itu, fikiran nya mengingat janji nya terhadap Afnan tadi .
Tiba tiba...
"aaaaaaggghh..Astagfirullah, "
Hasna menutup wajah nya dengan lengan nya.
ia terkejut saat afnan melajukan motor menghampiri nya melesat dengan cepat seakan ingin menabrak nya, namun tentu saja tidak sungguhan, afnan telah memperhitungkan nya dengan baik.
Afnan bermanuver freestyle tepat Di depan Hasna, posisi ban depan Afnan menukik tajam dengan posisi Ban belakang terangkat.
" Astagfirullah by... Apa apa an sih, mau menabrak Nana,?"
ucap Hasna ,setelah Afnan berhenti Dan menstabilkan posisinya.
" ya habis kamu bengong begitu, kagum ya lihat byby balapan hehe ? "
ledek Afnan sembari tersenyum penuh kemenangan.
"Maaf sayang.. Kamu harus terima kekalahan malam ini, dan ingat janji mu "
Ucap Afnan kembali
"Ish sombong... Iya iya aku ingat.. " Ucap Hasna sedikit kesal.
Lalu Afnan membuka helm nya dan menghampiri Hasna, namun..
"Bughhhhh" .......
"Aggghh,"...
seseorang menendang bahu Afnan,
Afnan yang tengah lengah Tak siap dengan serangan dadakan itu, Dan iya terhuyung..
"Hai Roy apa apaan sih loh???"
Hasna yang menyadari suaminya ada yang menyerang, maka ia Tak tinggal diam,
Ber ancang ancang me masang kuda kuda
"Elo yang apa apa an , eh lo tuh udah curang Na , lo biarin dia gantiin lo balapan, ya gak sebanding lah, dia profesional, sedangkan kita kita apa, cuma pemula.." ucap Roy
"Ah banyak bacot lo, elo yang gak Terima kekal ahan Roy" ucap Hasna.
spontan Hasna pun maju dengan sigap
pasang kuda kuda lalu mengangkat kaki kanan nya Dan mendepak pipi Roy dengan menghentakan punggung kaki
" Braaaakkk!!"
"Eh saialan lo.. Berani lo ya sama gue, cuih"
Ciaaa...
"Buuughhhh..."
Belumpun kaki Roy menghantam Hasna, Afnan sudah memutar badan 360 derajat ber Dolke chagi, ia ber aksi dengan tendangan arah belakang Dan....
"Jedagghhh"..
tendangan tornado Afnan kena bahu Roy..
Dan membuat Roy terhuyung.
"Heh, awas lo ya"
tunjuk Roy pada Afnan masih dalam keadaan terhuyung.
"lo ga tau bokap gue komisaris polisi di daerah sini, kalau dia tau lo udah ngehajar gue, abis lo.." teriak nya
"Hehmm.. Ayah Anda cuma komisaris, Ayah saya jendral nya... Tau tidak..." teriak Afnan Tak kalah geram.
"Awsshhh.. Ngledek gue Hah.." teriak Roy berapi api
"Majuu.... "
pemerintah Roy pada sesama geng nya..
"Seraaaanng..."
Teriak berandal berandal itu.
Beberapa berandal malam pun berdatangan mengepung Afnan dan Hasna yang kini sudah berposisi me masang kuda kuda saling membelakangi Dan bahu membahu .
Afnan melihat ketua geng nya pun ikut ikutan..
"Heh kamu.. kamu sudah saya transfer uang, koq jadi ikut ikutan??!
ucap Afnan
" Heh, itu duit buat harga posisi lo balapan, bukan harga sebuah geng.." ucap ketua geng sembari mencibir
Memang tadi Afnan membayar ketua geng itu, agar ia Di izinkan menggantikan Hasna untuk bertanding.
Ubaydillah melihat saudara nya di kepung ia Tak tinggal diam.
" Adrian.. ini kunci Mobil, kamu nyelinap ke Mobil om ustadz, tuh parkir dekat tiang listrik yang ada Kebun, cari tombol yang bergambar Mobil polisi, nanti saat kita mulai kewalahan, kamu tekan tombol itu, kamu perhatikan kita, nanti om ubay kasih Aba aba,
Om ubay mau bantu Nana dan Ustadz "
Ucap Ubaydillah.
" Iya om, Adrian pergi sekarang.." ucap Adrian.
