
Kini mereka sudah berada di jalan pulang,
" Dek sob nih mau lihat tidak hasil USG utun inji nya A'a? tanya pada Ubaydillah.
" Coba A lihat, maaf tadi kita tidak ikut masuk, jadi ketinggalan deh lihat USG langsung " ucap Ubaydillah.
" Iya tidak apa apa, ini kan ada foto nya"
Ucap Afnan seraya menyodorkan foto USG pada Ubaydillah dan Lintang yang menerima nya.
"MasyaAllah, ini calon keponakan Lintang A'a ustadz?" tanya Lintang pada Afnan.
"Iya Neng, lihat tuh ada dua, dan seperti sedang sujud itu fotonya" ucap Afnan.
"Coba Yang A'a Davi, ingin lihat" Ubaydillah menepikan Mobil yang sedang ia kemudiakan.
"Ni Yang" foto USG di berikan pada Ubaydillah.
Ubaydillah pun meraih nya, setelah menepikan mobil dan memastikan mobil berhenti dan menepi dengan aman, lalu ia mengamati foto USG tersebut Karena ia belum begitu faham, setelah agak lama mengamati akhira nya ia faham.
هذا ما شاء الله
Hadzaa maa syaa Allah
Yang artinya: Inilah yang dikehendaki oleh Allah
ما شاء الله كان
Maa syaa Allahu kaana
Yang arti: Apa yang dikehendaki oleh Allah, maka itulah yang terjadi.
MasyaAllah..
تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ
Tabarakallah robbul'alamiin
“Maha Berkah Allah, Pemelihara sekalian alam" (Qs. Al A’raf, ayat 54)
Itulah kata yang terluncur dari mulut Ubaydillah, sebagai tanda memuji kebesaran Allah.
"By, Nana ingin mampir ke rumah Ninen" pinta Hasna.
"Sudah sore sayang, byby harus hadir di kelas tahfiz Qur'an,sedangkan rumah Ninen kan lain arah, kalaupun byby cuma antar, besok saja ya sayang " bujuk Afnan.
Hasna hanya diam memandang ke arah jendela, Afnan tahu istrinya merajuk, lalu ia menggeserkan duduk nya, memiringkan posisi, menyilangkan kaki dan membawa Hasna pada dekapan nya.
" Hei jangan marah sayang, nanti malam ba'da maghrib byby antar, kita menginap di sana jadwal byby pagi hari esok longgar" bujuk Afnan.
"By Nana minta maaf" Ucap Hasna.
"Sudahlah, tidak perlu meminta maaf, harus nya byby yang meminta maaf, tak dapat memenuhi keinginan sayang untuk kerumah Ninen" ucap Afnan lirih.
" Bukan maaf soal ini by" ucap Hasna berbisik dan menyusupkan wajah nya pada dada Afnan.
"Lalu maaf soal apa sayang?" tanya Afnan.
"Soal....", kalimat Hasna terhenti, saat Ubaydillah mengeluarkan suara
“O ya A'a bro Ana lupa, tadi ada laporan dari kelas panahan dan pemeliharaan kuda, seperti nya mereka kekurangan tenaga pengajar untuk putri Karena ustadzah
Ismi Harun resmi resign ikut suami nya pindah tugas ke kota lain , dan ustadzah Rahayu sudah mengajukan cuti hamil” tutur Ubaydillah.
“Mmm.. Tidak ada yang bisa di transfer dari bidang lain dek?” tanya Afnan.
“Tidak ada A, beberapa bidang juga sedang kekurangan tenaga pengajar, maka nya minggu depan akan membuka lowongan pengajar” ucap Ubaydillah.
“Oh koq Ana tidak tahu?” tanya Afnan.
"Iya A, Abi dan Umi melarang melibatkan A'a , alasan nya, A'a kan baru saja memiliki waktu untuk beristirahat” ucap Ubaydillah.
