Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 54. Nemuin Raja Arab


"Ke Arab!" jawab Hasna ketus, sambil ngeloyor menuju kamar.


"Serius sayang, mau cari jawaban sampai Arab? ledek Afnan lagi.


Brukgh! suara pintu di tutup keras oleh Hasna.


"Astagfirullah, kaget." Gumam Afnan.


Tidak lama, suara pintu kamar di buka kembali oleh Hasna. Ia hanya menyembulkan kepalanya.


"Kalau Ustadz fikir, Nana ke arab mau cari jawaban. Gak usah kepedean ya. Nana ke arab mau Nemuin Raja Arab. Siapa tahu jodoh! habis di indonesia ada Ustadz Ngeselin."


Teriak Hasna. Lalu menutup kembali pintu dengan keras.


"Aduh sayang! kasihan tuh pintunya, di buka tutup begitu. Jodoh belajar bahasa Arab, maksudnya ya sayang? Lagi pula memangnya kamu tahu, alamat Raja Arab di mana?" tanya Afnan.


Hasna nongol lagi. "Ustadz resek!"


"Ah, Hihihi ... Astagfirullah, ya Allah. Singa betina unjuk gigi." gumam Afnan dengan tetap melanjutkan makannya. Seakan ia tidak terpengaruh oleh kemarahan Hasna.


"Ustaaadz!! gak usah ketawa- ketawa. Aku masih bisa mendengar ketawa Ustadz ya!" teriak Hasna kembali dari balik pintu.


"Ya Allah. Marah beneran rupanya, hihi ... dasar bidadari labil." Afnan mesem sendiri, lihat tingkah lucu istrinya.


Tiba-tiba Ubaydillah muncul, ia baru saja mengurusi pekerjaan di restoran dan mengambil mobil Hasna di sekolah.


"Assalamu'alaikum!"


"Wa'alaikum Salam." Jawan Afnan. "Mari makan Dek sob, sama-sama nih," tawar Afnan.


"Wah, iya nih kebetulan Ana lagi lapar!" ucap Ubaydillah. Terlebih dahulu ia pergi ke washtafel dekat meja makan, untuk mencuci tangan.


"Bagaimana? sudah rapi semua sob?" Afnan menanyakan segala urusannya.


"Beres, bro! mobil Hasna ada di garasi belakang. Tadi langsung Ana bawa dan di masukan ke sana!"


tambah Ubaydillah


"Ada kendala di resto sama hotel?" Afnan hari ini tidak pergi ke kantornya.


"Enggak ada sih, hanya saja, tadi di resto sempet riweuh, ada pesanan yang memajukan jadwal, harusnya buat minggu depan tapi konfirm hari ini, acaranya nanti sore. Tapi tenang, semua beres sama Ubaydillah mah! Hehe."


ucap nya lagi sambil menepuk dada.


"Beuh! sombong ... Heehmm."


"Loh ini Nasi masih utuh, untuk siapa, A'a Bro?" tunjuk Ubaydillah pada piring Hasna tadi.


"Buat si gemesin. Tapi gak jadi makan, biasa ngambek Hehe." bisik afnan pada Ubaydillah.


"Si gemez nackal, Ngambek kenapa A'a bro? balik berbisik.


"Pingin ke arab katanya."


"Yah bro! tinggal pesen tiket, sore ini juga terbang. ucap Ubaydillah serius Karen ia fikir ke arab sungguhan.


"Ah anak kecil, bukan arab yang sesungguhnya. Udah ah gak akan ngerti."


"Enak saja anak kecil, ini Anak kecil yang sudah pantas memiliki Anak kecil tahu!" protes Ubaydillah.


"Iya, faham! Anta memang sudah pantas menikah! Oh ya, tolong hubungi manager toko pakaian, minta di bawain pakaian perempuan untuk Hasna. Ukuran, harusnya Anta tahu lah." Ucap Afnan sembari memasukan nasi yang baru kedalam piring beserta lauk pauk nya.


"Harus di bawain, yang model bagaimana A'a Bro?" tanya Ubaydillah.


"Ok ya ... ya ... siap A'a bro. Laksanakan," ucap Ubaydillah.


