
"Na .... Nana .... tunggu!!"
"Hai Yan! baru datang juga yah?" tanya Hasna pada Adrian yang memanggil nya dan lalu menghampiri Hasna.
"Iya Na! o yah, tadi siapa?" tanya Adrian. Karena tadi ia melihat Hasna bersama seorang laki-laki.
"Mmm .... ituuuu ....,"
"Ittuuuu...," Hasna sedang berfikir, jawaban apa yang harus ia berikan kepada Adrian.
"Oh, itu pasti Om lo ya? orang yang sudah membebaskan lo dari polsek, sama waktu dugem itu kan?" tebak Adrian, ia langsung berasumsi sebelum Hasna melanjutkan kalimat nya.
"Heheeeee .... Mmm...," Hasna menyeringai salah tingkah.
"Na, mau ikut nge track lagi gak?" tanya Adrian. Akhirnya Hasna boleh lega karena Adrian membahas soal lain.
"Pingin sih Yan. Tapi si Valentino masih gue pingit tuh, belum bisa keluar dalam waktu dekat ini," ucap Hasna.
"Yaaah .... kapan dong, tuh si Valentino bisa keluar dari pingitan nya?" tanya Adrian lagi dengan nada kecewa.
"Mmm .... nanti deh Yan, gue usahakan dan lo gue kabari lagi, sekarang betul-betul belum bisa di keluarkan."
"Tapi banyak yang nanyain lo Na! apalagi si Roy. Sering dia nanyain lo lewat teman gue!
katanya doi sudah punya motor baru dan pingin menejajal track bareng lo!" Adrian berusaha memanas-manasi Hasna.
"Mmm .... Boleh juga sih!" Hasna manggut-manggut. Ia sedang berfikir.
Adrian menanti jawaban Hasna penuh harap. "Huffsss .... gue usahakan Yan! dua minggu kedepan deh! biar si Valentino bisa eksis lagi gitu."
"Weeedeeh mantabzz .... gue tunggu Na!" sumringah Adrian.
"OK, nanti gue adain ritual dulu deh, buat ngeluarin Valentino dari pingitan. hehe."
"Maksud lo, ritual per dukunan gitu?" tanya polos Adrian.
"Yeee! fikiran lo ngeres tuh. Ada deh pokok nya, itu rahasia perusahaan! faham?" ujar Hasna.
"Atur deh Na ....," tukas Adrian.
"Harus perang nih kaya nya sama Byby! agar bisa bawa Valentino ke ponpes, emmm .... jurus rayu atau jurus bogem yaaa enak nya? Hehehe .... By .... By .... maafkan istrimu ini! masih ingin berpetualang."
Batin Hasna, ia sedang mencari cara agar si Valentino bisa di bawa ke ponpes.
"Eh Na! balik sekolah nanti, mau ikut latihan skate gak?" tanya Adrian.
"Lihat nanti deh Yan!"
Teeettt .... Treett .... tanda bel masuk pun berbunyi.
Hasna beserta Adrian masuk ke dalam kelas dan setelah Guru mereka hadir, maka mereka mulai berkutat dengan materi pelajaran.
***
Di gedung lain, yaitu kantor Afnan.
Afnan sudah mulai sibuk mempersiapkan materi meeting gabungan, mereka akan melakukan meeting teleconference dengan pegawai nya yang di Turki. Pembahasan rapat kemarin siang belum menemukan penyelsaian.
"Satu jam lagi meeting akan di mulai A!" ucap Ubaydillah yang baru saja masuk ke dalam ruangan Afnan.
"Baik! tolong siapkan segala nya, jangan ada kesalahan sekecil apapun."
"Siap!"
**
Kembali kesekolah Hasna ....
Tok tok tok
Pintu ruang kelas Hasna ada yang mengetuk, lalu wali kelas mereka menghampiri pintu dan membuka nya.
Terlihat ia berbincang dengan seseorang di arah luar. Tak lama, Ibu wali kelas pun masuk kembali.
"Hasna Aulia Zahrani." Panggil nya.
"Saya Bu!" sahut Hasna.
"Di panggil ke ruang kepala sekolah," ucap Bu Guru.
"Baik Bu... " jawab Hasna.
Lalu Hasna bergegas menuju ruangan kepala sekolah.
Satu kelas riuh, mereka fikir ada hubungan nya dengan kejadian dua hari yang lalu.
"Sudah! sudah! Anak-anak. Hentikan! tolong kembali fokus kepada pelajaran!" seru Ibu Guru.
Murid murid pun sontak diam, namun ada saja yang saling berbisik membicarakan Hasna dan Kristine.