Afnan yang melihat Hasna kesal Karena kata kata nya terepotong, maka ia berusaha membujuk dengan Perbuatan tangan nya, ia tatap lembut Hasna dengan tetap menimpali obrolan dengan Ubaydillah, lalu ia tersenyum pada Hasna, tangan nya menelusup ke dalam perut Hasna yang sudah mulai membulat membuat tangan Afnan betah memutar mutar di perut itu.
Hasna berusaha menepis tangan Afnan,namun afnan malah mengecup bibir nya, kembali tangan Afnan di tepis dari perut nya, namun Afnan kembali mengecup bibir nya, dan hingga berkali kali Hasna melakukan hal yang sama dan Afnan tak menyerah, ia pun berkali kali pula melakukan hal yang sama, hingga Hasna menyerah, lalu dengan senyuman kemenangan ia elus perlahan dengan lembut perut Hasna, dan mimik muka Hasna cemberut berpaling muka dari Afnan.
"Hehe, stok marah nya masih banyak ya Mimma, sampai Biyya di cemberuti seperti itu" ledek Afnan berbisik di telinga Hasna, seraya menarik tengkuk Hasna dan membawa wajah Hasna menempel pada bahu dan leher nya.
Tak lama mereka sudah sampai di halaman rumah utama ponpes, Ubaydillah dan Afnan masuk ke dalam rumah.
" Dek sob" panggil Afnan ketika Ubaydillah berjalan ke arah kamar dan Afnan hendak menuju tangga.
"Iya A'a bro" Ubaydillah menoleh.
" Itu dek, mengenai pembimbing untuk kelas panahan dan berkuda , mengapa tidak kita pekerjakan saja ELYAVIRA, bukankah kata Anta dia sedang mencari pekerjaan dan seperti nya ini bidang yang cocok dengan keahlian nya " ucap Afnan, sehingga membuat Lintang dan Hasna saling melempar pandang meminta jawaban tentang ELYAVIRA.
"Oh ia A, Ana sampai lupa, untung A'a bro mengingat kan, ya sudah nanti biar pak Iwan yang menghubungi nya karena nomor telepon nya ada di pak Iwan" ucap Ubaydillah
Di tengah pembicaraan Afnan dan Ubaydillah, Hasna dan Lintang saling mendekat.
"Lin, siapa itu ELYAVIRA? " tanya Hasna
"Enggak tau Na" jawab Lintang
"Jangan bilang mereka berdua ada main sama perempuan itu" ucap Hasna sinis
" Iya Lin, Biyya Ustadz juga lihat saja, kalau sampai ada main sama yang nama nya ELYAVIRA itu, gue buat Biyya Afnan panggang " ucap Hasna dengan wajah angry bird nya.
"Tenang Na pasukan kita sekarang full power" ucap Lintang.
"Malah lebih Lin, sekarang ada Adrian dan Angela, tidak mungkin mereka berpihak pada kedua Ustadz ini, ya kan Lin?" tanya Hasna.
"Iya dong Na, gue pastikan tidak Na, mari kita siapkan stamina dan amunisi Na" ucap Lintang.
"Siap Lin, kita siapkan stamina semangat pasang pertahanan biar kokoh, dan siapkan amunisi untuk ber seriosa jaga jaga jikalau dia itu si paperpus" ucap Hasna dengan semangat menggebu.
"Paperpus apaan tuh Na?" tanya Lintang.
"Para perempuan penyabet Ustadz hihi" ucap Hasna.
"Ahahah boleh tuh singkatan nya daripada pelakor sudah membahana dan melanglang buana, ahahaha" ucap Lintang tertawa, dan Hasna pun ikut tertawa, mereka tidak sadar kedua ustadz yang sedang berbincang pun terusik dengan suara tawa mereka.
"Wah bu ibu ini, tertawa seenak nya tidak lihat lokasi ya , tolong yaaahh itu suara tertawanya di alokasikan" ledek Afnan
"Yeee...sirik, di fikir batu bata hihi" Hasna malah meledek afnan dan menyeringai.