"Syukron! Ana ke kamar dulu ya, kasih ini." Isyarat Afnan mengangkat piring berisi nasi yang ia pegang.


"Afwan! tafadhol Bro!" Ubaydillah meneruskan makannya.


Afnan berlalu sambil menepuk pelan bahu Ubaydillah. Tepukan itu adalah ungkapan dari kata yang tidak terucap. Seperti, terima kasih, bangga, udah ya, atau baik-baik. Ubaydillah sudah mengerti arti dari tepukan itu.


Afnan membuka pintu kamar. Ia melihat Hasna sedang berdiri menghadap jendela, menuju ke arah taman belakang. Mendengar suara pintu di buka, ia menoleh sekilas.


Lalu Afnan menutup pintu perlahan. Afnan meletakan piring di meja kecil dekat sofa.


Ia menghampiri Hasna.


"Hemm!" Afnan berdehem. Lalu ia memeluk Hasna dari belakang.


"Sedang apa sih sayangnya Aku? koq bengong di depan jendela? masih jet lag ya? karena baru kembali dari arab!" gumam Afnan di telinga Hasna.


"Berangkat saja belum, masa jet lag!" celetuk Hasna ketus.


"Hehe ... istrinya siapa sih, koq lucu sekali" Afnan tertawa kecil. Ia makin mengeratkan pelukannya. Hasna diam. Karena Hasna diam, maka Afnan pun mengecup pipi Hasna.


"Iikh Byby! Kok sun-sun gitu! gak tahu yah, kalo aku lagi marah." Ucap Hasna.


"Oh, itu namanya marah ya? maaf aku gak tau kalau kamu sedang marah, dan mode marahnya seperti itu. Lagi pula, ada ya, orang marah bilang-bilang!" canda Afnan sembari mengekeh.


"Iikh Byby, bikin kesel banget deh!" ucap Hasna cemberut, tetap dengan gaya manjanya. Hasna berbalik dan melepaskan pelukan Afnan, lalu ia duduk di sisi tempat tidur.


Afnan menghampiri dan seperti berlutut di lantai berhadapan dengan Hasna, ia raih kedua tangan Hasna, lalu ia genggam, Afnan menatap wajah Hasna sendu.


"Sayaaang! sudah ya ngambeknya. Aku gak tahan, harus di jutekin sama kamu." bujuk Afnan.


"Habisnya, Byby jahat!"


"Loh jahat kenapa? Kalu aku jahat, sudah di tangkap polisi dong, lalu masuk bui." tukas Afnan.


"Umm, Byby! Itu sih penjahat."


"Oh beda yah, Heeee," tawa ringan Afnan.


"Luccu! ha ... ha ... ha ..." ucap Hasna meledek Afnan.


"Ya sudah, aku kasih challenge yah! cari tau sendiri, arti dari ucapan ku tadi dan kalau sudah ketemu, kamu beri aku jawabannya juga. Aku yakin kamu bisa, kamu itu pandai sayang." Ucap Afnan lirih.


Hasna hanya mengangguk dan tersenyum. Ia tersentuh dengan sikap lembut Afnan. Lalu ia memeluk Afnan.


"Maaf By, Nana kekanak -kanakkan. Maaf juga, tadi Nana sudah teriak teriakin Byby, sama banting pintu." Lalu melepaskan pelukannya dari Afnan, kini Hasna memainkan jari jemari Afnan


"Ya sudah tidak apa-apa, aku suka kamu yang begitu! itu berarti jujur, sayang. Tapi kalau bisa, jangan di ulang yah. Emosi itu tidak baik untuk pertumbuhan, Hehe."


"Iya Hubby sayang ... tapi, mungkin untuk kesehatan By! bukan pertumbuhan." Lalu hasna menggenggam wajah Afnan dengan kedua telapak tangannya dan mengelusnya lembut.


"Oh iya yah.... hihi. Ya sudah, ma'em dulu yah! tuh sudah aku bawakan nasi. Setelah makan, lalu mandi." Pinta Afnan.


"Tapi tidak ada pakaian ganti untuk ku By." Ucap Hasna.


"Ada koq, nanti juga tiba."


"Maksudnya, By?"


Bersambung ....