Hasna baru saja tiba di ruang kepala sekolah. Tok tok tok ....
"Masuk!" terdengar sahutan dari dalam. Hasna pun masuk.
"Maaf pak, apa betul saya di panggil ke ruangan ini?" tanya Hasna.
"Betul! masuk, saudari Hasna. Ini adalah orang tua dari Kristine, mereka hendak meminta maaf."
Hasna melihat Kristine dan kedua orang tuanya, mereka sedang duduk di sofa dengan wajah kecemasan.
"Nak Hasna, saya betul-betul minta maaf atas kejadian kemarin," ucap Ibunya Kristine, yang tiba-tiba saja menghampiri Hasan dan memeluknya.
"Sudahlah Tante .... semua nya sudah berlalu dan masalah nya telah terselsaikan." jawab Hasna.
"Iya Nak .... Aku juga minta maaf yah! sudah mengatai kamu P*l*c*r," Kristine pun ikut meminta maaf dengan bahasa yang lebih sopan.
"Sudahlah Kristine .... semua sudah terjadi dan kamu jangan pernah lakuin lagi terhadap siapa pun." Pinta Hasna dengan senyuman menghiasi wajah nya.
"Iya, aku malu! justru Aku yang kotor dan penuh Lumpur Na!"
"Maksud kamu apa?" tanya Hasna karena memang tidak mengerti.
"Aku sedang hamil dan Aku tidak tau siapa Bapak nya, karena bukan hanya satu laki-laki yang pernah tidur denganku. Dan Aku akan berhenti sekolah untuk sementara. Sebetulnya Aku yang pantas di sebut P*l*c*r."
"Apa?!! Ka-kamu hamil?"
"Betul Na!"
"Hooooo ....,"
Hasna tidak Percaya, lalu ia menutup mulut nya dengan Kedua tangan nya.
"Oohh ini, jawaban mengapa malam kemarin aku bebas tidak bersyarat! tapi kenapa Byby tidak memberi tahu, padahal jelas-jelas Aku bertanya. Byby jahat!! lihat saja By, Aku akan membuat perhitungan dengan mu, By," ucap Hasna di dalam hati nya.
Setelah Orang tua Kristine meminta maaf dan Hasan pun sudah memaafkan. Maka Hasna di perbolehkan keluar dari kantor kepala sekolah.
Adrian yang melihat Hasna kembali. Ia merasa penasaran apa yang terjadi. Namun
melihat mimik wajah Hasna yang kurang bersahabat maka ia urungkan.
Pembelajaran pun berlangsung sesuai dengan waktu yang telah ditentukan pihak sekolah.
***
Siang Hari, saat pulang sekolah.
Mobil Afnan sudah berada di depan sekolah. Hasna segera masuk ke bagian belakang, ia ingin secepat nya menumpah kan rasa kesal nya kepada Afnan. Karena Afnan sudah tahu bahwa Kristine hamil, namun ia tidak memberi tahunya.
"Assalamua'laikum Dek Nana!"
ucap Ubaydillah.
"Wa'alaikum salam!! loh koq hanya Kak ubay! Ustadz nya mana kak?" tanya Hasna karena hanya Ubaydillah di balik kemudi dan Afnan tidak ada di dalam mobil itu.
"Sudah pulang terlebih dahulu Dek! sedang ada urusan," jawab Ubaydillah.
Suasana pun hening! hingga tibalah di rumah. Seperti biasa Ubaydillah membawa mobil nya masuk langsung ke garasi.
Hasna pun turun dari mobil setengah berlari, ia ingin sekali menumpahkan rasa sesak nya.
"Assalamua'laikum!" ucap nya kaku.
"Wa'alaikum salam!"
Terdengar ada dua suara berbeda yang menjawab salam. Betul saja, saat Hasna masuk, ia melihat seorang perempuan sedang asyik mengobrol dengan Afnan.
"Sayang! sudah pulang?"
sapa Afnan dengan sumringah.
"Perkenalkan Sa---," ucapan Afnan menggantung, karena ia melihat mimik wajah Hasna sedang tidak bersahabat .
Hasna hanya melirik sebentar,
dengan sebuah senyum sinis di sudut bibir nya. Ia berlalu begitu saja masuk ke dalam kamar.
"Kenapa?" tanya Afnan pada Ubaydillah.
Ubaydillah hanya mengangkat kedua bahu nya, serta menggelengkan kepala pertanda tidak tahu.
"Mungkin karena bukan Anta yang menjemput nya A'a Bro!" jawab Ubaydillah.
"Walah, itu Karena ada kita ke sini. Jadi menghambat Ustadz untuk menjemput Dek Nana."
ucap perempuan yang tadi mengobrol dengan Afnan.