"Iya tuh Ayang Lilin, kalian bicara apa sih sampai tertawa cekikikan seperti itu" tegur Ubaydillah.
"Tidak ada, hanya bicara tentang calon paperpus" ucap Lintang.
"Apa itu Yang?" tanya Ubaydillah
"R A H A S I A" lalu Lintang masuk ke dalam kamar, dan Ubaydillah menyusul nya " A'a bro duluan ya Assalamu alaikum" ucap Ubaydillah dan sudah tak terlihat lagi.
"Iya dek waalaikum Salam" ucap Afnan,
" sayang ayo Naik ke kamar" ajak Afnan pada Hasna.
"Tadi apa itu sayang, yang Lintang katakan?" tanya Afnan.
" Ustadz kepo " ucap Hasna sembari ngeloyor masuk ke dalam kamar.
Dan Afnan hanya tersenyum, "masih marah rupanya si labil gemezz tuh mmm" gumam Afnan.
Hingga Afnan selsai mandi dan mengganti pakaian, begitupun dengan Hasna, kini mereka sholat Ashar berjamaah.
" Sayang Byby pergi mengajar ya, sayang istirahat" ucap Afnan, setelah selesai sholat dan sudah rapih.
"Iya by" ucap Hasna lesu
Afnan melihat Hasna tidak bergairah lalu berjongkok di hadapan Hasna.
"Ada apa koq lesu? " tanya Afnan.
"Tidak koq by Nana ok, ya sudah byby berangkat saja" pinta Hasna.
"Mmm.. Byby rasa tidak ok, ada apa.. Atau mau di temani byby, ya sudah nanti byby minta guru pengganti" ucap Afnan lembut.
"Jangan by, dahulukan kewajiban byby untuk mengajar, Nana ok, nanti Nana ke kamar Angela kalau jenuh" ucap Hasna.
"Ya Sudah kalau begitu byby mengajar dulu, byby berangkat ya sayang, assalamualikum" pamit Afnan, lalu mengecup kening Hasna kedua pipi, kelopak mata, bibir dan perut Hasna.
Waalaikum Salam by, saat Hasna akan mencium tangan Afnan lalu ia berdiri dan memeluk Afnan.
"Maafkan Nana by, tadi siang sudah meracuni byby dengan makanan yang kita buat" ucap Hasna.
"Ya Allah sayang dari tadi hal itu yang membuat fikiran sayang terbebani, tidak apa apa sayang, kan sudah berusaha, masalah makanan itu nikmat atau tidak tergantung kita memakan nya, kalau dengan penuh rasa syukur ya nikmat saja koq" afnan menenangkan Hasna.
"Tapi byby jadi menyantap makanan itu dengan terpaksa " ucap Hasna.
"Tidak sayang, byby iklas dan meikamatinya"
Ucap Afnan.
"Ya sudah, tak usah di fikirkan, byby mengajar dulu ya sudah terlambat ini, siap siap saja biar nanti langsung berangkat ke rumah Ninen" ucap Afnan.
"Iya by, tapi byby Memaafkan Nana kan?" tanya Hasna.
"Iya sudah di maaf kan sayang" ucap Afnan sembari mengelus lembut pipi Hasna.
"Uumm terimakasih by, tenang nanti Nana masak untuk byby lagi" ucap Afnan.
"Ooo.. Terimakasih, tapi tak perlu yaa, nanti kamu kelelahan" ucap Afnan, sedikit bergidik.
"Hihi, tenang kali ini pasti lezat" ucap Hasna.
"Iya ok, sekarang lebih baik temui Angela sana, byby pergi dulu, Assalamualikum" ucap Afnan.
" Iya by " Waalaikum Salam.
Akhir nya Afnan berlalu dari kamar nya melewati balkon, masak lagi, aduh tadi rasa kembang api, apa mungkin besok besok rasa mesiu ya, hihi Nana ada ada saja " Batin afnam bergumam sambil berjalan.
***************
Terimakasih sudah membaca
Mohon vote like komen dan rate, 🙏😍