Adrian menyelinap di antara kerumunan berandal malam itu.
Dan dengan mudah ia me masuki Mobil Afnan, lalu ia mencari tombol yang Di sebutkan Ubaydillah tadi.
Perduelan sudah mulai terjadi..
"buugghh.."
"Baakh.."
"Wuzzzhh.."
"Jebrakkk.."
Afnan Dan Hasna terlihat sibuk meladeni para berandal berandal malam itu, Afnan Dan Hasna saling mengimbangi Dan melindungi, terlihat jurus silat Hasna Dan jurus taekwondo Afnan berpadu, tendangan kaki , bogeman tangan , Dan hantaman siku mereka sukses membuat beberapa berandal itu tergeletak.
Ubaydillah pun mulai bergabung dengan jurus taekwondo nya...
"Baaakkh.."
"buuggh"...
"wuuuzzz"..
Suara sorak sorai para berandal malam yang melihat perduelan itu berpadu dengan suara tendangan Dan pulukan.
Afnan membuat tumbang Roy dengan satu hantaman tendangan ganda Narae chagi ke arah samping beriringan,
"BPakh" ...
" BPakh "...
"Wuuuzzzhh"..
"Jgredd"...
"Dughhh"..
"Buughh "..
kaki Afnan mendarat Di Perut Roy Dan bruk, Roy ambruk, darah segar mengalir dari mulut nya.
"Wuzzzhh"...
"jter"....
"buugghh..."
Hasna kena hantaman kaki samping lawan nya Di punggung.
"Awwsssh... Hasna pun terhuyung hampir saja jatuh ia menahan tubuh nya dengan sebelah lutut nya kaki nya bertekuk ke belakang , Dan kaki sebelah nya menahan Dan menekuk bertumpu pada telapak kaki.
Afnan melihat Hasan berlutut ia sigap melindungi nya agar Tak ada lagi yang menghantam nya.
Hasna , Afnan Dan Ubaydillah mulai terasa kelelahan, melihat keadaan mulai memanas, para berandal malam makin banyak Dan merapat, maka Ubaydillah mengangkat tangan ke arah Adrian yang sedari tadi menunggu aba aba.
Melihat aba aba dari Ubaydillah, maka Adrian pun menekan tombol bergambar Mobil polisi, tak lama terdengar bunyi nyaring suara sirine Mobil polisi.. Dan para berandal malam yang mendengar itu pun mereka langsung tunggang langgang menyelamtakan diri.
"Eh bawa temen lo nih"
ucap Ubaydillah pada ketua geng agar ia membawa serta Roy yang terkapar.
Dan dengan susah payah mereka membawa Roy.
"Sayang tidak apa apa?"
Tanya Afnan pada Hasna.
"Tidak by".. Jawab Hasna tersenyum
"Ya sudah kita pergi dari sini.."
Ajak Afnan.
Adrian menghampiri mereka,
"TERIMAKASIH Drian ucap Afnan, tapi ingat ya.. Om masih ada perhitungan sama kamu Karena tidak dapat jaga Nana , namun tidak malam ini.."
ucap Afnan penuh penekanan Dan menatap Adrian tajam.
"Ii.. Iya om,"
Adrian merasa ngerih dengan tatapan Afnan .. Namun Adrian boleh lega, Afnan itu bukan orang yang kejam,. yang akan menghancurkan karier ayah nya karena kesalahan nya.
"Sob.. Ana bawa valentino sama Nana, Anta pulang lah bawa Mobil.."
ucap Afnan pada Ubaydillah
"Iya, bro..."
Ucap Ubaydillah singkat
"Ana mau bawa Hasna ke markas, biar tau siapa sebenar nya suami nya ini...."
Afnan melirik Hasna, Dan menyunggingkan Bibir nya..
Hasna merasa di selimut hawa negatif dari tatapan Afnan yang penuh misteri...
"By...mau kemana kita?" Tanya Hasna
"Ikut saja.. Nanti juga kamu tahu..."
Jawab Afnan dingin.
*************
Ngeriiiiii...
Minum mana.. Minum... Hauss habis ikut berduel...
Hush.. Masih puasa kelles 1 /2 hari lagi...
Ihhiiii ...iya.. ✌😁
Vote like komen deh, semoga tidak boring ya readers Maha di butuhkan... 😍💐