"Akkh sudahlah! tidak perlu di pikirkan, nanti Juga baik sendiri! maklum ABG. Masih suka manja. Hehe ...." ujar Afnan dengan tersenyum renyah.
Tidak lama, Hasna keluar kamar. Ia Mengenakan T-shirt putih dan celana jeans pendek yang betul betul pendek. sehingga paha mulus nya ter ekspos begitu nyata. Tampilan yang cuek, ia mengenakan sepatu kets warna putih dan topi warna hitam sebagai penunjang penampilan nya.
Tanpa bersuara Hasna berlalu ke arah lorong ruang kerja Afnan, menuju garasi yang menyimpan mobil nya. Afnan serta Ubaydillah pun, tidak memperhatikan Karena larut dalam obrolan.
Namun tidak lama terdengar suara gemuruh mesin mobil.
Broommmm .... broommmm..
Grooommm .... grrerkk ... greekk .... Braaakkkk!!!bruuukkkkhh!!!! di susul suara benturan dan suara gemuruh mesin mobil makin menjauh.
"Astaghfirullah!! suara apa itu Dek?" tanya Afnan pada Ubaydillah.
"Coba Ana periksa, suaranya dari arah depan A'a Bro!"
ucap Ubaydillah, lalu ia berlari ke luar rumah.
Tak berapa lama Ubaydillah kembali ke dalam.
"A'a Bro! Nana pergi membawa mobil nya dan pagar kayu yang ke arah lapangan hancur Bro di tabrak." Ujar Ubaydillah yang baru saja memeriksa keadaan dari luar.
"SubhanAllah!!"
Afnan terkejut mendengar apa yang Ubaydillah sampaikan. Bukan masalah pagar yang hancur, kali ini rasa khawatir justru menghampiri hati nya.
"Beruntung gerbang depan sedang terbuka lebar! kalau tidak, mungkin akan Dek Nana tabrak Juga A'a Bro," ucap Ubaydillah kembali.
"Astaghfirullah'aladzim," ucap Afnan dengan menarik nafas dalam lalu menghembuskan nya kasar pertanda khawatir.
"Tolong nyalakan GPS! pantau kemana ia pergi." Pinta Afnan kepada Ubaydillah.
"Siap A'a Bro!"
Di dalam mobil yang Hasna kemudikan.
"Aaaaah Ustadz munafiik!!! kata nya haram berduaan sama perempuan! itu buktinya, dia malah sedang asyik berdua duaan. Ustadz mesum, dasar!!ngeseliiinn!!!!"
Teriak Hasna sembari memukul- mukul stir mobil nya.
Hasna makin melaju dengan kecepatan tinggi, beruntung jalan lengang. Dua lampu merah telah ia terobos. Pendeteksi elektronik telah secara otomatis membaca serta mengirimkan laporan data si penerobos ke Divisi Polantas.
Ubaydillah makin khawatir memantau pergerakan dan perkembangan mobil Hasna dari GPS.
"A'a Bro, sudah dua lampu merah ia terobos!" seru Ubaydillah.
"Hubungi dia." pinta Afnan.
Lalu Ubaydillah pun menelpon Hasna lewat jalur telepon mobil dari laptop nya.
"Ada apa?" jawaban ketus Hasna, setelah sambungan telepon ia terima.
"Sayang please .... pulang! jangan ngebut, sayang! tolong! itu berbahaya!" bujuk Afnan penuh kelembutan.
"Ahahha .... Ustadz! Ustadz! apa pedulimu?"
"Tentu, Aku peduli pada Istri ku! bidadari hati ku. Cepat pulang sayang dan jangan mengebut!"
"Bidadari?! Ustadz lihat! masih pantas kah Aku, kau panggil bidadari Hah?" tanya Hasna.
"Tentu saja sayang!! sampai kapan pun, Kamu akan tetap menjadi bidadari di hatiku."
"Heuh munafiiiiiiikkk!!" teriak Hasna. "Datang ke jalan xxx. KITA DUEL! jika Ustadz menang, boleh bawa Aku pulang! dan Aku akan menuruti mau nya Ustadz! namun jika Ustadz kalah! maka Ustadz yang harus menurutiku! bagaimana ustadz Afnan Al-jaris???"
Bersambung ....
*********
Ayo siap-siap! tunggu THOR up Afnan dan Hasna duel balap mobil. Cung yang minta Afnan dan Hasna adu balap??
tapi ini balap Mobil dulu yaa. Balap motor nya nanti sesaon berikut nya. Eits sebelum nya Vote like komen dong! Terima kasih Readers gemez kesayangan 🤗😁